The Tale Of A-Raziel

The Tale Of A-Raziel
Target Operasi : Nicholas Smith. Kota Cyber


__ADS_3

Menghadap ke arah Lembah dan pegunungan, Raziel pun duduk bersila dibalkon kamarnya melakukan meditasi. Luka-luka ditubuhnya sudah mengering sempurna. Menyisakan jahitan luka yang sudah mengering.....


Ting.... Tong.... Ting.... Tong....


Suara bel terdengar di kamar Raziel, namun dia dikarenakan terlalu fokus meditasi, tidak menyadari bahwa bel berbunyi.


Lidya yang sedaritadi diluar menekan bel pun menggerutu "Kemana sih dia. Apa dia keluar ya? Ah coba masuk ajalah"..... Lidya pun membuka pintu dan berjalan memasuki kamar. Celingak celinguk, Lidya tidak melihat Raziel di kamarnya. Lantas Lidya pun berjalan kearah balkon mendapati Raziel sedang meditasi... "Ah... disini rupanya. Lagi meditasi" Ujarnya dalam hati. "Yaudah lah kalau begitu. Mungkin aku keluar saja. Takut mengganggu" sambungnya. Lidya pun keluar kamar meninggalkan Raziel yang tengah meditasi.


.........


Dunia Barat, Kota Cyber


Disebuah restoran ternama di kota Cyber, tengah duduk pria berbadan kurus tinggi, berumur kisaran 57 tahun, memakai stelan jas rapi, sepatu kulit, sedang menikmati makan siang. Disekelilingnya, sedang berdiri sekitar 7 sampai dengan 8 orang mengawalnya. Dimeja ujung, terdapat 3 orang berpakaian Ninja Klan Hyorin sedang mengawasi daerah sekitar pria tua tersebut.... Ya, dia adalah Nicholas Smith beserta pengawal nya dan Ninja bayarannya. Selesai makan, Nicholas mengangkat tangannya. Dengan tergopoh-gopoh, seorang pelayan perempuan berumur sekitar 20 tahunan, mengenakan seragam pelayan dan rok sedikit diatas lutut datang ke arah Nicholas. "Iya tuan... "? ujar perempuan itu. "Panggil Arash" ucap Nicholas kepada pelayan perempuan itu... "Baik tuan, segera..!!" balasnya.


Sedikit berlari, perempuan itu meninggalkan Nicholas dan berlari ke arah dapur. "Bos, dipanggil tuan" ujarnya kepada koki yang sedang memasak di dapur. "Segera" balas koki itu. Merapikan tempat memasak, Koki itu pun berjalan ke arah Nicholas. "Petunjuk bos"? ujarnya.


"Bagaimana persiapan transaksi besok"? tanya Nicholas.


"Aman bos. Klien sudah menandatangani harga. Mereka puas dengan paket kita."


"Baiklah. Kau atur saja" ucap Nicholas seraya berdiri lalu berjalan pergi meninggalkan Restoran besar dan mewah itu, diikuti oleh pengawal nya dan 3 Ninja eks Klan Hyorin.....


.......


Sehari kemudian di Penginapan El's


Raziel yang sudah selesai meditasi turun dari tempat meditasi nya, dan berjalan memasuki kamarnya. "Hmmm lapar" ujarnya. Dia berjalan ke tempat tidurnya, lalu menekan bel yang berada di samping tempat tidurnya. Beberapa saat kemudian, Lidya masuk kekamar Raziel. "Apa Ziel"? ujarnya. "Hmmm. Aku lapar. Makan apa ya"? tanya Raziel....


"Sebentar" ujar Lidya sembari mengarahkan Raziel untuk duduk. "Sini aku lihat dulu lukamu" Lidya pun lantas membuka perban luka Raziel, dan mengamati jahitan luka di dada Raziel....


"Udah kering. Obatnya bekerja sempurna. Hmmm makan sup tomat aja. Bagus buat proses penyembuhan nya" ujar Lidya sembari memasang kembali perban untuk menutup luka Raziel.


"Yaudah terserah" ujar Raziel singkat.


"Kalau begitu, tunggu disini. Aku akan segera kembali membawa makan siang mu" Ujar Lidya sembari pergi meninggalkan kamar Raziel.


Sesaat kemudian, Lidya kembali kekamar dengan membawa semangkuk sup tomat, dan segelas jus. "Ini makan dulu" ujar Lidya.... Raziel pun mengangguk... Saat Raziel sedang makan, sekilas Lidya melihat amplop coklat di meja balkon. Tanpa sepengetahuan Raziel, dia pun membuka amplop itu dan membaca isi amplop tersebut....


