
Tara sangat marah dengan sikap kheno yang telah ia lakukanya di depan Irvan.
"Lepaskan aku! apa-apaan kau ini tidak seharusnya kau melakukan semua ini di depan Irvan."
"kenapa, apa aku salah. Aku melakukan nya dengan benar"
"benar apanya justru hal yang kau
Lakukan telah melukai hatinya!"
"melukai hatinya kau bilang, Kau itu istri ku dan aku suami mu apa aku salah melerai itu semua. Kau juga melakukan hal yang sama saat di depan putri serta menuduh putri yang tidak-tidak. Apa menurut mu kau tidak melukai perasaan putri"
"Dasar bodoh pikiran mu telah teracuni penuh dengan wanita ular itu"
"Berhenti menyebut pacarku sebagai wanita ular. Karena kau jauh lebih berbisa darinya." jika aku tidak berada di sana mungkin kau sudah menerima Irvan sebagai pacar mu"
''Apa maksudmu?"
"ah sudahlah, aku lapar lebih baik aku makan saja ketimbang aku harus
Beradu mulut dengan mu."
kheno melangkah menuju meja kerja nya. Ia membuka jas Dokter nya lalu kemudian menarik keatas ujung kemeja biru nya setenga tiang. Ia mendudukan bokong nya di kursi empuk kerjanya.
ketika semua nya telah selesai Tara pamit dan ingin pulang ke Apartemen. Namun Kheno malah menyuruhkan untuk jangan pulang, Kheno juga meminta Tara untuk makan bersama nya.
__ADS_1
"Dari mana kau tau semua masakan favorit ku?" Tanya Kheno mendadak.
"aku menelpon ibu mu, makanya aku tau. Bagaimana apakah rasanya enak''
"Aku begitu lapar tidak berpikir rasanya enak atau tidak."
"dasar kau ini" Tara sangat begitu kesal pasalnya pria yang ada di depan nya ini tidak pernah sedikit pun memuji masakan yang ia buat.
"Apa kau sudah makan?'' Satu pertanyaan yang begitu membuat Tara senang, Kheno memberi pertanyaan itu padanya.
"Aku sudah kenyang ketika melihat cara mu makan" jawab Tara.
''Jangan bohong coba makan ini"
Kheno mengambil kaki ayam dan berusaha menyodorkan nya langsung kemulut Tara. "Makanlah ini sangat enak"
Tara mencoba menahan tangan kheno agar kaki ayam tersebut tidak masuk ke mulutnya. Namun alhasil Tara menghempas kaki ayam itu hingga menegenai kemeja biru Kheno.
"Oh astaga maaf aku tidak sengaja"
"Kau mengotori kemeja ku bodoh!''
''ia maaf sini aku bantu bersihkan.'' Tara mengambil 4 lembar tissu lalu mengelap kan noda yang ada di kemeja Kheno.
Tara menunduk membersihkan sisa noda tersebut di depan dada Kheno. Sedangkan Kheno merasakan aura yang berbeda ketika sesuatu menyentuh dadanya. Di tambah lagi Kheno begitu nyaman ketika mencium aroma shampo yang di pakai Tara.
__ADS_1
"Kau harus aku beri hukuman karena telah mengotori kemeja ku.''
"apa maksud mu?
langsung saja kheno mengangkat tubuh Tara lalu di dudukan nya di atas meja.
"A_a apa yang kau lakukan." ucap Tara gugub.
"kau begitu mempersona hari ini,"
Kheno berucap dengan mendekatkan tubuh mencondong di depan Tara. Kheno menatap lekat wajah cantik Tara. Wanita itu seakan bergetar di kalah Kheno mengelus pelan bibir nya.
Cup,,,
Tanpa aba-aba kheno mengecup bibir manis itu secara dalam, Tara pun pasra apa yang di lakukan suami nya. Dia juga ikut membalas ciuman itu.
Sebelum melanjutkan adegan yang panjang. Kheno sejenak menghentikan aksi nya. Dia menelpon resepsionis bahwa hari ini ia tidak ada jadwal dan tidak bisa di ganggu. Kheno mengakhiri panggilan nya dan langsung melanjutkan ciuman nya bersama Tara.
Ciuman itu kini turun keleher mengecup lalu memberikan gigitan gigitan kecil pada leher putih tersebut.
Kheno mengelus-ngelus punggung belakang Tara. dan mereka melakukan hubungan suami istri secara suka dan suka.
di dalam ruangan nya Irvan sedang menangis pilu, hati nya seakan remuk dan hancur rasanya ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa wanita yang di cintai nya sudah menikah dan terlebih wanita yang ia cintai menikah dengan sahabat nya sendiri.
Irvan membanting semua barang yang ada di di atas meja nya, sampai segitu frustasi nya ia ketika mendengar kenyataan pahit ini.
__ADS_1
Di tambah lagi tanpa sengaja seorang suster masuk ke dalam ruangannya sepertinya sang
suster membawa daftar pasien Irvan, tapi ketika ia melihat kejadian itu sih suster malah menjadi takut karena tidak biasa nya Dokter Irvan sefrustasi ini.