
"Ayo kembali kerumah" ujar si kakek. Raziel masih tetap diam tanpa ekspresi mengikuti si kakek. Sesampainya dirumah... "Sekarang kau sudah melihatnya. Semua tergantung kepadamu. Apakah dia yang mengendalikan mu, atau kau yang mengendalikan dia".... Raziel tidak menjawab. " 1 hal yang perlu kamu ketahui, dia jauh lebih kuat dari Ra, tapi jauh lebih lemah darimu" Raziel hanya mendengarkan tanpa merespon perkataan si kakek. Perlahan-lahan, Raziel berjalan ke arah tempat tidur kayu. Mengenakan pakaian Ninja klan The Mist yang selama ini dia gunakan untuk bertarung, mengambil Rebellion Paradox, lalu melangkah keluar rumah. Sesampainya didepan pintu, dia hanya mengucapkan "terimakasih" lalu pergi. Si kakek pun membalas "Kembalilah jika kau selamat".....
........
Kuil Klan Hyorin
"Sensei... ada hal yang mengganggu pikiran ku" ujar Renji. "Ya aku tau." jawab Iori
"Itu karena dia sudah tidak memikirkan status di dunia bawah. Yang ada dalam benak dan pikiran nya hanya amarah dan dendam yang sangat besar"
"Sensei, jadi aku akan menghadapi nya tanpa kontrak"?
" Meskipun aku membuat kontrak dengannya, dia tidak akan mempedulikan nya. Untuk itu kau bersiaplah"
"Baik Sensei" jawab Renji.
.......
Tangga Kuil Klan Hyorin
Raziel menghentikan langkahnya didepan gapura. Didepannya membentang tangga yang mengarah ke sebuah Kuil. Dia tiba didepan Kuil Klan Hyorin. Jika dihitung-hitung, tangga dari gapura menuju Kuil berjumlah kurang lebih 2000 anak tangga. Mata Raziel menatap tajam ke ujung anak tangga yang mengarah ke Kuil Klan Hyorin. Dia berlutut didepan gapura, meletakkan pedangnya didepan nya, lalu mengeluarkan kain berwarna merah dari balik baju Ninja nya, lalu mengikatkannya di bahu kanannya. Dia meraih pedang nya, meletakkan nya di punggung nya dan berdiri. Sekarang penampilan nya sudah siap bertempur. Dengan seragam Ninja The Mist, kain merah yang melingkar di bahu kanannya, dia melangkah menaiki anak tangga menuju Kuil Klan Hyorin.
.......
__ADS_1
"Aura ini....?" Ujar Iori.
"Aura apa ini..?" tanya Renji dalam hati.
"Berkumpul semua." Perintah Iori kepada seluruh pasukan Ninja nya. Sejurus kemudian, Ninja yang berjumlah kurang lebih 50 orang sudah berkumpul di ruangan tengah Kuil Hyorin tersebut.
"Habisi dia" perintah Iori singkat.
Semua Ninja menundukkan kepala mereka, lalu menghilang.
Renji tiba di ruangan Iori.
"Kau dan aku, kita akan menghadapi dia di sini" ujar Iori. Renji membungkukkan badannya.
......
Raziel berjalan memasuki Kuil, dan akhirnya.... Kini didepannya berdiri Iori dan Renji.
Tatapannya sangat tajam menatap Iori dan Renji.
Mereka bertiga bertatapan tanpa sepatah kata sedikitpun...
..........
__ADS_1
Saling bertatapan, Raziel mengangkat pedang nya dari punggungnya. Begitu juga dengan Renji. Iori hanya berdiri dengan tongkatnya menatap ke arah Raziel.
Secara tiba-tiba Raziel bergerak dan melesat langsung ke arah Renji. "Trang....." Suara pedang beradu. Renji ternyata sudah bersiap siap. Raziel kemudian bergerak memutar, lalu dengan cepat melesat dari sudut kiri Renji. Mengayunkan pedang nya kearah kiri Renji. Renji juga bergerak mundur, lalu melompat menghindari serangan Raziel. "Bumm..." Serangan Raziel menghantam lantai Kuil dan menyebabkan ledakan kecil. Mengarahkan pedang nya keatas, Renji dalam posisi hendak menyerang. "Kamikaze".... Renji mengeluarkan cahaya biru dari ujung pedang nya yang langsung menghantam tubuh Raziel. Raziel terpental ke dinding Kuil. Dari mulut nya keluar darah segar. Kembali berdiri, Raziel memposisikan pedang nya di tengah lalu melesat ke arah Renji "Teknik Kabut, Tarian Bunga Api"....
