The Perfect Cold Docter

The Perfect Cold Docter
BAB 24. Tertegun


__ADS_3

Kheno senantiasa mengendong tubuh Tara hingga sampai di apartemen.


Tara merangkulkan tangan nya pada leher Kheno erat, agar gendongan nya tidak terlepas.


"Kheno..." rintihan itu membuat kheno langsung menatap kearah Tara yang sedang menatap wajah Kheno dalam.


"Yeah, ini aku." Ucap kheno membalas.


"Aku tidak menyangkah kau akan menjemputku, apa kau mulai menyukai ku." Ucap Tara tak karuan khas orang mabuk


Tara tersenyum lebar lalu perlahan membelai wajah kheno


"Astaga berapa banyak jenis alkohol yang kau minum. kenapa kau jadi bicara tak karuan." Omel kheno sepanjang jalan menuju kamar nya.


"Karena aku tidak berada di apartemen, kamu seenaknya pergi ke club malam tanpa seizinku. Apa kamu gila Tara?" Desis kheno di dalam hati.


Kheno merebahkan tubuh Tara di ranjang, melepaskan heels wanita itu sebelum menyelimuti tubuhnya. Kheno melihat seluru tubuh Tara.


"Pergi ke club menggunakan pakaian terbuka, apa kau sengaja menggoda para pria disana dengan tubuh sexy mu"


"Dengar ini peringatan terakhir, kau


Tidak boleh pergi ketempat sialan itu lagi. Apa kau tidak tau betapa liar nya para pria di sana menatap liar tubuhmu, seperti pria yang tadi memapahmu. Untung aku tepat berada di sana" kheno seperti orang gila yang mengomel sendiri sedangkan Tara tenga tertidur pulas.

__ADS_1


Langsung saja kheno menyelimuti tubuh Tara.


Kheno ingin tidur akan tetapi dia mengurungin niatnya. Karena sedari tadi dia belum mandi akhirnya ia memutuskan mandi terlebih dahulu.


Setelah 30 menit lamanya kheno mandi sekarang prai itu memutuskan untuk tidur.


Kheno berpikir akan tidur di sofa saja, tanpa harus menganggu Tara tidur di ranjangnya.


"ibu...." Tara merintih memanggil nama ibunya dalam kondisi mata yang masih terpejam.


Kheno menghentikan langkahnya saat


Mendengar Tara merintih dan memanggil ibu nya.


Tara nampak belum bisa melupakan kejadian tadi sore. Ibu nya tidak mengingat nya, ia berpikir bahwa ibu nya telah melupakan putrinya. Dia mengenggam tangan Kheno sambil menangis.


tangan Tara penuh dengan keringat. Kheno semakin khawatir dengan kondisi Tara.


"Ada apa dengan mu? Kheno menepuk-nepuk pelan wajah Tara agar dia sadar dan terbangun.


Tara masih dalam kondisi tidak sadar dia mengira bahwa tangan Kheno adalah tangan milik ibu nya. Jadi dia mengenggam nya sangat erat.


"Aku mohon tidurlah dengan ku kali ini saja ibu hiks hiks hiks aku sungguh merindukan pelukan ibu, aku rindu saat ibu mencium keningku"

__ADS_1


''Tara sadarlah aku Kheno bukan ibu mu,?"


Untuk sesaat Kheno juga kurang memahamin kenapa wanita itu tiba-tiba bertingkah seperti ini. apa benar dia merindukan ibunya?


namun sekarang kheno bisa memahamin nya, dia juga merasa prihatin jadi Kheno menuruti saja keinginan Tara yang menganggap dirinya sebagai sosok ibu nya.


(untung-untung rezeki Kheno yah bisa tidur bareng Tara lagi 😄.


Kheno telah berbaring di samping Tara, beruntung Tara tidak merintih lagi dia sekarang sudah tertidur pulas karna Tara meminta nya untuk memeluknya karena mengirah Kheno adalah ibu nya jadi dia harus mengabulkan kenginan Tara.


Dia memeleluk Tara erat, Kheno mendempetkan tubuh nya pada Tara yang tidur kesamping menghadapnya.


Ketika itu nafas mereka beradu. Kheno sangat menyukai wangi tubuh Tara. Dia menyingkirkan anak rambut yang berusaha menutupi wajah Tara, berlalu kini tangan nya menyekah bekas air mata di wajah wanita yang kini telah tertidur manis.


Sekilas dia memandangi wajah itu, sangat cantik. Dia bodoh karena baru menyadari itu semua nya, Perlahan jari tangan nya terus membelai wajah itu, mata indah nya, hidung mancung, dan kini para jarinya turun ke bibir cerry milik Tara. Jarinya sangat lama berada di bibir itu, punya rasa keinginan untuk mengecup nya, Tapi kheno takut menjadi nafsu dia juga tidak ingin menganggu tidurnya.


Jadi kheno hanya mengecup kening Tara saja dengan mengulas senyum.


"Ada apa dengan ku, apa aku mulai___?,"ah aku merasa gila untuk hal ini."


Kheno menatap wajah itu lagi, dia kembali flashback tiba-tiba dia teringat saat pertama bertemu Tara di rumah sakit, dia teringat saat wanita ini terus menggoda nya namun kheno terus menolaknya, dan tentu saja kheno berhasil di labuhi Tara, Tara berhasil menggodanya kemudian berhasil dan kheno telah mengambil keperawanan Tara.


Tapi sekarang dia berpikir kenapa Tara tidak menjadi liar seperti dulu, dia seperti terkena sihir. Tiba-tiba berusaha menghindarinya, sering kali berdebat atau aduh mulut dengan nya.

__ADS_1


"Dia pernah bilang dia tidak akan menggodaku lagi, karena sudah terpikat janji. Tapi janji apa? Tanya nya dalam hati.


Kheno tidak dapat mencerna pertanyaan itu lagi, dia sangat mengatuk. Dan akhirnya dia tidur sambil memeluk Tara erat dekapannya.


__ADS_2