
Saling bertatapan dengan jarak beberapa meter, Thang dan Raziel hanya diam berdiri. Sesaat kemudian, Thang yang berperawakan kakek tua, dengan janggut putih yang panjang, badan bungkuk, serta tangan kanan memegang tongkat, Thang mengeluarkan pancaran aura berwarna biru dari seluruh tubuhnya. Tubuh Thang yang bungkuk dan kelihatan lemah, mendadak berubah dipenuhi dengan otot-otot nya membesar. Postur badannya pun berubah menjadi tegap, namun masih menunjukkan janggut putih nya panjang. Tongkat yang dia pegang pun berubah menjadi sebuah tombak yang panjang nya 2 kali tubuh Thang. Di gagang tombak itu, terukir jelas naga sedang melingkari seluruh tombak itu. Thang kini tampak sangat berbeda dari sebelumnya. Aura berwarna biru yang keluar dari tubuhnya menunjukkan kekuatan yang menakutkan sedang berkumpul di tubuh Thang. Memposisikan tombaknya ke arah Raziel, Thang bersiap menyerang. Dengan satu lompatan, Thang melesat tepat ke arah Raziel.
Raziel pun merespon tindakan Thang ini, sedikit menghembuskan nafasnya... "Higanbana" mata Raziel berubah menjadi berwarna merah pekat, dengan pola api berwarna hitam di tengah-tengah.
Tubuh Raziel mengeluarkan aura berwarna merah pekat, dan terlihat jelas aura berwarna merah pekat ini seolah-olah sedang membakar Raziel dari ujung kaki hingga ujung rambutnya. Mencabut pedangnya Zanka dengan tangan kirinya, Raziel lantas menyilangkan kedua pedang nya, Rebellion dan Zanka di dadanya. Alih-alih menangkis serangan Thang, Raziel justru mengadu serangan Thang dengan tekniknya "Teknik Kabut. Thousand Sword".......
"Bertttt.... bertt..... crikkkk.... Brett..... "
Terdengar suara percikan listrik dan terlihat jelas percikan listrik itu di pusat benturan tombak Thang dan kedua pedang Raziel. Dengan menaikkan kekuatan nya, Raziel pun bergerak memutar, lalu mendorongkan kedua pedangnya. Seketika itu juga, Thang terhempas jauh dan membentur sebuah pohon. "Bruuukkkk"...
Thang pun berdiri kembali dan terlihat dari sudut bibirnya mengeluarkan darah.
"Jauh juga aku terhempas." ujar Thang.
Lantas Thang pun memindahkan pegangan ke ujung pangkal tombaknya. Dengan tangan kiri mengarah ke Raziel, dan tangan kanan memegang ujung pangkal tombaknya, Thang pun dengan sedikit berlari melemparkan tombaknya ke arah Raziel sambil berteriak "Spear of Dragon Killer"...
Tombak Thang melesat secepat kilat, yang secara bersamaan mengeluarkan cahaya berwarna biru dan semakin lama semakin terang. Tombak yang tadinya hanya seperti tombak dengan ukiran naga tadi, kini telah berubah menjadi sebuah cahaya berwarna biru berbentuk anak panah sedang melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Raziel. Melihat tombak yang berubah menjadi cahaya berwarna biru menyerupai anak panah sedang melesat dengan kecepatan tinggi kearah nya, Raziel pun menyarungkan Rebellion ditangan kanannya ke punggung nya.
"Ayo kita coba kutukanmu" Ucap Raziel sambil memandangi Zanka.
