The Tale Of A-Raziel

The Tale Of A-Raziel
Penculikan Lidya dan Kutukan Zanka


__ADS_3

Sudah beberapa hari semenjak misi ke kota Cyber selesai... Luka-luka Raziel tampak pulih dengan cepat... "Ting... Tong.... Ting.... Tong... " Terdengar suara bel di kamar Raziel... Pintu terbuka, Lidya pun masuk ke kamar Raziel. "Ayo duduk sini. Waktunya memeriksa lukamu dan mengganti perban nya" Ujar Lidya....


Raziel pun lantas duduk dipinggir tempat tidurnya, disusul oleh Lidya. Ketika Lidya duduk didekat Raziel, aroma minyak wangi nya santer merebak dihidung Raziel. "Wanginya..." ujar Raziel dalam hati sambil memperhatikan wajah Lidya yang begitu mempesona dengan rambut terkuncir keatas.... Sadar sedang diperhatikan oleh Raziel, Lidya pun berkata "Jangan terlalu dilihat. Nanti suka".... Omongan Lidya membuat wajah Raziel menjadi merah padam.... segera mungkin dia memalingkan pandangan nya ke arah balkon....


"Oh iya, sewaktu kamu pingsan itu, aku merapikan pakaian mu. Kayaknya sih, udah nggak bisa dipakai" ujar Lidya sambil tangannya membersihkan jahitan di luka nya Raziel dengan pelan... "Biarin aja. Selagi belum hancur semua, aku masih akan menggunakannya" balas Raziel...


"Nomor 1 tapi pakaian banyak jahitannya gitu" ledek Lidya... "Huh...." hanya itu respon dari Raziel...


"Kalau nggak lusa, mungkin beberapa hari kedepan, aku coba desain kan pakaian yang nyaman untuk mu" ujar Lidya...


"Terserah" balas Raziel...


"Ok... sekarang berbalik. aku mau pasang perban nya".... Raziel pun membalikkan badannya...


.......


Dunia Barat Kota Cyber


"Kematian Nicholas merupakan hal yang tidak kita duga. Ini berdampak buruk untuk bisnis kita" Seorang pria berumur kisaran 40 tahunan, tubuh tinggi dan atletis, sedang menghisap cerutu, tampak sedang berbicara dengan seorang wanita berumur kisaran 30 tahunan, mengenakan gaun berwarna merah, dengan lipstik merah merona dibibirnya, rambut panjang terurai kebelakang tubuh sedikit tinggi dan langsing di sebuah gedung yang terbengkalai di pusat kota Cyber.


"Sebelumnya aku sudah memperingatkan Nicholas. Jangan terlalu over mengeksploitasi kota Cyber. Tapi dia tidak mendengarkan ku" Ujar wanita tersebut...


"Apa rencana mu selanjutnya"? ujar pria tersebut.


"Hmmmm..." hanya itu yang keluar dari mulut wanita itu.


Beberapa saat kemudian, wanita itu berbisik di telinga si pria itu ".............. "


Tampak wajah pria itu sedikit terkejut


"Apa kau sudah gila"?


"Hahaha kalau tidak gila, bukan Vonny namanya" balas wanita itu. Nama wanita itu adalah Vonny. Partner Nicholas semasa hidup Nicholas. Memegang sepertiga kekuasaan di kota Cyber, Vonny mempunyai pengaruh yang cukup besar di kota Cyber.


"Terserah kau saja... " ujar Robert. Robert sendiri juga merupakan partner Nicholas. Selama Nicholas menjalankan bisnisnya, Robert lebih aktif dibalik layar. Dia mengatur transaksi klien untuk Nicholas hanya melalui orang suruhan. Baik Vonny dan Robert, mereka berdua punya peranan penting di bisnis Nicholas. Terlebih di kota Cyber. Wabah kelaparan dan kemiskinan di kota Cyber juga tidak lepas dari pengaruh Robert dan Vonny.


