The Perfect Cold Docter

The Perfect Cold Docter
BAB 20. Sama-sama egois.


__ADS_3

Kheno masih saja memposisi kan tangan nya di pinggang ramping Tara. Tara sangat risi sedari tadi dengan tingkah nya Kheno.


"lepaskan aku!" Tara mendorong kheno kesamping agar bisa menjauh.


"Tidak seharus nya kau menyentuh ku bukan kah melalui kontrak yang kau buat kita di larang saling bersentuhan, lalu kenapa kau melanggar aturan yang telah kau buat sendiri? ''


Kheno berdacak.


"Aku melakukan hal itu tadi demi ibu ku agar dia percaya bahwa kita saling mencintai."


'' kau bisa mengatakan nya lewat mulut dan tidak harus menyentuhku kan "


" dasar wanita munafik! apa kau tidak ingat dengan semalam kita saling bersetubuh, lalu apa kau masih ingin menyangkal nya?"


" itu karena kau menyentuhku terlebih dahulu, saat aku sedang tidur di sofa!"


" karena semua itu berawal dari kau, andai saja kau tidak memakai gaun sialan itu dan tidak tidur tertidur dengan posisi selimut yang terlepas maka aku tidak akan ada niat untuk menyentuh mu!" Ucap nya penuh penekanan.


" Kan sudah jelas aku katakan ini tubuhku, jadi terserah aku mau memakai pakaian apapun dan bukan hak mu "


" Dasar wanita keras kepala mau nya menang sendiri! "


"kau yang keras kepala dan mau menang sendiri!! "


pada akhirnya mereka terus saja berdebat.


*


*


*


*


*


*


*


*


Sudah dua hari ini Kheno dan Tara tidak saling bicara. Mereka saling cuek, tetapi Tara tidak pernah melupakan ke wajiban nya sebagai seorang istri ia selalu bangun pagi menyetrika baju Kheno serta membuat sarapan pagi lalu memakan sarapan nya sendiri.


Setelah melakukan semua itu dirinya langsung berangkat bekerja.


Cukup dengan itu saja, karena Tara juga malas melihat wajah pria itu di pagi hari makanya dia menghindar.


Mereka terkadang saling melihat ketika malam itupun saat ingin tidur itu sebab nya yang membuat mereka malas untuk bicara.


Kheno bangun pada pukul 07:00 ia kembali melihat pada meja makan yang telah tesedia nasi goreng, telur dadar, roti serta, soup kesukaan nya.

__ADS_1


Ia juga melihat pada sekelilingnya berharap menemukan sosok wanita yang telah memasak semua ini. Apakah dia merindukan Tara?


Kheno menepis semua itu. Ia tidak perduli dengan Tara yang penting Tara masih mau melakukan kewajiban sebagai seorang istri.


Tara memperhatikan tingkah Clarisa yang sedari, tadi sibuk memainkan heandphone nya. Bibirnya bernyanyi aneh dan tubuh nya juga bergerak aneh.


Biasa nya sahabat nya itu selalu aktif dalam bicara.


"Clarisa!"


"hm...''


" kamu lagi apa sih, kok senyum-senyum sendiri, gila yah!''


" Jika aku gila mungkin sudah sedari dulu kau juga tertular oleh kegilaan ku "


" kalau tidak gila kenapa senyum-senyum tidak jelas!"


Clarisa menghampiri Tara dengan menunjukan layar heandphone nya, beberapa photo boyband.


"Kau tau baru-baru ini aku demam kpop, Ini semua gara-gara itu loh transmedia kemarin undang boyband korea nah salah satu nya adalah exo. Tau gak semenjak lihat penampilan mereka yang luar biasa yang seakan-seakan aku tersihir. Bahkan aku sempat melihat beberapa web membicarakan tentang exo. apalagi lagu nya, aku bisa juga bisa gerakin dance nya. Mari aku tunjukan kepada mu"


Clarisa berdiri  dan memulai aksi gerakan dance ala diri nya di hadapan Tara.


"Na na na na na na na na exo love shot……"


"sudah cukup! Lebih baik tidak usah di lanjuti dance nya."


"Bagus dari mana, kau nampak seperti badut ancol saat dance seperti itu. Aku bahkan sangat suka melihat tampilan asli nya ketimbang aku harus melihat cover palsu nya yaitu kau. Hahahahaha!"


"Hey berhentihlah tertawa. Kau sungguh senang yah melihat sahabat mu ini ternistakan"


*


*


*


*


*


*


kheno tenga duduk bersenderan di kursi kerjanya.


Hari ini kheno benar-benar bete karena ia masih sangat mengingat perdebatan yang terjadi di pagi.


Jujur dia sangat suka menyentuh tubuh Tara apalagi setiap bagian inchi dari tubuh nya seolah memabukan hasrat dan candu bagi kheno


Tetapi ia tidak suka berdebat dengan Tara apa lagi saat Tara berkata bahwa dia tidak mau di sentuh oleh nya.

__ADS_1


"Ada apa ini bukankah wanita itu dulu nya sangat suka di sentuh oleh ku bahkan dia rela mengorbankan mahkota nya untuk ku ''ujar kheno yang berbicara pada diri nya sendiri.


awal nya hal ini tidak perna terjadi dalam kamus seorang Tara. Kehidupan nya seakan tersihir ketika dia mulai memasuki ke dalam kehidupan kheno.


"Jujur aku juga sangat menikmati ketika di sentuh oleh kheno. Tetapi aku paling tidak suka dengan cara nya kasar terhadap wanita"


*


*


*


*


*


*


Sore ini Kheno masih menyempatkan waktu bersama Putri mereka makan di sebuah restoran mewah.


"Sayang… kapan sih kamu akan mencerai kan wanita itu?"tanya putri di sela-sela makan sore nya.


Kheno berhenti sejenak memakan pasta nya, Ia mencerna lama pertanyaan itu.


"Tungguh lah, tidak mudah mempercepat proses perceraian". Kemudian kheno melanjutkan memakan pasta lagi.


Putri juga sangat mengenal kheno, pria di depan nya ini nampak aneh dan tidak seperti biasa nya yang selalu memperlakukan dirinya seperti ini.


"kenapa, apa kau tidak ingin mencerai kan wanita itu! Ooh atau jangan-jangan kau mulai suka padanya yah!" Ucap Putri curiga


"bicara apa kau ini, aku tidak mencintai dirinya. Aku mencintai mu, hanya kamu wanita satu-satu nya yang aku cintai, Aku mohon jangan berbicara seperti itu".ucap kheno  sambil mengenggam tangan Putri agar diri nya dapat percaya.


*


*


*


*


*


*


*


*


karena hari ini tidak ada jadwal pasien untuk nya, Irvan berencana akan mengajak Tara makan beruntung Tara tidak menolak ajakan nya dia begitu senang.


Tara dan Irvan makan di restoran yang sama dengan restoran yang kini Kheno dan Putri tempati.

__ADS_1


__ADS_2