
Aku sungguh-sungguh melihat YangMi didalam dirimu Luna...
_Fengying_
_____________________________
☉
"kau mau kemana??"
tanya Feng saat melihat Luna tiba2 membersihkan diri dan bersiap-siap..
"ini akhir pekan, aku harus bekerja. Kalau tidak, Devin akan mencariku karena semalam aku juga tidak masuk..!" jawab Luna sambil mengikatkan tali sepatunya.
Tentu saja karena ulah Maura dan temannya membuat Luna tak bisa masuk kerja dan akhirnya bertemu dengan makhluk tak jelas asal usulnya yang berada di rumahnya saat ini
"tapi aku belum selesai menceritakan semua tentang diriku Luna..!" ucap Feng lagi dengan matanya yang mengikuti setiap pergerakan gadis berambut sebahu ini.
"sudahlah, lain kali saja. aku harus cepat pergi. kalau kau ingin pergi, ya pergi saja. Aku tak bisa menampungmu disini..!"
Luna bergegas keluar setelah mengenakan tas gendong dipunggungnya..
"tapi aku kan_____"
kalimat Feng terputus kala si gadis menutup pintu dan berlalu begitu saja..
Aku yakin, kau adalah reinkarnasi dari YangMi. Banyak kemiripan dalam dirimu. Akan kubuktikan bahwa kau memanglah YangMi ku.
Aku akan membawamu kembali keduniaku. Tak akan ku biarkan takdir memisahkan kita lagi. Kau hanya akan jadi milikku, mulai hari ini dan selamanya...
***
Luna menyusuri trotoar menuju tempat ia bekerja paruh waktu dicafe milik Devin.
Fikirannya dipenuhi cerita Feng yang berkelebatan didalam otaknya..
"dia bilang mencari reinkarnasi seorang putri, dan apa dia bilang?? ratusan tahun?? huh, omong kosong!! mana ada hal seperti itu di dunia jaman sekarang ini..!" celotehnya berbicara dengan fikirannya sendiri..
Tapi Luna juga tak memungkiri dengan apa yang sudah terjadi pada dirinya.
Hutan, rumah tua, batu giok dan luka-lukanya ini adalah salah satu bukti keajaibannya.
Luna juga merasa wajah Feng terasa tak asing, hanya saja dia tak begitu yakin ia mirip dengan siapa.
Dan entah kenapa, Luna masih enggan untuk mempercayainya. Mungkin saja dia memiliki maksud jahat terselubung terhadapnya. Tapi apa yang bisa Feng harapkankan darinya yang tak memiliki apa2 atau sesuatu yang istimewa sekalipun??
Entahlah, memikirkan seseorang yang ia tinggalkan dirumah itu membuatnya pusing..
"LUNA...!!"
Seketika langkahnya terhenti dan menoleh kearah suara yang memanggil namanya..
Luna terkejut, ternyata sebuah mobil yang berhenti tepat disampingnya itu adalah Devin.
Setengah memutari mobilnya, pemuda berparas menawan itu mendekati Luna yang masih menatapnya tak percaya.
"kak Devin..??"
"Luna, kamu kemana saja? kamu tak datang kecafe semalam, dan aku tak bisa menghubungimu. Apa kau baik2 saja..??" tanyanya khawatir..
"Oh.. iya kak aku baik2 saja. terima kasih sudah mengkhawatirkanku..!"
"ya... syukurlah..!" ucapnya terlihat lega.
"tapi wajahmu kenapa, apa yang terjadi Luna?"
wajah Luna berubah menegang, mana mungkin ia menceritakan luka-lukanya ini adalan ulah Maura.
Bisa-bisa Devin akan mencercahnya dengan berbagai pertanyaan.
"emm.. ini hanya sebuah kecelakaan kecil kak, tapi aku sudah tak merasa sakit..!"
memang benar, Luna tak merasa sakit sedikitpun dengan luka goresan dibagian tubuhnya yang terbuka itu bahkan walau hanya rasa perih pun tak ada. Luna sendiri sempat merasakan keanehan pada tubuhnya.
"dasar ceroboh..!!" ucap Devin seraya mengacak ujung kepalanya dan Luna bersemu
"sekarang kamu mau kemana?" tanyanya kemudian
"aku harus kecafe, pasti jam segini sudah ramai sekali kan..!?"
"tidak usah, sudah ada yang menggantikanmu hari ini..!'"
