
🌒
"kamu duduk doong.. aku bisa pusing kalau kamu mondar mandir terus kaya gitu..!"
Ternyata Maura gelisah memikirkan Luna yang mereka tinggalkan begitu saja di dalam hutan seorang diri..
"sepertinya mataku mulai jereng deh..." ucap Fetty yang sedari tadi memperhatikan Maura ke kanan dan ke kiri..
Setelah memutar bola matanya malas mendengar kekonyolan Fetty, akhirnya Fera menarik tangan Maura untuk duduk karena sudah kesal..
"sekarang kamu nyesel kan ninggalin Luna disana..?" tebak Fera yang bisa melihat kegelisahan Maura sejak mereka kembali dari hutan.
Maura sendiri tidak menyadari kalau dirinya memang khawatir.. tapi karena gengsi ia pun mengelak..
"aku gak khawatirin Luna kok.. aku cuma berfikir apa anak itu bisa mendapatkan benda yang ku mau atau tidak..!" sangkal Maura
"sudahlah Ra.. benda itu mungkin sebenarnya memang tidak ada..!"
"ahh diam kau.. aku percaya tentang benda itu..!" bantahnya lagi
"kenapa kau begitu yakin..?"
"tentu saja.. asisten rumah tangga ku mbok yem pernah menceritakan benda keramat yang bisa memberikan semua keinginan kita..!"
"benarkah..?"
"benar.. mbok yem itu orang asli sekitar sana.. dan cerita yang ia ceritakan itu bukan sekedar legenda.. tapi memang benar adanya..!" jawabnya mantap..
"seyakin itu kah..?" sebenarnya Fera memang kurang percaya.. tapi ia tidak ingin menunjukan ketidak percayaannya.. bisa-bisa Maura menendangnya jauh-jauh..
"kau masih tidak yakin..?" Maura mulai mencurigai sikap Fera..
"apa kau tidak bisa melihat apa yang Devin lakukan untuk Luna.. hmm??"
Fera hanya mengangkat kedua bahunya..
"harusnya kau lebih jeli lagi.. mana mungkin gadis buruk rupa dan bodoh seperti Luna bisa menarik perhatian Devin yang sangat populer di sekolah kalau bukan karena dia punya sesuatu.. iya kan..?"
Fera membeku, ia mulai berfikir dan sepertinya yang dikatakan Maura memang masuk akal..
Tapi... apa iya..??
"mungkin saja karena Devin kasihan pada Luna.. makanya dia selalu membela dan melindungi Luna..!" pendapatnya..
"tidak mungkin... aku tak percaya dengan hal seperti itu... mana mungkin hanya rasa kasihan bisa membuat Devin begitu melindunginya..!" lagi-lagi Maura membantah pendapat Fera..
"mbok yem bilang.. di dalam hutan sana ada benda pusaka yang sangat ajaib..!"
"dirumah tua seperti yang kamu bilang pada Luna itu..?" tebak Fera
"yaps.. dan itu bisa mengabulkan semua permintaan kita..!" tuturnya dengan senyum mengembang dan mata menerawang membayangkan jika benda itu benar2 bisa ia miliki..
"kalau pun ada, mungkin sekarang sudah di ambil orang dong..!"
"aahh.. tidak mungkin..! belum ada yang mendengar kalau benda itu sudah ada yang memiliki.." Maura memutar duduknya menghadap Fera..
"hutan itu adalah hutan larangan yang tidak mudah dimasuki sembarang orang..! mereka bisa masuk tapi sulit untuk keluar.." ceritanya dengan sedikit berbisik...
Fera membelalakan matanya terkejut dengan penuturan Maura..
"kalau itu hutan larangan.. lalu bagaimana dengan Luna..?" tanyanya yang merasakan ada kekhawatiran tentang gadis itu..
"aku tidak perduli.. kalaupun ia tak bisa kembali mungkin itu lebih baik.. dengan begitu Devin tak akan melihatnya lagi.."
Fera kembali terdiam... mungkin Maura tidak menyadari kalau perbuatannya itu sangat membahayakan Luna..
__ADS_1
"apa kau tidak terlalu berlebihan padanya Ra..?"
Maura yang tadinya duduk bersandar kini menegakkan duduknya..
"apa maksudmu..?" tanyanya dengan memicingkan matanya curiga
"ku rasa ini termasuk tindak kriminal.. bagaimana kalau Luna tak bisa kembali? apa kau tidak takut..?" Fera benar-benar khawatir..
" kalaupun ini sampai melibatkan polisi.. kau tenang saja.. karena tak ada saksi ataupun bukti.. karena tak mungkin kalian akan bersaksi dengan hilangnya Luna kan?? .. aku rasa itu akan aman..kita hanya perlu berhati-hati jika Luna tiba-tiba kembali dan melaporkan apa yang kita lakukan padanya..!"
Fera berdecak..
"bukan kita, tapi kau..!" bantah Fera..
"hey.. jangan lupa kalau kau juga ada disana barusan..!"
Fera hanya menghela nafas kasar.. kalau tau akan jadi begini ia tak akan ikut campur dalam masalah Maura..
obsesi mu pada Devin membuatmu kehilangan akal sehat Maura..!
batin Fera kesal...