Zanka pun mengeluarkan aura berwarna merah pekat dengan asap di sekeliling nya. Sedikit berdiri menyamping, Raziel mengarahkan Zanka ke arah datangnya tombak Thang, menghembuskan sedikit nafasnya... "Teknik Api. Tarian Bunga Lili"
Raziel bergerak berputar, dan mengayunkan Zanka tepat di ujung tombak Thang. Kembali lagi serangan mereka beradu.... Sangat jelas terlihat benturan Zanka dan tombak Thang kembali mengeluarkan percikan listrik... hingga kemudian, Zanka mengeluarkan aura negatifnya. Aura api berwarna merah yang sedaritadi mengelilingi Zanka berubah menjadi berwarna hitam, layaknya sedang terbakar oleh api berwarna hitam, serangan Raziel menggunakan Zanka tersebut terlihat mampu mendorong tombak Thang yang perlahan-lahan mulai mundur, dan tiba-tiba...
"Kkkrrrraaakkkk" sebuah retakan muncul di mata tombak Thang, semakin besar dan semakin besar hingga akhirnya.... "Ttttrrrriiinngggg" tombak Thang hancur lebur berkeping-keping... diakhiri dengan Raziel yang mengakhiri serangannya dengan posisi satu kaki berlutut, dan Zanka diangkat kebelakang. Terlihat Raziel membelakangi Thang...
Thang yang melihat tombak nya hancur berkeping-keping lantas terduduk lemas di lokasi dia melemparkan tombak nya.
"Tombak Takdir ku... tidak kusangka setelah bertahun-tahun, akhirnya kau menemukan lawan yang sepadan" ujar Thang dengan raut wajah sedih...
___________
Dilokasi Jeremy
"Aura apa ini? Kutukannya begitu terasa" ujar Han dalam hati.
"Apakah anak itu sudah dikota ini"? tanya Han lagi dalam hati. Kekhawatiran muncul di hati Han
Jeremy yang duduk diruang tamu rumahnya terlihat sedang mencampur dedaunan seperti membuat ramuan...
Rumah Jeremy tidak terlalu besar, hanya saja halaman nya sangat luas. Cukup untuk anak buah Jeremy yang berjumlah sekitar 20 orang dan anak buah Thang yang berjumlah sekitar 10 orang berjaga lengkap dengan pedang dan berbagai senjata tajam. Yang paling mencolok dari antara anak buah Jeremy dan anak buah Thang, terdapat 2 dari anak buah Jeremy menggunakan pakaian Ninja berwarna putih, sementara yang lain berwarna merah dan 2 anak buah Thang yang menggunakan Stelan Jas rapi, lengkap dengan dasi sementara anak buah Thang yang lain menggunakan pakaian khas china. Dan terlihat juga mereka memberi perintah dan saling berkomunikasi.
__ADS_1
Han yang khawatir lantas berjalan ke ruang tamu dan melihat Jeremy sedang membuat ramuan.
"tambahkan bubuk tulang naga. Itu membuat mu kebal dari senjata tajam" ujar Han.
"Sudah ayah, ini bubuk tulang naganya" balas Jeremy
"Baguslah kalau sudah. Nasib keluarga Han ada ditangan kita. Kalau kau mati, maka aku juga akan mati." Ujar Han kepada Jeremy sembari melangkah pergi meninggalkan Jeremy.
____________
Raziel kemudian berbalik arah dan menatap tajam ke arah Thang. Sambil mengayunkan pedang nya, Raziel pun melesat sangat cepat, meluncur ke arah Thang. "Teknik Kabut. Tarian Kemat...." belum sempat Raziel menyelesaikan tekniknya, Thang yang melihat Raziel mengayunkan pedang kearahnya pun berkata....
"Ampun. Aku menyerah."....
Lantas Raziel pun menghentikan serangan nya dan sangat jelas raut wajah Raziel menunjukkan kebingungan.
"Aku sudah menjaga nya selama lebih dari 60 tahun. Sekarang tombak yang aku peroleh lebih dari 60 tahun yang lalu sudah kau hancurkan" ujar Thang sedih.
"Aku tidak sedih kalau tombak itu hancur, tapi aku sedih atas kenangan bersama tombak itu." ujar Thang lagi.
