
Dalam dunia bawah, istilah "PERANTARA" itu merujuk pada seseorang yang menerima kontrak (misi) dan menentukan besar bayarannya. Ketika kontrak sudah diputuskan, si Perantara akan mengirimkan sebuah surat pemberitahuan kepada Eksekutor 3 hari sebelum pelaksanaan kontrak. Kemudian, tepat 2 hari sebelum pelaksanaan kontrak, si Perantara akan mengirim amplop coklat kecil berisi informasi tentang target dan bayaran untuk si eksekutor. Dalam dunia bawah sendiri, identitas si perantara menjadi rahasia. Tidak ada satu orang pun yang mengetahui siapa si Perantara... Mereka hanya mengetahui eksekutor si perantara....
.......
Gedung pertemuan Dunia Bawah
Dengan langkah tegap, berpakaian serba tertutup dan penutup wajah, Edward berjalan memasuki sebuah gedung di dunia utara. Alpha.... begitulah para anggota dunia bawah menyebut kota itu....
Langkah Edward terhenti didepan pintu masuk lobby sebuah gedung besar berlantai 50. Dipuncak gedung tersebut, terdapat sebuah tulisan yang sangat besar membentuk kata "ALPHA TOWER". Alpha Tower merupakan gedung pertemuan utama di kota Alpha. Tempat para tetua dan anggota dunia bawah untuk melakukan pertemuan. Dengan pasti, Edward melangkah masuk ke gedung dan menuju ke arah Lift....
Menekan tombol lift, Edward masuk kedalam lift dan menekan angka 47. "Tolong tahan pintu liftnya" ujar seseorang dari luar lift. Edward menahan pintu lift dan bertanya "lantai berapa"? ... "lantai 47" jawab orang itu singkat "yasudah, berarti sama" ujar Edward kembali.
"Hmmm?? mau ke pertemuan"?
"Ya" balas Edward singkat.
"Misi atau.. "?
"Kembali menjadi perantara, dan mengajukan eksekutor" balas Edward...
Si pria hanya mengangguk....
........
Kota Aztec, Penginapan El's
Beranjak dari tempat tidur, Raziel berjalan ke arah cermin. Dia memandangi cermin dan melihat pantulan dirinya didalam cermin... Matanya menatap tajam. Penuh kebencian, dendam dan amarah. Ntah apa yang terjadi dalam tidurnya hingga dia bangun dengan kondisi seperti itu.
Sambil meraba perban yang membalut luka didada nya, Raziel pun berkata "luka ini tidak ada apa-apa nya dibandingkan rasa sakit yang kurasakan ketika kehilangan mereka"... bayang bayang Morina, Gina dan kedua orang tua Gina muncul dalam pikiran Raziel...Matanya semakin menunjukkan sisi kebencian nya. Sangat jelas amarah dan dendam terpancar dari sorot matanya yang tajam....
Ting... Tong...Ting... Tong
Bunyi bel menyadarkan Raziel dari lamunannya....
Dengan pelan dia berjalan membuka pintu... Ternyata Lidya yang sudah menekan bel.
Dengan sedikit membungkukkan badan nya kedepan, Lidya berkata "Terimakasih Ziel, sudah melepaskan saya dan ayah saya dari sumpah leluhur kami"... Tepat ketika Lidya membungkuk, aroma minyak wangi yang dikenakan Lidya tercium oleh Raziel... Dia yang sedaritadi diselimuti amarah dan dendam, secara mendadak tersentak mencium aroma minyak wangi Lidya yang sangat wangi... Ditambah lagi, paras Lidya yang sangat menawan, mampu menghilangkan amarah di dalam hatinya... Raziel pun berkata "ayo masuk".... " Baik Ziel" balas Lidya...
Raziel mengajak Lidya duduk dibalkon... "ayo duduk disini saja"
Lidya mengangguk sambil duduk di kursi balkon.
"Masalah sumpah... Aku merasa kalian tidak berhutang apapun padaku. Justru sebaliknya, aku yang berhutang padamu. Kalau bukan karena kamu yang merawat luka ini, mungkin aku sudah mati kehabisan darah" ujar Raziel.... "Itulah mengapa, aku sudah memutuskan untuk membalas kebaikan mu dengan memutus sumpah itu" sambungnya lagi...
__ADS_1
"Sebuah kehormatan buat saya Ziel, bisa menjalankan sumpah itu dengan baik. Tapi... "?
"Tapi apa... "? balas Raziel dengan cepat.
"Saya punya permintaan. Maukah kamu memenuhinya"? ujar Lidya
"Permintaan apa"?....
"Saya cuma minta, biarkan saya tetap merawat mu, bahkan kalau perlu, bawalah saya disetiap perjalanan mu"....
"Hmmm.. " Raziel tersenyum tipis.
"Aku tidak akan memisahkan seorang ayah dengan hartanya yang paling berharga" sambung Raziel...
"Tenang saja. Ayah pasti mengerti keputusan ku. Dan saya yakin, dia tidak akan meragukan keselamatan ku kalau aku mengikuti mu"... ujar Lidya kembali... "Lagipula, kamu juga butuh seseorang untuk merawat luka-lukamu kelak setiap kali kamu menyelesaikan misi mu Ziel. Dan ditambah lagi aku juga sudah tahu kalau kamu mengajukan diri menjadi Eksekutor untuk ayah" Lanjut Lidya....