"Kalau begitu aku akan menyusun rencana nya. Kau tunggu saja kabar dariku" ujar Vonny sembari pergi meninggalkan Robert....


...........


Kota Aztec

__ADS_1


Raziel yang sudah berhari-hari didalam kamar pun merasa sedikit jenuh... Dia beranjak dari tempat tidurnya, dan pergi keluar kamar. Mengarah ke lantai 1, Raziel pun berjalan. Sesampainya di lantai 1, Raziel melihat Lidya sedang merapikan buku buku laporan penginapan nya.


"Hmmm Lidya... " ujar Raziel


"Loh... ngapain kamu. Bukannya istirahat malah keluyuran" sanggah Lidya...


"Aku jenuh dikamar. Temani aku ke lembah mau"? ajak Raziel...


"Yaudah sebentar aku panggil Ana dulu."


"Na, Ana.... "


"Ya kak" Ana pun datang dengan sedikit berlari.


"Aku mau ke lembah sebentar, kamu gantiin aku ya"


"Ciyeee... oke deh kak" ujar Ana sedikit meledek Lidya


"Husss... udah udah. Ayo.... " Ujar Lidya sedikit malu..


Mereka pun berjalan meninggalkan Penginapan....


Tiba di lembah, mereka mengarah ke jembatan kayu dan duduk di ujung jembatan...


"Silahkan"


"Mengenai pembicaraan kita waktu itu, bagaimana keputusan mu? apakah kau akan membawaku atau tidak"?


"Aku masih belum memutuskan nya" Balas Raziel.


"Oh yasudah kalau begitu.. Luka mu gimana? tadi sih sudah kering waktu aku ganti perban nya"


"Nggak terasa sakit. Tapi masih sedikit perih kalau terkena air"


"Hmm... mungkin minggu depan jahitan nya udah bisa dibuka"


"Ya semoga saja" balas Raziel....


Lama mereka duduk dan bercerita di lembah itu, Lidya pun mengajak Raziel untuk kembali ke penginapan....


Ditengah perjalanan pulang, Lidya melihat pedagang bunga di pinggir jalan...

__ADS_1


"Eh sebentar Ziel. Ada yang jual bunga. Aku mah beli bunga. Mau aku taruh di makam mama nanti" Ujar Lidya sambil pergi menuju ke arah penjual bunga tersebut...


"Huh.... " Raziel pun menghela nafas panjang.


Sesaat Lidya hendak menyeberang jalan, sebuah minivan melesat dari arah kiri jalan.... mengerem dan melintangkan minivan itu, pintu sebelah kanan minivan terbuka... dengan cepat 4 orang berpakaian serba hitam dan penutup kepala menangkap Lidya, dan memasukkannya kedalam minivan itu dan "Bushhhhhh".... minivan itu melesat sangat cepat meninggalkan Raziel yang tidak bisa bereaksi.... Dari dalam minivan, tampak seorang pria membuang amplop berwarna putih...


Sedikit berlari, Raziel pun mengambil amplop itu dan membukanya.. "2 Hari dari sekarang. Gedung walikota kota Cyber. Tengah malam" Raziel pun meremas kertas itu, dan berlari ke kantor walikota kota Aztec....


Sesampainya di Gedung kantor walikota Aztec, Raziel langsung memasuki gedung kantor menuju ruangan Edward....


Dengan wajah panik, dia, menyerahkan amplop putih itu ke Edward. Edward yang membuka lalu membaca isi amplop tersebut terduduk lemas tak berdaya....


"Hartaku satu satunya"..... Kata kata ini keluar dari mulut Edward dengan suara tidak berdaya...


Lantas Raziel pun mencoba menenangkan Edward... disusul dengan kedatangan Johnny keruangan Edward...


