The Tale Of A-Raziel

The Tale Of A-Raziel
Lidya si Gadis Resepsionis


__ADS_3

Menyerupai kelelawar, Jenny kini bersiap untuk bertarung melawan wujud tengkorak Ra yang sedari tadi hanya menatap Jenny dengan tajam....


"Wusshhhhh" sebuah gelombang kejut melesat ke arah Jenny sesaat setelah Ra mengayunkan pedang nya.... Beruntung Jenny berhasil menghindari nya dengan melompat kesamping lalu berlari melesat ke arah wujud tengkorak Ra, Jenny lantas balik menyerang "Shock....Wave".... Jenny membuka mulutnya. Dari mulut nya mengeluarkan cahaya biru yang langsung melesat ke arah wujud tengkorak Ra.... "Duaaarrr.....!!!" Cahaya biru itu meledak sesaat setelah mengenai wujud tengkorak Ra. Ra terpukul mundur beberapa langkah, namun masih tetap berdiri...


.......


Disisi lain, di Penginapan El's


Lidya tiba-tiba terbangun. Dia secara tidak sengaja memikirkan Raziel dalam benaknya....


Beranjak turun dari tempat tidurnya, lantas Lidya bergegas ke kamar mandi dan membasuh wajahnya... "Kok tiba-tiba kepikiran sama tuan itu" ujarnya dalam hati.... Lidya kemudian keluar dari kamar mandi dan berdiri menghadap jendela kamar nya. Dia memandangi langit malam yang dipenuhi dengan bintang itu....


Dipusat kota Aztec


Jenny yang melihat Ra terpukul mundur beberapa langkah kemudian kembali melancarkan serangan nya.... Membungkuk kedepan, Jenny melesat ke arah wujud tengkorak Ra dan menempelkan telapak tangan kanannya di dada tengkorak Ra. Tengkorak Ra hanya diam tak bereaksi, sesaat kemudian..... "Shingg....!!! Duuuaaarrr....!!!" Jenny lalu mundur seraya menjauh... "Wild Beam...!!" ujarnya pelan.... Tengkorak Ra yang terkena serangan itupun terpental jauh menghantam bangunan dibelakangnya dan tertimbun reruntuhan bangunan yang jatuh....


"Brak...... Brukk..... " Terdengar wujud tengkorak Ra kembali bangkit dari reruntuhan bangunan yang menimpa nya, dan berjalan keluar bangunan. Mengarahkan pedang nya lurus kedepan, tengkorak Ra hendak menyerang, namun Jenny dengan kecepatan tinggi kembali melesat.... Jari tangan kanan dan kiri Jenny mengeluarkan kuku yang sangat tajam... Berkilap layaknya baja... "Zzzettttt...!!" Sebuah sayatan terdengar sesaat setelah Jenny melesat melewati wujud tengkorak Ra... Perlahan-lahan, di dada tengkorak Ra melintang sebuah sayatan panjang dari ujung bahu, hingga ke perut bagian bawah.... "Seeerrrr....!!!" Darah segar mengalir deras....

__ADS_1


Dengan tersenyum, Jenny lantas menjilati jari jarinya yang tertempel darah darah Ra.... Membelakangi Jenny, tengkorak Ra diam tanpa ekspresi apapun. Jenny yang melihat ini kembali maju melesat ke arah tengkorak Ra dari arah belakang.... "Swwiiinnggg..... " terdengar suara Jenny melesat dengan kecepatan tinggi.... lalu....


"Bukkkkk....." Wujud tengkorak Ra menangkap Jenny tepat menggenggam wajah Jenny. Wajah Jenny terlibat berada dalam genggaman tengkorak Ra. Dengan panik Jenny berontak berusaha melepaskan diri dari genggaman tangan tengkorak Ra.... Namun usaha Jenny sia sia. Genggaman tengkorak Ra di wajah Jenny begitu kuat.... Memposisikan Jenny didepan nya, lantas tengkorak Ra mengangkat tubuh Jenny dengan hanya menggenggam wajahnya... Dengan tangan kanannya, tengkorak Ra mengayunkan pedang nya dan..... "Zzzllleebbbbb".....


