
Jam di dinding menunjukkan pukul 8 malam. "Sialan, mau ngapain aku jam 8 malam begini" gerutunya dalam hati. Dia lalu beranjak turun dari tempat tidur nya, dan menghadap ke cermin. Tampak di cermin pantulan dirinya dengan pakaian Ninja Mist yang sudah lusuh dan penuh bekas jahitan disetiap sisinya. Teringat perkataan gadis resepsionis tadi pagi, Raziel lantas menekan bel yang ada disebelah kasurnya. Beberapa menit kemudian, gadis tersebut terdengar memanggilnya dari luar "Ya tuan saya didepan pintu"... Raziel pun membukakan pintu. Dengan kimono bermotifkan bunga, gadis ini terlihat sangat anggun. Rambut yang dikuncir keatas, sendal kayu menambah keanggunan gadis ini. *Ya tuan, ada yang bisa saya bantu" ujar gadis tersebut. Raziel tidak menjawab. Dia hanya menunjukkan baju Ninja yang sedang dia kenakan sembari memperlihatkan bekas jahitan... "Oh tuan mau beli baju" ujar gadis tersebut.... Raziel hanya mengangguk. "Saya bisa bantu tuan. Mau berupa pakaian santai, formal, atau tuxedo" tanya gadis itu... Raziel yang bingung mendengar pilihan ini hanya terdiam pura pura berpikir. Selama ini dia hanya mengerti 1 model pakaian. Pakaian Ninja. Selang beberapa saat, terlihat laki-laki lewat dengan Jas stelan berwarna hitam membentuk bentuk tubuhnya yang atletis. Dengan cepat Raziel menunjuk ke arah laki-laki itu yang diikuti dengan gadis tersebut. "Oh... itu Jas tuan. Tuan mau, yang seperti itu?" ujarnya... Raziel mengangguk. "Ukuran apa tuan"... pertanyaan ini kembali membuat Raziel bingung. "Kalau menurut saya sih M press....pasti keren" ujar gadis itu. Raziel hanya mengangguk saja. "Mau dibeli berapa pasang tuan Jas nya...."? tanya gadis itu kembali....
Raziel lantas mengambil kantong hitamnya, dan, mengambil 10 keping emas. Dia menyerahkannya ke gadis itu. "10 Keping emas ya tuan. Ini berarti 3 pasang Jas lengkap dengan sepatu nya tuan" ujar gadis itu. Raziel hanya mengangguk.... Sesaat sebelum gadis itu berpamitan, Raziel meraih tangan gadis itu dan mengisyaratkan 1 dengan jarinya. "Ada lagi tuan"? tanya gadis itu.... Raziel mengangguk. Dengan kedua tangannya, dia, mengisyaratkan sebuah kotak kayu dan sebuah ransel, dan menyerahkan 5 keping emas tambahan ke gadis tersebut. "Baik tuan, tambahannya kotak kayu, dan ransel. Mohon ditunggu tuan, terimakasih" ujar gadis itu....
......
Dalam Minibar Penginapan El's
"John, rumor yang beredar katanya dia sedang dikota ini"
"Maksudmu? si nomor 1"?
"Ya. Aku mendengar info dari beberapa pedagang, katanya mereka melihat anak muda dengan perawakan tinggi, berpakaian Ninja yang sudah usang dengan 1 buah pedang dengan sarung pedang bermotif api menghabisi 4 Ninja perampok tanpa ampun"
"Dia tidak ada urusan dengan kita. Kalau dia mengusik kita, kita laporkan pada bos"
"Betul. Bos juga termasuk orang yang ditakuti didunia bawah"....
.....
Setelah 40 menit....
Ting... tong..!!!
Ting... tong..!!!
Suara bel terdengar dari luar kamar Raziel. Lantas dia pun membuka pintu, dan mendapati si gadis resepsionis dengan seluruh pesanannya. Seraya membungkuk Raziel mengucapkan terimakasih tapi tanpa kata-kata. Lantas gadis tersebut membalas dengan membungkuk " Senang bisa membantu tuan, apabila ada sesuatu silahkan hubungi saya kembali tuan"... Gadis itu pun pergi....
