
Satu minggu berlalu...
Tara kini tenga berdiri manis di depan kaca berukuran besar. Tara memperhatikan penampilan nya dari pantulan kaca. Ia tidak menyangka bahwa akhir masa gadis nya cukup sampai di sini. Gaun mewah pernikahan cukup membuat diri nya begitu mempersona serta menambah aura kecantikan nya.
Clarisa baru saja datang menghampiri Tara untuk mengantarkan segelas air putih untuk nya. Gadis itu berseruh riah dan tidak menyangkah bahwa sahabat nya akan segera menikah.
"astaga aku tidak menyangkah kau akan cepat menikah juga Tara, bahkan yang lebih membuat ku tidak percaya lagi kau akan menjadi seorang istri sih dokter tampan itu, oh Tara aku selalu berdoa semoga kau akan selalu behagia setelah menikah dengan nya nanti."
Tara sedikit tersenyum paksa dengan tingkah sahabat nya ini. Andai saja sahabat nya itu tau bahwa pernikahan yang akan Tara jalani bukanlah seperti pernikahan yang pasangan lain jalanin. jika pasangan yang lain menikah karena didasarin cinta di kalau diri nya dan Kheno adalah sebuah pernikahan yang di naungi bukan karena cinta. Tetapi gadis itu tidak ingin memberi tau hal ini pada Clarisa sahabat nya, ia mungkin tidak akan mau untuk membuat sahabat nya merasa kecewa.
Seseorang meminta ke pada Tara untuk bersiap-siap menuju altar karena acara pernikahan nya akan segera di mulai.
"Baiklah sahabat ku sudah siap! ayo Tara aku antar ke altar. Tara, kenapa tangan mu begitu dingin serta berkeringat, apa kau gugup?" Benar apa yang di katakan Clarisa entah kenapa rasanya diri nya begitu gugup.
Tara menggeleng kecil. "Aku pun tidak tau ris, mungkin aku belum terbiasa melakukan hal ini"
"Tenang saja kau hanya perlu mengucap sebuah janji suci nanti nya tidak usah terlalu gugub. Hei bahkan kau akan jauh lebih gugub nanti nya ketika kau melakukan malam pertama bersama suami mu sih dokter tampan itu". Lagi-lagi sahabat nya itu tidak perna berhenti untuk menggoda nya. Tidak ingin menunda waktu lama Clarisa di bantu pelayan lain nya untuk mengantarkan Tara ke altar pernikahan.
Mereka berdua telah berdiri di hadapan seorang pendeta untuk mengucapkan janji suci.
__ADS_1
kheno telah menjawab " bersedia " setelah sang pendeta bertanya. Namun Tara yang ada di samping nya tidak menjawab ketika sang pendeta menanyakan hal yang sama.
Di saat sebuah janji itu terucap Tara akhirnya baru menyadari bahwa pernikahan nya ini benar-benar tidak masuk akal bagaimana pun pernikahan adalah sebuah hubungan yang terikat secara hukum apa lagi janji yang telah terucap di hadapan semua orang dan tuhan. Dengan diri nya melakukan janji palsu itu sama itu berarti sama saja ia mempermainkan kehendak tuhan. Iya pun bingung sangat bingung antara melanjutkan atau membatalkan semuanya.
"Katakan Tara, katakan jika kau bersedia atau bila tidak kau akan tau sendiri apa akibat nya!" Mata gadis itu nampak berkaca-kaca dan terlihat begitu tersiksa. Kecaman yang terdengar dari mulut pria itu tertahan seakan gadis yang ada di samping nya telah mengetahui apa yang dia maksud.
Tara mulai menjawab apa yang Kheno minta. Dia mengucapkan kesediaan nya untuk saling mencintai dan sehidup semati dengan kheno.
Setelah janji suci terucap dan sebuah cincin telah terpasang di dari manis masing-masing .Sang pendeta pun menyuruh mempelai pria untuk mencium wanitanya.
Satu hal yang membuat Tara benar-benar gugup di saat Kheno menyiap kan ancang-ancang untuk mencium nya. Tara menutup mata nya dan berharap kheno akan mencium nya di kening nya namun harapan nya salah Kheno malah menciumnya di bibir.
Chupp, ciuman yang hampir berdurasi satu menit cukup membuat Tara kewalahan. Tara mencubit pinggang kheno kuat supaya pria itu menyudahi ciumannya, Sehingga membuat Kheno kesakitan dan terpaksa melepas kan ciuman menuntut nya pada bibir Tara.
Tara pun membalasnya pelan. " Dengar mencium ku adalah sebagian dari kontrak yang telah kau buat kau di larang untuk menyentuhku!"
"Sialan! Menciumu itu bukan lah kehendaku pendeta lah meminta kita untuk saling berciuman."
"Seharusnya kau mencium ku di kening saja jangan di bibir, lalu kenapa kau memilih di bibir." Untuk menjawab pertanyaan yang satu itu pun kheno bingung harus menjawab apa karena bagi dia sendiri mencium bibir Tara adalah sebuah candu bagi nya. Dan pria itu memilih bungkam dan malah tersenyum membalas riuhan bahagia dari orang-orang yang turut berbahagia dengan pernikahan ini.
*
__ADS_1
*
*
*
*
"Selamat yah sayang akhirnya kalian telah sah menjadi pasangan suami istri." Ucap Vania yang merasa sangat bahagia sambil memeluk kedua calon mempelai.
Clarisa dan James juga menghampiri kedua nya Clarisa juga memeluk Tara. "Akhirnya sahabat ku sudah sah menjadi seorang istri aku sungguh bahagia Ra''
James juga memberi selamat untuk teman pacar nya. '' selamat yah Tara dan semoga diri mu selalu bahagia."
hanya tuhan lah yang tau pernikahan ini akan bertahan sampai di mana. Untuk bahagia atau tidak nya itu berasal dari sebuah hubungan yang baik. Tidak tau juga untuk hubungan yang akan di jalani kedua nya mungkin nanti akan menjadi bibit karma untuk nya.
Bersambung....
Jika kalian suka tolong pertimbangkan untuk vote yah ☺
Dan coment tentu nya supaya aku lebih semangat lagi nulis nya.
__ADS_1
Terimakasih