The Perfect Cold Docter

The Perfect Cold Docter
BAB 32


__ADS_3

Suasana di dalam risort menjadi senyap. Kedua orang itu terdiam dan fokus ke hal masing-masing. Tara melihat dari kaca jendela risort ia terlihat masih memandangi pemandangan indah dari luar. Jujur ia sangat ingin keluar untuk berjalan-jalan tapi pria itu melarang nya.


"Seperti security saja" ucap Tara pelan tapi masih masih terdengar oleh kheno.


Di lihat dari wajah jutek nya Kheno dapat memastikan jika istrinya itu sedang marah padanya. Kendati terlihat seram justru wajah jutek Tara justru  terlihat sangat menggemaskan.


Merasa di perhatikan Tara memalingkan wajah  dan menemukan Kheno tenga meliriknya dari kaca jendela ia menaikan alis nya. "Apa?"


"Apa kau ingin berjalan-jalan keluar?"


mendengar hal itu, Tara langsung berdiri senang. Dan wajah jutek nya telah sirna.


"Yah ayo kita berjalan-jalan keluar, kau tau di luar sangat indah." Lagi-lagi Tara bertingkah menggemaskan dia mengembungkan pipi nya agar Kheno mau menuruti keinginannya.


"Hahaha padahal aku hanya becanda. Tidak kau tidak boleh kemana-mana tetap lah di sini!''


"Oh baiklah kalau begitu aku akan menelpon ibu mu, karena kau selalu berperilaku buruk pada ku"


"Apa kau mengancamku? Baiklah lakukan saja"


"oh ok. Kau pikir aku akan main-main, baiklah aku akan menelpon ibu lihat saja nanti betapa marah nya ibu kepada putra kesayangan nya"


Tara menunjukan layar heandphone nya pada Kheno. Di depan layar telah terdapat nama ibu mertua. Lalu Tara memencet tombol memanggil. Untuk sesaat masih berdering.


"Hey apa yang kau lakukan cepat matikan''


''tidak akan, kecuali kau mau menemani ku jalan-jalan keluar"


"aissh dasar keras kepala. Baiklah ok ok ok, aku akan menemani mu jalan-jalan keluar. Tapi sebentar saja.''


"Haa benarkah. Kau janji"


"hmmm''        


Tara dengan cepat mematikan panggilan nya padahal nomor itu bukan nomor ibu mertua nya sungguhan 😄.


"Kalau begitu tunggulah di sini aku akan ganti baju dulu"


10 Menit kemudian


"Aku telah selesai, ayo kita pergi"



Kheno mengikuti langkah Tara dari belakang. Sebenarnya dia sangat malas untuk keluar, karena menurut Kheno tujuan ia datang kemari hanya lah untuk hal penting.


Tara tidak pernah berhenti Memberikan setiap senyuman manisnya ke orang-orang lewat di sekitar. Terkadang banyak dari beberapa pria yang lewat mengagumi kecantikan Tara.


        

__ADS_1


   


"Waw.. she was beautiful"


"and even looks like a fairy"


ㅡㅡㅡㅡㅡㅡ


Mereka berbicara menggunakan bahasa inggris. Dan dari situ nampak


Wajah Kheno berubah padam saat mereka berusaha menggoda Tara, apa


Lagi beberapa dari mereka ada yang ingin meminta nomor heandphone Tara. Kheno langsung melebarkan langkah nya menyamai posisi Tara, lalu kemudian merangkul pinggangnya.


"Hey, my wife, let's go over there." Kheno berucap sebari tersenyum manis.


Tara yang merasa kurang memahamin situasi ini pun mengikuti saja alur apa yang akan lakukan Kheno.


Sedangkan pria-pria yang sedari tadi ingin menggoda Tara Pun merasa kecewa karena wanita cantik itu telah memiliki suami.


Tanpa terasa pula Kheno dan  Tara kini telah berada di pusat besar wahana in new york.


"Huaaaaa apakah aku bermimpi, ternyata ini  benar di new york Kheno bisa kah kau fotokan aku di dekat air mancur ini"


"Hmm baiklah kemarikan kamera nya". Kheno mengambil alih kamera Tara dan dia mulai mengambil scane yang bagus untuk di ambil.


