The Tale Of A-Raziel

The Tale Of A-Raziel
Misi Kedua Berhasil. Runtuhnya Garis Keluarga Han


__ADS_3

Raziel yang sedang berdiri tegak menghadapi ayah dan anak secara tiba tiba mengeluarkan aura api berwarna merah. Aura itu semakin besar, dan besar, dan semakin membesar terlihat seolah-olah sedang membakarnya. Begitu juga dengan Jeremy. Otot tubuh nya semakin membesar. Tubuh nya diselimuti aura berwarna kuning. Terlihat juga bagian wajah Jeremy berubah. Kulit kulit wajah nya berubah mengeluarkan bulu bulu tipis berwarna hitam, yang perlahan-lahan menyebar ke seluruh tubuh Jeremy. Taring panjang muncul dari sudut kiri dan kanan mulut Jeremy. Diselimuti bulu bulu hitam disekujur tubuhnya, dan otot yang sangat besar, kini Jeremy bersiap menghadapi Raziel. Han terlihat tidak melakukan apapun. Dia hanya memperhatikan Jeremy dan Raziel yang saling mengeluarkan aura kekuatan mereka. Tampak jelas kekhawatiran di wajah Han, namun dia masih tidak melakukan apapun. Sesaat kemudian.....


"Sssswwwiiingggg" Raziel melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Jeremy, meninggalkan sebuah retakan besar dari tempat dia berdiri sebelumnya...


Disusul dengan Jeremy yang melompat tinggi ke udara, dengan tangan kiri membidik ke arah Raziel, dan tangan kanan mengepal dibelakang...


Jeremy berteriak... "Teknik Angin. Meriam Udara"


Tampak Jeremy sambil melayang di udara, terlihat seperti memukul mukul ke arah Raziel dari jauh. Seketika itu juga, sebuah bola cahaya berwarna kuning terbentuk dan melesat ke arah Raziel...


"Ssssyyyuusss.... sssyyyuuusss... sssyyyuuss"


3 bola cahaya kuning melesat ke arah Raziel sesaat setelah Jeremy memukul udara seolah-olah Jeremy menembakkan nya dari tangannya. Melihat hal ini, lantas Raziel pun menyilang kan kedua pedangnya, mengarah tepat ke arah 3 bola cahaya itu Raziel pun menghalau nya dengan kedua pedangnya nya saling menyilang dan berteriak..


"Teknik Kabut. Wolf's Sing"....


"Ttttrriiiinnnngg........." Terdengar suara kedua pedang Raziel bergesekan menahan 3 bola cahaya itu.... lalu sesaat kemudian...


"Hhhhoooooaaaaaa" Raziel mendorong 3 bola cahaya itu, dan menghempaskan nya kembali ke arah Jeremy. 3 bola cahaya serangan Jeremy pun melesat berbalik arah ke arah Jeremy...


Sedikit menendang di udara, Jeremy pun menghindari nya. "Bbbbuuummmm" 3 bola cahaya itu meledak menghantam langit-langit rumah Jeremy dan meninggalkan lubang besar...


Sambil perlahan-lahan Jeremy turun ke lantai, belum sempat kaki nya menyentuh lantai, Raziel sudah kembali melesat dan membungkuk tepat didepan Jeremy dengan dua pedang mengarah lurus kekiri dan kanan seraya berteriak...


"Teknik Api. Tarian Bunga Api....!!!!"


Bergerak berputar, Raziel mengayunkan kedua pedangnya tepat ke arah tenggorokan Jeremy, namun....


"Tttttiiiiinnngggggg" Jeremy menangkisnya dengan tangan kosong. Tangannya tidak terluka sama sekali.


Sontak saja Raziel sedikit terkejut melihat serangan nya ditangkis dengan tangan kosong.


Lantas Jeremy menangkap kedua pedang Raziel lalu menggenggam nya dengan tangan kirinya. Kini Raziel sudah berada di depan Jeremy, kesulitan menarik kedua pedang nya yang di genggam oleh Jeremy...


Dengan satu gerakan, tangan kanan Jeremy mengeluarkan sinar kuning, lalu meninju telak kepala Raziel.


"Bbbukkk...Bbuukkkk...Bbbuukkk...bbbuukkk"


1, 2, 3, 4 dan 5 pukulan Jeremy mendarat telak di wajah Raziel. Raziel pun tersungkur tepat dibawah kaki Jeremy. Sambil meringis kesakitan, Raziel mencoba berdiri. Belum sempat berdiri, Jeremy kembali menyerang Raziel. Menggunakan kaki kanannya yang sangat besar, Jeremy menendang bagian perut Raziel dengan sangat sangat keras...