"Pergi lah ke arah timur kota ini. Rumah Jeremy berada di lereng gunung sebelah timur kota ini. Tinggalkan aku disini. Aku mau berkabung buat tombakku" sambung Thang lagi.
"Dasar aneh" ujar Raziel yang melihat Thang sedang bersedih. Raziel pun menyarungkan Zanka ke punggung nya dan meninggalkan Thang dibawah pohon besar. Berlari... lalu melesat dan menghilang di kegelapan malam, Raziel melesat menuju kediaman Jeremy. Sesampainya di daerah timur kota Pearl, Raziel melihat sebuah gunung yang di lereng gunung itu hanya terdapat satu rumah. "pasti ini yang dimaksud kakek gila tadi" ujar Raziel. Berjalan ke arah gerbang pagar, Raziel melihat sudah banyak anak buah Jeremy dan Thang berjaga. "Tidak salah lagi" ujar Raziel.
"aku harus waspada sama mereka. Yang lainnya hanya debu" ujar Raziel. 2 anak buah Jeremy yang sedang berjaga dibalik pagar pun melihat Raziel sedang memperhatikan areal rumah Jeremy. Memberi kode ke rekan nya yang lain, kini sudah berkumpul seluruh anak buah Jeremy dan Thang siap menghadang Raziel....
Didepan Raziel anak buah Jeremy dan Thang mengeluarkan senjata mereka. Mengeluarkan kedua pedangnya, Rebellion dan Zanka, Raziel pun membentangkan mereka lurus ke kiri dan ke kanan. Sedikit membungkuk kedepan, dan "wwwuuussshhhhh"....Raziel melesat.
"Teknik Kabut. Tarian Bunga Api"....
Raziel yang melesat kearah anak buah Jeremy dan Thang pun berubah membentuk tornado api yang semakin membesar, dan semakin besar lalu melewati mereka semua. Dengan posisi 1 kaki berlutut, pedang yang menghadap lurus ke kiri dan kanan, Raziel sudah membelakangi anak buah Jeremy dan Thang menghadap ke arah pintu rumah Jeremy. Didepan pintu rumah Jeremy, sudah berjaga 2 orang berpakaian Ninja warna putih, dan 2 orang berpakaian stelan Jas. Anak buah Jeremy dan Thang yang berada di jalur sedang Raziel pun dengan seketika berubah menjadi abu. Menyisakan kurang dari setengah pasukan. Berbalik arah dan menghadap ke arah anak buah Jeremy dan Thang yang tersisa, Raziel pun berteriak "Tinggal kan tempat ini kalau mau selamat"......
Mendengar teriakan Raziel ini, mereka yang tersisa lantas dengan ketakutan membuang senjata mereka dan melarikan diri.
"Teknik Api. Fire Blast" Raziel melihat sebuah bola api dari arah belakang ditembakkan oleh salah seorang yang mengenakan pakaian Ninja berwarna putih itu. Serangan itu tepat mengarah ke arah anak buah Jeremy dan Thang yang melarikan diri. Merespon serangan itu, Raziel kemudian menyarungkan Zanka dan memposisikan Rebellion ke arah belakang.
"Teknik Kabut. Tarian Cahaya Bulan" seketika sebuah cahaya berbentuk sabit panjang keluar dari pedang Raziel, melesat ke arah bola api yang ditembakkan oleh Ninja berpakaian putih itu.
"Sssshhhhiiiiinnnggggg" serangan Raziel membelah bola api itu dan seketika itu juga, bola api itu meledak di udara.
Membalikkan badannya dan menatap tajam ke arah orang berpakaian Ninja putih itu, Raziel pun berkata "Ketika aku melepaskan mereka, bukan berarti aku membiarkan mereka mati"
__ADS_1
Han dan Jeremy yang mendengar ada keributan diluar rumah, lantas berlari keluar rumah. Mereka mendapati Raziel sedang berdiri tidak jauh dari pintu rumah. "Habisi dia" ujar Jeremy sembari masuk kembali ke dalam rumah disusul oleh Han.
