The Magic Girlfriend

The Magic Girlfriend
namaku Fengying


__ADS_3


Perlahan Luna membuka matanya dan mencoba menyesuaikan cahaya yang mulai masuk ke retinanya.


Cahaya matahari yang mulai meninggi masuk melalui jedela kaca yang terbuka semakin menyilaukan matanya..


Luna merasakan ada tangan yang dingin dan lembut menepuk-nepuk pipinya dengan perlahan..


Merasakan sentuhan itu Luna membuka mata dengan cepat dan____


"AAAAAAA.....!!"


Gadis bermata kebiruan itu kembali berteriak dan reflek menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan sambil meringkuk di sudut sofa usangnya..


tubuhnya kembali gemetaran dan lagi-lagi situasi seperti ini bembuatnya kembali sport jantung..


pletakkk...


Luna merasa terkejut dengan jitakkan di kening yang membuatku mengerjap kaget...


perlahan Luna mulai memberanikan diri dengan mengintip di sela-sela jarinya..


"kenapa kau suka sekali menjerit.. hm.?!" ucapnya dengan santai


Mendengar ucapannya membuat Luna menegakkan duduk dan menurunkan telapak tangannya..


"ssi.. siapa kau...??" tanyanya terbata..


Luna merasa aneh dengan sesosok manusia dihadapannya saat ini..


Apa benar dia manusia?? tapi dia sangat aneh.., ucap batinnya


Dia menatap Luna dengan mengerutkan dahinya pertanda bingung.. mungkin dia heran karena Luna begitu ketakutan melihatnya..


"jangan berlebihan seperti itu.. aku ini bukan hantu..!" ucapnya yang membuat Luna sedikit lega..


"kenapa kau sangat aneh.. kenapa seluruh tubuhmu dari atas samapi bawah semuanya berwana putih.. hah?"


pertanyaan Luna membuatnya terkekeh dan dia mendekatkan wajahnya hingga membuat Luna harus menarik mundur wajahnya untuk menjauh..


"apa kau takut padaku..?"


Spontan Luna bangkit dan berdiri memperhatikannya.. dan dia yang kini sedang duduk bersandar di sofa, tersenyum lucu sambil menyilangkan kakinya dan tengah menatap Luna juga..


"tentu saja aku takut.. kau ini siapa..??


bagaimana kau bisa masuk dan untuk apa kau ada disini..? apa maumu hah..??" pertanya Luna membuatnya semakin terkekeh sambil menggeleng kepala


"kau ini bertanya atau ceramah sih.?" alih-alih menjawab, dia malah berucap dengan balik bertanya..


"hey..lihatlah dirimu..!" Luna menunjuknya yang masih duduk santai memperhatikan gadis yang masih terlihat heran..


"kalau kau ingin pergi ke pesta kostum berarti kamu salah tempat.. aku tidak pernah membuat pesta.. pergilah..!" usir Luna padanya..


Gadis yang masih memakai seragam lusuh dan kotor itu sangat sudah kesal dengan tamu tak di undangnya ini..


Dia berdiri dan mendekat membuat Luna mundur satu langkah.. dia menatap dan kembali menyondongkan wajahnya hingga Luna pun menarik wajahnya lagi sedikit menjauh.. jantungnya kembali berdebar..


"pesta kostum itu apa ya?" celetuknya yang membuat Luna membelalakan mata..


"sebenarnya kau ini siapa hah..?" teriaknya lagi..


dia menaikkan alisnya dan menghela nafas kasar dengan menyilangkan tangannya didepan dada..


"aku bukan manusia seperti dirimu.. tapi aku ini adalah seorang pangeran.. karena kau sudah membantuku maka aku akan terus disini bersamamu..!" jawabnya yang sok' wibawa..


"phfftt... bhahahaha...😄 dasar gila.. memangnya kapan aku membantumu..? bertemu saja baru kali ini.." tawa Luna meledak sambil menyilangkan tangan didada seperti dirinya..


"dan apa tadi kau bilang..? Pangeran..? hahahaha.. aku sangat senang sudah kedatangan tamu seorang pangeran..." ujarnya yang pura-pura terkesan.. tapi sosok pria berambut putih itu malah mengangguk dengan percaya diri..


