
Sebuah sedan mewah bewarnah putih baru saja memasuki sebuah parkiran di rumah sakit besar miliknya. lalu keluarlah sosok pria tampan yang tidak pernah bosan memikat hati para wanita manapun saat melihat ketampananya. Dia adalah Dokter Kheno.
Dokter Kheno langsung melangkahkan kakinya menuju lobi rumah sakit. semua perawat dan parah pengunjung di sana memberi sapaan manis kepadanya.
''Selamat pagi…,Dokter Kheno…,''
Sedangkan Dokter Kheno hanya menjawab sapaan itu sesingkat mungkin di tambah sedikit senyum yang memikat. ''Pagi..''
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
Start club selalu ramai seperti biasa, tempat ini di kenal sebagai salah satu club terbaik yang ada di kota A. tidak heran jika pengunjung di club ini terlihat lebih ramai dari club lainya. dan di club inilah Tara dan wanita-wanita malam lainya bekerja di tempat ini.
entah kenapa malam ini Tara sangat malas untuk melayani pria-pria tua itu bukan seumpama apa, karena sedari tadi Tara merasa tidak enak badan. terbukti tidak sedikit mata yang memandang kecantikan serta kesexyan yang Tara miliki. ia hanya duduk di meja paling pojok, ia terlihat mencari
seseorang yaitu sahabatnya Clarisa.
''Woy dari tadi di cariin... gak taunya malah nongkrong sendirian di sini!...noh kamu di cariin sama om-om kaya yang ada di situ."
__ADS_1
''Aku lagi males Ris, entah kenapa aku merasa tidak enak badan." Ucap Tara dengan wajah yang memelas, sepertinya Tara benar-benar sakit.
Clarisa menjadi terlihat khawatir ketika melihat wajah Tara yang sedikit pucat. otomatis ia langsung menyentuh kening Tara.
''Ya ampun Ra, kenapa kamu gak bilang sama aku kalau kamu lagi sakit.''
''Iyaa...aku bahkan gak tau, yaudah deh mending kamu anteri aku pulang aja."
''Yaudah yuk,..''
Pada saat mau beranjak, tiba-tiba Tara ambruk dan tidak sadarkan diri.
******************************************
Tara terasa berat untuk membuka matanya, walau terasa berat, ia mencoba membuka matanya perlahan.
Ruangan bermansa putih dengan aroma khas obat-obatan, tangan yang telah di infus menggunakan selang seketika itu Tara sadar bahwa ia berada di rumah sakit.
''rupanya kamu telah sadar'' ujar suara lelaki masuk kedalam ruangan nya dengan membawa sebuah suntikan dia adalah Dokter kheno.
*tampan*
''sudah 2 hari ini kamu tidak sadarkan diri kamu juga sering memakan mie instan makanya sakit lambungmu kambuh, aku sudah memberikan mu obat penghilang rasa sakit agar kamu dapat kembali pulih''. jelas dokter Kheno panjang lebar.
''oh tuhan ada apa dengan ku sepertinya aku benar-benar terhipnotis dengan ketampanan nya." Tara bergumam di dalam hati.
"Maaf apa kamu baik-baik saja?''
"Ehmm iya aku baik-baik saja'' jawab Tara polos.
"Saya telah mengganti infus mu dan sore ini kamu di perbolehkan pulang''.
''Apa pulang!" Tara berucap dengan nada tinggi.
"Tidak aku tidak ingin pulang rasanya aku mau berlama-lama di sini untuk menikmati mu dokter'' dia bergumam lagi.
__ADS_1
"Kenapa?''
"Tidak dok, seperti nya kepala saya masih terasa berat dan pusing boleh kah saya menginap satu malam lagi di sini dok ''.Ucap Tara berbohong.
"Hm baiklah saya akan memberi mu obat anti pusing. Tunggu di sini saya akan segera kembali"
Tara berhore riah karena kesempatan untuk aku bersama dokter itu berhasil sebelum dokter itu kembali ia mempunyai rencana khusus untuk menggodanya.
Tara membuka dua kancing baju pasien agar belahan dadanya mudah terlihat oleh sang dokter.
Akhirnya yang Tara tunggu telah tiba Tara melihat dokter tampan itu menghampirinya.
Tara malah berpura-pura tertidur.
Dan berharap dia malah berharap dan mendapatkan sebuah remasan-remasan kecil dari tangannya. Namun nihil semua yang tak seperti yang Tara bayangkan.
Leparan sebuah selimut telah menutupi sepenunya dada atasnya yang terbuka. Tara membuka mata pertanda tidak percaya.
Dokter Kheno VOP.
Aku talah membawa obat anti pusing untuk pasien itu, Pada saat aku memasuki ruangan nya hal yang tak terduga. Sepertinya wanita ini dengan sengaja berpura-pura tidur di tambah lagi ia membuka separuh kancing baju nya. Aku sudah tau bahwa dia adalah wanita penggoda atau ja**** lebih tepatnya akhirnya aku melemparkan sebuah selimut untuk menutupi dadanya.
Dokter kheno VOP end.
''jangan kamu mengirah jika aku akan tergoda dengan dada mu yang kecil itu
Tidak sama sekali! kau juga bukan tipe ku jadi jangan berharap lebih dariku Dan sepertinya kau tidak benar-benar pusing maka dari itu kau harus sesegera mungkin meninggalkan rumah sakit ini permisi"
''Apa-apaan ini, apakah ini sebuah penolakan benar ini penolakan, yang aku alami pertama dalam hidup ku. Lihatlah aku akan pastikan jika kamu akan jatuh pada pesonaku
Dokter sombong!''
__ADS_1
.