
Jam 7 malam, rasa lapar di perut Lidya membangunkannya yang sedang tertidur di kursi sebelah tempat tidur Raziel terbangun....
"Cepat pulih ya.. " ujar Lidya sambil berjalan keluar kamar meninggalkan Raziel yang masih tak sadarkan diri... Lidya pun berjalan menuju minibar penginapan El's yang berada di lantai 1
"Rick, buatin nasi goreng ama teh pahit ya" ujar Lidya sembari duduk di meja kosong di minibar.
"Ok kak. Meluncur" jawab Erick. Erick sendiri merupakan waiter minibar penginapan El's.
"Silahkan kak. Semoga suka" ujar Erick
"Ya" balas Lidya...
Selesai makan, Lidya pun memanggil Ana
"Na... Ana"
"Ya kak.." Ana datang sedikit berlari.
"Nanti kalau udah jam 10, Kamu closing aja ya. Takutnya saya tidak bisa bantu kalau ada tamu" ujar Lidya..
"Oh... ok kak"...
"yasudah kalau begitu" Lidya pun meniggalkan Ana dan beranjak kembali ke kamar Raziel.
Sesampainya di kamar Raziel, Ana kemudian memandangi Raziel... Terpancar dari wajahnya menampilkan ekspresi kesedihan...
"Ah iya..." Tiba-tiba Lidya teringat akan sesuatu.
Dia pun mengeluarkan peti kayu yang berada di bawah tempat tidur Raziel lalu mengeluarkan pakaian Ninja milik Raziel. "Usang banget. Banyak tempelan lagi".... Sambil membawanya, Lidya pun pergi dari kamar Raziel menuju rumah nya....
__________________
Disisi lain
Edward sedang bersiap-siap untuk berangkat menuju kota Alpha. Melangkah ke parkiran rumahnya, Edward masuk kedalam mobil dan meluncur ke kota Alpha.... Jam 8 malam lewat, Edward pun tiba di kota Alpha. Tujuan Edward yaitu gedung pertemuan kota Alpha, Alpha Tower. Memarkirkan mobilnya, Edward pun berjalan masuk ke dalam gedung Alpha. Resepsionis Alpha Tower menyambut Edward.
"Selamat malam, selamat datang di Alpha Tower. Mau klaim atau update" ujar gadis bertubuh tinggi, dan berwajah cantik itu.
"Saya mau update" ujar Edward
"Eksekutor atau perantara" balas si gadis
"Keduanya"
"Baik. Nama perantara"?
"Pharaoh un Rama" jawab Edward
"Kode"?
"775-32-9" jawab Edward lagi.
"Sebentar....... ya ini dia. Misi pertama sukses. Status aktif. Tingkat Silver. Persentase 100%. Layanan Perlindungan aktif."
"Baik terimakasih. Eksekutor"? Tanya Edward kembali
"Nama eksekutor"?
"A Raziel" jawab Edward
"Kode"?
"449-77" jawab Edward
"Baik sebentar....Okey ini dia. Tingkat Bronze. Urutan... hmmm peringkat 1 ya... Status aktif. Request pending aktif ada 1"
"Request pending mohon dibuatkan kontrak nya 15 hari dari sekarang" sela Edward
"Baik. Untuk kontrak akan segera dikirimkan 15 hari dari sekarang. Ada lagi yang bisa saya bantu" tanya si gadis
"Saya rasa cukup" balas Edward
__ADS_1
"Baiklah. Terimakasih atas kunjungannya di Alpha Tower" balas si gadis itu....
Edward pun beranjak keluar, dan kembali ke kota Aztec....
______________
Penginapan El's
Sudah 6 hari Raziel masih tidak sadarkan diri, dan Lidya terus merawat luka Raziel. Beberapa saat kemudian, Edward datang dan memasuki kamar Raziel. Edward melihat Lidya sedang sibuk membersihkan luka Raziel dan membalutkan perban. Begitu Lidya selesai, dia menoleh dan sedikit terkejut "Eh... Ayah. Sejak kapan ayah disitu"? tanya Lidya
"Baru aja" balas Edward
"sudah bagaimana keadaannya"?? sambung Edward lagi...
"Luka-luka nya sudah mengering. Tapi dia masih belum siuman" jawab Lidya
"Baguslah kalau begitu" ujar Edward.
Lidya pun bertanya "Emmm ayah ada keperluan apa kemari"?
"Oh... itu. Cuma mau memastikan kondisi nya saja". Jawab Edward
"Mana mungkin aku memberitahu kalau anak ini ada misi kedua. Sementara dia masih belum sadarkan diri" gumam Edward dalam hati.
"Ya sudah kalau begitu. Ayah pulang dulu"
"Hati-hati dijalan ayah" ujar Lidya...
_____________
Hari ke 7..Hari ke 8... Hari ke 9... Hingga hari ke 12 Raziel pun membuka matanya dan sedikit menggeram... "Ahh...." sambil melirik ke kiri dan ke kanan. Lidya yang melihat Raziel sudah siuman lantas berlari mendekati Raziel. "Aduh tuan putri sudah bangun" ledek Lidya
Raziel menyipitkan matanya dan mencoba untuk duduk, dibantu oleh Lidya....
"Berapa lama aku tidak sadarkan diri"? tanya Raziel...
"Emmm kira kira 12 hari lah" balas Lidya...
"Nanti agak sore, jahitannya udah bisa dibuka. Tadi aku periksa, lukanya udah tertutup" ujar Lidya.
"Baguslah." jawab Raziel cuek.