"Misi pertama nya" ujar Lidya sedikit tersenyum setelah membaca surat itu. Lidya pun memasukkan surat itu kembali ke amplop dan berjalan masuk kedalam kamar.


Raziel pun selesai makan disusul dengan Lidya yang berjalan mendekati meja, lalu merapikan meja makan Raziel. Sambil mengangkat tempat makan Raziel, Lidya berpamitan keluar kamar dan berkata "Semoga berhasil. Kembalilah tanpa luka" Ujarnya tersenyum manis..... Raziel pun hanya memandangi Lidya tanpa ekspresi sama sekali...


Malam harinya, Raziel mempersiapkan segala sesuatunya. Karna dia harus berangkat pagi sekali menuju dunia barat, kota Cyber.... Selesai mempersiapkan persiapan nya, Raziel pun merebahkan dirinya ditempat tidur, dan terlelap....


.......


Pukul 5 Keesokan harinya


Beranjak dari tempat tidurnya, Raziel berjalan menuju kamar mandi. Dia membersihkan badannya, lalu mengenakan pakaian Ninja The Mist. Meletakkan pedang nya Rebellion Paradox di punggung, Raziel berjalan ke arah balkon. Dia membuka amplop coklat itu kembali, dan membaca kembali isi surat kontrak itu. Selesai membaca surat kontrak itu, Raziel meremasnya, dan amplop coklat beserta isinya berubah menjadi abu..... Berdiri diujung balkon, Raziel pun melompat dan melesat. Menghilang di gelapnya subuh hari itu.....


.......


Pukul 10 Pagi Penginapan El's


Lidya menekan bel kamar Raziel, namun tidak kunjung ada jawaban. Lantas dia pun membuka pintu kamar. Keadaan kamar yang kosong dan hening, mengubah raut wajah Lidya. Dia pun memeriksa peti kayu Raziel yang ada dibawah tempat tidurnya. "Ahh.... udah berangkat ternyata" ujar Lidya.... Dengan sedikit kekecewaan di wajahnya, Lidya pergi keluar kamar.


Jam menunjukkan pukul 17.41 di sebuah warung kecil. Raziel yang dari jauh memperhatikan jam itu berujar "masih 2 jam perjalanan lagi". Dia pun kembali melanjutkan perjalanan nya menuju kota Cyber, dunia barat.....


Beberapa jam kemudian, Raziel memasuki perbatasan kota Cyber. Sangat jelas tulisan yang sudah kumuh terlihat "Selamat datang di Kota Cyber".... Suasana kering, panas, dan berantakan terlihat jelas disepanjang jalan... Sampai akhirnya, Raziel tiba di pusat kota Cyber.


Sontak dia terkejut melihat sekeliling nya. Begitu banyak orang berpakaian kumuh sedang tertidur di pinggir jalan. Gedung gedung tinggi di pusat kota itu terlihat terbengkalai. Beberapa gedung bahkan ada yang sudah tidak layak. Ban ban terbakar seolah mengisyaratkan telah terjadi pemberontakan. Anak anak kecil menangis karena kelaparan dan penyakit....


"Aaa... aaapa yang terjadi dengan kota ini"? ujarnya menahan rasa sedih dihatinya...


Dia pun berjalan sambil melihat sekelilingnya...


Rasa benci, emosi, sedih, amarah bercampur aduk menjadi satu di pandangan mata Raziel....


Dengan kecepatan tinggi, Raziel pun melesat ke sebuah gedung tinggi dan berdiri dipuncak gedung tersebut. Dari atas gedung ini, Raziel dapat melihat seluruh kota Cyber yang sudah terbengkalai ini.... Terpancar jelas dari sorot matanya kebencian dan amarah....


Dari kejauhan, Raziel melihat 4 buah mobil bergerak beriringan ke arah sebuah gedung bekas rumah sakit. Lantas Raziel pun melompat dan bergegas ke arah rombongan tersebut.... Dari atas gedung seberang, Raziel memperhatikan kegiatan rombongan ini. 1 buah mobil dengan paksa menurunkan 4 anak perempuan berusia sekitar 16 tahun, 4 anak perempuan ini terlihat menangis ketakutan.....Dari 2 mobil lainnya, terlihat beberapa orang dengan penutup wajah sedang menurunkan peti kayu berukuran lumayan besar.


Menatapi ke 4 anak perempuan yang sedang ketakutan itu, rasa benci yang sangat dalam memuncak di diri Raziel. Tanpa persiapan apapun, dia melompat dari puncak gedung, dan melesat langsung ke arah 2 orang pria yang terlihat sedang menarik paksa 4 anak perempuan tersebut.....