Raziel membuka kotak kayu tersebut, lalu melepaskan seluruh pakaian Ninja The Mist yang sudah berhari hari dia gunakan. Melipatnya dengan rapi, lalu memasukkan nya kedalam kotak kayu tersebut. Diatas Pakaian Ninja itu, dia meletakkan Rebellion Paradoxnya. Menutup kotak kayu itu lalu memposisikan kotak kayu itu dibawah tempat tidurnya. Sesaat kemudian, Raziel pun kekamar mandi dan membersihkan dirinya. Beberapa menit kemudian, dia mengenakan Jas yang dibawakan oleh gadis tersebut. Terasa sangat pas dan leluasa untuk bergerak. Dia sangat puas dengan pilihan gadis itu. Beranjak keluar kamar, Raziel pun pergi menuju Minibar di penginapan tersebut.
.......
Sesampainya di Minibar, Raziel mengamati sekelilingnya lalu memilih meja kosong dan duduk sendiri. Pelayan datang dengan menu, Raziel menunjuk minuman ringan dan makan malamnya, lalu mengeluarkan kartu kamarnya. "Oh ruang ekslusif. Mohon ditunggu pesanan nya tuan" ujar si pelayan.... Raziel pun hanya mengangguk...
__ADS_1
Samar-samar dari arah belakang mejanya dia menguping sebuah pembicaraan antara 4 orang.
"Nanti jam 2 malam operasi nya."
"Ya, bos juga sudah menyiagakan 7 Ninja bayaran untuk mengawal operasi ini".....
"Obrolan yang menarik" ujar Raziel dalam hati.
"Keberhasilan Organisasi ini bergantung pada operasi nanti. Kalau gagal, bos akan membunuh kita" ujar pria berbadan tambun kepada teman sebelahnya....
Raziel yang penasaran dengan operasi yang dimaksud semakin memfokuskan pendengaran nya. Terdengar jelas ditelinga nya mereka berkata "Para anak gadis itu harus masuk kapal"
"Perdagangan manusia" ujar Raziel dalam hati.
Merasa informasi yang didapatkan sudah cukup, Raziel pun beralih ke pesanannya yang baru saja tiba. Dia menikmati makan malam nya dengan santai, lalu beranjak kembali ke kamarnya. Setibanya didalam kamar, kebencian nya kembali memuncak. Membayangkan bahwa gadis gadis yang diculik dan akan dijual itu adalah Gina, dia pun menahan amarah, dan penuh dendam. Dia, pun bermeditasi sebentar....
Beberapa jam kemudian, jam sudah menunjukkan pukul 1 malam. Raziel mengeluarkan kotak kayu dari bawah tempat tidurnya, dan mengenakan pakaian Ninja The Mist yang sudah usang tersebut. Memposisikan pedang nya dipunggung, dia berjalan ke arah balkon. Menatap tajam kearah dermaga lembah kota Aztec. "Sshheett...!!" Dia melompat turun dari atas balkon dan dengan cepat melesat ke arah dermaga....
Naik ke sebuah tower pemancar, dari atas dia memperhatikan sekeliling dermaga. Terlihat jelas olehnya Ninja bayaran yang diceritakan oleh orang orang di Minibar tadi. 1,2,3,4....5,6...7. Ucapnya dalam hati. Terlihat Ninja tersebut menggunakan, pakaian Ninja berwarna hitam dengan kain berwarna biru terikat di lengan mereka. "Shino....Kupikir, setelah aku membantai Klan mereka, mereka tidak menjadi Ninja lagi" ujarnya dalam hati.... Beberapa saat kemudian, sebuah truk besar datang memasuki dermaga. Dari dalam bak truk, mereka menurunkan belasan anak perempuan berusia rata-rata 16 tahun, dan memaksa anak perempuan tersebut masuk kedalam kontainer. Sesaat setelah pintu kontainer ditutup, Raziel yang sedaritadi berada di atas tower pemancar pun langsung melompat dan melesat kearah kontainer tersebut. Belum sempat bereaksi, 2 Ninja yang sedang menjaga kontainer dan beberapa preman sudah jatuh bersimbah darah. Begitu hendak membuka pintu kontainer, aksinya diketahui oleh seorang Ninja bayaran. Ninja tersebut memberikan isyarat kepada rekan rekannya, lalu mereka mengepung Raziel....
