The Perfect Cold Docter

The Perfect Cold Docter
BAB 10. Mimpi Buruk, Jadi Kenyataan


__ADS_3

"Lah terus dokter ke resto ini, pasti mau makan-makan juga yah?"


"Restoran ini milik kakek ku Ra. Sebenaran aku jarang datang kemari tapi di hari ini aku benar-benar beruntung karena aku bisa bertemu dengan mu ''


" benarkah!.wuaah jika seperti itu lain kali aku bisa dong dapat gratisan makan setiap hari di sini."


"hahaha tentu jika hal itu membuat mu begitu puas..."


" Tidak dokter...aku hanya bercanda saja "


10 menit mereka saling bicara Tara memutuskan untuk segera kembali ke kantor karena ia yakin pasti Clarisa sedang menunggunya. Tanpa basa-basi ia memutuskan pamit pada dokter Irvan.


"kalau gitu mari saya antar dengan mobilku.."


"Kau tidak perlu mengantarku dok, karena jarak restoran ini dari kantor ku sangat lah dekat. Aku bisa berjalan kaki."


"oh benarkah bearti itu bagus dong. ehmm oh iya Ra jika tidak keberatan bolehkan aku meminta nomor telponmu''


''untuk apa''


"untuk aku jadikan umpan pancing!...''


"Emangnya nomor telpon bisa untuk umpan pancing yah dok?''


"Baiklah kalau begitu, ini nomor telpon ku. Kalau begitu aku pergi duluan yah dah!


" terimakasih ''.


Irvan nampak begitu senang ketika ia berhasil mendapatkan nomor telpon milik tara.


Tidak jauh dari apertemen milik Tara terlihat ada seorang wanita paru baya mengenakan pakaian serba hitam serta masker yang menutupi mulutnya sehingga ia sulit untuk di kenali. Wanita tersebut sedang mengawasi gerak-gerik Tara saat ia baru saja pulang ke rusun nya. Namun Tara masih tak menyadari hal itu. kemudian datang lah 10 laki-laki bertubuh kekar yang datang menghampiri wanita itu. Wanita itu kemudian bertanya


"Apa kalian tau apa yang saya tugaskan untuk kalian mulai besok!"


"Siap!! kami sudah tau nyonya! " mereka berucap serempak!"


" Lakukan lah tugas ini di pagi hari sebelum matahari terbenam. Saya berharap kalian dapat meleksanaan tugas kalian dengan baik dan benar!"


"Baiklah! nyonya. Kami berjanji tidak mengecewakan nyonya."


" Bagus! kalau begitu pergilah."

__ADS_1


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


Tara tidur begitu nyenyak sampai-sampai ia bermimpi buruk. Di dalam mimpi tersebut Tara sedang berada di rumah Kheno bersama keluarganya.


Tiba-tiba saja sebuah hal yang tidak di inginkan terjadi. gempa bervolume besar telah melanda rumah besar itu. Tara yang panik akan gempa besar kemudian berteriak memanggil semua orang kemudian yang nampak diam. ia berlari menyusuri tangga.


" Tante...!!!"


" nenek...!!!"


"kheno...!!! "


"Ada apa dengan kalian!!…, ayo kita semua keluar dari rumah ini. ini bahaya jika kita terus di dalam ruangan ini..."


Namun nihil mereka nampak bisu dan tidak memperduli kan teriakan Tara.


Ini membuat nya semakin bingung bahkan keluarga itu tidak memperdulikan untuk menyelamtkan diri mereka masing-masing. Lalu dia berpikir lagi apakah diri nya adalah sesosok arwah sehingga mereka tidak mengetahui bahwa Tara sedang panik, Sedangkan gempa yang di rasakan nya sendiri benar-benar kuat guncangan nya.


Tara yang semakin panik ketika beton kayu yang berukuran besar akan terjatuh dan akan menimpah dokter Kheno di saat itu. Lalu dengan cepat Tara mendorong Kheno pada akhirnya Tara lah yang tertimpah beton besar tersebut sehingga mengenai kepala nya hingga mengeluarkan darah.