"Sshhheeeetttt"..... Tiba-tiba darah mengucur deras dari leher kedua pria yang sedang menarik paksa 4 anak perempuan tersebut.... Dibelakang mereka, telah berdiri Raziel, lengkap dengan pakaian Ninja The Mist, merentangkan pedangnya ke arah bawah. Darah menetes dari ujung pedang Raziel.... Lantas, Raziel berbicara kepada 4 anak perempuan tersebut "Pergi sembunyilah. Aku akan mengurus mereka". Raziel berbalik arah memandang sekeliling nya, diikuti dengan ke 4 anak perempuan yang berlari ke arah gedung bekas rumah sakit. Dari kejauhan, sekitar 6 orang berlari menerjang ke arah Raziel.... "Habisi dia"....


Raziel yang sudah bersiap sedia pun lantas memposisikan pedangnya lurus kesebelah kanannya.... "Teknik Kabut.... Tarian Bunga Api" Raziel melesat cepat dan mengeluarkan percikan api..... "Shhhiinnnggg...... Zzzzeebbbb".... 6 orang yang tadi berlari ke arah Raziel dalam sekejap berubah menjadi abu. Mendengar ada keributan, seluruh anggota rombongan mengepung Raziel...


Didepan mereka berdiri Arash. Si koki dari Restoran Mewah.....


"Seperti nya aku mengenal Pakaian itu" ujarnya singkat..


Raziel tidak merespon....


"Habisi dia" ujar Arash kepada anggotanya...


Anggota Arash pun maju satu persatu menyerang. Raziel bersiap dan bertarung dengan anak buah Arash... "Tring..... Trang..... Shing..... " suara pedang beradu terdengar di heningnya malam....


Satu persatu anak buah Arash tumbang. Menyisakan Arash seorang diri dihadapan Raziel.

__ADS_1


"Ternyata bukan cuma cerita" ujar Arash...


"Sebenarnya, aku tau bahwa aku tidak cukup kuat melawanmu. Hanya saja, kalau aku melanggar perintah nya, aku bisa mati" sambung Arash.


"Siapa dia? Nicholas?" ujar Raziel.


"Tidak ada gunanya menyembunyikan nya. Toh aku juga akan mati... Ya, dia Nicholas"...


"Beritahu aku dimana dia, kulepaskan kau" ujar Raziel


"Dia ada di sebelah utara kota ini. Pergilah ke arah utara, kau akan melihat gedung paling mewah disana. Sebelum kau kesana, kau harus menghadapi aku dulu" ujar Arash....


"Hmmmm" hanya itu respon dari Raziel..


Arash lantas mengeluarkan sebuah senjata berbentuk sabit. Dengan cepat menyerang Raziel... "Daisy Cutter".....


Raziel menghindar dengan cepat, namun "sheettttt" sebuah luka gores kecil muncul di pelipis mata kiri Raziel....


"Senjata yang bagus" ujarnya...


"Hehehe terimakasih" balas Arash...


"Kalau begitu, aku akan mengakhiri ini. Aku tidak punya banyak waktu" ujar Raziel dengan dingin....


Memposisikan pedang nya kebelakang, dengan sedikit membungkukkan badan, Raziel melesat ke arah Arash... "Teknik Kabut, Flying Sword..."


Suasana hening seketika... Raziel yang sedang membelakangi Arash terlihat berjalan ke arah gedung bekas rumah sakit, disusul dengan percikan darah Arash yang keluar dari sebuah luka sayatan di dadanya. Arash pun tumbang... Perlahan-lahan nafas Arash pun terhenti....


Mencari ke 4 anak perempuan tersebut di gedung bekas rumah sakit itu, Raziel terlihat berlari kedalam gedung. "Hey keluarlah. Ini aku" teriak Raziel...


beberapa saat kemudian, 4 anak perempuan yang sedang sembunyi pun keluar mendekat ke arah Raziel.


"Kalian baik-baik saja"? tanya Raziel


Mereka mengangguk


"Yasudah. apa kalian berasal dari kota ini"?


Mereka menggeleng...


"Terus kalian darimana"?


Terlihat anak perempuan itu kebingungan, lalu menangis....


"Kalau begitu tunggu disini dan tetap sembunyi. Aku pergi sebentar, ada yang harus aku kerjakan" ujar Raziel.


Mereka ber 4 mengangguk, lalu sembunyi di tumpukan kayu didalam gedung..


