The Tale Of A-Raziel

The Tale Of A-Raziel
Perjalanan Ke Kuil The Mist. Pertemuan dengan 3 Roh Penjaga Hutan Terlarang


__ADS_3

Setelah 10 hari lebih tidak ada misi dari Edward, si Perantara, Raziel pun memutuskan untuk berangkat ke Kuil The Mist, eks Klan nya terdahulu. Selesai bersiap-siap, Raziel beranjak menemui Lidya di meja resepsionis lantai 1 penginapan El's.


"Emmm Lidya" ujar Raziel


"Ya, ada apa"? balas Lidya


"Besok pagi kita akan berangkat ke Dunia Utara. Tepatnya pegunungan The Mist. Persiapkan perlengkapan mu" ujar Raziel


"Loh... kok mendadak"? tanya Lidya balik


"Tidak apa-apa." jawab Raziel


"Yasudah.Nanti malam aku akan berkemas" ujar Lidya...


Keesokan paginya, suasana masih gelap, subuh hari nya, Raziel dan Lidya pun berpamitan dengan Edward


"Edward, maaf mengganggu subuh subuh begini. Kami akan berpamitan menuju Dunia Utara."


"Ayah, kami pamit dulu. Ayah jaga diri selagi kami tidak ada ya" ujar Lidya dengan wajah sedih


"Ya. Aku mohon jagalah dia Raziel. Aku tidak akan memaafkan mu kalau terjadi apa-apa dengannya" ujar Edward


"Percaya kan saja padaku" ujar Raziel


"Kalau begitu kami berangkat itu" sambung Raziel


"Ya. Sekali lagi pesan ku, kumohon jagalah dia Raziel" ujar Edward


"Percaya saja denganku. Aku akan menjaga nya sampai nafas terakhir ku" balas Raziel


Sedikit menangis, Lidya pun beranjak meninggalkan Edward dan pergi mengikuti Raziel. Raziel dan Lidya pun memulai petualangan mereka menuju Dunia Utara tepatnya pegunungan The Mist.


___________


Setelah beberapa jam perjalanan, kini matahari berada tepat dikepala mereka. Lidya yang kepanasan dan sedikit kelelahan pun meminta Raziel untuk beristirahat sebentar.


"Ziel, panas...." ujar Lidya


"Hmmm. Manja" jawab Raziel


"Hehhhh....Jangan samain aku dengan mu" ujar Lidya ketus


"Yasudah. Itu ada pohon. Kita istirahat disitu" ujar Raziel


Merekapun duduk dibawah sebuah pohon besar yang sangat rindang.


"Ziel, Kira-kira berapa lama perjalanan kesana"? tanya Lidya


"Kemungkinan 7 hari. Kalau membawamu, bisa 10 hari." jawab Raziel.


"Hehhhh.... jangan buat seolah-olah aku itu beban ya" jawab Lidya lagi


"Memang beban kan? liat saja. Belum apa-apa udah istirahat" ujar Raziel meledek Lidya


"Kamu itu cowok. Aku cewek loh, jangan disamain lah" jawab Lidya


Mereka pun lantas saling berdebat kecil.


Beberapa menit kemudian terlihat dari ujung jalan setapak 3 orang berkepala plontos, dan pakaian sedikit urakan berjalan ke arah mereka.


"Bos, ada mangsa" ujar salah satu dari mereka


"Hmmm. Dari pakaian nya kelihatan anak orang kaya bos" ujar yang satu lagi.


"Ayo, sikat mereka" jawab orang yang dipanggil bos itu.


Sambil sedikit berlari, mereka pun menghampiri Lidya dan Raziel yang tengah duduk dibawah pohon rindang. Raziel yang tidur dengan kaki disilang menyadari kehadiran mereka dengan maksud buruk. Lidya sedikit takut ketika 2 perampok ini sudah berdiri didepan mereka


"Hey ada perempuan yang sangat cantik" ujar si bos.


"Hai cantik, lagi ngapain disini? ayo temani kami" ujar salah seorang dari mereka


"Mau temani kami, atau serahkan benda berharga kalian" ujar si bos


Dengan sedikit panik, Lidya mencoba membangunkan Raziel yang dari tadi pura-pura tidur.