*mimpi end*


*BUKK…*

__ADS_1


Tara terbangun dari mimpi nya setelah ia tak sadar dan bahwa ia sudah terjatuh dari ranjang miliknya.


"Aww! astaga ternyata hanya mimpi."


Kemudian ia kembali sadar bahwa diri nya saat ini telah berada di rumah nya bukan berada di rumah kheno. Ia memegang kepala nya memastikan bahwa kepala nya benar-benar tidak terluka. Ia sungguh legah karena semua hal buruk yang ia alami adalah sebuah mimpi. Kemudian Tara ingin segera bangkit. Ini lah sebenar nya hal buruk dan nyata tiba-tiba menimpa Tara. Badan nya sedikit bergoyang saat ingin berdiri.


"ada apa ini! apa mimpi nya benar-benar nyata?"


Tara juga sempat mendengar suara gemuru yang berasal dari bawah rusun nya. Seperti suara mobil pikirnya. Kemudian ia berlari menyusuri jendela lalu membuka tirai rusun.


"Sedang apa mereka di sini dan Apa yang akan mereka lakukan pada rusun ini!" Tara tak ingin menerus kan pertanyaan bodoh pada dirinya sendiri. Ia segera berlari cepat menuju Kebawah rusun.


Ada ke empat mobil exavator yang berniat menghancurkan bangunan rusun yang saat ini Tara tempati. Salah satu exavator lain nya telah menggetarkan sisi rusun bagian lantai bawah, sehingga memantulkan getaran seperti gempa yang Tara rasakan tadi malam. Melihat hal itu membuat Tara semakin panik.


Gadis itu berlari cepat menuju exavator itu.


"Tunggu!… apa yang akan kalian lakukan pada rusin yang saat ini aku tempati? dan siapa kalian?" Tara berucap tegas.


"Hei Nona! menyingkirlah ini tugas kami! karena rusun ini telah di jual dan akan di kosongkan."


''kalian tidak akan perna bisa melakukan semua itu! kalian semua tidak ada hak. Cepat menyingkir lah dari sini!"


"Apa yang kamu lakukan! lihatlah semua orang pasra saja pasra saat rusun ini akan di hancurkan." Ucap orang itu serius pada Tara.


Tara menggeram bertanda tak suka ke


Pada orang-orang tersebut.


"intinya aku tidak akan pernah membiarkan kalian semua membongkar rusun ini, ini tempat tinggal ku, aku selalu membayar uang sewa nya selama satu bulan sekali dan kalian semua!" tunjuk Tara pada mereka. "Kalian tidak akan sepantasnya melakukan ini!" Kali ini Tara benar-benar marah.


Sementara orang-orang yang ada di sekitar nya ikut menonton aksi hiro Tara. Gadis itu bukan lah tipe gadis yang mudah menyerah. Tara berlari cepat kemudian berdiri di tenga exavator yang siap menhancurkan tempat tinggal nya ia melantangkan kedua tangan nya.


"Jika kalian masih bersih keras untuk menhancurkan rusun ini maka langkahin dulu mayat ku!…"


"jangan gila!… kamu. cepat menyingkir lah dari sana atau tidak kami akan mengusir mu secara paksa dari tempat ini!"


"Ok, silakan!" ucap Tara mantap.


Kali ini para petugas itu benar-benar kesal dengan tingkah Tara. Salah satu petugas terpaksa menyeret tubuh Tara untuk menjauh dan akhirnya berhasil tubuh Tara di dorong sampai tersungkur ketanah sehingga membuat Tara ke sakitan.


Seorang wanita datang menghampiri Tara yang sedang tersungkur. Wanita itu membantu Tara untuk berdiri.

__ADS_1


"Astaga Tara apa kau tak apa nak," sambil membantu Tara berdiri.


"Tante avania." ucap Tara yang seakan bingung kenapa wanita ini berada di sini. Pasal nya ia belum sama sekali datang ke alamat rusunya.


__ADS_2