The Perfect Cold Docter

The Perfect Cold Docter
BAB 18. Malam Yang Hangat Bersamanya


__ADS_3

Terlalu banyak pasien hari ini Sehingga begitu membuat kheno merasa kan penat yang dasyat. Kheno duduk di kursi ruangan nya, Lalu ia mengambil handphone nya dari meja kerja nya. Kheno membuka handphone nya, ia merasa terkejut karena melihat ada 25 panggilan tak terjawab dari Putri serta 10 sms yang belum terbaca karena sedari tadi dia tidak membawa handphone.


*25 Panggilan tak terjawab (putri)


10 SmS (putri).*


"sayang angkat dong!"


"sayang di mana kamu."


"aku mau minta uang dong untuk belanja,, aku mau beli tas baru sayang…"


Kheno malas membaca pesan tersebut. Ia lebih mengistirahatkan diri. Putri kembali menelponnya, Kali ini kheno menjawab nya.


Putri : ''dari mana saja kau, kenapa kau tidak menjawab panggilan dari ku."


Kheno : "maaf sayang aku tidak sempat membawa handphone ku Karena aku terlalu sibuk mengatasi banyak pasien tadi nya.''


Putri : "kenapa kamu lebih memperdulikan pasien mu itu ketimbang aku pacar mu!"


Kheno : ''tolong jangan membandingkan urusan pekerjaan ku dengan masalah pribadi. Menjadi dokter itu adalah tugasku utama ku!"


Putri : "oh jadi kamu lebih memilih pekerjaan mu itu di banding aku! Ah sudahlah kau jahat aku tidak ingin berbicara dengan mu lagi!"


Kheno : "sayang…, jangan seperti itu. sayang...sayang..." Putri mengakhiri panggilan nya dengan Kheno.


Kheno juga teramat kesal karena Putri tidak mau berbicara dengan nya lagi dia berniat ingin membanting handphone nya namun gagal karena Irvan tiba-tiba masuk begitu saja kedalam ruangan nya tanpa mengetuk pintu.


"Hey ketuk dulu pintu nya sebelum masuk!"


"Maaf rasanya tangan ku tidak terbiasa untuk mengetuk pintu ruangan mu''


''ada yang beda dari sisi mu rupanya, kenapa kau terlihat begitu bahagia hari ini". Tanya Kheno tiba-tiba.

__ADS_1


Justru Irvan membalasnya dengan tersenyum. "Yah kau benar rasanya aku sedang begitu senang hari ini."


"Ooh pasti karena seorang gadis yah?'' Tebak Kheno.


"hemm begitu lah..''


"kira-kira siapa gadis yang telah membuat diri mu begitu bahagia hari ini?"


"aku tidak bisa memberitahumu siapa seorang gadis yang telah membuat diri ku berbunga-bunga yang jelas, Gadis itu sangat cantik bak bidadari dan baik hati. Siapa pun yang melihat nya pasti akan langsung jatuh hati ketika melihat nya. Dan bagi siapa yang telah menolak pesonanya maka dia adalah lelaki paling tidak beruntung''


prok prok prok kheno menepuk kedua tanganya. "wow Berarti dia wanita yang sangat sempurna bagi mu".


"Dia sangat sempurna Tapi kau tidak boleh mengambilnya dari ku"


"hahaha tentu saja kau tidak akan melakukan hal itu bukankah kau sudah memiliki istri. Oh iya bahkan aku tidak sempat tau siapa istri mu sekarang,, karena waktu itu juga aku ada urusan di luar kota makanya aku tidak dapat menghadiri pernikahan mu''


"iya tidak apa, santai saja lagi pula itu pernikahan itu biasa saja'' ceplos Kheno.


"Pernikahan biasa, apa maksudmu"?


"bigitu yah…"


"iya…''


Malam ini Tara kembali melihat wajah kheno lagi. Namun Kheno nampak tidak memperhatikan diri nya. pria hanya itu sibuk membaca majala kesehatan di atas ranjang.