"Si bodoh ngga ada rasa terimakasih nya" jawab Lidya ketus...
Raziel pun hanya tersenyum tipis melihat Lidya sedikit kesal...
Sore harinya, Lidya datang dengan peralatan obat nya....
"ayo sini dulu. Kita buka perban sama jahitan nya" ujar Lidya
"Di balkon saja boleh" tanya Raziel....
"Kok harus dibalkon"?
"Sekalian menikmati angin sore" jawab Raziel
"Yaudah terserah mu saja".... jawab Lidya...
Mereka berdua pun berjalan ke balkon.
Dengan hati-hati, Lidya membuka perban ditubuh Raziel, mengambil gunting, dengan sangat hati-hati memotong satu persatu jahitan di tubuh Raziel... "Selesai" ujar Lidya...
Luka itu meninggalkan bekas sayatan yang panjang melintang dari dada atas hingga ke perut bagian bawah Raziel.
"Tapi kalo dilihat lihat, bekasnya keren juga" ujar Lidya meledek Raziel.
Berjalan ke arah cermin, Raziel pun melihat bekas luka yang panjang melintang itu tanpa ekspresi...
"Oh iya lupa..." ujar Lidya sambil berlari sedikit dan mengambil peti kayu dibawah tempat tidur Raziel.
"Kamu mandi dulu. Ada yang mau aku tunjukkan" Ujar Lidya
__ADS_1
Raziel hanya mengangguk lalu berjalan ke kamar mandi. Beberapa saat kemudian, Raziel telah selesai mandi. "Ayo duduk sini" ujar Lidya
Mengeluarkan sebuah jubah lengkap dengan pelindung tangan dan celananya dari dalam peti kayu, Lidya pun berkata "ini dicoba dulu. Aku sendiri yang membuatnya. Lambang dari pakaian mu yg lama masih aku jahitkan di baju ini"...
"Apa ini"?? tanya Raziel
"Sebagai peringkat puncak dunia bawah, setidaknya kamu butuh kostum baru. Masa pakai yang jelek kayak kemarin" jawab Lidya....
Lantas Raziel pun mengenakannya dan bercermin....
Berwarna biru dongker dan lambang klan The Mist yang bergaris di tengah tengahnya dibagian dada, kostum ini sedikit memperlihatkan bagian dada nya yang bidang, dengan 2 buah kerah saling timpang tindih, lengan kostum sedikit panjang menyentuh siku, kostum ini menjuntai panjang dibagian belakang hingga menyentuh bagian lutut belakang. Pelindung tangan yang terbuat dari kulit binatang yang sangat kuat, pelindung tangan ini terlihat sangat eksentrik di pergelangan tangannya kira kira 1 jengkal panjang nya. Celana sedikit ketat berwarna abu-abu, yang meruncing kebawah, dan sepatu kulit tinggi, Raziel merasa gerakannya lebih leluasa dibandingkan ketika dia mengenakan pakaian Ninja The Mist nya.... "Ini kau sendiri yang buat"??? tanya Raziel
"Iya dong. Terus siapa lagi"? jawab Lidya.
"Bagus kan"? tanya Lidya lagi
"Ah... nggak. Jelek" jawab Raziel
Sontak saja jawaban Raziel membuat muka Lidya cemberut....
"Nyesal aku" ujar Lidya
Raziel pun tertawa....
"Yaudah. ini aku lepas ya. Nggak ada misi soalnya. Nanti kalau ada misi baru aku pakai" ujar Raziel.
"Terserah mu" jawab Lidya dengan ketus....
Raziel hanya tersenyum.... Lidya yang ngambek pun pergi meninggalkan Raziel di kamar.
______________
3 Hari kemudian...
Edward yang sedang berada di kantor nya melihat seekor burung memasuki ruangannya dari jendela. Lantas Edward berjalan ke arah burung itu, dan tiba tiba burung itu berubah menjadi amplop coklat dan 1 buah koper berukuran sebesar kotak sepatu. Edward pun membuka amplop coklat itu dan mengangguk setelah membacanya. Diapun membuka koper, terlihat jelas kepingan emas bertumpuk di dalamnya...
Lantas Edward pun membawanya menuju penginapan El's. Sesampainya di penginapan El's, Edward bertemu dengan Lidya.
"Mana dia? dikamar"? ujar Edward kepada Lidya.
"Hmm..." hanya itu respon Lidya
"Aneh" jawab Edward ketus melihat respon Lidya...
Edward pun berjalan ke kamar Raziel, lalu mengunci pintu kamar Raziel. Raziel yang melihat Edward mengunci pintu kamarnya pun lantas bertanya "Ada apa"?
"Ini" jawab Edward sambil menyerahkan koper dan amplop coklat.
Raziel pun membuka amplop coklat itu dan membaca surat yang ada didalamnya.
"Nama : Jeremy Han
Umur : 47 Tahun.
Sepupu Reyes Han. Pemimpin Klan Unohana.
Perdagangan senjata ilegal dan Narkoba.
Lokasi : Kota Pearl. Sebelah tenggara Dunia Barat.
2 Hari dari sekarang
Eksekutor terakhir tewas ditangan Han.
Nilai Kontrak : 15.000 keping emas"
Selesai membaca surat itu, Raziel pun membuka koper yang berisi kepingan emas, mengamati sebentar lalu menutupnya kembali.
"Kontrak diterima. Berikan jawaban kepada mereka" ujar Raziel kepada Edward.
"Baiklah. Kalau begitu aku undur diri. Persiapkan dirimu" ujar Edward sembari pergi meninggalkan kamar Raziel....
__ADS_1
________________