Renji pun membalas " Teknik Api, Gelombang Kematian".....
Serangan Raziel dan Renji saling beradu. Mengeluarkan percikan listrik... lalu "Bummmm" efek dari benturan kedua serangan itu menghasilkan ledakan di udara. Renji terdorong mundur beberapa langkah, sedangkan Raziel terhempas kembali ke dinding Kuil. Raziel kembali berdiri, merentangkan pedang nya lurus kesebelah kanan dia kembali melesat "Teknik Kabut, Thousands Sword.." Renji yang belum sempat menangkis hanya bisa bergerak menyamping menghindari serangan Raziel. "Seeettttt..." Secara tiba-tiba sebuah luka sayatan muncul dipipi Renji dan mengeluarkan darah. Renji terkejut dengan luka dipipinya tersebut sembari menyentuh bekas sayatan di pipinya yang mengeluarkan darah. "Setelah bertahun-tahun, dia orang pertama yang berhasil melukaiku" ujarnya dalam hati....
Melihat luka sayatan di pipi Renji, Raziel tidak mengeluarkan ekspresi apapun. Dengan posisi membungkuk, dia mengarahkan pedang nya lurus kebelakang lalu melompat ke arah Renji "Teknik Api, Putaran Bunga Lili".....
Serangan ini langsung menghantam tubuh Renji yang masih shock akibat luka sayatan di pipinya.
"Sshheetttt...." Sebuah luka sayatan panjang muncul di dada Renji dan mengeluarkan darah segar. Renji jatuh dengan posisi berlutut bertumpu pada pedangnya. "Arrrrgghhhhhh" Teriak Renji.
Renji berdiri, menarik nafas panjang. Dia menusuk perutnya dengan pedang nya sendiri. Iori yang sedari tadi hanya memperhatikan mereka bertarung pun mengetukkan tongkat nya kelantai "Tak... tak... tak" terdengar suara tongkat tersebut diketuk. Seketika, tubuh Renji mengeluarkan aura berwarna merah darah yang diikuti dengan tubuhnya bertambah tinggi. Pakaian Ninjanya tercabik, mengungkapkan wajah asli Renji yang perlahan-lahan berubah menjadi wajah singa dengan bekas luka sayatan memanjang dimatanya. Otot Renji semakin membesar, luka yang ditimbulkan oleh Raziel tadi telah hilang tanpa bekas. Memegang 2 buah pedang di tangannya, kini Renji telah berubah menjadi bentuk Singa yang berdiri dengan 2 kaki diselimuti oleh aura berwarna merah darah memancar dari sekeliling tubuhnya. Raziel hanya memperhatikan bentuk perubahan Renji tanpa ekspresi sama sekali. Iori yang tadi mengetukkan tongkat nya kelantai tiba tiba bersuara "Han... Hao... Shikai" mengeluarkan sebilah pedang dari tongkatnya, Iori yang berperawakan kakek tua bungkuk, tiba tiba berubah menjadi sosok tinggi besar, menggunakan pakaian Ninja berwarna hijau. Kulitnya menumbuhkan sisik sisik tebal. Lidahnya memanjang. Di dahinya keluar sebuah tanduk kecil. Kini Iori telah berubah menjadi sosok ular berbadan manusia, dengan tanduk di dahinya yang sedang menggenggam sebuah pedang. Raziel tidak menunjukkan ekspresi apapun. Dia menatap tajam ke arah Iori, lalu memalingkan wajahnya ke arah Renji. Secepat kilat, Raziel melompat ke arah Renji "Teknik Kabut, Flying Sword" dia menggunakan teknik Rudra menggunakan Rebellion nya... "Wushhhhh"
Belum sempat serangan itu mengenai Renji, Iori menembakkan sebuah cahaya dari mulut nya "Mugen Cannon"..... Sebuah bola cahaya berwarna hijau keluar dari mulut Iori yang mengarah langsung ke Raziel. " Brukkkk" Serangan itu telak mengenai Raziel....
Raziel terpental jauh dan menghantam dinding Kuil. Kepalanya mengeluarkan darah dengan sangat deras.....
Perlahan-lahan kesadaran nya menghilang......
.......
__ADS_1