"Ziel...Ziel...itu ziel... itu"


Raziel pura-pura tidak mendengar Lidya


"Percuma cantik, dia tidak akan sanggup melawan kami" ujar si bos


"Ayo ikut dengan kami saja" ujar salah seorang dari mereka


"Hmm. Iya bawa saja dia. Menyusahkan" Ujar Raziel sambil bangun berdiri.


"Hehhhh.... Kamu ya....." jawab Lidya kesal


"Tuh kan. Bawa aja bawa. aku mau pergi" ujar Raziel yang pura-pura pergi.


"Ziellllllll....... (huaaaaa)" terlihat Lidya menangis sambil meneriakkan nama Raziel

__ADS_1


Raziel pun tertawa melihat Lidya menangis.


"Hey cantik, jangan menangis. Kami akan menghibur mu" ujar si bos perampok


"Diam. Kamu jelek" ujar Lidya sambil menangis


"Kurang ajar. Tangkap dia" ujar si bos kepada anak buahnya....


"Ssssshhhhiiinnnggg" terdengar suara pedang di cabut.


"Tinggalkan kami atau nyawa kalian taruhannya" terlihat Raziel mengarahkan pedangnya ke arah 3 orang perampok ini.


"Kau berani melawan kami? habisi dia" perintah si bos perampok


Kedua anak buah nya lantas hendak menyerang Raziel, namun...


"Bukkk... Bukk.... Buk..." Raziel menyarungkan pedang nya dan menghajar kedua orang ini dengan sarung pedang nya.


Menatap tajam ke arah si bos perampok, Raziel pun mengeluarkan aura nya. Mengintimidasi si bos perampok.


"Si...si... siapa kau"? ujar si bos perampok


"Mampus" sela Lidya begitu melihat bos perampok yang ketakutan...


"Pergilah. Aku tidak mau ada nyawa yang melayang" ujar Raziel lagi


Si bos perampok dan kedua anak buahnya pun melarikan diri dengan ketakutan...


"Lari yang kencang. Jangan balik lagi" Terlihat Lidya berteriak meluapkan emosinya


"Kamu nggak ikut mereka"? tanya Raziel


"Maksudmu apa ini!!!???" tanya Lidya semakin emosi


Raziel hanya tertawa melihat Lidya yang semakin emosi.


"Ayo kita lanjut" ajak Raziel


"Hmm..." hanya itu respon Lidya. Memperlihatkan wajahnya yang kecut


______________


Malam Harinya


Ini adalah malam pertama bagi Lidya dilingkungan yang asing. Suara jangkrik dan binatang malam terdengar di malam hari.


Hanya bermodalkan sinar bulan yang menembus pepohonan dihutan, mereka berjalan menyusuri hutan tersebut.


"Ziel, aku takut" ujar Lidya


Raziel melihat wajah Lidya yang takut dan cemas pun tidak tega ingin menjahilinya.


"Yaudah, kita istirahat disitu saja" ujar Raziel sambil menunjuk ke arah sebuah batu besar didalam hutan. Mengeluarkan pedangnya, dan mengayunkan nya sekali, beberapa potong kayu pun berjatuhan disekitar mereka. Raziel pun lantas membuat perapian di dekat batu itu.


"Tidurlah. Aku akan menjagamu" ujar Raziel.


"emmm" Lidya pun mengangguk


"eh... tapi aku lapar. aku makan dulu ya boleh"? Tanya Lidya lagi


"Iya. Makanlah." jawab Raziel


"Kamu nggak lapar? tadi siang kamu cuma minum aja loh"? tanya Lidya


"Nggak. Aku masih kenyang" jawab Raziel singkat


"Yasudah kalau begitu. Aku makan dulu ya. Selamat makan"!!! ujar Lidya sambil memakan makan malam yang dibawanya dari kota Aztec.


Selesai makan, Lidya pun mengeluarkan sebuah kantung tidur, dan tertidur di dekat perapian yang dibuat oleh Raziel.


Beberapa jam kemudian, Raziel menutup matanya dan tertidur. Tapi dalam kondisi ini, dia mengaktifkan indra pendengaran nya jauh lebih aktif agar dia bisa mendeteksi bahaya yang mendekat.