Sontak saja Raziel kaget mendengar omongan Lidya...
"Beri aku waktu untuk memikirkan nya" ujar Raziel singkat....
........
Kembali ke Gedung Pertemuan Dunia Bawah
"calon perantara silahkan maju"
Edward pun maju dan berdiri di tengah tengah ruangan. Menghadap Ketua dan sedikit membungkukkan badan, Edward pun berkata "Saya... Pharaoh Un Rama, Kode 775-32-9 mengajukan diri kembali menjadi perantara." Ujar Edward dengan suara tegas....
"Eksekutor"? tanya Ketua
"Eksekutor saya. A Raziel. The Last Descendant. Wadah Ra sang Dewa Api"....
Sontak saja ruangan mendadak riuh mendengar nama ini....
Sembari mengangkat tangannya, Ketua menenangkan seluruh orang yang ada di ruang pertemuan. "Apa kau yakin dengan keputusan mu"?
"Tentu saja Ketua"
"Baiklah. Kode 775-32-9 aktif kembali menjadi perantara. Kode eksekutor "449-77". Pengajuan perantara dan eksekutor diterima" ujar Ketua.
Sembari membungkukkan badan "Terimakasih Ketua" Edward pun berjalan kembali ke tempat duduknya...
"Membahas Hyorin, tindakan mereka di desa Amber tidak dapat ditolerir. Dunia bawah tidak akan pernah melakukan tindakan tidak manusiawi seperti itu. Terkecuali ada kontrak." ujar si Ketua.
__ADS_1
"Tapi Ketua, tindakan itu merupakan efek dari aksi wadah Ra yang meluluhlantakkan The Big Four" sela salah seorang di ruang pertemuan.
"Apapun alasannya tidak dibenarkan. Meskipun Hyorin sudah runtuh, siapapun yang masih mendukung Hyorin kembali akan menerima konsekuensi nya. Pertemuan ini ditutup. Sekarang bubar" Ujar si Ketua sembari meninggalkan ruang pertemuan....
Suasana hening menyelimuti ruangan sambil satu persatu dari mereka yang mengikuti pertemuan pergi meninggalkan ruangan itu. Di depan lift, langkah Edward terhenti ketika seorang pria memanggilnya dari belakang....
"Hey Pharaoh...!!"
"Ya, ada apa"? balas Edward
"Kau serius, The Last Descendant adalah eksekutor mu"?
"Apa nada bicara ku kurang menunjukkan keseriusan ku"? balas Edward
"Perfect"... ujar pria tersebut
Pria tersebut mengeluarkan amplop coklat dari balik jubah hitam nya, dan menyerahkan sebuah koper ke Edward...
"Ini kontrak, dan ini bayarannya. Kau tahu harus bagaimana jika menerima nya" ujar pria tersebut....
Lantas Edward menerima amplop coklat dan koper tersebut. Mereka pun berjalan memasuki Lift dan turun ke lantai 1. Sesampainya di lantai 1, Edward berjalan ke parkiran gedung Alpha, dan masuk kedalam mobilnya. Didalam mobil, Edward membuka amplop coklat tersebut dan terdapat secarik kertas di dalamnya. Edward mengambil kertas itu, dan membacanya
"Nama : Nicholas Smith
Umur : 57 Tahun. Menjalankan bisnis narkoba dan perdagangan manusia.
Lokasi : Kota Cyber. Sebelah tenggara Dunia Barat.
4 Hari dari sekarang
Eksekutor terakhir tidak sanggup membunuhnya. Dibelakangnya ada 3 Ninja eks Klan Hyorin. Seluruh pusat kota Cyber dikendalikan olehnya. Wabah kelaparan dan kemiskinan sedang melanda kota Cyber, akibat dari Nicholas."
.......
Selesai membaca isi surat itu, Edward pun membuka koper dan melihat isinya. Koper itu terisi penuh dengan kepingan emas. Sekitar 20 ribu lebih keping emas tertata rapi didalam koper itu..... Edward pun menjalankan mobilnya dan kembali ke kota Aztec.
Sesampainya Edward di kota Aztec, dia bergegas ke rumah nya dan masuk kedalam kamarnya. Didalam kamar, Edward mengeluarkan sebuah lidi yang diujungnya berwarna merah. Diletakkan nya lidi itu dimejanya, lantas dia membakar nya. Lidi itu terbakar dan berubah menjadi burung api kecil... Edward mengambil secarik kertas dari mejanya dan meletakkan nya ke burung api tersebut.... sesaat kemudian, kertas yang diletakkan Edward di burung api kecil itu terbakar, disusul dengan melesat nya burung api kecil itu keluar kamar Edward, dan melesat sangat cepat meninggalkan rumah Edward. Dalam hitungan menit, burung api kecil itu tiba didepan si pria yang sedang duduk di lobby gedung Alpha, kota Alpha. Burung api kecil itu berubah menjadi tulisan tulisan. Si pria lantas tersenyum ketika membaca tulisan itu.
Keesokan harinya, Edward dengan amplop kecil dan koper berisi kepingan emas pergi ke penginapan El's dan menemui Raziel dikamarnya.
Edward menyerahkan amplop kecil dan koper itu ke Raziel. Lantas Raziel pun membuka amplop kecil itu seraya mengangguk "Hmm baiklah".... Sorot matanya berubah menjadi tajam. Memberikan aura yang penuh dengan amarah dan dendam.....
..........
__ADS_1