
Sambil memakan mereka juga saling bercanda serta tertawa bersama.
Ada sedikit sisa makanan menempel di ujung bibir Tara.
Seperti layaknya pasangan yang romantis, Irvan menyapu jempol nya pada bibir Tara guna membersih kan sisa makanan tersebut.
"Ah, tidak usah terimakasih. Aku bisa sendiri!"
Tara berhayal, coba saja kheno mempunyai sifat yang lemah lembut seperti Irvan. Namun tidak bahkan Pria itu cendrung kasar dan egois.
Tanpa mereka sadari Putri dan Kheno juga melihat keberadaan mereka yang tidak jauh dari meja yang di tempati mereka hanya saja kelang tiga meja.
" Lihatlah bukan kah itu, wanita murahan itu. Ternyata dia mudah sekali mendapatkan seorang pria dengan wajah polos nya"
kheno tak menyangkah bahwa sosok wanita yang di sukai Irvan itu adalah Tara. dan ia merasa tidak suka saat irvan berperlakukan manis dengan Tara. apalagi saat Irvan menyentuh bibir Tara dengan tangan nya itu membuat diri begitu begitu terusik seolah-olah tidak rela jika mainan nya di ambil orang.
saat sedang asyik yang tertawa Tara juga sempat menoleh kan kepala nya. Ia juga tidak menyangka Kheno dan Putri berada di restoran yang sama.
Tara berhenti tertawa sesaat melihat kheno melihat nya begitu tajam nan menusuk.
Dirinya tidak takut dengan tatapan itu, dia tidak memperdulikan itu lagi ia malah menatap kembali Irvan. Agar Irvan tidak menolehkan juga kepala nya kesamping.
__ADS_1
Jujur rasa nya ada perasaan yang tidak suka juga saat diri nya bersama Putri.
*Malam hari nya*
Tara pulang ke apartemen jam setenga delapan malam. Tara ingin menutup pintu nya kembali tapi setelah menutup pintu nya bertapa terkejut nya dia kheno tenga berdiri di belakang nya dengan melipat kedua tangan nya.
Tetapi Tara malah mengabai kan tatapan itu lagi. Tara malah berjalan melewati
Kheno, tapi belum sempat dia berjalan kheno menarik tangan nya untuk berhentih.
"Bagaimana rasa nya jika makan berduan dengan seorang pria lain."
"lepaskan aku, apa-apaan kau ini!" Kheno semakin memperkuat pegangan tangan nya pada pergelangan Tara.
"kau gila! ada apa dengan mu ini. Apa kau cemburu!" Selidik Tara.
"Chhi aku tidak cemburu!. Aku hanya perduli pada ibu ku, bagaimana jika dia tau bahwa gadis yang selama ini dia kira baik ternyata dia sering kencan bersama pria lain!" dan Tunjuk kheno pada Tara
"Cuma aku ingatkan pada mu tolong jangan mengoda sahabat ku Irvan seperti kau menggoda ku waktu dulu, aku akui kau memang wanita liar!"
*plaakk,..*
"Sudah cukup!!" Tara langsung menampar wajah kheno karena telah berani menghina nya liar.
__ADS_1
Baru kali ini ada seseorang yang berani menamparnya. Ia sangat tidak suka hal itu, Ia ingin memarahi Tara kembali, tetapi tidak jadi, Karena melihat mata Tara yang nampak berkaca seperti menahan tangisan.
"ini tidak adil untukku, kau tidak mengizinkan aku pergi bersama pria lain, lalu bagaimana dengan mu yang selalu menyempatkan waktu dengan pacar mu. Lalu apakah ibu mu tidak akan marah dengan hal itu!"
"aku akui kau memang pria yang egois, kasar, dan keras kepala Berbeda dengan sahabat mu Irvan yang memiliki sikap lemah lembut dan empp__"
kheno ******* bibir Tara agar Tara berhenti membeda kan diri nya dengan Irvan. Tara ingin memberontak dengan memukuli dada bidang kheno dengan tangan nya agar diri nya segera melepaskan ciuman nya.
Kheno semakin memperdalam ciuman nya, dengan memasukan lidah nya ke dalam rongga mulut Tara.
Dirinya tidak perduli dengan pemberontakan itu, Ia begitu sangat menikmati ciuman itu, bibir Tara seperti madu untuk nya saat di kecup begitu manis.
Sebenar nya kheno sangat ingin bermain sex lagi dengan Tara. Tapi dia mengurungkan niat nya karena kondisi Tara yang seperti ini.
Ia menyudahi ciuman nya pada bibir Tara karena telah banyak air mata yang mengalir deras di permukaan wajah cantik nya.
Dia masih manautkan kening nya pada kening Tara. Ia memberi jedah nafas untuk Tara. ia menangkup kan kedua tangan nya pada wajah nya.
" Dengar…, aku paling tidak suka jika kau membandingkan aku dengan pria lain. Dan jika itu sampai terjadi lagi kau akan aku beri pelajaran, kau mengerti ".
Setelah mengatakan itu kheno langsung segera pergi meninggal kan Tara.
Tara menghapus jejak ciuman Kheno pada bibir nya.
__ADS_1
"Dasar pria brengsek!"