The Perfect Cold Docter

The Perfect Cold Docter
BAB 11. Tinggal Di Rumah Besar


__ADS_3

Tara terlalu berat untuk mengatakan bahwa saat ini dia tidak baik-baik saja. Bahkan Vania pun tau akan raut wajah yang Tara rasakan saat ini. Vania menatap semua petugas exavator yang ingin menghancurkan sebuah rusun tempat yang Tara tinggali saat ini.


"Kalian semua tak seharus nya berbuat kasar kepada gadis ini, saya bisa saja menuntut kalian semua atas tindakan ini!" ucap Vania mengancam.


"Maaf nyonya, anda tidak bisa menuntut kami karena ini adalah bagian dari tugas kami. Kami telah di tugas kan oleh pembeli rusun ini bahwa ini akan di kosongkan karena akan di buat sebuah butik besar!"


"Tidak kalian tidak boleh melakukan ini semua terhadap ku, ini tempat tinggal ku!" Teriak Tara sedih.


Vania yang mengerti mencoba menenangkan Tara.


"Sudahlah Tara…, tante mohon relakan saja jangan bersedih yah. Kamu kan ada tante, kamu bisa kok tinggal bersama tante"


Tara menggeleng. "Maaf tante aku masih tidak mengerti ini semua bagi ku ini semua aneh bagaimana mungkin mereka semua memutuskan untuk membongkar rusun ini begitu saja"


"Iya tante paham! tapi bagaimana lagi ini sudah terjadi sayang. tante tau rusun itu sangatlah berharga untukmu, tapi kamu tidak boleh terpuruk dan terlalu memikirkan ini semua. tinggalah bersama tante."


"Bagaimana tante memutuskan untuk mengajak ku tinggal bersama tante sedangkan Aku tidak bisa untuk merepotkan tante lagi."


"Jangan membuat tante bersedih, kamu tak akan pernah merepotkan tante. Malah tante sangat bahagia jika kamu ikut tinggal bersama kami"


"Apa tante bersunggu-sungguh dengan keputusan yang tante buat." Tanya tara meyakinkan"


"Tante sangat yakin Tara…''


"Terimakasih tante. Aku berjanji akan membalas budi baik tante terhadapku." ucap Tara sambil tersenyum tulus.


*


*


*


*


*


*


*


*


Tara telah sampai di rumah besar milik Vania dengan membawa 2 koper besar nya dan satu tas ransel di punggungnya. Tara mengekori Vania di mana wanita itu akan mengantarkan dirinya ke sebuah kamar berukuran besar serta bewarna pink pada setiap sudut nya. Seperti kamar gadis pada umumnya.


Tara mencoba bertanya ke pada Vania kenapa kamar tersebut bewarna pink karena memang vania tidak memiliki seorang anak gadis.

__ADS_1


Lalu vania menjawab pertanyaan itu. Sebenarnya dulu setelah melahirkan Kheno, Vania sangat menginginkan kahadiran seorang anak perempuan namun atas keputusan yang maha kuasa Vania tidak di perbolehkan untuk hamil lagi karena rahim nya terpaksa di angkat karena sebuah tumor yang berada di rahim nya. Itu alasan di mana bahwa Vania benar-benar menginginkan seorang anak perempuan dengan mengecat kamar itu bewarna pink.


Tara pun merasa bersedih ketika mendengar kan alasan itu. Ia memeluk Vania dan mencoba menenangkan nya. Vania membalas pelukan hangat itu.


maka dari itu juga Tara, tante berencana ingin menikahi mu dengan putra ku Kheno. Ucap vania di dalam hati.


*


*


*


*


*


*


*


*


Seperti biasa keluarga Vania akan mengadakan makan malam pada pukul 19.00.WIB Para maid telah menghidangkan beberapa hidangan makan malam yang lezat. Kali ini nenek juga ikut makan malam bersama karena kondisi nenek sedikit ada perubahan. Tara juga sampai saat ini belum melihat keberadaan kheno, Tunggu apakah dia merindukan pria itu.Tara menggeleng dan cepat berusaha menepis jauh pikiran itu


Awal nya Vania pernah bilang jika biasa nya kheno selalu pulang di atas jam 7 malam atau lebih. Namun tak lama kemudian kheno telah datang bersama seorang gadis cantik yang setia menggandengkan tangan nya di lengan Kheno menuju ruang makan.


"Malam tante vania…" putri menyapa lalu memeluk Vania.


Vania membalas sapaan nya dan juga pelukan putri. "Malam juga putri…" .


"Khen kamu bilang dong ke ibu bahwa putri akan datang kemari…"


"Maaf bu…, ini juga sebagian dari kejutan."


"Kejutan apa?" Tanya ibu nya.


"Kejutan bahwa putri telah sampai kemari ibu. Hahaha "


"Kenapa kau tertawa ini tidak lucu".


