The Perfect Cold Docter

The Perfect Cold Docter
BAB 23. Bertemu Ibu


__ADS_3

"Sayang...dengarkan aku. Tunggu sampai tugasku selesai yah, setelah aku menguasai seluru harta kekayaan kheno baru aku akan memutuskan nya kemudian menghancurkan seluru keluarganya" desis Putri kepada sang pria.


Kemudian pria itu merangkul leher putri.


"Kau memang gadis licik yang pintar sayang.. kau berpura-pura cinta dan sayang kepada kheno tapi nyatanya kau akan menjadi ular berbisa untuk nya."


"asal kau tau, aku sudah terlalu capek, bersikap manis pada pria itu apalagi kheno telah menikah dengan seorang wanita yang menjijikan,bahkan wanita itu adalah sebuah ancaman bagiku dan gara-gara dialah hubungan ku dan Kheno menjadi renggang"


"Dengan begitu kau harus jauh lebih pintar sayang dari wanita itu.."


"hahaha apa menurutmu wanita itu bisa mengalahkan trik ku, itu tidak akan pernah bisa. Dia takkan pernah bisa mengalahkan aku"


"itu baru pacar ku yang pintar, kau tau sayang aku sangat membutuhkan mu dan aku juga rindu tubuh mu." Bisik pria tepat di telinga Putri. Mereka malakukan adegan ciuman panas di sana.


Tara hanya bisa menutup mulut nya tidak tau harus berkata apa lagi.


dia mengira bahwa Putri adalah wanita yang baik untuk Kheno namun dugaan nya salah. Ternyata Putri wanita yang licik yang akan membawa pengaruh buruk untuk Kheno serta keluarga nya. Ia menjadi bingung apa yang harus dia lakukan sekarang.


ia sudah membayar semua barang belanjaan nya di kasir. Sepanjang perjalanan Tara selalu memikirkan pristiwa tadi.


Saat ini ia ingin menyebrang jalan guna mencari taxi di ujung jalan. Karena ia selalu melamun sebuah mobil tidak sengaja menyerempet nya beruntung dirinya tidak kenapa-napa.


Wanita berparuh baya keluar dari dalam mobil menghampiri sosok wanita yang terjatuh akibat ulahnya.


"Astaga nak. apa kau tidak Apa-apa?" tanya wanita itu khawatir.


"ah iya, aku tak apa-ap_" Ucapan nya seketikah berhentih saat melihat wajah seorang yang telah membuatnya seperti ini.


Tara langsung berdiri kaki nya gemetar, mata nya seakan berkaca menahan tangisan yang akan pecah. Tara yakin bahwa yang ada di depan nya ini adalah sosok ibu nya yang selama ini ia cari.


''Kenapa matamu berkaca nak. Dan kenapa kau menangis, apa aku telah membuat mu terluka?"


   


Tara Seakan tidak bisa menahan tangisan nya. Ibunya benar-benar telah melupakan nya sosok anaknya.


Ia terpaksa berlari meninggalkan wanita yang telah ia anggap ibu.


Beruntung sebuah taxi telah berada di dekat nya jadi ia bisa leluasa masuk serta pulang ke apartemen.


pemikiran Tara memang benar. Dia adalah Ranita sosok seorang ibu yang selama ini Tara cari.


Ranita bertanya kepada dirinya sendiri. Kenapa wanita itu menangis ketika melihat dirinya.


Tetapi Bagi dirinya entah kenapa ia merasakan sebuah ikatan batin pada wanita itu. Hati nya seakan sakit ketika melihat gadis itu menangis.

__ADS_1


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


Tara sedang berada di sebuah club sendirian. Suara music terus saja berputar kencang untuk mengajak para manusia yang berada di club tersebut bergoyang mengikuti irama.


*


*


*


*


*


Malam ini hampir jam sembilan malam Kheno baru saja pulang dari rumah sakit  terlalu banyak pasien tadi nya, Jadi ia pulang malam.


Kheno juga nampak mencari sosok Tara  namun tidak ada. Ia sudah pergi ke dapur namun dapur tersebut kosong dan hanya ada beberapa belanjaan saja yang sepertinya telah Tara beli.


Ia beberapa kali menyeruhkan nama Tara, namun sosok tersebut tidak mendengar.


"Tarraaaaa!…"


"Di mana wanita itu, tidak biasan nya dia tidak berada di  apartemen pada jam segini." Kheno kembali menilik jam tangan nya.


"Sudah hampir jam Sepuluh"

__ADS_1


Pria itu juga terlihat khawatir ia takut terjadi apa-apa dengan Tara. Ia menghubungin nya, tetapi ia terlalu gengsi melakukan itu.


Bukan kheno namanya jika dia tidak pintar dia mencoba melacak keberadaan Tara dari heandphone nya.


"Club Star night. rupanya kau berada di sana." gumamnya pelan. Setelah itu ia langsung mengambil jaket serta kunci mobil nya menuju ke club tersebut.


*


*


*


*


*


*


Tara benar-benar mabuk berat, penglihatan nya kurang jelas, mata nya berkunang-kunang, kepala nya terasa pusing.


Saat itu pula ia kembali bertemu Rayhan salah satu teman SMA nya.


"Tara rupanya kau di sini, kau semakin cantik dan sexy saja Tara." Goda rayhan.


Tara hanya tersenyum dan bangkit dari duduk nya, Tara berjalan sempoyongan karena pengaruh alkohol yang di teguknya.


Tara hampir saja terjatuh membuat Rayhan segera memapahnya pria itu


Terlihat senang.


"Kamu mabuk barat Tara," kata Rayhan yang tak mendapat jawaban dari Tara karena wanita itu tak sadarkan diri.


"Beby.,ayo kita ke rumah ku...''


saat hampir sampai di pintu keluar seseorang telah lebih dulu mengangkat Tara ke dalam gendongnya.


Rayhan terlihat tidak senang


"Siapa kamu?"


"aku suami nya! Jangan perna kau sentuh wanita ini karena dia istriku."


Beruntung Kheno telah berada tepat di depan club. Dan sesaat dia tiba, dia melihat yang sedang tidak sadarkan diri sedang di papah oleh pria lain.


Sungguh ia tidak suka melihat itu, hanya dia yang boleh menyentuh Tara istrinya dan jangan pernah orang lain.

__ADS_1


__ADS_2