The Perfect Cold Docter

The Perfect Cold Docter
BAB 25. Merasa Bersalah


__ADS_3

Kilau matahari pagi begitu mengusik tidurnya Tara mengerjap-ngerjap kan mata nya mencoba menetralisir kilau matahari yang cukup silau di mata. ia merasa ada beban berat di bagian tubuh nya, ada tangan kekar yang melingkar erat di perutnya. ia mencoba membuka mata nya pelan-pelan namun pasti.


Tara berteriak kencang, sesaat dia melihat kheno Tepat berada di sampingnya.


Karena wajah kheno tepat di samping wajah nya.


"Kyaaaaaa!!" Tara menjerit reflek lalu menendang tubuh Kheno hinggah jatuh terpental di samping bawah ranjang.


Sang empuh merasa kesakitan. Bokong mulus Kheno berhasil mencium lantai akibat ulah Tara yang telah menendangnya.


"Aww!!! Apa yang kau lakukan ini sakit bodoh." Kheno memegang bokong nya yang terasa sakit.


"Maaf, aku tidak sengaja" lirih Tara pelan.


Kheno segera bangkit dia menatap kesal pada Tara. "Tidak sengaja, bagaimana bisa kau bilang tidak sengaja menendang ku. Itu mustahil!"


"Karena itu juga salah mu, kenapa kau tidur sambil memeluk tubuhku erat. Yah aku reflek, aku kira siapa, Dan kenapa aku bisa tidur bersama mu bukan kah aku harus tidur sofa?"


kheno tersenyum getir ketika mendengar tutur kalimat dari mulut polos Tara.

__ADS_1


"Apa kau pikir aku sengaja ingin tidur bersama mu, lalu kemudian memelukmu, itu semua kau yang meminta ku untuk menemani mu tidur dan kau juga menyuruhku untuk memeluk tubuhmu. Apa kau tak ingat semalam mabuk dan tidak sadarkan diri."


Tara meremas kepala nya, mencoba mengingat apa yang terjadi semalam. Dia semalam berada di club, dia terlalu banyak meminum alkohol makanya jadi seperti ini.


"Kau mengira aku ibu mu. Apa kau ingat itu?"


Tara menunduk malu. Karena tidak biasa nya dia meminum wine sebanyak itu.


"Maaf aku telah merepotkan mu.'' Lirihnya pelan sambil mendukkan kepalanya.


"bagus kalau kau sudah mengingatnya." kata Kheno dingin dan berlalu meninggalkan Tara yang masih tertunduk.


Saat di kantor Tara Melamun masih sempat memikirkan pristiwa ketika ia bertemu dengan ibu nya di tambah dia telah membuat kheno marah akibat ulahnya.


''apaan sih." Ucap Tara kesal karena clarisa telah menganggu mood nya.


"Kau kenapa sih? Jangan memikirkan  masalah mu sendirian, curhatlah dengan ku, agar aku bisa membantu."


Tara menghela nafas nya berat setelah menceritakan masalahnya kepada Clarisa.

__ADS_1


"Kau bertemu dengan  ibu sedangkan ibu mu itu tidak mengingat mu yah. Tara mungkin saja ibu mu itu benar-benar tidak mengingat wajah mu bukan kah sudah sangat lama kalian tidak bertemu."


Tara mencerna ucapan Clarisa...mungkin saja ibunya tidak mengingat wajah nya karena sakarang Putri nya telah tumbuh dewasa. Tapi entahlah Tara belum bisa memikirkan hal ini lagi.


Bukan itu saja sahabat nya itu meminta Tara untuk segera meminta maaf pada kheno.


Dia juga berusul agar Tara memasakan makanan kesukaan kheno lalu mengantarkan nya langsung kerumah sakit.


"Aku tidak mau melakukan hal itu." Tolak Tara.


"Kenapa tidak mau?"


"usul mu itu terlalu tidak masuk akal


tidak aku tidak akan mengantarkan makanan apa lagi aku harus pergi ke rumah sakit, bisa-bisa aku di ejek oleh nya. "


Clarisa menepuk pundak Tara. "Dasar bodoh, kau itu istri nya kenapa harus malu! Kau harus melakukan itu agar dia memaafkan mu"


"Apakah tidak ada cara lain?"

__ADS_1


"Tidak ada hanya itu"


Mendengarkan hal itu, Tara hanya bisa menenggelam kan wajah di atas meja.


__ADS_2