The Perfect Cold Docter

The Perfect Cold Docter
BAB 31


__ADS_3

seketika Tara menutup kedua matanya saat pancaran dari sinar mobil menyilaukan matanya.


"Kheno.."


Kheno langsung keluar dari dalam mobil saat dia mengetahui bahwa wanita yang berdiri tepat di apartemen nya adalah Tara.


" Dari mana saja kamu aku mencari mu kemana-mana"


"maaf aku tidak bisa memberi tahumu kalau aku ada kerja lembur dan pulang malam."


"Lalu kenapa kau tidak menghubungin ku" Kheno berucap dengan nada khawatir.


" hemm aku berusaha menghubungin mu tapi heandphone ku lobet."


"Kau ini, lalu jika sampai ada apa-apa dengan mu bagaimana!''


"Khen..Apa kau sedang mengakhawatir kan ku?" Tara bertanya Mendadak apakah laki-laki di depan nya ini benar-benar sangat mengkhawatir kan diri nya.


"Tidak aku hanya takut jika ibuku menghukumku jika sampai tidak benar-benar menjaga mu dengan baik, sudahLah aku ingin masuk."


Kheno kembali lagi kemobil karena


Berniat ingin  memarkirkan mobilnya.


"hooh dasar pria es. Bodoh sekali aku mau menjadi istrinya."  Tara mencerucutkan bibirnya sebab kesal dengan Kheno.


padahal dari lubuk hati yang paling dalam kheno sebenarnya sangatlah memperdulikan Tara. Sehingga ia terlihat sangat takut jika sampai Tara kenapa-napa. Awalnya dulu Kheno sangat membenci Tara karena telah mengganggu hubungan nya dengan putri. Tapi sekarang entah kenapa semua nya seakan berubah apa itu mungkin Kheno sudah jatuh hati pada Tara.


sudah dua jam lamanya Kheno dan Tara berada di rumah besar milik keluarga Kheno. Kheno ingin berpamitan pada ibu dan neneknya bahwa besok pagi ia akan berangkat ke new york karena pertemuan meeting penting dengan Dokter Alexander sang ketua Dokter specalis penyakit dalam di New york.


"Wah benarkah, kalau begitu ajak saja Tara sekali gus agar kalian bisa honey moon di sana"


"Ibu...ini adalah pekerjaan pentingku, tidak mungkin aku habiskan waktu untuk hal yang tidak penting"


"Ia bu lagi pula, aku masih banyak pekerjaan yang belum terurus di kantor." Tara berucap agar ibu nya kheno tidak terlalu memaksa supaya dirinya ikut kheno ke new york.


"Tidak menantu ku sayang, Pokoknya ibu mau besok kau segera ikut dengan


Kheno ke new yeork."


Dengan berbagai cara bujukan akhirnya putra nya juga mau mengajak istrinya.


"Apa kau telah memeriksa semua barang-barang mu?" tanya Kheno pada Tara. Kini mereka telah ada di pintu bandara, mereka manaikin pesawat garuda indonesia.


"Hemmm aku sudah membawa nya lengkap"


"Bagus, ayo cepat jalan. Aku tidak mau ketinggalan pesawat hanya karna kaki pendekmu."


Bagaimana bisa ia mengatakan kaki Tara pendek. Tara begitu banyak membawa beban, Kheno tidak membawa apa-apa kecuali pasport dan heandphone miliknya sedangkan Tara ia banyak membawa barang bawaan Koper miliknya dan juga milik Kheno.


Para gadis yang ada di bandara sibuk memperhatikan setiap langkah Kheno berjalan. Mereka bilang Kheno sangat lah Tampan dengan menggunakan kaca mata hitam.


"Mata mereka Katarak kali yah tampan dari mananya coba?"


Tara ingin memukul Kheno dari jarak jauh tapi pukulannya berhenti di udara sasaat Kheno memutar balik matanya ke arah Tara.


Kheno menurunkan kaca mata hitamnya sebatas batang hidung. Kemudian ia berbalik ke arah Tara lalu segera mengambil alih dua-dua  koper yang sedang di pegang Tara dan langsung menyeret kopernya.


Tara mengulum senyuman indah.

__ADS_1


"Hey kenapa kau melamun di sana!" Suara kheno berteriak lantang menyerukan nama Tara.


" eh iya baik." Tara berlari cepat untuk Menggapai  langkah cepat Kheno.


