
Sudah lebih dari 7 hari semenjak kematian Iori dan Renji. Hal ini tetap menjadi sorotan yang kritis baik Dunia Barat, Timur, bahkan Dunia Bawah sendiri. Hampir semua orang berpandangan sama. The Big Four yang dulu sangat sangat ditakuti karena berhasil menghasilkan Ninja Ninja Pembunuh Kelas Atas, harus hancur luluh-lantak. Bahkan beberapa orang sampai bertanya-tanya, siapa gerangan laki-laki kuat tersebut yang telah meluluhlantakkan The Big Four sampai tak bersisa....
......
Di sisi lain....
"Krukkkkk" terdengar suara perut Raziel keroncongan. Setelah berhari-hari berjalan tanpa arah dan tujuan, langkahnya harus terhenti mendengar suara perut nya yang keroncongan. "Aku tidak punya uang, bagaimana aku bisa makan" ujarnya dalam hati. "Ditengah-tengah gurun begini, apa yang bisa, aku buru"? sambungnya lagi dalam hati..... Sembari melihat kiri dan kanan, dia berjalan kembali. Langkahnya terhenti ketika melihat 4 Ninja dengan pakaian Ninja berwarna merah sedang berbagi hasil rampasannya dari pedagang yang melintasi gurun ini. "Hmmm target yang sempurna" gumamnya dalam hati. Dia mengeluarkan Rebellion dari sarung nya, dengan 1 ayunan kuat dari jarak jauh, Rebellion mengeluarkan sebuah sinar memanjang yang langsung mengarah ke arah 4 Ninja yang sedang berbagi hasil rampasannya. "Zzlleeebbbbb".... Tebasan itu mengenai mereka berempat tepat dibagian leher mereka dan, menewaskan mereka ber 4. Dengan ekspresi datar, Raziel mendekati mayat ke 4 Ninja tersebut lalu mengambil rampasan Ninja tersebut. "Koin emas" Ujarnya dalam hati. Dia membawa kantong berisi koin emas tersebut dan beranjak pergi mencari sebuah desa disekitar gurun tersebut.
"Desa Nord 7 Km" begitu yang tertulis di sebuah papan. Raziel lalu berjalan menuju arah yang dimaksud oleh tanda di daerah gurun tersebut. Berjalan kurang lebih 2 jam, sampai lah dia di sebuah desa kecil yang hanya terdapat 1 tempat makan, 1 minibar, dan beberapa rumah kecil. "Hemm, lebih baik pesan dan makan dijalan" ujarnya dalam hati. Sebelum masuk, dia memasang penutup wajahnya. Didalam tempat makan, dia hanya menunjuk menu makanan yang ada di papan menu, lalu mengangkat jarinya yang, mengisyaratkan 3, seraya menyerahkan 2 keping koin emas. Pelayan mengangguk mengerti dan menyiapkan pesanan Raziel. Menunggu beberapa menit, pelayan menyerahkan pesanan Raziel. Raziel mengambil pesanannya dan berjalan keluar meninggalkan tempat makan itu. Beranjak dari desa kecil itu, dia duduk di atas sebuah batu yang terletak di lereng gunung sekitar gurun. Menyantap makanan nya lalu tertidur. Udara malam lereng gunung daerah gurun tersebut terasa sangat dingin. Hal ini membangunkan dia yang tengah tertidur diatas batu. "Ah, iya. Habis makan tadi aku tertidur" ujarnya dalam hati. Pandangan nya tertuju pada 1 titik, tidak jauh dari tempatnya sekarang. Dibawah sinar bulan, terlihat 6 orang berpakaian Ninja sedang berkelahi dengan 2 orang yang sedang mengawal kereta kuda. "Ah bukan urusanku" ujarnya dalam hati.
Sesaat ketika dia mau tidur kembali, terdengar suara anak perempuan berteriak "Papa....!!!"
__ADS_1
Sontak dia kaget. Mengambil pedang nya, dia pun berlari ke arah kereta kuda tersebut. Tanpa basa-basi, ke 6 orang yang berpakaian Ninja tersebut dia habisi. Selesai menghabisi para Ninja perampok tersebut, dia melihat 1 pengawal kondisinya terluka parah, dan 1 nya baik baik saja. Lantas dia membuka kereta kuda tersebut dan melihat anak perempuan tersebut baik baik saja. Dia menutup kembali kereta kuda tersebut lalu beranjak pergi... Belum sempat menjauh, Ayah anak perempuan itu memanggilnya "Hey anak muda, 1000 Keping emas jika kau mengantarkan ku dan anakku dengan selamat ke Kota Aztec."....
Langkahnya terhenti. "aku nggak tahu mau kemana. Mungkin kuterima saja tawarannya." ujarnya dalam hati. Dia lalu berbalik ke arah kereta kuda, dan duduk bagian luar belakang kereta kuda itu. Disepanjang perjalanan, Laki-laki itu terus bertanya ke Raziel. "Siapa nama mu anak muda"...