"Apa yang terjadi? mengapa kau tampak lemas dan pucat begitu" tanya Johnny kepada Edward


"Hartaku satu satunya".... jawab Edward sambil menyerahkan amplop putih itu ke Johnny...


"Lidya...??? Tidak mungkin. Siapa mereka? apakah mereka dari dunia bawah? ini melanggar peraturan. Melibatkan keluarga yang tidak bersalah merupakan sebuah pelanggaran keras." Ujar Johnny dengan emosi...


"Aku tidak tahu siapa mereka. Tapi 1 hal yang aku tahu, mereka menginginkan aku" sela Raziel.


"Tenang saja. Kau tidak perlu khawatir. Aku pasti akan membawa pulang Lidya tanpa luka sedikitpun" sambung Raziel...


"Kuserahkan semuanya pada mu Ziel" ujar Edward sambil menangis....


"Mungkin waktunya tidak pas. Tapi aku harus menceritakan nya" tiba-tiba Johnny berbicara memecah keheningan di ruangan Edward.


"Apa maksudmu" tanya Edward.


"Ini tentang Zanka dan kutukan nya"...


Terlihat Raziel mengeluarkan ekspresi serius diwajahnya...


"Tentang Zanka, kira kira 400 tahun yang lalu, Zanka ditempah oleh seorang nenek tua. Ya nenek tua. Dia adalah satu-satunya perempuan dari suku ku yang memiliki kemampuan menempah pedang terbaik di masanya. Pada suatu malam, nenek itu melihat ada bintang jatuh sangat dekat dari rumah kecilnya. Dengan langkah kecilnya, dia sedikit berlari ke titik bintang itu jatuh. Lalu ditempat itu dia menemukan bahwa bintang jatuh itu adalah sebongkah material yang mengeluarkan cahaya merah menyala. Lantas nenek itu menyiramnya. Cahaya merah menyala itu tidak juga padam. Memberanikan diri, si nenek mencoba, menyentuh bongkahan itu. Anehnya, bongkahan yang terlihat sangat panas itu tidak melukai nenek itu sedikit pun... Kemudian, dengan seutas tali, nenek itu menyeret bongkahan itu kerumahnya. Menyalakan alat peleburan nya, nenek itu melebur bongkahan itu. Butuh lebih dari 3 hari untuk meleburkan bongkahan itu, yang dimana untuk besi biasa hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja... singkat cerita, si nenek menempah pedang dari bongkahan itu. Butuh waktu lebih dari 4 bulan untuk membentuk nya menjadi sebuah pedang yang sempurna. Kini, ditangan nenek itu tampak sebuah pedang mengkilap. Nenek itu memberinya nama Zanka. Yang berarti Api karena aura panas yang ditimbulkan oleh pedang itu. Beberapa hari memajang pedang itu di dinding, pedang itu mengeluarkan asap. Dengan sendirinya pedang itu melayang-layang dan "bushhhhhh" menghilang dikegelapan malam. Keesokan paginya, si nenek terkejut mendapati pedang itu berlumuran darah. Lantas dia membersihkan nya, dan meletakkannya kembali. Di malam harinya, kejadian yang sama kenbali terulang. Dan esok harinya, kembali si nenek menemukan pedang itu berlumuran darah. Kejadian ini berlangsung setiap harinya, hingga pada suatu hari, Ninja terkuat di suku ku datang ke rumah nenek itu meminta dibuatkan pedang. Si nenek yang sudah merasakan aura si Ninja cocok dengan pedang dari bongkahan bintang jatuh itu, lantas menawarkan pedang itu ke Ninja tersebut. Ninja tersebut meraih pedang itu dari dinding dan melepaskan nya dari sarungnya... Dibilah kiri dan kanan pedang itu, terukir jelas motif api. Dengan gagang berwarna merah, dan bilah berwarna putih mengkilap pedang itu terlihat