
sehabis melakukan percintaan dengan Kheno Tara mohon izin ke pada Kheno karena dia mau pulang terlebih dahulu. bukan seumpama apa, sebab Tara mempunyai tujuan lain, ia ingin sekali meminta maaf ke pada Irvan atas apa yang telah terjadi hari ini.
Kheno dengan mesrah memeluk tubuh ramping Tara dari belakang kemudian mengecup belakang lehernya dengan mesrah.
"Kenapa harus terburu-buru pulang ke apartemen, sabarlah kita akan pulang ke apartemen bersama."
''Hemm., yah aku tau. cuma aku harus cepat kembali ke kantor hari ini, aku ingin membantu Clarisa memperbaiki Computer nya yang rusak."
"Kenapa tidak menyuruh yang lain saja dan bukankah kau tidak bisa berjalan karena hal yang seindah tadi."
Wajah Tara bersemu merah ia paham apa yang di maksud oleh pria yang kini masih memeluknya dari belakang.
"Khen bisa kah kamu tidak perlu memperlakukan aku seperti ini,?"
''loh kenapa tidak kau itu istri ku, ini sudah kewajiban mu melayani aku."
''Chiih apa yang sebenarnya yang sering kamu makan, apa kamu lupa bahwa di dalam kontrak kita tidak boleh saling bersentuhan."
Kheno pun mulai berpikir panjang.
"hmm... yah aku tau, tapi tanpa sepengetahuan kamu ternyata aku sudah menghapus isi bagian dari kontrak itu. dan yang perlu kamu ketahui tubuh mu sudah sepenuhnya menjadi milikku tidak ada yang boleh memiliki nya selain aku suami mu."
''Hey apa yang kamu bicarakan, aku benci dengan orang yang terlalu banyak omong kosong. sekarang lepaskan aku."
Kheno mempererat pelukannya. "Dengarkan aku, sebab aku serius mengatakan ini. Aku sampai tidak ingin kamu berbagi tubuh dengan pria lain, dan jika sampai itu terjadi aku tidak tau lagi apa yang akan terjadi selanjutnya."
Tara merasa semua omongan Kheno adalah semata-mata untuk mempermainkan nya. lagi pula Tara tidak berniat untuk berbagi tubuh dengan orang lain. dan dengan berbagai macam cara akhirnya Kheno mengizinkan Tara untuk pergi.
selagi Kheno masih berada di dalam ruangan nya Tara diam-diam berlari ke bagian resepsionis untuk mencari ke beradaan Irvan. Resepsionis itu pun berkata jika Irvan sudah pulang dari 1 jam yang lalu.
Dengan cepat Tara memesan Taxi online dan tujuan nya sekarang adalah rumahnya Irvan.
Tok..
tok..
tok..
''Maaf mbak ini siapa yah?'' tanya pembantu nya Irvan.
"Saya teman nya Dokter Irvan bik, apa Dokter Irvan nya ada."
__ADS_1
"Dokter Irvan nya kayak nya belum pulang mbak..mungkin dokter Irvan nya masih ada di rumah sakit."
"Bagaimana mungkin bukan kah tadi resepsionis rumah sakit bilang jika dokter irvan sudah pulang.''
''Mungkin saja dokter Irvan sedang berada di luar dan tidak berada di rumah mbak."
"oh yasudah kalau begitu saya pamit dulu yah"
"oh iya non baiklah."
*
*
*
*
*
*
*
Taxi tepat datang pada jam setenga sebelas malam.
Tara telah duduk di belakang bagian penumpang ia meminta supir Taxi itu untuk mengantarkan nya menuju Ross max apartemen. Supir tersebut mengiyakan tanpa ada tambahan kata lain. Tara merasa ada perasaan aneh saat di dalam taxi ini.
Biasanya supir taxi akan lebih banyak bertanya atau bercanda-canda tidak dengan supir taxi yang satu ini.
Supir itu nampak diam saja dari tadi namun kini Tara mencoba menepis pikiran itu, mungkin saja supir taxi itu memang mempunyai sifat yang pendiam.
Entah kenapa Tara mengalamin kantuk yang luar biasa saat di dalam taxi. Ia menguap berkali-kali, ia mengucek-ucek matanya.
"Pak, jika sudah sampai di apartemen saya. Tolong bangunkan saya yah."
"baik.."
Setelah mengatakan kalimat itu, Tara tiba-tiba tertidur pulas.
Saat merasa penumpangnya atau target nya telah tidak sadarkan diri supir tersebut memutar mobil nya menuju lokasi yang di tuju.
__ADS_1
Tara telah berada di sebuah kamar entah itu kamar siapa. Yang kini supir
Itu telah membawa tubuh Tara di hadapan seorang gadis bertubuh sexy.
"Bagus kau telah berhasil melakukan tugas mu dengan baik! sekarang cepat rebahKan wanita itu di atas ranjang." Tekas gadis memerintah.
Setelah tubuh Tara telah berada sempurna di atas ranjang. Gadis itu juga memerintahkan agar supir itu membuka seluru baju atas Tara. Dan akhirnya Tara telanjang setenga badan. Sungguh ironis gadis itu, dia juga meminta supir tersebut untuk berpose berdua di samping tubuh telanjang Tara. Dengan senang hati juga sang supir memeluk, mencium pipi kanan Tara.
Akhirnya foto yang di inginkannya berhasil ia dapati. Dia tersenyum penuh kemenangan.
Dia menghampiri Tara. Kemudian menyentu wajah itu.
"Apa menurutmu kamu terlalu pintar pintar hm. Kamu pikir, kamu bisa mengalahkan aku, tapi aku rasa kau tidak akan pernah bisa merebut Kheno dari ku, bahkan aku yang akan membuat kheno dan keluarganya membenci mu lalu kemudian mengusirmu. Tugas mu telah selesai cepat antar wanita murahan ini ke apartemen nya"
"Baik boss!"
pasti kalian sudah menebak bahwa gadis licik itu adalah putri yah tebakan kalian benar. Dan tentu saja supir yang Tara tumpangi adalah bagian dari rencana putri.
Kheno sibuk mencari keberadaan Tara yang tak kunjung pulang dari kantornya. Dia sudah beberapa kali menghubungi nya tapi, heandphone Tara tidak aktif. Lelaki itu kini telah berada di depan halaman kantor tempat Tara bekerja. seorang penjaga di kantor pun segera menghampiri kheno.
Kheno bertanya kepada sang penjaga.
Apakah semua orang di dalam kantor telah pulang. Penjaga lalu menjawab. Semua orang telah banyak yang pulang. Seketika itu Kheno merasa kebingungan di mana istrinya itu berada.
Sungguh pintar trik yang mereka buat. Tara duduk di belakang kemudi seperti semula.
Setelah sampai di apartemen.
Supir tersebut. Segera meminta Tara untuk bangun karena telah sampai.
"hemmm apakah telah sampai,." Ucapnya setelah bangun dari tidurnya.
"Benar." Lagi-lagi supir itu menjawab dingin.
Tara telah keluar dari Taxi. Dia berniat ingin membayar ongkos taxi, namun tiba-tiba sang supir menolak begitu saja saat ingin di bayar dan seketika pergi saat Tara bertanya kenapa di tolak.
Tara berkecamuk di dalam pikirnya, ini banyak tanda tanya.
"Eh kenapa dia menolak saat mau di bayar.? Apa dia tidak butuh uang.
Tapi rasanya terasa aneh kenapa aku tidur begitu nyenyak saat di dalam taxi dan tidak seperti biasanya?"
__ADS_1