"Ia itu karena kondisi ku lagi mod, jika aku benar-benar tidak mod mungkin aku akan mengambil foto yang jelek sama seperti mu" kheno berucap seakan-akan mengejek Tara.


Tara pun gemas memukul pelan lengan kheno. "Bilang saja kalau aku itu cantik"


seorang pria muda tiba-tiba ia datang menghampiri Tara dan Kheno. Pria


Muda itu tenga mengantungakan kamera di lehernya, sepertinya pria muda itu adalah fotografer.


Entah kenapa ia sangat tertarik melihat kimistiry mereka Tara dan Kheno ia pun jadi sangat yakin bahwa


Mereka adalah sepasang kekasih. Pria Itu pun mulai bertanya kepada mereka.


"Permisi" ucap pria itu sopan.


"Siapa kamu?"_Kheno


''Perkenalkan saya Arga, saya adalah seorang fotografi di sini"


"Eh tunggu apa kau bisa berbahasa indonesia"_Tara


"Ya benar saya berasal dari indonesia dan juga bekerja di sini"_Arga


Kheno sangat terusik dengan situasi ini ia melihat Tara yang terlihat begitu terpikat berbicara dengan pria asing ini. Langsung saja Kheno to the poin.

__ADS_1


"Dengar aku tidak perduli siapa atau dari mana kau berasal yang jelas apa tujuan mu kemari"


"Ah maaf saya terlalu banyak berbicara. Begini apakah saya boleh mengambil foto kalian berdua di sini?"


    


Ketika itu pun mata Tara langsung berbinar.


"Benarkah, apa kau mau mengambil foto kita berdua"_Tara.


''maaf kita tidak tertarik sebaiknya kau pergi saja"


"aissh dasar lelaki es ini, selalu saja bersikap sombong"


Arga tersenyum getir menampilkan barisan gigi putihnya.


"Tenanglah aku bukan fotografi abal-abal kalau tidak percaya ini kartu namaku"


Arga menunjukan kartu nama nya agar Kheno dapat percaya bahwa dirinya bukan fotografi abal-abal.


"Kau lihat itu dia benar-benar seorang fotografi.. kalau begitu tidak usah banyak bicara lagi, ayo foto kami berdua"


Tara menarik tangan Kheno agar mau   ikut berfoto, namun sayang Kheno menolaknya Dia menarik tangan nya dari genggaman Tara.


"Aku tidak ingin!..


"Tidak pokoknya kau harus ikut berfoto, kalau tidak maka aku akan menelpon ibu mu''


Dengan sekuat tenaga dan dengan berbagai ancaman akhirnya Kheno luluh dan menuruti keinginan Tara.


Arga tersenyum cerah ketika melihat tingkah lucu mereka berdua lalu segerahlah ia mengarahkan kamera nya ke arah mereka.


"1...2...3...


Sudah 15 menitan mengambil foto namun Arga sedikit kecewa dengan hasil foto yang ia dapat. Kheno dan Tara masih terlihat begitu kaku saat di foto, jadi dia ingin meminta keduanya untuk lebih melakukan hal yang lebih romantis.


"Maaf tuan Kheno bisakah kau, melingkarkan kedua tangan mu di pinggang istrimu, dan kau nyonya bisa kah kau menggantungkan tangan mu pada leher semuami mu?


"kenapa harus seperti itu, jadi seperti banyak aturan_Kheno


"saya hanya ingin mencari angel yang pas untuk kalian berdua.


Tidak ingin mendengarkan penjelasan lagi dari sang fotografi, kini Kheno telah menaru tangan di pinggang ramping Tara begitu pun Tara yang menggantungkan tangan nya di leher Kheno mereka di suruh untuk saling menatap dalam dekat seperti akan berciuman.


Beberapa hal yang mulai di rasakan Kheno dan Tara.


Kheno vop:


kenapa jantung ku berdebar tidak karuan di saat Tara menggantungkan lehernya di leher ku, serta tatapan matanya tak lepas dari pikiran ku sehingga membuat ku begitu nyaman ketika menatap matanya apakah aku mulai jatuh cinta padanya.

__ADS_1


__ADS_2