"Ddddduuuuukkkkkk" tendangan itu mendarat di perut Raziel, dan melemparkan Raziel ke arah dinding rumah Jeremy....


"Brrruuukkkk" Raziel pun menghantam dinding rumah Jeremy... "Aaakkkhhhhh" Raziel mengerang....


Kelihatan jelas darah keluar dari mulut Raziel....


______________


Disisi Lain


Edward tampak sedang duduk berbincang-bincang dengan Johnny.


"Hey Edward. Aku dengar sebuah rumor, kau kembali menjadi perantara"


"Hanya sebuah rumor. Belum tentu benar Johnny"


"Tapi bagaimana jika rumor itu benar? kau tidak khawatir dengan keselamatan mu"?


"Tidak. Dunia bawah melindungi ku dengan peraturan ketat nya"


"Kau yakin? Ingat Edward, Kematian Ellen dan anak laki-laki mu kala itu, berkaitan dengan dunia bawah"


Edward menghela nafas panjang


"Haaahhhhhh... itu lah alasannya aku menjadi sedikit keras terhadap Lidya."


"Agar Lidya membencimu, dan orang orang tidak tahu kalau dia anakmu"? ujar Johnny kembali


"Ya. Dengan begitu, keamanan Lidya tidak perlu aku khawatirkan"...


"Ingat Edward, kau berada di lembah hitam. Dunia bawah begitu kejam. Cepat atau lambat mereka akan menyadarinya" ucap Johnny.

__ADS_1


"Setidaknya, selama aku tidak mempunyai musuh di dunia bawah, aku masih bisa tenang" jawab Edward lagi


"Betul kau tidak punya musuh. Tapi perlu kau ingat, ketika eksekutor mu berhasil menjalankan kontrak nya, Grade mu akan naik. Status mu akan naik. Tentu ini dapat menimbulkan kecemburuan di dunia bawah. Dan kau pasti sudah tahu apa yang terjadi selanjutnya" ujar Johnny lagi


Mendengar hal ini, sontak saja Edward kaget. Dengan kekhawatiran di wajahnya Edward pun berkata "Terus, aku harus bagaimana Johnny"?


"Hmmm....aku ada ide" ujar Johnny.


"Apa itu"?


"Raziel merupakan eksekutor mu bukan"?


"Ya betul" Jawab Edward.


"Kalau begitu, kenapa kau tidak melepaskan Lidya kepada Raziel. Biarkan dia yang menjaga Lidya. Tentunya kau sudah tahu, kontrak yang tidak bisa ditolak oleh eksekutor dari perantara nya"...


Mendengar penjelasan Johnny, Edward pun berkata "Maksudmu, aku membuat kontrak dengan Raziel agar dia menjaga Lidya"


"Tepat sekali" jawab Johnny


"Apa kau lupa, ada 1 kontrak yang tidak bisa ditolak oleh eksekutor"


"Ya aku tahu. Tapi kontrak itu memiliki efek buruk buatku" balas Edward.


"Itulah yang harus kau putuskan Edward. Menjamin keselamatan Lidya, dan mengambil konsekuensi kontrak itu, atau menunggu sesuatu terjadi pada Lidya" sambung Johnny.


"Aku... aku.... aku tidak tahu Johnny"


"Pikirkan lah matang-matang Edward."


"Ya, seperti nya aku perlu waktu untuk memikirkan nya. Demi Lidya" ujar Edward.


"Kalau begitu, ayo kita keluar sambil menenangkan pikiran mu" ucap Johnny


"Ya ayo keluar" balas Edward...


____________


Sedikit sempoyongan, Raziel bangkit berdiri...


Sambil mengusap darah di mulutnya, dia sedikit tersenyum. "Pukulan yang kuat. Tapi kenapa serangan ku tidak bisa melukainya"? gumamnya dalam hati...


Raziel mencondongkan tubuhnya sedikit kedepan, merentangkan kedua pedangnya, dan kemudian melesat dengan sangat cepat ke arah Jeremy,


"Teknik Api, Flying Sword"....


Kedua pedang Raziel mengeluarkan cahaya berwarna merah diiringi dengan Raziel yang dengan kecepatan tinggi melesat ke arah Jeremy...


"Trrrriiiiiiinnnggggg" terdengar suara pedang Raziel beradu dengan tangan Jeremy.