sempurna. Sarung pedang bermotifkan api juga melengkapi pedang itu. Merasakan ada yang berbeda dengan pedang ini, Ninja itupun mengambil nya. Si Nenek yang menyerahkan pedang itu hanya berpesan untuk hati-hati. Semenjak pedang itu berada di tangan Ninja itu, hasrat membunuh si Ninja selalu menggebu-gebu. Hingga pada suatu malam, si Ninja tertangkap tangan menghabisi 1 keluarga dari desanya sendiri. Melawan pasukan desa, dan ketua Ninja dari desa itu, si Ninja akhirnya kalah. Dia dibawa kehadapan para tetua desa. Di hadapan para tetua desa, Ketua pasukan Ninja desa itu mengambil pedang si Ninja itu darinya. Sesaat setelah pedang nya terambil, Ninja yang tadinya kelihatan linglung pun tersentak. Sambil berteriak, dia memohon untuk dilepaskan. Dia tidak tahu apa yang sudah dia lakukan, sampai sampai dia harus menerima hukuman mati. Ketua Ninja yang tadinya mengambil pedang Zanka itu tiba-tiba kehilangan kesadaran nya. Tanpa diduga, dia menebas si Ninja yang sedang berlutut. Kemudian melangkah ke arah para tetua desa dan menghabisi mereka. Singkat cerita, desa dilanda kekacauan. Zanka yang kini ditangan Ketua Ninja desa pun terlihat haus akan darah... Para tetua desa yang masih hidup pun memasang segel untuk melindungi desa. Ketua Ninja yang kehilangan kesadaran pun tidak dapat memasuki desa karena terhalang segel ini. Untuk beberapa hari, desa dalam kondisi aman. Lantas para tetua mengirimkan pesan ke suku Atar, meminta bantuan Ra sang dewa api. Utusan suku Atar tiba di desa dalam waktu 2 hari. Lantas para tetua menceritakan kejadian itu kepada utusan suku Atar tersebut. Utusan suku Atar tersebut mengerti akan situasi nya lalu kembali pulang. Beberapa hari kemudian, wadah Ra datang ke desa dan menanyakan dimana si Ketua Ninja itu. Menunjuk ke arah hutan, tetua desa memberitahu wadah Ra. Mereka juga berpesan bahwa hutan itu adalah hutan terlarang. Wadah Ra pun berjalan ke arah hutan terlarang. Pada malam hari, dari hutan terlarang itu terlihat nyala api meledak ledak. Ra sedang bertarung melawan Ketua Ninja itu. Beberapa saat kemudian, Ra keluar dari hutan terlarang itu. Ditangan kanannya kepala si Ketua Ninja, dan ditangan kirinya Zanka. Ra berjalan ke arah desa. Ra juga berpesan bahwa pedang ini menyerap jiwa jiwa orang yang dibunuhnya. Total lebih dari 3 ribu jiwa sudah terkumpul dalam Zanka dalam waktu beberapa hari saja. Baik pedagang, orang orang desa, siapapun yang dia lihat pasti akan dibunuh. Didalamnya Zanka terdapat sosok iblis yang aura nya begitu kuat. Iblis inilah yang merasuki Zanka, dan mengubah pemilik Zanka untuk membunuh. Inilah alasannya mengapa Zanka dikatakan terkutuk. Setiap pemilik Zanka, akan menjadi sosok yang berbeda yang haus akan darah. Zanka sendiri pernah hilang dan baru ditemukan beberapa tahun kemudian. Ra sendiri yang kemudian menyegel Zanka. Zanka yang tersegel pun diwariskan turun temurun, demi menjaga segel tidak rusak. Sampai akhirnya, sekarang Zanka berada ditanganmu, dalam keadaan tersegel."


"Dan 1 lagi, karena kau sendiri adalah wadah sang dewa api, menjadi alasan untukku mewariskan Zanka kepada mu"...


"Pedang yang mengerikan" ujar Raziel pelan...

__ADS_1


..........


__ADS_2