"Teknik Kabut.... Tarian Bunga Api... !!".... Raziel bergerak melesat menebas 4 Ninja sekaligus.... Menyisakan 1 orang Ninja. Menyadari ada yang tidak beres, orang orang yang Raziel temui di Minibar tadi pun berlari kearah kontainer. Begitu terkejut nya mereka melihat 6 Ninja bayaran sudah tergeletak tak bernyawa. Dengan raut wajah kesal, ke 3 orang yang Raziel temui di Minibar tadi pun lantas bergerak menyerang Raziel secara bersamaan.... Sembari melancarkan serangan, tubuh mereka mengeluarkan aura berwarna biru yang semakin kuat....
Raziel hanya tersenyum tipis.... "Higanbana"
Mendengar kalimat ini, Jantung ketiga orang ini seakan akan berhenti...
"Teknik itu... ja.. ja.. jangan jangan kau"
Belum sempat dia menyelesaikan kalimatnya, sebuah kilat api menyambar tepat menusuk ke jantung nya....Ninja bayaran terakhir pun tumbang. Menyisakan 3 orang yang sedang kebingungan...
Dalam keadaan terdesak, mereka pun melancarkan serangan ke arah Raziel secara bertubi-tubi... Hal ini cukup membuat Raziel kewalahan hingga akhirnya.... "Swinnnngg" sebuah cahaya melesat ke ulu hati Raziel....
Dia terjatuh berlutut, memuntahkan darah dari mulut nya.... Berdiri kembali, Dia tersenyum puas...
__ADS_1
Memposisikan pedang nya kebelakang, dengan, posisi membungkuk kedepan Raziel langsung melesat ke arah ketiga Orang ini... "Teknik Kabut, Tarian Bunga Lili" secepat kilat, percikan api keluar begitu setiap serangan mendarat.... Satu persatu, ketiga orang tersebut tumbang dengan luka tusukan di jantung mereka....
Raziel bergegas ke arah kontainer, lalu membuka pintu kontainer.....
Anak perempuan yang ada didalam kontainer ketakutan melihat Raziel yang sedang menggenggam pedang nya yang berlumuran darah....
Tidak memikirkan hal itu, lantas Raziel memerintahkan mereka semua untuk keluar dan berlari...
Dipandu oleh Raziel didepan, mereka berlari ke kantor polisi. Begitu sampai dikantor polisi, mereka semua menceritakan apa yang mereka alami... dan polisi pun menanyakan siapa Ninja yang sudah menyelamatkan mereka...
Dengan kebingungan, mereka saling memandang karna Raziel sudah menghilang dari tempat itu...
Dengan memanjat balkon, Raziel kembali kekamar nya... melepaskan pakaian Ninja The Mistnya lalu, menyimpan nya dalam kotak kayu bersama dengan pedang nya....
Pukul 4 dini hari, Raziel pun tertidur....
.......
Keesokan harinya....
Cahaya matahari yang masuk melalui jendela, membangunkan Raziel. Lantas dia melihat jam di dinding, dan terkejut melihat jam sudah menunjukkan pukul 2 Siang....
Dengan tergesa-gesa dia mencuci muka, lalu beranjak ke Minibar untuk makan....
Sesampainya di Minibar, si Gadis resepsionis dengan senyuman nya yang sangat mempesona menyapa Raziel "Selamat siang tuan, malam yang melelahkan tuan" ujar gadis itu sambil tersenyum dengan sangat menawan....
Bak disambar petir, Raziel terkejut mendengar perkataan gadis itu, namun dia menghiraukan nya... Duduk dimeja kosong di minibar, dia menatap televisi yang ada di Minibar. Di televisi menampilkan sebuah cuplikan berita "Seorang Ninja berhasil menggagalkan usaha perdagangan manusia. Dari informasi yang kami dapatkan, para pelaku ditemukan tewas. Setelah melakukan identifikasi, pihak polisi menetapkan bahwa para pelaku yang tewas adalah petinggi petinggi Organisasi Kriminal berbahaya Cyber"....
"Akhirnya, ada juga yang berani memusnahkan Cyber, ujar pelayan yang sedang berada di balik meja Minibar tersebut."
"Iya, selama ini bahkan polisi aja takut sama mereka... Huh... akhirnya bisa pulang tanpa harus ketakutan" sambung rekan si pelayan...
Raziel hanya tersenyum kecil...
__ADS_1
Dia tidak menyangka bahwa orang-orang yang dia, habisi tadi malam adalah Organisasi Kriminal yang berpengaruh di kota ini....
.........