Lagi lagi serangan Raziel ditangkis oleh Jeremy hanya dengan tangan kosong lalu sambil mengepalkan tinjunya Jeremy kembali mendaratkan tinjunya ke wajah Raziel...


"Bbbuuuuuukkkkk" tinju Jeremy yang mengeluarkan cahaya berwarna kuning kembali menghantam wajah Raziel, dan membuat Raziel terhempas jauh lalu menghantam dinding rumah Jeremy.


"Hueekkkkk". ....Raziel memuntahkan darah tepat sesaat dia menghantam dinding rumah Jeremy...


Terlihat jelas senyuman di wajah Jeremy. Begitu pula dengan Han, dia yang melihat Jeremy menghajar Raziel pun lantas duduk di bangku ruang tamu, dan menikmati pertunjukan Jeremy.


"Jeremy diatas angin. Lantas mengapa Reyes bisa mati ditangan anak ini" ujar Han dalam hati.


Bangkit berdiri kembali, dengan tubuh yang melemah, Raziel mencoba memposisikan pedangnya. Namun, belum sempat dia mendapatkan posisi menyerang, Jeremy sudah melompat dengan cepat ke arah Raziel dan berteriak, "Hhhoooooaaaaaaa"......


Tangan kanan Jeremy terkepal, mengeluarkan kembali sinar kuning dan.....


"Bbbbrrruuuuuukkkk...."!!!!!


Tinju Jeremy menghantam telak wajah Raziel yang tidak sempat bereaksi...


Raziel yang terkena pukulan ini kembali terhempas, meruntuhkan dinding rumah Jeremy, dan terpental jauh keluar rumah Jeremy lalu mendarat dan menghantam pagar rumah Jeremy, menyisakan lubang besar di dinding rumah Jeremy.


"Hah...hah...hah...hah... " terdengar nafas Jeremy terengah-engah...

__ADS_1


Kini Raziel terkapar di luar rumah Jeremy. Sangat lemah, dengan susah payah mencoba berdiri dan.... "Buusssshhhhhh"....


Tubuhnya berubah menjadi sosok tengkorak Ra. Diselimuti aura api berwarna merah pekat seolah-olah sedang membakar wujud tengkorak Ra, mata berwarna merah pekat dengan pola api berwarna hitam ditengahnnya, dan menggenggam 2 buah pedang yang mengeluarkan aura api, wujud tengkorak Ra terlihat menyala-nyala digelapnya malam. Jeremy yang tidak menyadari bahwa Raziel sudah menjelma menjadi sosok tengkorak Ra lantas berbalik badan menuju tempat Han duduk.


Baru beberapa langkah berjalan, Jeremy menghentikan langkahnya...


Sebuah ketakutan muncul di wajah Jeremy. Perlahan-lahan dia membalikkan wajahnya dan betapa terkejut nya dia, didepan nya kini sudah berdiri sesosok tengkorak yang sedang terbakar, memegang 2 buah pedang...


"Si...si...siapa kau"? ujar Jeremy ketakutan.


"Ra..." ujar Han dalam hati.


Tanpa kata-kata, sosok tengkorak Ra mengayunkan pedang di tangan kanannya. Jeremy mencoba menangkisnya dengan lengannya lalu.... "Zzzllleebbbb"


Lengan Jeremy terputus...


Jeremy pun berteriak "Aaaarrrrggghhhhh"


Terjatuh dan kesakitan, Jeremy mencoba lari. Sosok tengkorak Ra yang melihat Jeremy mencoba merangkak melarikan diri lantas menginjak kaki Jeremy. Jeremy tidak bisa lari kemana-mana. Sosok tengkorak Ra kemudian menempelkan pedang nya ke leher Jeremy, kemudian mengangkat pedang nya dan mengayunkannya tepat mengarah ke leher Jeremy.....


"Tttrrrraaannngggg"... sebuah tongkat memukul pedang Ra dan mendorong Ra mundur beberapa langkah. Ternyata Han, dengan tongkat nya menghalangi laju pedang sosok tengkorak Ra...


"Hmmmm" Ra menggeram.....


Berdiri dihadapan Jeremy yang sedang mengerang kesakitan sambil memegang tangannya yang terputus, Han mencoba menghadapi sosok Ra.


"Bangunlah. Gunakan ramuan itu" ujar Han kepada Jeremy. Lantas Jeremy pun mengambil sebuah botol dari dalam kantung bajunya dan meminum ramuannya... Sesaat setelah meminum ramuannya, Jeremy mengerang dan berteriak dengan suara keras... "hhhhooooaaaaaaa"...