Beberapa saat kemudian, di hadapan Raziel terlihat jelas sebuah gedung yang sangat megah. Lampu lampu mewah menghiasi gedung tersebut. Berbanding terbalik dengan kondisi kota ini yang terlihat mengenaskan....


Dari balik gerbang, Raziel bisa melihat penjaga yang sedang mengawasi areal gedung tersebut...


di lantai 2 juga terlihat 3 Ninja eks Klan Hyorin dengan posisi siaga tengah menatap tepat ke arah Raziel berdiri. Dari luar gerbang gedung itu, Raziel melesat ke dalam, dan menerobos penjaga yang ada di gerbang. 2 penjaga itu tumbang...


Salah seorang Ninja eks Klan Hyorin berteriak "Semua kumpul... Habisi dia" sembari menunjuk tepat ke arah Raziel.... Seketika itu juga, kira kira 18 an orang anak buah Nicholas sudah berkumpul didepan pintu masuk gedung, menghadang langkah Raziel. Dengan berteriak, mereka berlari ke arah Raziel dan menyerang Raziel....


Raziel pun melesat maju menyerang mereka "Teknik Kabut. Putaran Kematian".....


"Sshhhhiinnggg" .....


Melesat membentuk kilatan api, serangan Raziel mengarah tepat ke arah anak buah Nicholas....seketika itu juga, lebih dari setengah anak buah Nicholas berubah menjadi abu.....


Melihat hal ini, anak buah Nicholas yang tersisa ketakutan setengah mati.... Menyadari posisi mereka, anak buah Nicholas yang tersisa melarikan diri....


"Kalian pikir bisa lari dariku... " Ujar Raziel....


"Teknik Kabut. Wolf's Sing"..... Sebuah gelombang biru mengarah tepat ke arah sisa anak buah Nicholas yang melarikan diri.... "Breeeettttttttt" Mereka semua tersungkur bersimbah darah.


Lantas Raziel pun berlari memasuki gedung dan bergegas ke lantai 4, tempat Nicholas berada. Namun langkahnya terhenti di lantai 2, tempat 3 Ninja eks Klan Hyorin menjaga. "Langkah mu cukup sampai disini" ujar seorang Ninja....


"Hmmmm" respon Raziel sinis....


Dengan gerakan yang sudah terlatih, mereka menyerang Raziel...


Serangan demi serangan dilancarkan....


Mereka bertiga silih berganti saling menyerang dan bertahan menghadapi Raziel..... hingga setelah beberapa waktu.....


"Tranngggggggg" suara benturan pedang menghentikan mereka.


Terlihat jelas ke 3 Ninja eks Klan Hyorin tersebut tampak terengah-engah....


Raziel tersenyum sinis lalu...... "Higanbana"..


Mata Raziel berubah menjadi merah pekat, dengan pola api hitam ditengahnya....


"Te... te... teknik itu"? ujar salah seorang ninja eks Klan Hyorin tersebut....


"Terlambat untuk sadar" ujar Raziel seraya melesat menembus ketubuh mereka bertiga dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


"Sshhhuurrrr" Darah segar pun mengucur dari leher ketiga Ninja eks Klan Hyorin tersebut. Mereka tumbang, dan mati bersimbah darah.


Lantas Raziel pun berlari ke lantai 4.... menemukan sebuah ruangan dengan pintu yang terukir naga.....


Satu ayunan pedang dari Raziel membelah pintu tersebut menjadi dua. Perlahan, Raziel memasuki ruangan dan menemukan Nicholas sedang duduk menghadap ke arah Raziel....


"Aku sudah tau siapa kau"


Tak ada jawaban dari Raziel


"Siapa yang membuat kontrak denganmu"? tanya Nicholas lagi...


Raziel tetap tidak menjawab.


"Seperti nya, sudah tidak bisa bernegosiasi denganmu." ujar Nicholas sedikit kesal. Nicholas pun bangkit dari tempat duduknya... Aura hijau terpancar dari tubuh Nicholas, membentuk seekor naga.....


Menghentakkan kaki kiri dan kanannya, lantas Nicholas pun berteriak "huuaaaarrrrr".......


Angin yang kencang keluar dari mulutnya, menerpa Raziel yang hanya diam melihat Nicholas....


Mengarahkan pedangnya ke Nicholas.... "Orang-orang dikota ini menderita akibat perbuatan mu. Kau harus mati"...


Nicholas pun tertawa.....


"Hahahahaha, apa aku terlihat peduli? selagi aku mendapatkan keuntungan dari bisnis ku, aku tidak peduli"


"Benar-benar biadab" ujar Raziel. Dari matanya terpancar jelas amarah dan kebencian yang begitu dalam.....