Kini Luna semakin yakin kalau dia hanyalah manusia bodoh yang berlagak membodohinya. Mana mungkin ada pangeran dizaman seperti ini..??


"heh... kau pikir aku semudah itu kau bohongi hah..?" lanjutnya yang mulai berani menantangnya kali ini..


"siapa yang berbohong..? aku ini benar-benar pangeran yang baik hati dan sangat jujur..!" jawabnya dengan senyum yang sangat manis..


Seketika Luna menelan ludahnya saat melihat pesona dalam senyumannya..


waah.. ternyata dia tampan juga


eehh.. tidak tidak.. dia ini penipu

__ADS_1


elak batinnya..


"ahh sudahlah..itu pasti hanya alasanmu karana kau ingin mencuri.. iya kan?? pergi kau dari sini..!" usirnya dengan menunjuk pintu keluar..😡


Di tuduh mau mencuri dia malah berputar-putar memparhatikan seluruh kondisi ruangan..


"apa yang bisa aku curi disini??" masih dengan menyapukan pandangannya di sekelilin ruangan sepit itu..


"maksudmu aku ingin mencuri tempat duduk yang jelek itu?" menunjuk sofa usang Luna


"atau meja reot itu?" menunjuk meja makan kecil dengan dua kursi samping dapur..


"atau___ ini apa..?" ia mengangkat raket Luna dan membolak balikkannya heran..


Luna semakin geram..


"sini... kembalikan.!" teriak Luna dengan cepat merebut raket dari tangannya..


"sudah puas menghina barang milikku?? sekarang cepat pergi..!! dasar orang aneh...!"


bugg.. buggg


Luna memukuli sosok yang ia bilang aeh itu dengan raketnya


"e.e.e.eeeeh....!"


"PERGIII...!" bentaknya setelah memukulnya lagi beberapa kali..


"kau ini galak sekali..!"


"KELUAR...!!"


Luna menyeretnya keluar dengan paksa dan cepat-cepat mengunci pintu setelah ia berhasil mengeluarkan nya dari dalam rumah..


Luna menghela nafas lega sambil mengibaskan kedua tangannya yang sebenarnya tidak kotor..


"jangan harap kau bisa masuk lagi...!" ucapnya dengan menyunggingkan sudut bibirnya keatas.


Mungkin orang yang diluar sana akan tertawa melihatnya berpakaian aneh seperti itu.. hahaha.. biar saja.. biar malu sekalian.. fikirnya..


Ketika Luna berbalik dan seketika matanya kembali terbelalak..


"KAU___'


ucapannya menggantung dengan tangan menunjuknya kemudian perpindah menunjuk pintu..


ini tidak mungkin!


untuk membuktikan kebingungannya, Luna kembali berbalik ke pintu dan memastikan ia sudah menguncinya.. dan benar saja pintunya memang terkunci..


"sebenarnya kau ini siapa hah..? kenapa kau tiba-tiba ada disitu..?" Luna mulai merasa kali ini fikirannya mulai tak waras..


Mana bisa dia bisa berpindah tempat dengan cepat, kalau dia bukan hantu..


"ahh.. kau ini.. sudah ku bilang aku tidak sama sepertimu.. aku bisa melakukan apa pun jika aku mau.. termasuk meruntuhkan tempat ini..!" jawabnya dengan sedikit menekan kata-katanya..


Oh Tuhan.. masalah apa lagi ini..?? kenapa hidupku dikelilingi orang-orang yang menyebalkan..


Tidak tidak.. jika terus begini aku bisa benar-benar gila.. rutuknya dalam hati.


"baiklah.. aku minta maaf kalau aku kasar padamu.. tapi aku mohon pergilah dari sini.. aku tak mau menambah masalah lagi.. aku mohon..!" pintanya dengan merapatkan telapak tangan..


"hah.. daya ingatmu itu sangat payah..!" jawabnya tak menanggapi permohonan Luna..


"apa maksudmu..?"


Dia berdiri dan mendekat.. Luna kembali gemetaran dan mundur perlahan..


"heyy.. kau jangan takut.. kemarilah..!" dia menarik tangan Luna dan membawanya duduk di sofa bersebelahan dengannya..


