The Perfect Cold Docter

The Perfect Cold Docter
BAB 12. Kontrak Pernikahan


__ADS_3

kenapa Tara mengirah jika dari awal Kheno adalah pria yang polosn, baik dan lemah lembut tapi dugaan nya salah malah pria itu terlihat seperti  iblis saat sedang marah.


Tara menatap sendu ke arah Vania . Apakah Vania tidak memikirkan bagaimana perasaan putra nya. Saat diri nya memutuskan untuk menikahkan nya dengan Tara, Padahal prinsip Tara ia paling tidak suka mengganggu hubungan orang lain. Apa lagi jika memutuskan untuk menjadi calon istri seseorang yang sudah memiliki pacar.


"Apa tante bersungguh-sungguh dengan keputusan tante."


"Tante rasa tante telah memilihkan gadis yang tepat untuk Kheno, tolong kabulkan lah keinginan tante ini Tara. Tante berjanji tak akan mengecewakan mu dan sekarang tolong  persiapkan lah diri mu untuk mendapingi kehidupan Kheno hemm, Kalau begitu tante ke kamar dulu. kau sebaiknya kembali lah ke kamar mu Dan jangan terlalu di pikirkan ok"


*


*


*


*


*


*


*


*


" Apa yang kamu pikirkan Khen, itu adalah keputusan ibu mu hiks hiks hiks…"


"Sayang… tolong jangan menangis. aku tidak akan menerima keputusan ibuku, Aku mencintai mu dan akan menikah dengan mu"


"Apa kau siap menikah dengan ku dengan ancaman seperti tadi. kau ingat ibu mengatakan jika dia akan mengambil seluru aset mu dan mencoreng nama baik mu jika sampai kau tidak menikah dengan nya. Lalu apa yang akan kau katakan kepada keluargaku jika kau akan menikahi ku tanpa sepersen harta. Orang tua ku pasti tidak akan setuju Khen."


''Lalu apa yang harus aku lakuka?" tanya nya bingung.


"Menikahlah dengan gadis itu untuk menyelamatkan nama baik mu!"


"apa! kenapa kau malah memutuskan menyuruhku untuk menikahi dia." Ucap nya tak terima.


"Kau ingin menikahi ku bukan. Maka lakukan saja itu. Kau hanya perlu manikahi nya tapi kau tidak boleh melakukan malam pertama dengannya. Atau bila perlu sebelum kalian menikah kau dan dia harus diam-diam membuat sebuah kontrak tanpa sepengetahuan tante Vania. Dan setelah tugas mu selesai kau bebas ceraikan dia."


"Apa itu adalah keputusan yang tepat. Jika aku menikah dengan nya lalu bagaimana dengan hubungan kita sayang. Dan apa setelah kami menikah apa boleh aku selalu bertemu dengan mu"


"Hemm tentu sayang. Hubungan kita masih akan tetap berlanjut melalui kontrak yang kau buat"


*chupp*


Kheno mengecup bibir putri sekilas "kau benar-benar cerdik sayang"


"Tentu saja aku kan pacar mu yang hebat dan gadis itu tidak ada apa-apa nya di banding dengan ku"


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


*


Ibu…


Aku menyetujuhi permintaan mu Aku telah mengambil keputusan ku


bahwa aku bersedia menikahi Tara Viola..


Tuaarrrtt langit-langit seperti akan meledak dan bumi seakan hancur setelah mendengar keputusan Kheno untuk segera menikahi Tara.


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


Semenjak kejadian kemarin malam pria itu tidak pulang ke rumah dan siang nya ia kembali datang bersama putri untuk mengatakan keputusan nya untuk menikahi Tara. Tante Vania sangat lah senang dan pada akhirnya pernikahan mereka akan di percepat 1 minggu lagi.


Tara memijat pelipis nya yang seakan mau pecah. Bagaimana mungkin secepat itu dia mengatakan bahwa ia bersedia menikah dengan Tara, padahal malam kemarin ia sempat membenci dirinya karena tidak mau menikah. Dia telah memiliki pacar yaitu Putri, dia mencintai Putri lalu kenapa saat itu Putri juga mempersetujukan Kheno untuk menikahi Tara.


Tara mencoba menarik nafas nya dalam-dalam lalu membuang nya perlahan. Sebelum tidur kebiasaan Tara adalah meminum segelas air putih. karena tidak ingin memikirkan hal itu lagi akhirnya Tara pun memutuskan untuk tidur kembali karena jam sudah menunjukan pukul 11 malam.


*Brakk…*


pintu kamar Tara terbuka lebar sehingga dirinya yang bersiap-siap untuk tidur pun terkejut. Tara terkesiap saat melihat sosok pria yang kini tenga berdiri manis di ambang pintu dia mendengus kesal karena pria itu karena masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Apa yang kamu lakukan? Harusnya ketuk pintu dulu sebelum masuk ke dalam kamar ku." Ucap Tara pada Kheno yah pria itu adalah Kheno.


kheno hanya menampakan senyum miring nya dan mulai melangkahkan kaki nya ke dalam kamar bewarna pink tersebut.


"Ini rumah ku bukan, Jadi bebas aku mau berbuat apa." Kemudian kheno melemparkan sebuah surat berisikan matrai di hadapan Tara.


"Apa ini?" tanya tara bingung.


"Apa kau bodoh!, itu adalah sebuah kontrak selama kita menikah. pahamilah apa isi kontrak itu setelah itu tanda tangan lah di atas matrai.


Tara  membaca isi kontrak tersebut  masih saja tidak mengerti apa maksud pria itu.



__ADS_1


Selama kita menikah kita tidak boleh tidur dalam satu ranjang.




Di larang saling bersentuhan.




Kau harus menuruti semua perintahku




selama kita menikah aku masih tetap berhubungan dengan putri




Berpura-pura lah bahwa kita saling mencintai di hadapan semua orang termaksud ibu ku.




----------------




-----------------




"Apa-apaan ini!… Apa menurut mu sebuah kontrak harus ada dalam sebuah pernikahan!" Ucap Tara yang geram karena tidak sanggup lagi membaca lanjutan dari aturan kontrak sialan itu.


Kheno mengambil kembali kertas kontrak yang telah di hempaskan Tara di bawah lantai.


kemudian pria itu tertawa nyaring menurut nya Tara terlalu serius menanggapi pernikahan ini.


"Hahahaha, apa kau pikir aku bersungguh-sungguh untuk menikahi gadis seperti mu. Hei sadarlah semua itu aku lakukan demi hidupku dan pacar ku Putri jika bukan karena itu aku malah tidak sudi untuk menikahi gadis murahan seperti dirimu''


*Dammm*,


hati Tara seakan ada yang aneh, rasa nya ada perasaan tidak terima saat Kheno mengatai diri nya sebagai gadis murahan.


"Aku tidak murahan seperti yang kau bilang!'' Desis Tara.


''Berhentih bertele-tele cepat tanda tangani itu aku tau kau juga tidak terlalu setuju untuk terlalu cepat menikah dengan ku. setelah Kita menikah kau juga boleh bebas melakukan apapun mau mu. Tapi terserah kau saja jika kau tidak mau menanda tangani kontrak nya kau tinggal bilang saja ke pada ibu ku bahwa kau tidak mau menikah dengan ku, dan aku dapat bebas dari ancaman ibu ku"

__ADS_1


Ternyata benar dugaan nya dari awal bahwa pria ini melakukan semua nya karena ada sebab.Tara cukup mencerna penjelasan itu, tanpa menyaring penjelasan itu lagi Tara pun setuju menanda tangani kontrak nya.


__ADS_2