Tara berniat untuk tidur karena hari sudah malam. Tara sudah manaruh bantal dan selimut di atas sofa bersiap untuk tidur. Karena merasa gerah karena baju tidur yang terlalu panjang Tara berinisiatif mengganti pakaianya dengan gaun tidur sexy yang transparan.


Kheno melihat penampilan Tara yang begitu sexy ketika mengenakan gaun itu Bagaimana pun dirinya adalah seorang pria normal. Siapapun akan tergoda ketika melihat nya.


"Hey kenapa kau memakai gaun sexy itu di depan ku! apa kau berusaha menggoda ku!?''


''Kenapa kau marah. Kau tak berhak melarang ku. ini tubuhku terserah aku mau pakai apa, lagi pula kau tidak akan pernah sudih menyentuhku kan jadi santai saja. Dan nikmati mimpi indah mu bersama kekasihmu. Aku mengantuk aku mau tidur!"

__ADS_1


Baru melihat Tara berpakaian sexy sudah membuat junior Kheno bervolume. Dia mencoba menetralkan junior nya agar kembali normal. Ia ingin memaki Tara namun telat Tara sudah terlelap tidur dengan balutan selimut.


Kheno sedang gelisa ia tidak bisa tidur ia merasa tersiksa malam ini dan mulai berdacak sebal.


"Sial! apa wanita itu berusaha menggodaku dengan aura sexy nya! bahkan aku tidak bisa tidur karena dirinya."


apa yang di katakan kheno benar . Tara tertidur begitu nyenyak sampai-sampai selimut yang ia pakai terjatuh ke bawah lantai dan menampakan seluru tubuh sexy nya di hadapan Kheno. Tubuh itu sexy itu bahkan tidak perna bosan untuk di tatap.


Kheno benar-benar tersiksa, ia tidak tahan sedangkan junior nya berdiri lebih cepat dari dugaan nya. Mungkin dengan bercinta dengan Tara semua hasrat nya akan sembuh. Dirinya seakan tidak sadar dengan nafsu besar nya itu dia menghampiri di mana Tara tertidur.


Menatap dalam lekuk tubuh sexy itu, mulai dari wajah sampai bawah. Ia baru sadar bahwa istri nya itu sangat lah sempurna cantik dan memiliki bentuk tebuh yang hampir tidak di miliki wanita lain termaksud Putri. Ia tersenyum sambil membelai permukaan wajah itu pelan. Akibat hal yang di lakukan kheno membuat Tara terbangun.


"Sedang apa kau di sini? ap_"


Dengan cepat Kheno membekap mulut Tara dengan tangan nya agar dia diam dan tak banyak bicara.


"Diamlah kau harus ku hukum karena kau telah membangunkan sisi singa yang sedang terlelap. ia mengendong Tara ala bridal style menuju ranjang besar. Tara masih termenung dalam pikiran nya. ia kembali bertanya di dalam hati. Apa benar dia akan bercinta lagi malam ini dengan kheno dan apakah Kheno telah melupakan kontraknya agar mereka tidak saling bersentuhan.


Dia meletakan Tara di kasur nya.


Kheno memajukan wajahnya untuk mencium bibir ranum Tara. 1 cm di


Atas Tara sejenak Tara menahan wajah itu agar tidak dulu menyentuhnya.


'' Khen...apa yang akan kau lakukan? kau ingat kontrak kita. Kita tidak boleh saling bersentuhan." Kheno menyingkirkan tangan itu.


"Jangan banyak bicara lupakan semua itu. Ini sudah kewajiban ku, kau istri ku dan aku suami mu"


Glekkk...


*Chupp*


Tara menggeliat mencoba lepas dari tubuh keras itu. Namun sebuah benda kenyal menempel di bibirnya dengan sedikit kasar dan menuntut. Tara tidak berpikir untuk melepas ciuman itu hingga dengan diam merasakan bibir yang mengecap itu tanpa perlawanan.

__ADS_1


dan malam pertama yang sah telah terjadi di malam yang hangat itu.


__ADS_2