Kini, 2 orang berpakaian Ninja berwarna putih, dan 2 orang berpakaian stelan Jas siap menghadang Raziel. Tanpa basa-basi, Raziel pun mencabut Rebellion dari belakang, dan memposisikan kedua pedangnya dalam posisi menyilang di dadanya. 2 Ninja tadi melompat ke sisi kiri dan kanan Raziel, disusul oleh 2 orang berpakaian stelan Jas melompat ke arah depan dan belakang Raziel.
Lantas Raziel pun tersenyum, lalu...
"Teknik Api, Thousand Sword" secepat kilat, Raziel melesat ke arah Ninja yang di sebelah kirinya diikuti oleh seribu cahaya menyerupai pedang dibelakang nya dan..... "Zzllleeebbb"....
Begitu Raziel melewati si Ninja di sebelah kirinya yang tidak sempat bereaksi sama sekali, Ninja itu tersungkur dan jatuh, lalu, perlahan-lahan berubah menjadi abu. Raziel pun kembali bergerak, sedikit menendang tanah, gerakan Raziel berputar dan mengubah arahnya ke arah belakang, menuju ke Ninja 1 nya, diikuti oleh seribu cahaya menyerupai pedang. "Zzzllleeebbb". Kejadian yang sama kembali terjadi, begitu cepat nya gerakan Raziel, sampai-sampai si Ninja kedua tidak bisa menghindar. Dia pun terbakar dan perlahan-lahan berubah menjadi abu. Kini hanya sisa 2 orang yang berpakaian stelan Jas.
Raziel mencoba memprovokasi mereka.
"Tawaran yang sama. Tinggalkan tempat ini atau mati"....
Kedua orang ini tampak tak gentar dengan ancaman Raziel. Sambil menekuk tangan, memutar leher hingga mengeluarkan suara "kkkkrraakkk.. kkkkrraakkk....kkkkrraakk" mereka seolah-olah sudah siap akan resiko yang mereka hadapi.
"Baiklah. Aku akan mengakhiri ini dalam hitungan detik" ujar Raziel...
Mereka tidak sadar, pimpinan mereka Thang pun menyerah ketika tadi melawan Raziel.
Berdiri tegak, Raziel lantas memposisikan pedang ditangannya lurus ke arah depan, dan pedang di tangan kirinya lurus ke arah belakang, Raziel pun memulai serangannya....
"Teknik Api. Tarian Dewa Api"....
Melesat zig zag, gerakan Raziel sama sekali tidak terlihat oleh kedua orang ini....
"Zzzllleebb.....zzzlleeebb"
Raziel sekarang sudah berdiri tepat di depan pintu rumah Jeremy. Begitu Raziel menendang pintu rumah Jeremy, kedua orang tadi mencoba mengejar Raziel, namun secara tiba-tiba tubuh mereka terbelah menjadi beberapa bagian dan berubah menjadi abu.
Kini Raziel sudah didalam rumah Jeremy. Han dan Jeremy merasakan aura Raziel yang sudah didalam rumah. Dari sudut kiri, Han keluar dari kamarnya. Dan dari sudut kanan, Jeremy keluar dari kamarnya.
"Aku tidak akan membiarkan mu" ujar Han
"Bahkan kau saja ketakutan melihat nyawa anak mu terancam. Bagaimana dengan mereka yang sudah dibunuh oleh keponakan mu, Reyes"? ujar Raziel.
"Setidaknya Kau sudah membunuhnya." sela Jeremy.
"Tapi tidak mengobati rasa kehilangan ku" balas Raziel.
Kini mereka bertiga saling berhadapan dan, mengambil posisi masing-masing.
__ADS_1
Tampak jelas sorot mata Raziel sedang menatap Han dengan tajam dan penuh kebencian...
_______________