"Tak... tak.... tak... Bushhhhhhh" dengan tiba-tiba, Nicholas melompat ke arah Raziel dan meninju tepat di wajah Raziel...."Buggggggg....!!!!" Telak pukulan itu mengenai Raziel. Raziel pun terpental ke dinding ruangan..... "Akkhhhhh" suara Raziel terdengar meringis. Dari sudut bibirnya mengeluarkan darah cukup banyak.... Sedikit sempoyongan, Raziel pun bangkit berdiri....


Menghapus darah disudut bibirnya dengan lengannya, Raziel lantas membalas serangan Nicholas.... "Teknik Kabut. Tarian Bunga Api".... Sebuah cahaya melesat ke arah Nicholas.... dan..... "Tinnnggg.... " Nicholas menangkisnya... tidak sampai disitu, Raziel kembali menyerang "Teknik Kabut, Tarian Bunga Lili"... "Teknik Kabut, Tarian Kematian"....


"Trrraanngg..... Shingg...." terdengar suara serangan Raziel yang ditangkis oleh Nicholas....


Merespon serangan bertubi-tubi Raziel, Nicholas pun balik menyerang..... "Dragon.... Punch....." Tangan kanan Nicholas yang mengepal mengeluarkan cahaya berwarna hijau dan....


"Brukkkkk.... " Tinju Nicholas mendarat telak di dada Raziel....


"Sssrrruuuuttttt" darah menyembur deras dari bekas luka Raziel, membuka kembali jahitan di lukanya....


Raziel pun terjatuh dengan luka nya yang kembali terbuka....


Sesaat kemudian Nicholas kembali mengarahkan tinjunya ke kepala Raziel yang terkapar tak berdaya, Tiba-tiba.....


"Wusshhhhhhh".....


Asap putih mengepul dari tempat terkapar nya Raziel....


Perlahan-lahan, sosok tengkorak dengan aura api berwarna merah pekat seolah olah sesang membakarnya, mata yang mengeluarkan sinar merah pekat yang ditengah-tengahnya terlihat pola api berwarna hitam... dan sebuah pedang yang mengeluarkan aura api yang sangat panas keluar dari dalam kepulan asap.....


Ra.....


"Hungry"....... ujar Ra


Nicholas yang pertama kali melihat wujud tengkorak Ra sontak saja terkejut....


Melangkah mundur, dengan sedikit keraguan, Nicholas mengepalkan kembali tinjunya...


Sambil melompat Nicholas pun menyerang Ra


"DRRUKKKK...!!" Tangan kiri menangkap tinju Nicholas. Dengan panik Nicholas hendak menarik kembali tangannya, namun Ra menggenggam nya sangat kuat....


Sambil sedikit memutar tangan Nicholas, Ra mengangkat pedang nya dengan tangannya....


"Die...." hanya itu yang keluar dari Ra.


Ra pun melayangkan pedangnya tepat mengarah ke dada Nicholas....


"Ssshhhheetttt...." Tubuh Nicholas terbelah menjadi dua... lalu perlahan-lahan menghilang menjadi abu.....


"Hmmmm" terdengar suara Ra menggeram diikuti dengan kembalinya wujud manusia Raziel yang terluka... Setengah sadar, Raziel mencoba berdiri....


Diraihnya pedangnya, dan meletakkan nya ke punggungnya. Kemudian dia mengambil anggrek merah dari balik pakaian Ninja nya... dan meletakkan nya di sisa abu Nicholas... lalu dengan langkah tertatih-tatih, dia berjalan keluar ke arah gedung bekas rumah sakit....


"Hey... keluarlah" ucap Raziel terbata-bata.


Melihat luka bekas jahitan yang terbuka di dada Raziel mengeluarkan darah yang sangat banyak, salah satu dari anak perempuan itu berkata "kakak baik-baik saja"?....


"Hmm... aku tidak apa-apa"...


"Terus kita mau kemana kak" balas nya...


"Rumah kalian dimana"?.... tanya Raziel kembali..


Sambil menggelengkan kepala salah satu anak perempuan menjawab "kami tidak punya rumah. Orang tua kami dibunuh dan kami diculik untuk dijual"....


Mendengar jawaban ini, kebencian di hati Raziel kembali memuncak....


"Yasudah, ayo ikut aku saja" Ujar Raziel....

__ADS_1


Sambil memegangi Raziel, ke 4 gadis itupun melangkah pulang menuju kota Aztec......


__ADS_2