Kira-kira memasuki jam 2 malam, udara malam daerah hutan terasa begitu sangat dingin. Raziel pun membuka matanya perlahan-lahan. Dia menyadari ada 3 bayangan dari balik pepohonan sedang mengawasi dia dan Lidya. Pura-pura tidak tahu, Raziel lantas menutup matanya kembali.


Sosok 3 bayangan itu seakan makin mendekat, mendekat dan semakin dekat.


Kini, hanya 2 pohon yang memisahkan Raziel, Lidya dan ke 3 bayangan itu. Sesaat kemudian.....


"Ssssshhhhiiinnnggg" sebuah rantai panjang dengan ujung dikaitkan mata tombak meluncur ke arah Lidya. Dengan sigap Raziel mengangkat pedangnya dan menangkisnya, lalu menghempaskan nya kembali ke arah si pelempar. Si pelempar merespon kembali dengan menarik rantainya dan melilit ke leher nya. Tampak si pelempar keluar dari balik pepohonan. Dengan wajah ditutupi oleh pelindung dari besi,l berwarna merah, pakaian Ninja berwarna hitam, dan sebuah rompi Ninja berwarna merah, nafasnya mengeluarkan aura panas dia sedang menatap tajam ke arah Raziel. Disusul oleh 2 Ninja lagi yang keluar dari balik pepohonan. Menggunakan pakaian Ninja berwarna hitam, penutup wajah yang terbuat dari besi berwarna biru, dan rompi berwarna biru serta nafas mengeluarkan aura dingin seperti es, dipunggung nya terdapat sebuah pedang yang mengeluarkan aura dingin. Sementara satu lagi, menggunakan wajah berbalut perban yang sudah berwarna hitam, pakaian Ninja berwarna hitam, rompi berwarna hijau, dan tampak kulit tangan dan sekitar matanya bersisik. Sosok Ninja ini lantas mengelilingi Raziel dan bersiap menyerang Raziel.


"Siapa kalian"? tanya Raziel...


Tidak menjawab, Ninja berompi merah lantas melemparkan rantai dengan ujung menyerupai kepala tombak ke arah Raziel. Raziel pun mengelaj dengan sedikit melompat ke belakang.


"Bbbrrrruuukkkkk" terdengar ujung rantai itu menghantam dan melubangi pohon yang dibelakang Raziel, dan seketika pohon itu terbakar. Melihat rantai Ninja Merah itu memanjang ke pohon, Raziel pun melesat mencoba menyerangnya.


"Teknik Kabut. Tarian Bunga Lili".....


Sesaat serangan Raziel hampir mengenai si Ninja Merah, Ninja biru itu lantas mengeluarkan pedangnya dan menghalau serangan Raziel. Pedang Raziel dan Ninja biru beradu. Lantas Raziel pun melompat mundur beberapa langkah. Begitu Raziel mundur, Ninja yang kulit tangannya bersisik pun menyerang ke arah Lidya yang masih tertidur.


"Viper." Dari tangannya keluar seekor ular yang sangat besar. Hampir 4 kali lipat ukuran tubuh Lidya, dan melesat ke arah Lidya. Raziel yang melihat seekor ular yang sangat besar sedang mengarah ke Lidya pun lantas menyilangkan kedua pedangnya didadanya dan melompat...

__ADS_1


"Teknik Api. Tarian Bunga Api".... Melesat ke arah ular besar itu dan menebas kepala ular itu. Kepala ular itu terputus dan tubuhnya berubah menjadi abu.


"Jangan coba-coba sentuh dia" ujar Raziel


Ninja bersisik pun terkejut melihat ularnya musnah menjadi abu.


Ninja biru lantas merespon tindakan Raziel. Mengambil kuda-kuda, Merentangkan telapak tangan dan memposisikannya ke Raziel, dia pun menembakkan aura dingin menyerupai es ke arah Raziel....


"Teknik Air. Putaran Bawah".....


"Wwwwwuuuussshhhhh"!!! aura dingin menyerupai es itu meluncur ke arah Raziel.


Raziel merespon serangan itu....


"Higanbana".......