     


     


    


    


Setelah menempuh beberapa jam perjalanan akhirnya mereka berdua telah tiba di kota new york. langsung saja kheno mengajak Tara ke risort paman nya yang ada di new york.


"Wuaaahh indah sekali pemandangan nya walau terlihat dalam risort". Jelas ia sunggu bahagia toh baru kali ini dia menginjakan kaki di kota terkenal ini.


"Kheno bisakah kamu memfoto ku sebentar'' Pinta Tara dengan rasa senang nya.


"Tidak foto saja sendiri, aku sangat sibuk"


"yah sebentar saja...please ayo lah khen sekali saja" pinta Tara dengan wajah memelas.


"Haah dasar kau ini, sini heandphone nya".


"wuah terimakasih"


1


2


3


Tara lalu mengambil heandphone nya, ia melihat hasil foto yang kheno dapat. Dirinya sangat kecewa karena Kheno tidak becus dalam mengambil foto.


"Bisakah kau mengambil gambar nya dengan benar. Bahkan pemandangan nya banyak yang terpotong, lakukan sekali lagi"


  


"Aku harus pergi sekarang. Dan kau tetap lah berada di sini dan jangan kemana-mana."


Setelah mengatakan kalimat itu Kheno langsung meninggalkan Tara yang terlihat masih kecewa karena hasil foto yang di fotret kheno.



Saat jam 7 malam kheno belum juga kembali dari meetingnya. Tara hanya duduk di lantai dekat jendela, ia memperhatikan setiap pemandangan yang begitu indah di new york.


"Kenapa pria itu lama sekali. Apakah dia tidak tau aku sangat lapar, lihat lah jika dia kembali nanti aku pasti akan memakan dirinya hidup-hidup"


"Apakah kau berusaha ingin menjadi drakula saat sedang lapar?"


Tara langsung berdiri tegak saat kedatangan Kheno secara mendadak.


"Hey drakula hanya mengisap darah manusia bukan memakan daging manusia"


"baiklah jadilah drakula malam ini juga, ini hisap darah yang ada di leherku."


"Aku tidak mau darah mu pahit." tolak Tara Seraya menutup mulutnya.


"Kalau begitu apakah darah di leher mu juga manis." Kheno memang berencana ingin menggoda Tara kembali, tapi lihat betapa lucu nya dia saat kheno sedang menyentuh lehernya dengan mulutnya.

__ADS_1


"Apa yang akan kamu lakukan. Itu sangat geli, dasar mesum."


"Hhahaha kau sangat lucu, bukankah kau dulu juga mesum Tara.''


"Itu dulu tapi sekarang tidak"


"berhentihlah bermain-main dengan ku. Apa kau membawa makanan untukku, aku sangat lapar."


Kheno menghentikan tawanya ia sadar bahwa sedari tadi istri bawelnya itu belum makan.


"Kebetulan aku membawa 1 bungkus spageti dan ini masih hangat dan bisa kau makan."


"Tunggu, kenapa hanya satu. Apa kau belum makan, jika belum ayo kita makan bersama."


"Aku sudah makan saat sehabis meeting tadi. Dan itu kau saja makan"


"benarkah.."


"iya,,"


mereka berdua di dalam kamar dan berniat ingin tidur. Tara mengambil selimut dan bantal ia berencana akan tidur di sofa lagi.


"Kenapa kau tidur di sofa?"


"kenapa, bukankah saat di apartemen aku biasa tidur di sofa"


"tidur lah di samping ku. Ranjang ini sangat lah lebar jadi kau bisa leluasa tidur di sini"


"tapi aku"


"tenang saja, aku tidak berniat buruk padamu kau hanya tidur saja di sini."


"Hmm baiklah"


Bunyi heandphone Tara berdering singkat itu pertanda ada sms masuk.


dari jemes ternyata.


James


Tara aku sekarang telah mendapatkan bukti bahwa putri sekarang tenga bersama kekasih nya


Tara


bagus sekarang kau rekam kebersamaan mereka dan kirim kepada ku ok


James


Baiklah kau tenang saja Tara aku pasti akan membantu mu.


Tara


terimakasih.


Tara merasa legah karena james telah membantunya dalam memecahkan sebuah masalah. Ia melanjutkan tidurnya kembali.


Sebelum tidur Tara menatap punggung Kheno yang sedang memunggungin nya.


"Semoga saja kau bisa terhindar dari ular berbisa itu, selamat tidur."

__ADS_1


__ADS_2