"Sudahlah sayang, kenapa kau terus mempermain kan ibu mu"


"ia sayang, tetapi ibu ku itu sangatlah lucu jika dia mengambek"


   

__ADS_1


Kheno mengalihkan matanya pada sosok gadis bersurai panjang yang sedari tadi sedang duduk sambil menundukan kepala nya kebawah belum sampai 1 detik Kheno telah tau siapa gadis tersebut.


"Tara!…,ibu kenapa dia berada di sini!" tanya Kheno sinis pada ibu nya sehingga membuat Tara mendongakan kepala nya.


"dia baru saja kehilangan tempat yang ia pernah tinggali, Jadi makanya ibu membawa nya kemari untuk tinggal bersama kita di rumah ini Khen"


"Astaga ibu bagaimana mungkin ibu memutuskan untuk membawa dia tinggal bersama kita!"


Putri pun angkat bicara dan membela Kheno sesungguh nya putri adalah tipe gadis yang sangat cemburuan apa lagi di saat ini ada seorang gadis yang bahkan lebih cantik dari nya harus tinggal bersama keluarga ini dia sungguh tidak mau jika dia selalu berada di dekat Kheno pacarnya.


''iya tante. apa yang kheno katakan benar Jika dia memiliki teman lalu kenapa dia tidak tinggal bersama teman nya saja atau bersama keluarga nya yang lain dan Tante tak seharus nya percaya dengan orang asing siapa tau dia akan memanfaatkan harta kekayaan tante". Tuduh putri


Tara mendengus kesal dengan tuduhan yang putri tumpahkan untuk nya.


Apa yang mereka katakan sepenuh nya adalah benar dan sebagian telah masuk ke dalam pikiran Tara. Ia merasa bahwa diri nya adalah sebuah beban untuk keluarga ini. Tapi untuk tuduhan bahwa dia hanya memanfaatkan kekayaan tante vania justru ia salah besar. Kemudian Tara bangkit dari duduk nya.


"Maaf tante! jika kehadiran ku hanya membawa sebuah beban kalau begitu malam ini juga aku akan keluar dari rumah tante, dan apa yang di katakan kheno benar apa adanya tan. seharus nya aku tau diri dan lebih mencerna lagi keputusan yang tante buat." Dan Tara menatap tajam ke arah Putri. "Jika kau berpikir aku hanya memanfaatkan harta kekayaan tante Vania justru kamu salah besar karena aku bukan tipe orang yang gila harta kau mengerti!"


"Kenapa kau menyalahkan pacar ku!" Kheno membela Putri.


"Cukup kheno! ibu telah memutuskan bahwa Tara akan tetap tinggal bersama kita apapun itu resiko nya."


"Tapi tan_" ucap Tara ingin berbicara namun di tahan oleh vania.


"Tara kau tidak akan pergi ke mana-mana kau akan selalu berada di rumah ini. Dan tante akan memutuskan untuk agar kau menikah dengan Kheno!"


Mereka semua bahkan terkejut mendengar kalimat itu.


"Apa ibu sudah tidak waras! Bagaimana mungkin ibu memutuskan menikahkan aku dengan gadis itu sedangkan aku sudah memiliki pacar!…"


Tara menggeleng. "Pasti semua yang tante katakan tidak benarkan tante tidak mungkin menikahkan aku dengan kheno."


"Tante benar.  tante yakin kau adalah gadis yang tepat untuk Kheno."


Sedangkan putri hanya bisa bergetar dan menangis Putri menggenggam erat tangan kheno berharap Kheno tak akan melepaskan nya.


"Apa yang ibu katakan!… aku mencintai putri bu dan aku tidak akan pernah menikahi gadis lain selain dari putri!"


"Jika kau lebih memilih keputusan mu sendiri maka persiapkan saja diri mu untuk ibu keluarkan dari dalam kartu keluarga, mencoreng nama baik mu sebagai dokter, dan mengusir mu keluar dari rumah ini tanpa satu aset harta pun dan semua nya akan ibu sita!"


Tara tercengang mendengar ancaman yang ibu kheno ucapkan pada Kheno.


Putri semakin tidak bisa menahan air mata nya. Ia memutuskan untuk berlari meninggalkan rumah itu.


Kheno juga bangkit dari duduk nya dan berniat mengejar putri. Tapi sebelum itu ia menatap sengit Tara layaknya seperti iblis yang siap menerkam.

__ADS_1


"Semua ini berawal dari kau! jika bukan karena kau yang datang ke dalam kehidupan ku maka semua nya tak akan seperti ini, Sampai kapan pun aku tidak akan sudih menikah dengan mu!.." Setelah mengatakan kalimat itu Kheno berlari keluar rumah untuk mengejar Putri


__ADS_2