Mata Raziel berubah menjadi merah pekat, dengan pola api hitam di tengah tengahnya. Menyarungkan 1 pedang nya, kini Raziel hanya memegang 1 pedang di tangan kanannya...


"Teknik Api. Flying Sword".......


Sebuah sinar berbentuk sabit pun melesat ke arah aura dingin menyerupai es itu lalu....


"Bbbbbuuuuussshhhhh".... Serangan Ninja biru dan serangan Raziel pun saling beradu lalu meledak dan menghasilkan asap disekitar ledakan. Mendengar ada keributan, lantas Lidya pun terbangun. Membuka matanya, Lidya terkejut melihat ada 3 sosok Ninja tengah berhadapan dengan Raziel.


"Hey, siapa kalian"? Teriak Lidya.


Ketiga Ninja itu tidak merespon. Lantas mereka mengambil posisi membentuk segitiga, dengan Raziel ditengah tengah mereka.


Ninja berpakaian merah pun melemparkan rantai berujung menyerupai tombaknya ke arah Raziel, ujungnya mengeluarkan api yang sangat panas...


"Teknik Api. Fire Storm".......


Disusul oleh Ninja berpakaian biru pun melepaskan serangan nya


"Teknik Air. Water Storm".......


Gelombang air keluar dari tangannya. Melesat dan kemudian membeku...


Kemudian, dilanjutkan dengan Ninja yang kepalanya dibalut perban, dan tubuh penuh sisik, dia pun mengeluarkan sinar berwarna hijau dari mulutnya.


"Teknik Racun. Venom Storm"......


"Bbbbbuuuuussshhhhh"......


Ketiga serangan dari Ninja ini meluncur tepat ke arah Raziel. Lidya tepat berada di belakang Raziel.


"Kalau aku menghindari nya, Lidya bisa terkena serangan ini. Tidak ada cara lain" ujar Raziel dalam hati...


Raziel pun menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan nya.....


"Ffuuhhhh..."


"Tapi, kalau aku membangunkan Ra, aku takut Lidya yang belum pernah melihat sosok Ra akan ketakutan" ujar nya dalam hati Lagi...


Lantas Raziel pun membatalkan niatnya membangunkan Ra. Dia pun mengeluarkan aura api disekeliling tubuhnya. Dengan posisi menyilangkan pedangnya, Raziel pun melepaskan serangan terkuat nya....


"Teknik Api. Thousands Sword......!!!!"


"Tttrrriiinng...... Ttttrrriiinnngg....Ttttrrrriiinnngg" terdengar suara serangan Raziel yang berbenturan dengan serangan ke 3 Ninja tersebut....


Dengan sedikit mendorong, Raziel menaikkan aura kekuatan nya, dan tampak jelas, aura api yang seolah-olah sedang membakar tubuhnya semakin membesar, Raziel pun berteriak.....


"Hhhhhoooooooaaaaaaaaaa"......


Raziel mendorong serangan ke 3 Ninja itu dan menembakkan seribu bayangan yang menyerupai pedang dan diselimuti oleh api ke arah ke 3 Ninja tersebut.....


Mematahkan serangan ke 3 Ninja itu, bayangan seribu pedang yang diselimuti api itu lantas melesat dengan cepat ke arah ke 3 Ninja tersebut dan.....


"jjjllleeebbb.... jjjllleeebbb....jjjllleeebbb...."


Serang Raziel menghantam mereka bertubi-tubi....


Mereka tersungkur tak berdaya.


Dengan sedikit terengah-engah, Raziel berjalan mendekati mereka, mengangkat kedua pedangnya dan berniat membunuh mereka. Sesaat hendak menghabisi mereka, Lidya pun berteriak....


"Sudah Ziel, hentikan".........


Sontak saja teriakan Lidya ini membuat Raziel membatalkan niatnya...


Ke 3 Ninja ini mengambil posisi berlutut tepat di depan Raziel dan berkata....


"Fire" dia adalah Ninja yang berompi merah


"Ice" dia adalah Ninja yang berompi biru


"Poison" dia adalah Ninja yang bersisik.


Lalu serentak mereka berkata


"Kami siap melayani tuan".... !!!!!

__ADS_1


______________________


__ADS_2