"aku dipecat..??" Luna terkejut histeris
"tidaaak... hari ini kau diliburkan. tapi gajimu tetap akan ku bayar..!"
"tapi.........."
"sudahlah,, apa kau sudah makan??"
__ADS_1
Luna menggeleng ragu..
"ikutlah,, aku sangat lapar..!"
Mau tak mau Luna pun mengikuti senior sekaligus bosnya itu. Devin memang sudah pandai mengelola usaha cafe milik mendiang ibunya. Tentu saja dia disebut bos diusianya yang semuda itu.
"mau makan apa??" Devin menyadarkan Luna yang sedari tadi terlihat tidak nyaman.
"kak,, emangnya kita harus makan disini ya..?" bisik Luna sedikit menyondongkan wajahnya mendekat..
"memangnya kenapa? tempatnya kurang bagus??"
"bukan begituu,, apa kakak gak malu ngajak aku makan disini??"
melihat orang sekelilingnya memperhatikan sambil berbisik melihat pemuda tampan membawa gadis berwajah dibawah rata-rata makan di restoran yang cukup ternama.
"sudahlah,, jangan pedulikan mereka..!!" ucap Devin acuh seolah mengerti apa yang ada difikiran gadis ini.
Luna dan Davin mulai menyantap makanan yang mereka pesan, lebih tepatnya Davin yang memesan, karena Luna hanya mengiyakannya saja..
"kak Dev... maksih ya, kakak selau baik sama aku..!" ucap Luna disela makannya tanpa menatap Devin..
"jangan sungkan, justru aku sangat berterimakasih sama kamu karena kamu pernah menolongku..!" tuturnya tulus..
Luna mendongak..
"memangnya aku membantu apa kak??" tanyanya heran..
Devin tersenyum sambil menunduk, tercetak wajah malu-malu digaris wajah tampannya..
"kejadian di aula dulu,, aku sangat berterimakasih..!!" ucapnya tetap menunduk
Luna mengOh tanpa suara, kemudian kembali pada kegiatan makannya. Dia tak berniat membahasnya lagi.
Pasti Devin sangat malu sekali mengingat kejadian yang luar biasa menghebohkan seisi aula saat itu..
"aku gak tau kenapa setelah makan kacang-kacangan ususku bereaksi tak bersahabat..!" ucapnya tiba2 yang memecah keheningan.
Spontan Luna mendongak..
"mungkin kakak alergi dengan kacang2an, aku juga begitu..!" tutur Luna antusias
"oh ya??"
Luna mengangguk cepat..
"berarti kita sama, pantas saja kamu gak menolak aku pesankan sate tanpa bumbu kacang..!"
"kenapa kamu membantuku waktu itu??"
Luna terdiam, mana mungkin ia mengatakan kalau itu semua dia lakukan karena menyukai Devin..
tolong sadar diri Luna, memangnya siapa dirimu?? jangan berharap lebih..
gumamnya dihati
"emm.. itu.. aku...."
"ya sudahlah, apapun alasannya aku sangat berterimakasih..!" ucapnya tulus..
Luna hanya bisa mengulas senyuman, tak mungkin ia mengutarakan perasaannya.
Dalam diam Devin memperhatikan Luna yang berada dihadapannya tersenyum sambil mengaduk makanannya..
" Luna, kamu perhatikan tidak, ternyata hidung kita juga mirip ya.!?"
"eh?"
Luna mendongak dan mengerjap berulang kali sambil menyentuh hidungnya sendiri.
Gadis ini memang berwajah kusam dan berjerawat, tapi ia memiliki hidung mancung seperti milik Devin..
Lagi-lagi mereka tertawa, sulit menggambarkan perasaan Luna saat ini. Hatinya terlalu bahagia..
***
Didepan cermin Luna mengoleskan obat luka yang dibelikan Devin untuknya.
Luna tak menyangka, selain melindungi, pemuda yang nampak tak punya kekurangan sedikitpun itu sangat perhatian kepadanya..
Mengingat kejadian diaula saat itu, Luna jadi tersenyum sendiri.
Apa jadinya kalau seorang Devin yang sangat populer disekolah itu tiba2 buang angin ditengah kerumunan hingga mengegerkan seisi aula.
Untung saja Luna berada disana, tanpa ragu ia meminta maaf seolah dialah tersangka letusan bom atom yang mengeluarkan harum semerbak disana..😄😄😄
Jika orang itu bukanlah Devin, sumpah demi apapun Luna tak akan rela melakukan hal yang membuatnya malu setengah mati.
