The Perfect Cold Docter

The Perfect Cold Docter
BAB 8. Dokter Yang Menyebalkan


__ADS_3

Sebelum adegan s** yang sesungguh nya terjadi. Tara dengan terpaksa menendak junior kheno hingga kheno merasa kesakitan. secepat kilat Tara langsung berlari menuju kamar mandi untuk mamakai pakaian nya sebelum pria itu memperkosanya secara paksa.


"Argg...Ini sakit bodoh!...kenapa kamu malah menendangnya,''


Kheno berusaha berdiri sambil tangan nya memegang j****r nya yang terasa sakit akibat tendangan dari Tara.


Di dalam kamar mandi Tara menggerutuki dirinya sendiri sambil melihat pada cermin.


" Ada apa dengan ku ''


" kenapa aku benar - benar merasa malu ''


'' ah sudah lah tak usah di pikirkan lagi aku harus cepat pakai pakaian dan pergi kerumah pria itu untuk bertemu ibu nya ''.


Tara telah keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang terbilang cukup sopan. Tara menggunakan celana baju kodok warna kuning.


Kheno melihat penampilan Tara dari atas sampai bawah. '' cukup manis dan sopan ''. Ucap nya dalam hati.



'' aku sudah siap, ayo kita berangkat."


Sebenarnya kheno masih sedikit kesal dengan tingkah Tara yang telah ia lakukan tadi. Tapi yah sudah lah ia tidak ingin membuat ibu nya menunggu lama demi gadis itu.


'' hemm ayo ''. Tara mengekori kheno dari belakang untuk ikut dengan nya. Sebelum itu Tara tidak lupa mengunci kamar nya.


Handphone kheno berdering:(panggilan dari putri). yang mengharus kan dia mengangkatnya.


" Hallo...ada apa sayang... ''


" Sayang...kamu harus temani aku shoping yah sekarang. aku gak mau shoping sendirian mau nya di temani sama kamu." Ucap putri manja dari ujung telepon.


" Iya sayang...tapi nanti yah, karena aku ada sebuah pekerjaan yang harus aku urus ''.


" tidak mau sayang..., aku mau kau cepat jemput aku sekarang!. kalau tidak maka aku tidak akan mau berbicara dengan mu lagi. ''


Jelas kheno tidak ingin jika putri sampai tidak mau berbicara dengan nya. pria itu kini malah melihat sebuah objek yang ada di samping nya namun objek di samping nya itu tenga sibuk menoleh ke samping jendela mobilnya.


" I_iyaa sayang...kamu jangan bicara gitu dong, okey aku akan jemput kamu sekarang yah"


Kheno tiba-tiba menghentikan mobilnya di pinggir jalan raya.


"Turun!" Dengan sengit kheno meminta Tara untuk segera turun dari mobil nya.

__ADS_1


Tara yang masih tak mengerti mencoba bertanya.


" hmm apa maksud mu, bukan kah rumah mu masih jauh dari sini...?"


"Aku lebih mengutamakan pacar ku di banding aku harus mengantar mu sampai ke rumah ku,"


Seharus nya Tara sadar dari awal bahwa Kheno itu adalah tipe pria aroghan. Fix Tara paham sekarang ternyata pacarnya jauh lebih penting lagi pula dirinya. namun sebenarnya Tara tidak ingin menjadi duri dalam hubungan mereka. Pada akhirnya Tara segera turun tanpa harus membuang waktunya untuk berdebat dengan Kheno.


" tunggu, ini uang untuk kamu naik taxi menuju rumah ku.". Kheno memberikan uang sebesar 100 ribu sepuluh lembar.


Namun Tara segera menolak.


" tidak perlu  Tarik kembali uang mu itu, Dokter aroghan kerena aku masih mampu membayar taxi dengan uang ku sendiri.''


