
"Kami siap melayani tuan" ujar ke 3 Ninja itu seraya berlutut didepan Raziel...
Lidya pun lantas berkata...
"Hey, apa-apaan kalian. Tadi kalian menyerang dia. Terus hampir mencelakai ku. Lalu sekarang kalian berlutut, dan mau melayani dia. Sebenarnya ada apa dengan kalian"?
Mengarahkan pedangnya ke arah mereka, Raziel juga berkata...
"Aura kalian juga berbeda. Kalian bukan manusia. Ayo jawab pertanyaannya".....
Mendengar perkataan Raziel yang mengatakan bahwa ke 3 Ninja ini bukanlah manusia, membuat Lidya sedikit ketakutan dan mendekatkan dirinya ke Raziel....
"Baik tuan...Aku yang akan menjelaskan. Mewakili kedua rekan ku" ujar Ninja yang berjulukan Fire.
"Kisah ini dimulai sekitar 800 tahun yang lalu.... Kami bertiga adalah Ninja terbaik dari perguruan Immortal. Perguruan Immortal sendiri, sangat ditakuti kala itu. Tapi kami tidak melakukan hal hal yang buruk. Justru perguruan Immortal ada, untuk melindungi yang lemah. Suatu ketika, kami ditugaskan ke sebuah desa untuk menyegel iblis rubah. Namun kami kalah telak melawan iblis itu. Guru perguruan kami pun tiba dan mencoba melawan iblis itu. Sayangnya iblis itu terlalu kuar dan guru kami pun terbunuh. Singkat cerita, sebuah kemarahan muncul dari hati kami dan membangkitkan sisi gelap kami. Aku memiliki kekuatan untuk merubah udara menjadi api. Sementara Ice, mempunyai kekuatan merubah udara menjadi air dan membekukan air. Lalu Poison, dia mampu mengubah udara menjadi racun dan mampu mengendalikan segala jenis reptil. Kami bertiga yang dipenuhi dengan amarah dan sisi gelap kami pun bertarung melawan iblis rubah itu. Tetapi kami tidak menyegel nya. Justru kami memusnahkannya. Sebelum iblis rubah itu musnah, dia menyumpahi kami, bahwa sisi gelap akan terus menguasai kami hingga kelak suatu saat ada orang yang bisa mengalahkan kami, disaat itulah kami terbebas dari kutukan iblis rubah itu. Selama ratusan tahun kami berkelana mencari orang yang mampu mengalahkan kami bertiga, hingga akhirnya kami pun tiba di hutan ini. Dulunya hutan ini menjadi akses bagi para pedagang yang ingin melintas dari 1 kota ke kota yang lain. Tapi, karena kami bertiga yang sudah dikuasai oleh sisi gelap kami, kami selalu membunuh siapa saja yang melintasi hutan ini.".......
"Dan itulah alasan mengapa hutan ini disebut Hutan Terlarang. Bukan begitu"? tanya Raziel menyela pembicaraan Ninja yang menamai dirinya Fire.
"Betul sekali tuan. Sudah lebih dari 400 tahun semenjak kami berkelana, dan tiba di hutan ini. Dan selama itu, sudah tak terhitung jumlahnya nyawa yang kami bunuh." sambung Ninja yang menamai dirinya Ice.
"aku penasaran. kenapa tadi dia bilang aura kalian bukan aura manusia"? tanya Lidya....
"Kami bukan manusia. ini hanya tampilan fisik kami semasa hidup. Kutukan yang diberikan oleh iblis rubah itu, ternyata tidak hanya sebatas sisi gelap kami. Tapi, semakin banyak kami membunuh, maka kami akan kehilangan sisi manusia kami, dan berubah menjadi Roh yang terkutuk yang tidak akan mati sampai akhir zaman" jawab Ninja yang menamai dirinya Poison dengan suara mendesis seperti ular.
"Buah simalakama" Ujar Raziel....
"Maksudnya Ziel"? tanya Lidya.
"Ya betul tuan. Kalau kami tidak mencari orang yang bisa mengalahkan kami, kami tidak akan lepas dari kutukan ini. Tetapi, ketika kami bertarung dengan semua orang yang kami temui, sisi gelap kami selalu menguasai kami untuk membunuh lawan-lawan kami." ujar Fire.
"Dan membuat kalian menjadi Roh seperti sekarang ini. Tidak mati, dan tidak hidup" Sela Raziel....
"Betul sekali tuan"...
"Sekarang aku sudah mengalahkan kalian. Berarti kalian sudah terlepas dari kutukan itu. Sekarang apa rencana kalian"?
Serentak, ke 3 Roh Ninja ini pun menjawab
"Kami sudah bersumpah. Siapapun yang mengalahkan kami, akan menjadi tuan kami. Dan kami akan mengabdi sampai akhir zaman kepadanya, maupun seluruh keturunannya"....
Sontak saja Raziel dan Lidya sedikit terkejut mendengar hal ini.
"Eh.. Ziel... Ziel. Gimana ini"? ujar Lidya...
"Mereka serem tau" sambung Lidya lagi.
"Aku juga tidak tahu..." ujar Raziel
__ADS_1
"Begini saja. Aku tidak terlalu suka mempunyai pengikut atau apapun itu. Kalian pergilah kemanapun kalian suka" ujar Raziel
"Tidak bisa tuan. Sumpah seorang Ninja, merupakan sumpah yang harus dilaksanakan" ujar Fire.
"Iya juga. Seorang Ninja jika sudah bersumpah, maka dengan nyawanya pun akan menepati sumpahnya" ujar Raziel dalam hati.....
