
"Si.... si... siapa kau" kalimat ini keluar dari mulut Iori. Sisi Iblis Ra tidak merespon. Dia hanya berdiri mematung. Tanpa basa-basi, Iori menembakkan bola cahaya hijau dari mulut nya "Mugen Cannon".....
Menghantam sosok tersebut dengan telak. "Bummmm" disusul dengan kepulan asap di sekitar ledakan. Asap perlahan-lahan menghilang, menyisakan sosok Iblis Ra yang masih tetap berdiri mematung. "A... aa... apa apaan ini" ujar Iori dalam hati. "Kenapa aku merasakan ketakutan yang luar biasa" sambungnya. Sosok Iblis tersebut bergerak pelan, memalingkan wajahnya dan menatap ke arah Iori dengan tatapan yang sangat tajam. Seketika tubuh Iori diselimuti ketakutan yang sangat luar biasa. Tubuhnya terasa membeku ketika Iblis Ra tersebut memandang nya. Mencoba memfokuskan pikirannya, Iori mundur beberapa langkah. Dengan tangan kanannya, dia memerintahkan 2 buah pedang Renji yang terjatuh terbang, lalu melayang tepat di depannya. Kini, 2 buah bekas pedang Renji melayang-layang didepan Iori. Sembari membuka mulutnya Iori menyerang sosok Iblis Ra tersebut. "Raimei Cannon.....!!!" Bola cahaya hijau dari mulut Iori bersatu dengan 2 buah pedang Renji membentuk panah api berwarna hijau melesat cepat ke arah Iblis Ra dan..... "Bummmmm" serangan tersebut mengenai sosok Iblis Ra kembali dengan telak. Asap putih akibat ledakan serangan itu mengepul disekitar kuil....
"Hah... hah... hah.... " terdengar suara Iori terengah-engah sehabis melancarkan serangan tersebut. Asap yang mengepul perlahan-lahan menghilang....
Sosok Iblis Ra masih berdiri mematung tanpa menunjukkan ekspresi apapun.
Iori yang menyaksikan hal ini tidak dapat menyembunyikan perasaan kacaunya....
"Dia menerima semua serangan itu tapi kenapa dia masih....." ujar Iori dalam hati.
Belum sempat Iori menjernihkan pikirannya, sebuah pedang melayang dari arah belakang menyayat punggung Iori yang dipenuhi dengan duri. "Ssseetttt" beberapa duri jatuh ke tanah, dan bekas sayatan nya mengeluarkan darah berwarna hijau. Iori terdiam membeku. "Darimana tadi itu" ujarnya dalam hati sembari menahan sakit dipunggung nya....
Masih diselimuti dengan kebingungan, kembali sebuah pedang berwarna hitam melesat kearah Iori dari sisi sebelah kanan. "Zlebbbbbb" pedang itu menusuk bahu kanan Iori dan secara tiba-tiba pedang tersebut menghilang. Iori semakin kalut. 2 buah luka yang dia tidak tau dari mana asalnya menambah kekhawatiran nya. Iblis Ra maju 1 langkah mendekati Iori. Diiringi dengan sebuah pedang yang meluncur tepat ke arah paha kiri Iori dan "Zlebbbbb" kembali pedang itu menusuk paha kiri Iori lalu menghilang. Hampir kehilangan keseimbangan, Iori mencoba melawan. Dengan mulutnya, dia menembakkan bola cahaya hijau ke arah Iblis Ra. "Mugen Cannon"..... Lagi-lagi serangan itu telak mengenai Iblis Ra. Iblis Ra hanya berdiri mematung menerima serangan itu, tanpa merasakan apapun. Kekhawatiran semakin bertambah dalam pikiran Iori. Iblis Ra maju lagi 1 langkah, dan diikuti dengan pedang yang melesat menusuk paha kanan Iori.
"Brukkk.....!!" Iori kini terjatuh dengan posisi berlutut akibat kedua pahanya tertusuk oleh pedang yang tiba-tiba muncul dan menghilang tersebut. Setiap Iblis Ra maju 1 langkah, 1 buah pedang langsung melesat dengan sangat cepat menusuk setiap bagian tubuh Iori. Hingga akhirnya setelah beberapa langkah berjalan pelan, Iblis Ra berdiri tepat didepan Iori yang sedang berlutut menahan rasa sakit akibat tusukan demi tusukan yang dia terima. Dengan susah payah, Iori mengangkat wajahnya untuk melihat sosok Iblis Ra...... "Si... si.. siapa kau se... be.. narnya" ucap Iori dengan pelan dan terbata-bata. Tidak merespon pertanyaan Iori, Iblis Ra mengangkat tangan kanannya dan meletakkan di kepala Iori.