"lalu.. apa kau yakin Luna akan menemukan benda itu?" tanyanya kemudian
"entahlah.. sejujurnya aku sendiri tidak tau benda itu seperti apa ..!"
"APA..???"
Tak habis fikir, bisa-bisanya Maura mengatakan itu dengan begitu santainya..
Maura benar2 keterlaluan, batin Fera lagi..
Dan heyy... apa kabar dengan Fetty..??
* * *
🏠
Gemuruh suara geledek menejutkan Luna hingga ia terbangun..
Tubuhnya bergetar.. Keringat bercucuran dan jantungnya berdegup dengan kencang.
Luna mengerjapkan matanya berulang kali dan juga mengusapnya..
ia ingin memastikan jika dirinya hanya bermimpi..
"ahh.. ternyata aku memang bermimpi..!" Luna mengedarkan pandangan dan sekarang ia berada dikamar kostny yang gelap..
Entah kenapa tubuhnya terasa pegal sehingga ia harus menggeliatkan tubuhnya untuk meregangkan otot..
"ahh.. nikmat sekali.."
serunya dengan menuruni ranjang dan menyalakan lampu..
tapi seketika ia terpaku..
heyy... sekarang dia baru menyadari.. ada apa dengan pakaiannya??
Luna masih memakai seragam sekolah dan nampak sangat kotor sekali.. dan ia mencoba mengingat ingat kejadian yang ia alami tadi.. dan Luna merasakan itu seperti mimpi..
Sedikit berlari Luna mendekati cermin untuk memastikan itu mimpi atau bukan.. dengan cepat ia ingin melihat keadaannya sekarang ini seperti apa..
dan betapa terkejutnya, saat dia melihat pantulan tubuhku dalam cermin..
kaki dan tangannya dipenuhi luka goresan dan wajahnya semakin menyedihkan karena terdapat beberapa luka kecil yang tak mungkin sembuh dalam dua atau tiga hari..
__ADS_1
"Oh Tuhaan... apa yang terjadi padaku..?" gumamnya dengan meraba setiap lukanya..
Luna berusaha memutar kembali memorinya mencoba mengingat dengan betul kejadian beberapa waktu lalu...
"Maura... hutan.. aku jatuh.. daan___"
Luna masih mencoba berfikir lebih keras..
"rumah itu...!" ucapnya saat mulai mengingat tempat misterius itu.
Dengan cepat Luna membuka sedikit ujung bajunya untuk melihat pinggang bagian kirinya..
"aku yakin.. saat itu pinggangku terasa aneh..!" diamatinya tanda lahir yang sepertinya tak ada yang berubah..
Tapi Luna ingat betul rasa dingi yang aneh itu berawal dari tanda lahirnya..
"iya benar.. ini bukan mimpi.. tapi ini nyata..!" ia berbalik untuk melihat kesekitar dan memastikan kalau ini nyata..
"tapi kenapa sekarang aku sudah dirumah? eh bukan.. kost'an maksudku.. dan lukaku juga tidak sakit..?"
padahal Luna ingat betul,. untuk bangun saja ia harus berusaha keras..
dan sekarang, bahkan ia bisa berlari.. lalu siapa yang membawanya kembali kerumah..?
"sebenarnya ada apa ini...?" gumam mulai panik..
praanggg..
Samar-samar terdengar suara benda jatuh di dapur kecilnya.. Luna terkejut dan tubuhnya bergetar..
Fikirannya semakin tidak normal, ia bergegas mengambil raket badminton yang ada disamping meja belajarnya..
Dia takut ada orang yang masuk kedalam rumahnya.. oh salah.. kost'annya..
"awas kau maling.. aku akan menghajarmu!" ujarnya dengan sebuah raket di tangan dan siap untuk memukul..
dengan perlahan Luna membuka pintu kamar dan sedikit mengintip sebelum ia bertindak..
Penerangan yang belum ia nyalakan membuat Luna hanya melihat kegelapan..
ia mulai keluar kamar dengan langkah kecil dan sehalus mungkin agar tak menimbulkan suara yang membuat maling itu menyadari keberadaannya disana..
Tapi tubuhnya semakin bergetar bersamaan dengan degup jantungnya yang semakin kencang dan membuat kakinya sulit digerakkan.
Tubuhnya kaku dan jantunnya hampir terlepas dari tempatnya saat melihat sesosok makhluk berwarna putih membelakanginya..
Luna terlalu takut, bahkan untuk bernafas pun terasa sulit..
"si.. SIAPA KAU..?" teriaknya dengan bibir yang bergetar.
Tangannya siap menghantam jika dia tiba-tiba saja makhluk itu menyerangnya..
Dia berbalik dan yang Luna lihat seluruh tubuhnya bercahaya.. ia terkejut melihat penampakkan makhluk yang baru pertama kali ditemuinya itu..
Dan Luna semakin kaget saat dia tiba-tiba berada tepat dihadapannya..
"AAAAAAAAA...!"
Luna menjerit dan tubuhnya melemas.. akhirnya dia kembali tak sadarkan diri..
bersambung..
🌟🌟
Kasih dukungan buat author ya guys.. tinggalkan jejak kalian dengan like n komen.. terima kasih sudah mampir..😚
__ADS_1