"Kemana tujuan mu anak muda".... "Apakah kau tersesat"?.... " Darimana asalmu"?.... Begitu banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh Ayah anak perempuan itu, tak satupun yang direspon oleh Raziel. Raziel hanya diam membisu melihat kesamping kiri dan kanan. Laki-laki itu pun tampak kesal akibat Raziel sama sekali tidak merespon nya. "Apa anak ini tidak kenal siapa aku" gerutunya dalam hati....
Setelah perjalanan panjang 1 malam, akhirnya kereta kuda mereka berhenti di sebuah gerbang kota. Di atas gerbang tersebut tertulis "KOTA AZTEC". Kereta kuda perlahan-lahan memasuki kota itu dan berhenti di sebuah rumah dengan desain klasik yang sangat megah. "Kita sampai, Ayo turun turun" ucapnya sembari menggendong anak perempuan nya. Raziel melompat turun, dan sesekali melihat kiri dan kanan. "Ayo, masuk anak muda" ujar laki-laki itu. Rumah yang tampak sangat besar dan megah tersebut ternyata milik laki-laki ini. "Wajar saja kalau tadi malam dia, menjadi target perampokan" ujar Raziel dalam hati sembari mengikuti langkah laki-laki tersebut.
Dari belakang, Raziel mengikuti laki-laki tersebut ke ruang makan. Mereka pun makan dan terlihat laki-laki itu sedang bercanda dengan anak perempuan nya sambil makan.... Seketika, kesedihan dalam hati Raziel kembali memuncak...
Dia lalu berdiri, berjalan kearah pintu, namun ditahan oleh laki-laki itu. Sambil menyerahkan kantong hitam berisi koin emas, laki-laki itu mengulurkan tangannya dan berkata "Anthony".....
__ADS_1
Raziel tidak menyambut tangan laki-laki itu. Dia hanya mengambil kantong hitam tersebut dan pergi dari rumah itu. "Anak muda yang menarik" ujar Anthony....
........
"2 kantong koin emas. Sepertinya cukup untuk tinggal beberapa hari dikota ini" ujarnya dalam hati...
Dia berjalan mengelilingi kota tersebut dan sesekali mencari penginapan. "Penginapan El's" Langkahnya terhenti didepan tulisan tersebut. Bagian depan penginapan yang menghadap kearah lembah, bagian belakang yang mengarah ke daerah pegunungan... "Perfect" ujarnya dalam hati. Raziel lalu masuk kedalam penginapan tersebut dan berjalan ke meja resepsionis. "Selamat pagi, selamat datang di penginapan El's. Ada yang bisa saya bantu"? ujar gadis cantik dengan tinggi kira kira 165 cm dan berkulit sawo matang tersebut. Senyum yang sangat mempesona terpancar dari bibis tipis gadis tersebut. Raziel mengangkat tangannya, dan membuat isyarat angka 4 dengan jarinya. "Oh baik tuan, tuan mau pesan kamar untuk 4 hari" ujar gadis cantik tersebut dengan senyumnya. "Untuk kamar, mau menghadap ke arah lembah atau ke arah pegunungan tuan? atau mau kamar ekslusif yang bisa melihat keduanya"? tawar gadis tersebut.... Dengan gerakan menunjuk, lantas Raziel menunjuk kearah lembah, lalu kemudian berbalik dan menunjuk ke arah pegunungan.... Seakan mengerti gadis tersebut dengan senyuman indahnya pun berkata "Pilihan yang bagus tuan. Tuan memilih kamar ekslusif yang dapat melihat pemandangan lembah dan pegunungan. Untuk tarif sebentar saya hitung tuan" ujarnya tanpa mengurangi senyum nya... Raziel hanya mengangguk.... "Iya... totalnya semua 7 keping emas tuan, sudah termasuk sarapan, makan malam, laundry dan akses ke minibar di penginapan ini tuan" ujar gadis tersebut. Raziel pun mengeluarkan 10 keping emas dari kantong hitamnya, dan memberikannya kepada gadis itu. "Maaf tuan ini lebih. Saya tidak menerima tip" ujar gadis itu. Melihat sebuah pena dimeja resepsionis, Raziel pun mengambil nya dan menuliskan kalimat "7 Keping biaya sewa, 3 Keping untuk ketenangan ku" lalu menyerahkan nya ke gadis tersebut. Setelah membaca tulisan yang diberikan oleh Raziel, gadis itu pun mengangguk mengerti "ini tuan kunci kamarnya. Ayo saya antar kekamar tuan"... Raziel pun hanya mengangguk dan mengikuti gadis itu dari belakang. "Kamar 26" ujarnya Raziel dalam hati. "Selamat beristirahat tuan, kalau tuan butuh sesuatu, tinggal tekan bel yang ada dimeja. Saya akan datang secepat mungkin" ujar gadis tersebut seraya membungkukkan diri lalu beranjak pergi meninggalkan Raziel.....
Raziel mengamati kamarnya. Tempat tidurnya mengarah tepat ke balkon kamar. Dari balkon, dia bisa melihat lembah disebelah kiri, dan pegunungan disebelah kanan.....
Sesaat setelah melihat lihat sekeliling kamar, dia pun meletakkan Pedang nya dibawah bantal, lalu menyimpan kantong hitamnya kedalam lemari dan beristirahat......
__ADS_1
..........