"heyy...!!"
__ADS_1
Luna tersentak dari lamunannya oleh hentakan yang ia rasakan dibahunya..
"kau..?? kenapa masih ada disini..??"
si pelaku hanya menampakkan deretan giginya yang rapi
"kupikir kau sudah tak ada disini, kapan kau akan pergi Feng..??"
yang ditanya malah tertawa..
"aku tak akan pergi Luna, aku akan selalu bersamamu..!"
"apa kau tak melihat tempatku ini hah?? rumah ini kecil, tak ada tempat untukmu..!!" ucapnya yang kemudian acuh dengan melanjutkan pengobatan lukanya
"aku tak perlu tempat tidur atau apapun, karena tempatku cukup disini..!" jawabnya dengan menunjuk batu giok dimeja Luna.
"huh, jangan bercanda. kebohonganmu gak mempan..!!"
Seketika Feng menghilang dan giok itu bergerak-gerak..
Sontak saja Luna terkejut dan mendekatkan wajahnya pada giok untuk memperhatikanya lebih seksama..
"apa kau mendengarku??"
"hah..??"
Luna terlonjak mendengar suara kecil Feng dari dalam giok..
"kau benar-benar di dalam sini Feng??" tanyanya dengan mengetuk-ngetuk benda bercahaya itu yang kemudian ia goyang-goyangkan dan didekatkan ke telinga..
"sudah percaya???"
"aaa..!!"
Luna kembali terkejut karena Feng sudah berada didekatnya dengan membungkuk..
"tapi kau bukan hantu kan?? apa yang kau makan??" pertanyaan konyol keluar bersamaan dengan tubuhnya yang bergetar ketakutan
"sudah ku bilang aku bukan hantu, dan aku tidak makan apapun yang ada didunia ini. apalagi makan manusia..!" tuturnya yang tau kalau Luna takut ia makan..
"lalu apa untungnya kau bersamaku??"
"aku akan menjaga dan melindungimu..!!" ucapnya dengan berdiri tegap dan melipat tangannya didada..
Luna tertawa...
"apa kau bisa memberikan apapun yang aku mau hah..??"
"selagi permintaanmu itu batas wajar, aku bisa melakukannya..!"
Mendengar itu Luna seakan mendapat ide jahil untuk membuktikan kesungguhan Feng..
"aahh.. kalau begitu.. rubah aku menjadi cantik..!"
Feng nampak berfikir, kemudian berdecak
"itu tidak bisa,,!"
"kenapa??"
"apa yang akan orang lain katakan jika wajahmu tiba2 berubah? pasti mereka mengira kau memakai ilmu sihir..!"
kini Luna yang berdecak dengan melipat tangannya didada
"kalau begitu,, buat aku pintar sepintar kak Devin..!"
"gak bisa,, orang akan mengira kau kerasukan karena tiba2 pintar..!"
"ya sudah, buat aku jadi kaya raya saja..!!" pintanya dengan wajah teramat kesal..
Feng menghela nafas kasar.
"mana boleh, orang akan mengira kau melakukan pesugihan..!"
"haaahh..lalu apa untungnya punya teman ajaib seperti dirimu. lebih baik kau pergi saja. menjauhlah dariku.!"
Luna menyerah menghadapi makhluk aneh tapi tampan itu..
"dengarkan aku, aku hanya bisa membantu sebatas wajar didepan manusia lain. kalau tidak, mereka akan berfikiran yang aneh dan akan mencurigaimu..!"
tuturnya mencoba mengingatkan..
"terserahlah.. yang penting kau tak mengangguku..!" ucapnya pasrah
"aku tak ingin kau menderita lagi didunia yang kejam ini, lebih baik ikutlah kembali bersamaku YangMi..!"
Spontan Luna terbelalak, apa maksudnya Feng bicar seperti itu..??
"tidak, tidak.. aku tidak mau. aku tak tau kau seperti apa dan bagaimana dunia mu.. dan aku bukan YangMi seperti yang kau bilang. aku tak mengenal kalian siapa dan berasal dari dunia mana.. tolong jangan membuatku takut Feng...!!" Luna histeris
__ADS_1
"baiklah kalau kau ragu, aku akan menunjukan bagaimana kita dulu.. aku akan memperlihatkan padamu bagaimana duniaku...!"
bersambung..