Jeremy pun berdiri. Tangan yang terputus itu kini tumbuh kembali. Perlahan-lahan, Jeremy berubah menjadi sosok manusia berkepala naga. Dengan tubuh dipenuhi sisik sisik yang berwarna hijau, 2 buah tanduk dikepalanya, tubuh nya mengeluarkan aura berwarna kuning sedang menyelimuti nya.


Begitu juga dengan Han. Han mengetukkan tongkatnya ke lantai.... "Ttookkk"


Sebuah gelombang keluar dari tongkat Han, yang kemudian mengubah wujud Han. Han yang sebelumnya bertubuh kecil, kurus dan, membungkuk, kini telah menjelma menjadi sosok yang sama dengan Jeremy. Tongkat Han berubah menjadi pedang. Tubuh Han memancarkan aura berwarna hijau...


Kini, didepan Ra telah berdiri 2 sosok naga berkepala manusia....


Jeremy dan Han mengambil inisiatif menyerang duluan... secara berbarengan mereka menggabungkan sinar dari mulut mereka ke 1 titik..... dan berteriak bersamaan....


"Dragon.... Breath".....


Sebuah bola api meluncur cepat kearah Ra...


Sedikit berdiri menyamping, Ra menyarungkan kedua pedang nya. Lalu dengan 1 tangan, dia menahan laju bola api itu dengan tangan kosong... dan melemparkan nya kembali ke arah Jeremy dan Han. Beruntung Jeremy dan Han bisa menghindari nya...


"Dengan tangan kosong"??? ujar Han dalam hati seolah-olah tidak percaya apa yang dilihatnya...


Sosok tengkorak Ra yang sedang berdiri pun lantas sedikit menundukkan tubuhnya. Tanda "X" yang melintang di tangan kirinya kini mengeluarkan sinar hitam... semakin hitam dan semakin pekat....


Sosok Ra pun berubah menjadi sosok iblis berwarna hitam. Tubuh sosok Iblis Ra pun terlihat diselimuti aura api hitam. Dia mengambil kedua pedangnya. Kedua pedang nya berubah warna menjadi hitam, dan terasa sangat panas....


Lalu, 1 gerakan melingkar dari tangan sosok iblis Ra menghasilkan lingkaran api berwarna hitam, mengelilingi sosok Iblis Ra, Han dan Jeremy...


Terlihat jelas ketakutan dimata Han dan Jeremy melihat sosok iblis Ra ini...


Han terjatuh berlutut karena begitu takutnya dengan sosok Iblis Ra. Jeremy tetap berdiri namun tidak mampu bergerak...


Mengangkat kedua pedangnya, sosok Iblis Ra tiba-tiba menghilang dan..... "Wwwwuuussshhh" dia sudah berdiri tepat didepan Jeremy, lalu....


"Ssssshhhhiiinnnggg" Ayunan pedang sosok Iblis Ra membelah tubuh Jeremy, yang langsung terbakar oleh api berwarna hitam, dan berubah menjadi abu...


Han yang melihat Jeremy tewas menjadi abu pun hanya bisa terdiam. Bahkan ketakutan nya akan sosok iblis Ra ini tidak mampu membuatnya bangkit melawan...


Sosok iblis Ra kemudian mengarahkan pandangan nya ke Han yang sudah berlutut tak berdaya karena ketakutan nya. Kini, sosok iblis Ra yang menyerupai bayangan berwarna hitam itu mengangkat pedangnya lalu mengayunkannya tepat ketubuh Han...


"Ssssshhhhiiinnnggg"...


Tubuh Han terbelah menjadi 2 dan terbakar oleh api berwarna hitam, dan berubah menjadi abu.


Tanpa ekspresi dan tanpa suara, sosok iblis Ra pun perlahan-lahan kembali ke wujud manusia Raziel, dan "Bbbrruukkk" tubuh Raziel terjatuh.


Beberapa menit kemudian, Raziel pun tersadar. Dengan sedikit susah payah, Raziel mengambil kedua pedangnya dan menyarungkannya. Lalu dari balik kostum barunya, Raziel mengambil 2 buah anggrek merah, dan meletakkannya di sisa sisa abu Jeremy dan Han dan melangkah keluar meninggalkan rumah Jeremy. Begitu melewati pagar Rumah Jeremy, Raziel pun jatuh dan pingsan....

__ADS_1


____________


__ADS_2