The Perfect Cold Docter

The Perfect Cold Docter
BAB 28. Menerima Kenyataan


__ADS_3

Tara begitu kesal dengan sikap Kheno, ia sedang berusaha ingin membongkar sifat buruk putri di depan Kheno namun bodoh nya dirinya tidak mempunyai bukti yang cukup kuat sehingga Kheno memarahi dirinya dan membela Putri.


Sambil berjalan tergesah-gesah Tara berencana akan menelpon Clarisa untuk meminta bantuan.


Matanya menunduk kesamping tas selempang nya Tara sibuk mencari heandphone di dalam tas.


Akibat dari kecerobohan nya dia malah menabrak seseorang.


Bukk!!


"Maaf saya tid ___"


"Tara.."


pria yang tidak sengaja Tara tabrak adalah Irvan, sehingga dia berhenti meminta kata maaf.


"Irvan.."


"kenapa kau berada di rumah sakit ini


,apa kau sedang sakit? Ah atau mungkin kau sedang mencari ku yah karena merindukan ku?" Irvan berucap sebari menggoda Tara sehingga membuat Tara begitu ilfeel.


"Hahaha aku rasa tebakan mu itu salah"


"Sayang sekali, padahal aku berharap kau akan merindukan ku." Irvan memanyun kan bibirnya.


Tara hanya menutup mulut nya dengan kelima jari manisnya. Dia menahan tawa akibat tingkah Irvan yang nampak gemas.


"apakau menertawakan ku?"

__ADS_1


"tidak,.maksudku tidak salah lagi ahahaha"


"ok ok, baiklah lupakan. Oh yeah, apa kau sudah makan siang?" Tanya Irvan lagi.


Tara seketika melamun, dia nampak sedang memikirkan pertanyaan Urvan. Mungkin ia telah selesai makan siang bersama Kheno namun semua nya gagal karena sih nenek sihir itu.


"Hei! kenapa kau jadi melamun, apa kau mau makan siang bersama ku?"


"Hmm Tidak tadi aku sudah makan kok "


"Jangan bohong, kau pasti belum makan aku mendengarnya sendiri perutmu keroncongan. Kau lapar"


Irvan langsung menarik tangan Tara menuju kantin rumah sakit. Meski pun Tara sempat menolak, tapi akhirnya Tara pun luluh.


Kheno melihat seluru isi bekal dari Tara satu persatu. Semua nya adalah makanan kesukaan nya.


Dia kembali merasa bersalah telah memarahi Tara tadinya. Pada akhirnya dia ingin berusaha mencari Tara untuk di ajak makan siang bersama ia yakin Tara belum jauh dari rumah sakit ini dan ia juga tau bahwa Tara belum sempat makan.


Irvan tiba-tiba mengenggam kedua tangan milik Tara dengan lembut, Tara serentak kaget dengan aksi yang di lakukan oleh irvan.


Dia mencoba menarik tangan nya. Tapi malah genggaman itu seakan erat.


"Irvan ada apa dengan mu? bisakah kau lepaskan tangan ku."


"Tara tolong dengarkan aku sekali saja. Aku ingin kau mendengarkan apa isi hati ku untuk mu."


"Ap_apa maksud mu?"


"Dari pertama kita bertemu waktu itu, entah kenapa aku selalu membayangkan setiap wajah cantik mu, aku merasa nyaman dan tenteram saat kau berada di dekat ku. Aku tau ini adalah sebuah perasaan yang yang tak lazim. Tara aku sadar, bahwa aku benar-benar mencintai mu aku sungguh mencintai mu Tara. Dan aku ingin kau menjadi milikku sepenuhnya" Irvan berucap lembut dengan kalimat begitu tulus.

__ADS_1


Sementara Tara juga bingung harus berkata apa, dirinya bahkan sudah menikah. Apa mungkin ia berkata jujur bahwa dia sudah memiliki suami yaitu Kheno, tidak mungkin jika Irvan tidak mengenalinya.


"Tara tolong katakan, apakau juga mempunyai perasaan yang sama dengan ku, katakan Tara, aku mohon"


"Sebe_sebenarnya ak_ak_ehm_ak."


kheno juga Tiba-tiba datang lalu segera menarik tangan Tara dari genggaman Irvan.


"Rupanya kau di sini istriku" ujar Kheno berkata hingga membuat Irvan yang


Belum memahamin situasi yang terjadi.


"Apa maksudmu Khen. Is_istri?


"ia Tara adalah istri ku yang sering kali aku Cerita kan pada mu. Apa kau


Ingat van.?"


Irvan mengeleng tidak percaya. Mata nya menatap Tara penuh artian Irvan


Berharap semua nya tidak benar.


"Tara apa benar kalian telah menikah?"


Dia tau begitu berat menjawab semua kebenaran itu, ia yakin setelah ia mengatakan semua nya. Pastilah Irvan akan kecewa berat dengan nya karena telah membohongin nya. dengan berat hati ia mengatakan semuanya, ia menangkup kan mulutnya lalu mengangguk pelan.


"Maaf aku tidak memberi tahumu soal ini" Rintihan permintaan maaf itu pun keluar dari mulut Tara.


dunia seakan begitu hancur ketika Irvan telah mendengarkan tutur tulus kalimat yang Tara ungkapkan. Sedih rasanya melihat wanita yang begitu di cintainya telah menjadi milik orang lain hal itu lah yang di rasakan oleh Irvan.

__ADS_1


''Kalau semua nya sudah jelas, kalau begitu izinkan aku untuk mengajak istriku makan bersama ku." Kheno dengan cepat menarik tangan Tara menuju ruangan nya serta meninggalkan Irvan yang masih terdiam diri.


__ADS_2