
"bagaimana keadaan mu
Tara?" apakah sudah baikan," tanya Clarisa kebetulan teman satu kantor Tara juga.
''tentu saja aku sangat baik-baik saja hari ini''
"ada apa dengan mu, sepertinya kau sedang tidak baik-baik saja hari ini'' selidik Clari pada nya.''Ada apa sih?"
''tak apa aku sedang merasa bahagia saja hari ini, oh yah ris terimakasih karena kau telah mengantarku ke rumah sakit dan membuatku bisa bertemu dengan dokter tampan itu''
"Apa maksud mu dokter kheno yang merawat mu kemarin yah?''
"iya betul. Apa kau tau dengan nya?
"Aku tidak tau tentang kehidupan nya Tar, yang aku tau dia bernama Dokter Kheno."
"Wah sayang sekali". Ungkap Tara kecewa.
"apa kau menyukai nya?''
"Jelas saja aku tergila-gila pada nya dia begitu tampan. Aku selalu membayangkan bahwa aku dan dia selalu bercinta setiap malam.
"Hahahah." tawa clarisa terdengar renya ketika ia mendengar tutur kalimat dari sahabat nya itu.
Tara berdengus kesal. ''apa ada yang salah, kenapa kau malah tertawa?"
"Tidak, menurut ku itu sangat lucu bukan kah kau tidak pernah melakukan hubungan ranjang dengan seorang pria, namun sekarang kau membayangkan yang tidak-tidak perihal dokter itu."
"Dengar itu karena aku tidak ingin membiarkan sembarang pria yang mengambil barang berharga milikku, yah kecuali dokter Kheno."
"Astaga kau benar-benar terobsesi pada ketampanan Ya,? Tar kau itu sangat cantik dan sexy pria tak cukup satu, bukan kah masih banyak yah pria di luar sana yang menginginkan mu menjadi miliknya"
"Entah lah aku tak tau mengapa aku begitu menggilai ketampanan nya. Ini hampir membuat otak ku pecah karena tak henti-henti nya memikirkan nya."
''Lalu apa yang akan kau lakukan selanjut nya?''
"Menemuinya lagi di rumah sakit". jawab Tara mantap.
''Bagaimana mungkin kau dapat pergi ke rumah sakit lagi sedangkan dirimu saja tidak sakit''
"Oh iya yah. Lalu apakah aku harus pingsan lagi biar aku bisa masuk kerumah sakit itu supaya aku bisa bertemu dokter kheno?''
"Iya setelah itu aku pastikan kau akan dia masukan kedalam kamar mayat. Karena kau telah membohongi nya dengan berpura-pura sakit."
"Kejam sekali! Lalu apa yang akan aku lakukan."
"sore nanti Belilah sesuatu yang dapat di makan lalu berikan pada dokter kheno.
"Kau benar aku akan membeli sesuatu yang lezat di mall dekat sini."
"Kenapa harus di mall. Apa kau punya uang?''
"Tidak ada.., maka dari itu aku meminjam uang mu''
"Dasar tidak modal!''_Clarisa.
*****************
__ADS_1
Sore ini Tara sudah membeli roti sandwis berisi daging sapi untuk di berikan kepada dokter kheno.
Tara menunggu taxi di pinggir jalan dekat mall untuk langsung pergi ke rumah sakit. Di saat itu juga tidak jauh dari tempatnya ia melihat soarang ibu-ibu paru bayah berjalan dengan posisi menelpon seseorang, awal nya terlihat biasa saja namun lama kelamaan Tara melihat ada sebuah mobil yang ingin menabrak wanita itu. Dengan cepat Tara berlari menyelamatkan ibu-ibu tersebut dengan mendorongnya ke pinggiran. Mobil yang ingin menabrak nya tadi telah pergi jauh.
"ibu tak apa-apa" tanya Tara khawatir padanya.
''astaga hampir saja aku kehilangan nyawa ku, aku baik-baik saja nak terimakasih telah menyelamatkan ku"
''sama-sama ibu, lain kali berhati-hati lah dalam berjalan kita tidak tau ibu jika sebuah kejahatan berada di mana-mana''
"Iya saya mengerti, kau gadis yang baik saya sungguh berhutang nyawa padamu"
"Siapa nama mu nak?''
