The Tale Of A-Raziel

The Tale Of A-Raziel
Long, Bos Organisasi Kriminal Kota Aztec


__ADS_3

"Bruakkk.... Bug.... Trang.....!!!"


Terdengar suara barang barang terlempar di sebuah ruangan.....


Dengan bergegas, para anak buah berlari dan berkumpul lalu membuka pintu ruangan tersebut... "Bos... apa yang terjadi"....


"Kurang ajar... Bisnis ku tidak ada hubungannya dengan anak itu. Mengapa dia mengacaukan operasi di dermaga Aztec".... ujarnya dengan penuh amarah.... Namanya adalah Long. Berbadan tambun, namun tinggi diatas rata rata... Janggut tebal menutupi wajahnya. Dengan cerutunya, dia mengamuk dan melemparkan semua hal yang ada didalam ruangannya, hingga ruangan nya berantakan tak karuan.... Tiba-tiba, mata Long berubah warna menjadi merah pekat. Seluruh tangan nya membesar... Bulu bulu tebal keluar di seluruh tubuhnya. Long sudah berubah menjadi sosok Gorilla yang sangat besar....


Dengan nafas memburu, dan wajah penuh amarah dia berujar "Aku akan membalasnya".....


......


Di Penginapan El's


"Hoammmsss...... ah, dah jam 1 siang. Aku keluar dulu".... Raziel beranjak keluar dari kamarnya. Di tangga lantai 3, dia bertemu dengan seorang wanita berpakaian rapi, menampilkan sisi elegan, dengan rambut sebahu. Kacamata wanita itu seolah-olah menampilkan sisi keibuan nya yang sangat elegan. Wajahnya sangat cantik dengan pipi merah merona, melangkah naik ke lantai 3 penginapan, dan berpapasan dengan Raziel...


"Triinngg....!!!" Insting Ninja Raziel tiba-tiba menggambarkan sesuatu. Perlahan dia melirik wanita itu, dan turun melewati wanita itu....


Sesampainya dilantai dasar, Raziel disambut dengan senyuman si gadis resepsionis. "Selamat siang tuan" sapa gadis itu sembari membungkukkan badannya. Wajahnya sangat mempesona, dibalut dengan pakaian kerja, rambut diikat, gadis ini terlihat sangat mempesona dengan senyuman nya yang terlihat sangat tulus. Raziel hanya memandangi gadis ini, tanpa ekspresi sama sekali. "Siang ini tuan mau makan, atau ada kegiatan lain tuan" sambung gadis itu....

__ADS_1


Raziel menunjuk ke arah lembah kota Aztec. "Oh, tuan mau jalan-jalan ke lembah"?.... Raziel hanya mengangguk. "Kebetulan sekali tuan, cuaca hari ini sedikit lembab. Udara disekitar lembah terasa sangat sejuk saat siang seperti ini. Mau saya pandu tuan"? tawar gadis itu.... Raziel lalu memandang gadis resepsionis itu, dan mengangguk mengiyakan tawaran gadis itu. "Sebuah kehormatan bisa memandu tuan...." balas gadis itu. "Ana... bantu aku ya. Ambil alih sebentar. Saya mau mengantarkan tamu" sambung gadis itu... "okay" balas gadis yang dipanggil Ana tersebut....


Berjalan kaki, Raziel dan si Gadis Resepsionis sampai di sekitar lembah Aztec.


Disana, terdapat sebuah jembatan kecil yang terbuat dari kayu. Diujung jembatan itu, ada sebuah meja lengkap dengan 2 buah kursi kayu saling berhadapan. Mengangkat jarinya, Raziel menunjuk ke arah meja tersebut. Si gadis yang melihat Raziel pun berkata "Tuan mau duduk disana? ayo tuan"....


Mereka duduk berhadapan, sambil menikmati udara sepoi sepoi di sekitar lembah. Pikiran Raziel pun sejenak melayang, menampilkan wajah Morina.... lalu tiba-tiba " Tringgg...." Insting Ninjanya kembali keluar. "Hmmm perasaan ini, perasaan yang sama yang kurasakan di tangga tadi" ujarnya dalam hati.... Si gadis merasakan perubahan ekspresi Raziel dan berdiri... "Tuan, disebelah sana udaranya jauh lebih sejuk. Tempat itu sangat dekat dengan air terjun lembah ini" Ujar gadis itu. "Tuan apakah mau ke sana" sambung nya... Raziel hanya mengangguk. Lalu mereka pun menuju ke arah utara lembah Aztec...


Setelah berjalan kaki sekitar 7 menit, mereka disambut dengan hamparan bunga matahari yang mekar di siang hari ini.... "Na... indah sekali" ujar Raziel dalam hati seraya menunjukkan ekspresi kagum.... Tiba-tiba si gadis resepsionis berputar, lalu membungkukkan badannya sedikit di depan Raziel dan berkata "Nama saya Lidya, tuan. Tuan boleh panggil saya Lidya".... Raziel hanya memandanginya. Seolah-olah hendak menjawab Lidya, lidah Raziel tertahan dan diapun membatalkan niatnya mengungkapkan namanya....


"Tuan berasal dari mana"? ujar Lidya mencoba mengakrabkan dirinya...


"Bagaimana saya memanggil tuan? apa tuan merasa dengan sebutan tuan saja sudah cukup"? sambungnya lagi


Raziel hanya mengangguk....


......


Di seberang lembah Aztec

__ADS_1


Terlihat Long dari balik pepohonan yang rimbun sedang memperhatikan Raziel dan Lidya tengah duduk dipinggiran lembah...


Dalam bentuk gorila nya, Long menggeram penuh amarah...Berposisi hendak melompat, langkah Long tertahan....


"Belum saatnya".. Tiba-tiba seorang wanita menahan Long dari belakang... Lantas Long pun menahan aksinya untuk langsung menyerang Raziel... "Bocah itu... Aku tidak tau mengapa dia menghancurkan operasi ku tadi malam" ujar Long....


"Tenang saja. Ikuti saja rencanaku" Ujar wanita itu...


"Terserah kau saja. Aku hanya ingin menghancurkan dia" balas Long...


.....


Raziel yang sedari tadi duduk bersama Lidya pun akhirnya berjalan melangkah meninggalkan lembah, dan kembali ke penginapan. Sesampainya di penginapan, Raziel mengeluarkan 3 keping emas dan menyerahkan nya ke Lidya. Dengan tegas Lidya menolak "Tidak tuan. Sebuah kehormatan bisa melayani tuan tanpa imbalan" seraya sedikit membungkuk, Lidya berpamitan lalu kembali ke meja resepsionis.


Raziel hanya terbengong melihat reaksi Lidya ini....


Tersenyum tipis, dia pun melangkah kembali ke kamar nya melalui tangga. Sesampainya di lantai 3, tepat melewati kamar bernomor "49" insting Ninja Raziel yang sudah muncul 2 kali tadi kembali muncul....


"Hmmm, disini ternyata" ujar Raziel dalam hati. Dia tersenyum tipis, lalu melangkah memasuki kamarnya di ujung koridor....

__ADS_1


...........


__ADS_2