
Mobil sport warna merah memarkir tepat di halaman rumah sakit lalu keluarnya seorang gadis cantik berpakaian sexy . Gadis itu segera turun lalu memeluk erat seseorang yang telah lama ia rindukan.
Pria itu berdiri tepat di depan rumah sakit pria itu tersenyum bahagia sambil membalas pelukan sang gadis.
''aku merindukan mu sayang".ucap sang gadis begitu senang.
''aku juga sangat merindukan mu sayang" jawab kheno bahagia.
"Bagaimana keadaan mu sayang.lalu apa kau tidak merindukan aku saat berada di singapur"? Tanya sih gadis pada kekasihnya itun
''jelas aku sangat merindukan mu, menetap lah di sini. Dan sesegerah lah menikah dengan ku dan memiliki seorang anak" pinta kheno.
''kenapa kau membicarakan hal ini di tempat ini''
''Kenapa tidak boleh. Bukan kah rumah sakit ini milik ku. hahaha baiklah ayo kita masuk kedalam'' Ajak kheno.
yah benar dia adalah dokter kheno dan yang saat ini sedang memeluk pacar nya dia adalah putri pacar nya yang telah 3 bulan menetap di singapura.
Seorang gadis tenga berdiri tidak jauh dari halaman rumah sakit tersebut. Dengan posisi tangan yang masih memegang toples kaca berisi coklat.
Ia menatap tak percaya dengan kejadian yang ada di depan nya. ternyata dokter Kheno sudah memiliki pacar yang lebih cantik dari nya ia juga kembali berpikir.
''ternyata dia telah memiliki pacar, tapi kenapa ia tidak bilang ke pada ku tentang hal itu. Aku benar-benar bodoh terlalu terobsesi dengan ketampanan nya sehingga aku rela memberikan mahkota ku untuk nya "
Ada suatu hal yang terpenting dalam hidup Tara. Gadis itu paling tidak suka mengganggu hubungan dengan seseorang pria yang tenga memiliki pacar. Tapi bagaimana ia kini telah melanggar aturan nya sendiri. entah sampai kapan ada aturan seperti itu dalam kehidupan nya.
''baiklah mungkin ini adalah karma untuk ku. Aku tidak dapat menyesalinya karena nasi telah menjadi bubur''
Tapi aneh nya ada perasaan sakit saat diri nya melihat kheno memeluk gadis itu. entah perasaan apa itu. gadis itu tak perlu memikirkan nya lagi dan ia lebih memilih meninggalkan rumah sakit itu sambil menundukan kepalanya.
__ADS_1
Sebuah mobil tanpa sengaja hampir menabrak Tara karena berjalan sambil menunduk. Tara terjatuh untuk menghidar yang membuat sikut nya terluka sedikit. Coklat yang Tara bawa pun kini pecah yang membuat coklat nya berhamburan.
''coklat ku……'' rengek Tara pelan.
Pemilik mobil itu pun keluar dan langsung membantu Tara untuk berdiri.
"Maaf mba saya tidak sengaja.
Apa mbak baik-baik saja?" Ucap pria bersetalan seperti dokter itu sopan ke pada Tara. "mari saya bantu berdiri."
Tara kemudian cepat menolak
"saya baik-baik saja''
"Tapi seperti nya sikumu berdarah. Itu harus segera di obati sebelum terinfeksi''
''Terimakasih saya bisa mengobati luka ini sendiri"
Jika masuk kesana berarti Tara akan bertemu kheno.. Hmm tapi sudahlah lagi pula Tara akan melupakan nya dan anggap saja hal itu menjadi sebuah pembelajaran untuknya Selain tampan dokter ini juga baik. Sebaiknya ia jangan tolak keinginannya.
Kini Tara telah berada di ruangan milik dokter yang sudah ia ketahui nama nya lewat bag nama nya. Dr. Irvan.
''Siapa nama mu?" tanya dokter irvan kepada Tara.
"Hmm nama ku Tara Viola...dan Dokter bisa memanggilku Tara saja."
''Nama yang cantik, seperti orang nya''.
Tara tersenyum simpul. Bukan berarti Tara akan kegeeran ketika di puji cantik. Tara pun membalas.
__ADS_1
''kau juga terlihat cantik dokter "
Dokter irvan terkekeh. Mungkin dia berpikir Tara akan mengucap kan terimakasih tetapi untuk gadis ini tidak.
''hey aku tidak cantik..tapi aku tampan. "
Seseorang masuk begitu saja ke ruangan dokter Irvan..dia adalah Kheno melihat keberadaan dokter Kheno yang semakin dekat dengan nya membuat Tara sedikit terusik lalu ia menutupi wajah nya dengan surai hitam pajangnya.
"Hey van.. Kenapa kamu baru masuk di jam segini''
"Ada apa dengan mu. Seharus nya kau ketuk pintu dulu sebelum masuk''.
"Haha kenapa tidak boleh..bukankah hal ini telah biasa aku lakukan, Oh rupanya kau telah mengobati pasien mu yah?"
Tunggu kheno nampak tidak asing dengan seorang gadis yang saat ini sibuk menutupi bagian wajah nya dengan rambut dan tangan nya.
"Tara... "
Tara serentak ketika tangan irvan memegang pundak nya. Hingga ia begitu kaget pada akhirnya matanya dan mata Kheno bertemu.
"Ada apa dengan mu kenapa kau menutup wajah mu'' Tanya dokter Irvan namun tidak di hiraukan Tara.
Aneh nya lagi jantung Tara kini berdetak tak karuan di saat melihat Kheno. untuk menghindari ini akhirnya Tara memutuskan untuk segera pergi.
''Teterimakasih dok saya permisih pulang dulu''Tara melewati kheno lalu berlari cepat menuju luar rumah sakit.
"Ada apa dengan nya... Kenapa ia buru-buru pergi'' Ucap irvan bingung.
Kheno VOP.
__ADS_1
Aku sudah menduga bahwa dia adalah Tara, tapi kenapa ia begitu takut dan seakan-akan menghindari ku sedangkan aku biasa saja saat melihatnya.
Kheno vop and.