Dengan gerakan perlahan, Iblis Ra mengangkat tangannya dari kepala Iori yang diikuti dengan tertariknya roh Iori dari tubuh Iori secara perlahan-lahan... hingga akhirnya Roh Iori kini berada digenggaman Iblis Ra.
Setengah sadar, Iori melihat roh nya sendiri ditangan Iblis Ra....
Sosok Iblis Ra kemudian memasukkan roh Iori yang sedang digenggamnya kedalam mulutnya..... lalu menelannya, yang dibarengi dengan jatuhnya tubuh Iori ke lantai kuil.....
"Brukkkkk" tubuh Iori jatuh ke lantai kuil. Mata yang berwarna hijau dengan garis hitam ditengah nya kini berubah menjadi putih, tanpa titik hitam sama sekali. Sisik di tubuh Iori rontok satu persatu.... Tubuhnya lalu mengempis dengan cepat dan hanya menyisakan kulit manusia nya saja....
Iori sudah tewas....!!!
Iblis Ra yang masih berdiri hanya diam memandangi sisa kulit tubuh Iori. Seolah olah memancarkan raut wajah kepuasan dia terus memandangi sisa kulit dari tubuh Iori...
__ADS_1
......
Sayup-sayup terdengar suara Morina dikepala Iblis Ra. Raziel yang tertidur jauh didalam Iblis Ra bermimpi bertemu dengan Morina.
Dalam mimpinya, Morina sedang mengelus elus kepala Raziel seraya berkata "Jangan biarkan kebencian mengubahmu. Ayo bangun"
"Aku mau disini" balas Raziel
Morina tersenyum lalu menjawab "Belum saatnya"
Samar-samar, Iblis Ra juga mendengar suara Morina "Kembalilah. Dia sudah bangun"
Sosok Iblis beraura pekat tersebut perlahan-lahan menundukkan kepala, berlutut lalu terjatuh. Tubuh yang hitam pekat itu kini telah kembali ke bentuk manusianya........
......
Keesokan harinya
Tanpa tujuan, dia berjalan meninggalkan Kuil Hyorin....
.......
Dunia Barat
"Sebuah berita besar" ujar pria berbadan gemuk berpakaian rapi tersebut kepada rekannya.
"Ya, aku juga tidak menyangka. Mereka yang ditakuti harus hancur selamanya"
"Aku penasaran, siapa anak ini yang sudah meluluhlantakkan dunia bawah"
__ADS_1
"aku juga, kalau kita bisa membuat dia masuk organisasi kita, tentu ini merupakan sebuah kartu As buat kita"
"aku juga berpikir demikian"
........
Dunia Timur
"Kau sudah tahu"?
"Ya, aku dah tahu"
"Sungguh anak yang menakutkan"
"Aku nggak berfikir begitu."
"Lantas.. "?
"Kebanyakan orang orang seperti dia lahir dari penderitaan yang tidak dapat kita bayangkan"
"Ah aku nggak ngerti. Yang penting bagaimana bisnis ini bisa terus berjalan, itu yg paling utama buatku"
........
Sudah 2 hari Raziel berjalan tanpa tujuan. Rasa lapar dan lelah bahkan tidak dapat mengalahkan kesedihan dan kebencian yang ada dalam hatinya. Semakin hari, kebencian tersebut semakin dalam. Semakin waktu, kesedihan nya semakin larut...
Melintasi sebuah hutan, langkahnya terhenti ketika mendengar teriakan seorang perempuan....
"Tolong...... tolong..!!"
__ADS_1
Dia berjalan ke arah suara dan mendapati beberapa Ninja sisa dari Klan Shino sedang mencoba merampok seorang perempuan. Para Ninja tersebut yang menyadari kehadiran Raziel pun berteriak "Pergilah. ini tidak ada urusannya denganmu"... Raziel memandang kosong ke arah perempuan itu, tiba-tiba dia teringat wajah ibu Gina. Kesedihan nya kembali memuncak. Lalu dia, menatap tajam para Ninja eks Shino tersebut dan "Besssssttttt" ayunan pedang nya menumbangkan seluruh Ninja tersebut. Dengan ekspresi datar, Raziel berjalan, melewati perempuan tersebut. Perempuan tersebut bersujud berterimakasih kepada Raziel dan menawarkan makanan dan uang kepada Raziel. Raziel tidak menjawab dan tidak merespon apa apa perempuan tersebut. Dia tetap berjalan, meninggalkan perempuan tersebut.....