The Perfect Cold Docter

The Perfect Cold Docter
BAB 9. Berterimakasih


__ADS_3

Kheno telah sampai ke dalam rumah besar kemudian ia berlari secepat mungkin ke dalam kemar nenek nya. Di situlah ia dapat melihat sang nenek tenga berbaring lemah dengan di temani ibu nya dan Tara.


Kheno menghampiri neneKnya.


"Ibu bagaimana bisa nenek bisa terjatuh ke dalam kolam? ''


"Ibu tidak tau Khen, justru ibu tau bila nenek mu jatuh ke dalam kolam itu karena Tara. tara Lah yang telah menyelamatkan nenek mu"Ucap Vania Menatap Tara sembari tersenyum lembut.


Setelah mendengarkan penjelasan dari ibu nya kini pria itu mengalihkan kedua mata menatap Tara


''Terimakasih..''


Tunggu apa Tara tidak salah mendengar dia mengucapkan kalimat terimakasih tapi itu tulus atau tidak yah.


" sama-sama.''


Keadaan nenek nya menjadi lebih baik setelah kheno mengecek kondisi nya kemudian memberikan obat. Mereka semua bersyukur karena keadaan telah berubah menjadi lebih baik.


Tara kini sudah mengganti pakaian basah nya dengan baju vania yang telah pinjamkan untuk Tara.



" Seperti nya baju nya sedikit besar yah untuk kamu, Tapi mau gimana lagi tante habisnya baju tante gede-gede semua.''


" tidak perlu sungkan tante..., baju ini juga cocok kok jika aku pakai, dan nyaman juga Terimakasih tante''


" bagus. Berarti tante juga ikut senang jika kamu suka. Oh iya Tara kalau di pikir-pikir lebih baik kamu tinggal saja bersama tante di rumah ini.'' Ucap Vania to the point.


" A_apa maksud tante...?''


" Tinggalah di rumah ini Tara, bersama kami semua, tante rasa tante tidak salah dalam memutuskan suatu hal ''.


" maaf tante Tara tidak bisa, karena Tara sendiri tidak mau merepotkan keluarga ini dengan adanya kehadiranku. aku juga sudah terlanjur nyaman jika tinggal di rusun ku yang sekarang."

__ADS_1


Vania sedikit kecewa dengan penolakan yang Tara berikan untuk nya.


"Tapi setidak nya ini demi kebaikan kamu, tolong jangan menolak Tara sedangkan tante sendiri telah menganggap mu sebagai putri tante sendiri ''


Tara menggenggam kedua tangan Vania. menatap mata itu dengan dalam.


" sebelum nya terimakasih tante, karena tante telah perduli pada ku dan telah menganggap sebagai putri tante sendiri. Tapi ada beribu alasan di mana aku tidak bisa meninggal kan rusunku yang sudah lama aku tinggalin, masa kecil ku banyak terdapat di sana, jadi aku tidak bisa meninggal kan nya."


Gadis itu melepaskan genggaman setelah melihat jam dinding yang telah menunjukan pukul 05 sore.


"tante maaf sebelumya jika ucapkan ku terdengar menyinggung perasaan tante. Aku harus pulang sekarang tante karena hari sudah sore''


''Biarkan kheno mengantar mu pulang...''


''tidak perlu tante aku tau kheno sedang lelah biarkan dia istirahat aku bisa pulang naik taxi saja.''


"hmm kamu yakin gak mau di anteri sama anak tante."


"iya tan...gak masalah kok."


"Tara sepertinya kita lupa membeli acar nya?"


"serius, coba di periksa lagi.'' Pinta Tara pada Clarisa.


" aku serius Tara..,"


" hemm yasudah sebaiknya kau kembali saja ke kantor duluan, aku akan segera kembali ke restoran itu untuk membeli acar nya." Tara berucap sembari memberi bungkusan makan siang itu kepada Clarisa


''Kamu gak papa pergi sendirian tanpa di temani sama aku "


" apa kau kira aku ini anak kecil,"


" Siapa tau saja nanti ada pria tampan yang  menculikmu kemudian membawa mu ketempat sepi... dan bla-bla''

__ADS_1


"seharusnya aku merasa beruntung yah karena di anugrahkan seorang teman yang otak nya benar- benar mesum kayak Clarisa."


"Aku tidak mesum tapi aku hanya menggilai nya saja ''


'' hahaha baiklah aku tidak punya banyak waktu, akan membeli acar nya sekarang ''


*********************


Tara telah selesai membeli acar nya lalu ia melangkahkan kaki nya menuju pintu luar. Tara nampak tidak fokus menatap jalanan ia malah fokus pada kantong kresek yang ia bawa, karena hal itu Tara menabrak seorang Pria.


Brukk....


Tara meminta maaf duluan sebelum orang yang di tabrak olehnya marah-marah.


"M_maaf-maaf tuan saya tidak sengaja."


"Hmm yah tidak apa-apa. pria itu melihat Tara dan Tara juga melihat pria itu. Wajah mereka terlihat tak asing, Pada akhirnya pria itu menyadarinya.


"kamu Tara kan..."kata pria itu dengan mata yang berbinar.


"Apa kau mengenali ku?"


''Aku dokter Irvan yang waktu itu telah mengobati luka mu, apa kamu masih ingat,''


"Oh jadi kau dokter itu..., maafkan aku, sepertinya aku terlalu mudah melupakan wajah seseorang."


"Hemm baguslah jika kamu dapat mengenali ku lagi, bagaimana keadaan mu Tara "


" aku baik-baik saja dokter.. yah seperti yang dokter lihat sekarang."


"Benar tidak ada perubahan sedikit pun di dirimu sekarang, hanya saja kau bertambah cantik." dari ekpresi nya dokter Irvan sepertinya ia mulai menyukai Tara, terbukti sedari tadi ia selalu tersenyum manis.


Tara tersenyum malu-malu kucing sambil menutup mulutnya. ia tidak menyangkah akan di puji seperti ini, apa lagi di oleh seorang dokter handal.

__ADS_1


"Bisakah dokter tidak usah memuji ku seperti ini.."


"Loh emangnya kenapa, kan kenyataan."


__ADS_2