
Saat jam setenga lima shubuh Tara terbangun karena haus. Ia memutuskan pergi ke dapur untuk minum, terbangun pada jam segini membuat diri nya untuk sulit tidur lagi. Jadi ia bingung apa yang harus dia lakukan. Tara menaru kembali botol air es ke dalam kulkas, tanpa sengaja ia melihat beberapa menu masakan yang terdapat di dalam kulkas.
Apakah aku harus memasak sarapan pada jam segini.?" Tara mencoba mengingat perkatakan Clarisa pada waktu itu.
*flashback Clarisa*
"Jika kelak kamu telah memiliki suami maka lakukan lah satu hal Yang pertama Buatlah sarapan Pagi untuk suami mu, atau pokoknya layananin kebutuhannya dengan baik deh, seperti setiap dia mau berangkat kerja kamu jangan lupa untuk siapin pakaian kerjanya dan bla bla bla.
*flashback Clarisa End***
"Baiklah bukan hanya Clarisa yang bilang lagi pula banyak orang yang bilang seperti itu. Tapi aku juga tak berharap kheno akan menyayangi ku yang terpenting aku akan melakukan tugas ku sebagai istri yang baik!"
30 Menit Tara telah selesai membuat sarapan. Di atas meja telah tersedia nasi goreng sosis, roti selai coklat, telor ceplok, dan susu putih. Sambil menunggu Kheno bangun Tara bersiap-siap untuk mandi terlebih dahulu.
Kheno juga terbangun setelah ia mencium aroma masakan yang terasa mengiurkan saat di hirup. Dengan mata yang sayu dan rambut yang masih berantakan karena baru bangun tidur. Kheno melangkahkan kaki nya ke aroma masakan itu.
__ADS_1
Aroma tersebut berada di dapur di atas meja makan. Tetapi Kheno masih belum berpikir bahwa yang memasak semua nya adalah istri nya Tara sehingga dia berhora riah dan langsung duduk kemudian melahap nasi gorengnya.
"kenapa nasi goreng dan soup nya enak sekali. ini bahkan jauh lebih enak dari restoran mahal di luar sana''.
Saat ini Kheno tengah sibuk melahap nasi goreng tanpa melihat Tara yang telah rapi dengan seragam kantor nya yang sedang melihat Kheno memakan sarapan buatannya.
"Apakah nasi goreng buatan ku terasa enak sehingga kau begitu lahap memakan nya!" Tara mencoba bertanya dan juga berharap Kheno akan menjawab nya serta menilai baik masakan nya.
Kheno begitu kaget dengan kehadiran Tara pasal nya Tara belum juga pulang sedari malam. Namun sekarang gadis itu telah menampakan diri nya di hadapannya.
"Tidak enak! tapi kau memakan nya dengan lahap lihat aja nasi goreng di piring mu dengan tinggal setengah."
"Aku memakan nya karena lapar dan jika tidak lapar maka aku tidak akan mau memakan nya!"
Tara mencerucutkan bibir nya menatap Kheno sebal. lalu duduk dan melahap nasi goreng buatan nya.
__ADS_1
"pergi kemana kau semalam, kenapa kau baru pulang dan kenapa kau memasak semua ini?"
Tara menghentikan aksi makan nya, kemudian ia menatap serius pria yang saat ini
duduk di berhadapan denganya. "Apa perduli nya diri mu lagi pula aku pergi tidak ada kaitan nya dengan mu kan dan aku memasak semua ini adalah kewajiban ku sebagai seorang istri yang baik itu aja lagi pula jika aku tidak melakukan itu maka aku akan berdosa''. Tara langsung berdiri setelah mengatakan kalimat akhir yang dapat membungkam Kheno.
" Aku telah selesai. Aku akan pergi ke kantor sekarang, permisih''.
Kheno langsung diam seribu bahasa oleh jawaban itu. Jawaban itu membuat satu titik dalam hati kheno tersadar tapi dia tidak menyadari itu sepenuhnya. pria itu menyenderkan kepala nya pada kursi yang ia duduki. Ia menarik nafas panjang lalu di hembuskan perlahan.
"Aku tidak berdosa. Semua ini adalah takdir seharus nya aku menikah dengan Putri dan bukan dengan gadis itu, justru gadis itu lah yang sangat berdosa karena dia telah menganggu hubungan ku dengan putri!''
Hallow gimana guys apa kalian masih selalu setia menunggu kisah kheno dan Tara 😊 yah apa lagi aku hehehe
Ayo dong readers yang baik perbanyak vote
__ADS_1
biar aku tambah semangat nulis nya..