"Ziel, gimana dong"? tanya Lidya lagi...
"Kamu tenang saja." Jawab Raziel...
"Baiklah. Kalian boleh mengikuti ku. Tapi dengan 1 syarat" ujar Raziel
"Apapun itu tuan" jawab ke 3 Ninja itu
"Jangan terlihat sampai aku memanggil kalian." ujar Raziel...
"Kami bisa bersemayam didalam senjata tuan jika tuan berkenan" ujar si Ice
"Menarik. Masuklah kalian bertiga ke pedang ini. Raziel pun menunjukkan Rebellion Paradox ke arah mereka"...
"Pedang yang sangat bagus, dan sangat kuat tuan. Aura yang begitu kuat. Sebuah kehormatan mendapatkan tempat di dalam pedang sekuat ini" mereka bertiga pun berubah menjadi bola cahaya berwarna merah, biru dan hijau, lalu masuk kedalam Rebellion Paradox.
Sesaat setelah mereka memasuki pedang Raziel, Pedang itu mengeluarkan aura yang begitu kuat seakan-akan merespon kehadiran ke 3 Roh Ninja ini. Sesaat kemudian, terlihat jelas pada gagang pedang nya, terukir lambang api, air, dan ular.
"Ziel, kamu yakin dengan keputusan mu"? tanya Lidya....
"Emmm yasudahlah kalau itu keputusan mu. Eh ngomong-ngomong, tadi mereka bilang ini Hutan Terlarang ya"? tanya Lidya
"Iya. Aku juga tidak tahu kalau kita melewati Hutan Terlarang" jawab Raziel...
"Emmm pantesan aja Hutannya terasa agak serem sih. bukan kayak hutan-hutan yang biasa dilewati orang" ujar Lidya lagi.
"Tidak apa-apa. Selagi masih ada aku, kamu tidak perlu khawatir" jawab Raziel
Terlihat senyuman diwajah Lidya begitu mendengar perkataan Raziel itu. Wajahnya merona dan sedikit malu, semakin menunjukkan pesona anggunnya.
"Yasudah. Kamu istirahat, besok pagi pagi sekali kita lanjutkan perjalanan" Ujar Raziel
Lidya hanya mengangguk, lalu masuk ke kantung tidurnya, menutup kedua matanya dan terlelap....
Disaat Lidya sedang terlelap, Raziel pun berbicara kepada ke 3 Roh Ninja yang sedang bersemayam di pedang nya.
"Kalian bertiga"...
"Tuan.... "!!! jawab mereka ber 3
"Jaga sekeliling, dan bangunkan aku jika ada sesuatu. Aku akan istirahat sebentar." ujar Raziel.
__ADS_1
"Perintah kami terima tuan" ujar mereka bertiga.
"Yasudah kalau begitu".......
tidak lama kemudian, Raziel pun terlelap dalam tidurnya.... Dan ke 3 Roh Ninja yang sudah bersumpah untuk menjadi pengikutnya pun menjaga dan mengawasi Raziel serta Lidya yang sedang beristirahat di tengah-tengah Hutan Terlarang itu....
_______________
Beberapa jam setelah itu
Terdengar suara burung-burung yang berkicau, embun yang terlihat sudah menyelimuti hutan, matahari yang sudah mulai memperlihatkan dirinya sedikit demi sedikit di pegunungan. Lidya pun bangun di pagi hari, dan membangun kan Raziel
"Ziel.... Ziel, ayo bangun. Katanya mau berangkat pagi-pagi"? ujar Lidya...
Dengan mata yang sedikit berat, Raziel pun membuka matanya dan bangun dari tidurnya...
Mereka pun berkemas, dan bersiap melanjutkan perjalanan mereka.
"Tuan, tidak jauh dari sini terdapat sebuah sungai yang airnya sangat jernih dan bersih. Tuan bisa membersihkan diri dan mengambil persediaan air disana" ujar salah seorang Roh Ninja yang bersemayam di pedang Raziel.
"Arah mana"? tanya Raziel.
"Sedikit ke arah selatan tuan, lalu nanti dari sana kita sudah bisa keluar hutan ini" jawab Poison yang terdengar khas dengan desisannya.
"Baiklah" ujar Raziel
Mereka pun lantas berjalan mengikuti arah dari Roh Ninja itu, dan benar saja. Setelah kurang lebih 2 jam perjalanan, mereka menemukan sebuah aliran sungai yang sangat jernih dan bersih...
"Kamu duluan. Aku akan berjaga jaga dibalik pohon itu" ujar Raziel kepada Lidya....
"Jangan ngintip. Kupukul kau kalo ngintip" ujar Lidya sambil mengepalkan tinjunya ke arah Raziel...
"Ffiiiuuuhhh.... Ana jauh lebih..." belum sempat Raziel menyelesaikan kalimat nya, sebuah batu mendarat dikepalanya
"Dddduuugggg".....
"Awwww.... Apa-apaan kamu"? tanya Raziel sedikit kesakitan..
"Pagi-pagi begini jangan pancing aku" suara Lidya meninggi.
Tampak Raziel sedikit kesakitan sambil memegangi kepalanya. "Marah aja cantik apalagi kalau senyum" ujarnya dalam hati.
"Iya.... iya. Maaf" ujar Raziel
Lidya tidak menanggapi nya. Lalu bergegas ke arah sungai dan mandi. Menikmati sejuknya air sungai yang jernih dan bersih itu di pagi hari....
___________________
__ADS_1