"Nama ku Tara viola bu". Ucap Tara dengan senyuman.
''Nama yang cantik percis seperti orang nya"
"Ah ibu bisa saja tapi Maaf ibu saya harus pergi karena ada sebuah urusan.''
Tara benar-benar tidak mempunyai waktu lagi. Sepertinya sore akan menjadi malam, sebelum malam Tara harus cepat-cepat pergi kerumah sakit untuk memberikan roti itu kepada sang pujaan hati tapi ada di mana roti sandwis nya.
Oh astaga roti yang tadi Tara beli ternyata sudah hancur karena injakan mobil tadi.
Bagaimana ini.
"Sudah biarkan saja, hari ini sudah hampir malam nak sebaik nya kau ikut kerumah saya untuk makan malam bersama"
''Tapi aku tidak bisa,'' tolak Tara pelan.
Wanita ini benar-benar memiliki sikap keibuan yang sangat lembut sungguh beruntung seorang anak yang memiliki ibu seperti dia.
Tara tersenyum dan tidak menolak tawaran nya.
*Kami telah berada di dalam taxi.*
Sepertinya ibu ini sedang menelpon anak nya. Ucap ku dalam hati
''ia. Hallo ibu'' ujar suara di sebrang sana.
''kapan kau akan pulang nak, ibu telah menyiapkan makan malam untuk kita makan''
''bagaimana bisa ibu hampir tertabrak pasti ada orang jahat yang sengaja mencelakai ibu''
''sudah lah nak karena ibu juga tidak apa-apa berkat seorang gadis yang telah menyelamatkan nyawa ibu''
''siapa gadis itu bu?''
''kau akan tau jika kau telah pulang ke rumah ibu yang akan memperkenal kan diri nya kepada mu nanti yah"
*
*
*
*
__ADS_1
*
*
"hmm Tara kita sudah sampai di rumah ku ayo masuk"
Tara benar-benar takjub dengan kemewahan rumah ini, rumah ini sangatlah mewah bagaikan istana. parkiran nya saja jauh lebih besar dari rumah susunnya.


"Apakah tante hanya tinggal sendirian di rumah sebesar ini''
''Tidak aku tinggal bersama ibu ku dan putra sulungku ada apa Tar"
''Lalu siapa kah yang membersihkan rumah sebesar ini?"
"Kami hanya mempunyai 4 maid yang bekerja di rumah ini..untuk mengurus bagian rumah serta halaman belakang"
''Oh iya mari tante kenalkan kamu dengan ibu tante. Kamar nya ada di kamar bawah''
Tara mengikuti kemana langkah nya pergi hingga Tara pun tiba di kamar seorang nenek yang belum terlalu tua ia hanya duduk di sebuah kursi roda.
"Ibu kenalkan dia Tara, dia gadis yang baik dan dia juga yang telah menyelamatkan nyawa ku saat sore tadi dari tabrakan''
aku menunduk sambil mencium punggung tangan nya.
"Saya Tara nek''
Nenek ini hanya menatap Tara dalam diam.
"Tara... ibu ku itu sedang struk jadi ada beberapa sharaf nya tidak berfungsi.''
Sungguh kasihan ucap Tara pilu. ''Lekas sembuh yah nek''
"Nah sepertinya putra sulung ku telah pulang. Tara kau tunggu di sini dulu yah nanti tante akan memperkenalkan kamu juga dengan putra ku.''
"Iya tante"
Tara kembali menunduk untuk menyamai posisi sang nenek. ''Aku sungguh prihatin
Aku akan berdoa supaya nenek lekas sembuh" Tara menggenggam tangan milik nya. Sambil tersenyum.
"Tara ini perkenalkan dia Kheno anak tante.''
Tara VOP
Sepertinya tante Vania telah datang bersama putra nya tapi di saat aku mendengar nama kheno sontak aku langsung menghadap ke belakang dan melihat apa kah dugaan ku benar.
KAUU....
Ucapku dan dirinya bersamaan
Dalam artian Tara sungguh sangat bahagia karena hal yang ia inginkan kini telah hadir di dekat diri nya.
Dan untuk Kheno iya benar-benar merasa menjadi buruk di kala ia di pertemukan lagi dengan gadis penggoda itu
__ADS_1