" chih...Sombong sekali kamu,


Dan ingat jangan pernah bilang yang macam-macam tentang ku kepada ibu ku atau bila tidak maka aku akan memberi mu pelajaran ''


Tara segera turun setelah mendengarkan kalimat itu. Mobil kheno telah berjalan jauh meninggal kan Tara sendirian.


Tara masih sangat kesal dengan kalimat terakhir itu."Apa itu adalah sebuah ancaman, emang siapa dia nya yang berani mengancamku ''


Setelah menempuh perjalanan 15 menit akhirnya Tara telah sampai di depan rumah tante Vania.


Seorang maid menyambutnya dengan sopan.


'' Mari nona saya antarkan ke ruangan nyonya''


'' hemm yah terimakasih ''


.............


Vania begitu senang akan kedatangan Tara ke rumah nya.Tante Vania memeluk nya.


" Ya ampun Tara, tau kah kamu tante sangat merindukan mu ''


'' Tara juga begitu tante''


'' bagaimana kabar mu Tara?''


'' aku baik tante... lalu bagaimana dengan tante sendiri ''


" keadaan tante tidak lebih baik karena entah kenapa tante begitu merindukan mu Tara ''

__ADS_1


'' hahaha tante ada- ada saja, terus di mana nenek dan bagaimana kabar nya "


" ibu ku berada di taman belakang bersama seorang maid "


" euhmm Tara di mana kheno.? Kenapa kamu tak bersama dengan nya saat kemari." Tanya Vania begitu serius.


Tara bingung harus berkata apa, apa dia harus jujur, jika dia sampai jujur maka siap-siap kheno akan menghukumnya. Entah hukuman apa yang akan kheno berikan untuk nya.


"Begini tante , tadi kheno ada urusan mendadak di rumah sakit makanya ia buru-buru kesana.''


" Dia ada urusan dan membiarkan mu kemari menggunakan taxi. Ya ampun dasar anak nakal itu."


'' Tidak tante kheno tidak bersalah. Aku sendiri yang memutuskan naik taxi agar ia bisa melanjutkan urusan nya ''


'' hmm...okey tante paham.''


Tara melihat sekeliling rumah mewah Kheno dengan perasaan senang, dekorasi-dekorasinya terlihat cukup indah. namun ada yang belum ia lihat yaitu halaman belakang.


Ia sampai pada halaman belakang yang begitu luas seperti taman bermain.


""'"""BYURRRR'''""""


"Nenek......"


Tara menjerit histeris di kalah melihat nenek nya kheno terjatuh dalam sebuah kolam di pinggir taman. Tanpa basa-basi Tara segera menolongnya dengan menyeburkan diri nya ke dalam kolam.


Vania berlari kencang ke arah kolam renang di ikuti beberapa maid lainnya.


Beruntung nenek bisa terselamatkan berkat pertolongan Tara. Tara membawa tubuh lemah nenek ke dasar kolam dan mencoba membuatnya sadar. Sebagai pertolongan pertama Tara Memompah tubuh sang nenek meskipun gagal Tara tidak pernah berhenti mencoba, pada akhirnya Tara pun berhasil.


"tante nenek telah sadar dan mari kita membawanya kekamar."


"hmm yah Sudah kalau begitu tante akan segera menelpon kheno"


Vania menelpon kheno untuk memberitahukan bahwa nenek nya terjatuh di kolam.


Ketika sedang asyik menemani Putri shoping kheno mendapatkan sebuah telpon dari ibu nya perihal kabar buruk itu. Kheno memutuskan untuk pulang lebih dulu karena harus memeriksa kondisi nenek nya.


"panggilkan dokter lain saja khen, kau harus menemani ku dulu."


'' tolong jangan egois Put, bagaimana pun juga dia itu nenek ku, sudahlah maaf aku tak bisa menemani mu sampai selesai." Ucap kheno dan segera pergi meninggalkan Putri.


" Kheno kau tidak bisa perlakukan aku dengan begitu,.." jerit putri tidak terimah.

__ADS_1


__ADS_2