"Teknik Api, Flying Sword" ucap tengkorak Ra dengan suara 20 orang yang terdengar sangat berat..... Seketik tubuh Jenny terbelah menjadi dua.... lalu hangus terbakar, dan berubah jadi abu.... Tengkorak Ra memandangi sisa sisa abu Jenny, dan berjalan pergi meninggalkan tempat itu...


Perlahan-lahan, wujud tengkorak Ra kembali kedalam bentuk manusia Raziel ketika dia tiba tepat dibawah balkon kamarnya..... "Ttttaakkk" terdengar Raziel melompat dari luar, langsung ke balkon kamarnya... lalu masuk kedalam kamar.


Dengan tertatih-tatih sambil menekan dadanya, Raziel berjalan menuju tempat tidur nya. Dia lantas meraba dadanya, terasa sayatan panjang yang begitu dalam melintang di dadanya masih mengeluarkan darah segar, dan Raziel pun tumbang di tempat tidurnya.....


.........


Rasa perih di dadanya menyadarkan Raziel dari kondisi pingsan nya... Perlahan-lahan dia membuka matanya.... lalu samar-samar, dia melihat Lidya sedang membersihkan luka sayatan di dadanya.... "Aarggghhhh".... Raziel mengeluarkan suara....


"Eh, tuan sudah bangun" ujar Lidya terkejut....


"Jangan banyak bergerak dulu tuan, nanti lukanya bisa terbuka lagi" tambah Lidya....

__ADS_1


Raziel lantas mengesampingkan tangan Lidya yang sedang membersihkan lukanya, dan hendak berdiri.... "Plakkkk....!!!" tamparan Lidya tepat di pipi kiri Raziel membuat Raziel terdiam seribu bahasa.... "Tuan, kalau saya bilang jangan banyak bergerak, ya jangan banyak bergerak" ujar Lidya dengan sangat tegas.... Raziel terpelongo.... Lidya yang sangat manis, dan menawan yang biasa dia lihat, berubah menjadi tegas... namun masih sangat mempesona....


"Sudah selesai tuan" ujar Lidya sembari merapikan peralatan obat yang masih berserakan....


"Besok pagi, saya akan datang lagi untuk mengganti perbannya. Kalau tuan butuh sesuatu, tuan tahu kan harus bagaimana" ujar Lidya sambil tersenyum manis... Raziel hanya mengangguk...


"Sarapan dan obat sudah saya letakkan di meja tuan. Siang dan malam nanti, kemungkinan Ana yang akan mengantarkan makanan tuan" ujar Lidya.... Raziel hanya mengangguk


"Kalau begitu saya pamit keluar tuan" senyuman Lidya begitu sangat mempesona.....


Begitu Lidya meninggalkan kamar Raziel, Raziel lantas bergumam "Na, perempuan itu aneh sekali."


Dengan sedikit tenaga, Raziel bangkit dari tempat tidurnya lalu menuju meja untuk sarapan....


Selesai sarapan, Raziel teringat pakaian Ninja nya dan pedang nya.... "Dimana mereka" ujarnya dalam hati.... Raziel pun bergegas ke arah tempat tidurnya, mengambil peti kayu dibawah tempat tidurnya lalu membuka peti kayu tersebut.... "Ah.... disini rupanya... eh tapi siapa yang memasukkan kedalam peti?? apa Lidya?? kalau memang dia, bagaimana mungkin dia tahu tentang ini semua" ujarnya kembali dalam hati....


Pikiran Raziel kini dipenuhi tanda tanya tentang siapa Lidya sebenarnya......

__ADS_1


.............


__ADS_2