"kau sudah menolongku untuk menjalani kesempatan kedua untuk kehidupanku..!"


Luna masih bengong karena tak mengerti dengan ucapannya..


"heyy berhentilah menatapku seperti itu.. aku bukan hantu yang akan memakanmu.. percayalah..!" ujarnya yang melihat gadis itu masih dalam mood ketakutan..


"oke.. baiklah.. kalau begitu katakan dengan jelas siapa kau ini sebenarnya.."


"nah.. begitu kan lebih baik...!" ucapnya terlihat lega..


"ayo, cepat katakanlah..!" pinta Luna tak sabaran

__ADS_1


"iya iya.. begini.." dia memulai menjelaskan


"aku benar benar seorang pangeran dari negeri Cahaya. Namaku Fengying..!"


Luna mengangkat kedua alisnya menanggapi ucapan pria yang mengaku bernama Fengying itu..


"lalu..?"


"aku sedang mencari reinkarnasi kekasihku yang sangat aku cintai..!" tambahnya dengan menundukkan wajahnya..


Disitu Luna ingin tertawa.. ia berasa sedang di bodohi oleh orang ini.. tapi terpaksa Luna menahannya karena ingin tau kelanjutan ceritanya..


"aku terkurung di dalam batu giok selama ratusan tahun..!"


tunggu tunggu.. batu giok..?


"apa maksudmu terkurung dalam batu giok?"


"iya.. itu adalah cara Dewi Cahaya agar aku bisa bertemu dengan putri Yang Mi lagi. Aku harus menunggu disana sampai ada orang yang mengeluarkanku dari situ dan orang itu adalah orang terpilih..!" ceritanya..


"jadi maksudmu aku ini orang pilihan itu..?" tanya Luna dengan menunjuk hidungnya kendiri


"hmm..!" Feng mengangguk


"phfttt..bhahahaha..bagaimana mungkin? aku ini orang biasa!" Luna kembali tertawa sampai terpingkal-pingkal dengan menggelengkan kepala..


ada ada saja


ucap batinnya


"coba kau ambil batu giok yang bercahaya itu di dalam tas mu..!" perintahnya membuat Luna menghentikan tawanya..


"tapi aku tidak mengambilnya.. aku hanya menyentuh saja.... sedikit.. hehe" jawabnya terbata.


Saat itu Luna memang hanya menyentuhnya dan setelah itu ia merasakan hal aneh yang kemudian membuat pingsan..


Feng berdecak kesal..


"kau ini.. bilang saja malas mengambilnya.."


Dalam sekejap mata, tiba2 batu giok itu kini berada ditangannya..


Luna terbelalak takjub melihat itu, mungkinkan itu hanya tipuan mata??


"waaw.. kau benar-benar ajaib..!" ucapnya yang membuat Feng mengembangkan senyuman sombongnya..


"kau lihatlah ukiran di batu ini..apa kau tau ini gambar apa..?"


Luna memperhatikan benda yang kini berada ditangannya itu dan sepertinya tidak asing..


Tapi gambar apa??


"apakah kau punya tanda lahir?" tanyanya lagi dan membuat Luna reflek membuka ujung bajunya sehingga menampakkan bagian perutnya yang mulus..


"hey hey.. hentikan!" seru Feng sambil menutup mata dengan tangannya sendiri..


"kau kenapa..?" Luna heran dengan menurunkan ujung bajunya


"heh.. yang kau lakukan itu tidak sopan.. kau tak boleh melakukannya lagi di depan pria.! mengerti??" omelnya bernada kesal.


"bukankah kau yang menanyakan tanda lahir.? tempat nya memang ada disini..!" balas Luna dengan menujuk pinggang kirinya


"iya aku tau.. tapi jangan di ulangi lagi oke?"


"hemm.. baiklah..!" jawabnya malas.


kenapa aku yang dimarahi... dumelnya dalam hati


Ternyata makhluk sepertinya itu punya etika juga..


Luna jadi penasaran, dan ia akan mencari tau kebenarannya..


bersambung


aku Fengying



🍀🍀


bantu kasih Like n komen ya.. makasih😚

__ADS_1


__ADS_2