The Villainess And Modern Weapons

The Villainess And Modern Weapons
Chapter 19 Lili jatuh cinta?


__ADS_3

POV SHERLIN


Di siang hari, Gazebo taman kediaman Duke Edinburgh.


"Nona, apa ada yang anda butuhkan lagi?." Ujar Gloxinia sambil meletakkan sebuah kue di meja bundar di depan ku.



"Eung, tidak ada ini sudah cukup." Sahut ku sambil memakan kue itu dengan garpu.


"Jika ada yang tidak nyaman silahkan beritahu saya." Gloxinia berkata sambil membungkukkan badannya.


"Ya Nia."


'Hmm, baru kemarin Gloxinia menjadi dayangku, tapi dia sudah sangat cekatan begini. Kemahiran nya melayani hampir setara dengan Lili.' Batin ku kagum.




"Gloxinia, kamu terlihat sangat mahir melayani bocah tengik ini, apa kamu pernah berlatih menjadi dayang?. Lalu bagaimana dengan urusan/pekerjaan ratu peri mu? Sampai sekarang aku tak percaya jika seorang ratu peri melayani bocah." Felix berjalan mendekat sambil berkata dengan nada penasaran.



"Heh Felix kamu baru datang rupanya. Dan juga, bisa-bisanya kamu berbicara sembarangan di luar begini. Kalau ada yang mendengar kamu bisa berbicara bagaimana? Dasar Felix ceroboh." Aku memperingati Felix sambil menatapnya tajam.



"Tak perlu khawatir bocah tengik, disini tidak ada siapa-siapa kecuali kita bertiga." Sahut Felix enteng.



"Ck." Aku berdecak sebal sambil mendelikkan mata.



Yahh Felix memang benar, disini tidak ada siapapun kecuali kami bertiga. Aku sudah menyuruh pelayan untuk sementara tidak mendekati sekitar gazebo taman selagi aku bersantai. Tapi, tetap saja Felix sangat ceroboh bagaimanapun kapan saja bisa ada sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba.



'Felix sangat keras kepala.' Batin ku kesal.



"Tidak, aku tidak pernah berlatih menjadi dayang, mungkin aku bisa menjadi mahir melayani ini karena sudah menjadi takdir untuk menghubungkan ku antara nona~ unch nona aku sangat mengagumi mu~." Gloxinia memegang helaian rambut ku sambil berkata dengan nada gemas.



"Ha ha ha." Aku tertawa canggung, kelakuan Gloxinia membuat ku geli.



"Hmm, juga tenang saja urusan dan semua pekerjaan ratu ku sudah ku serahkan pada sekretaris ku. Dia akan mengerjakan semuanya, jadi aku tidak perlu merasa terbebani lagi saat bersama nona~." Ujar Gloxinia tenang.



'Hah!? hahaha aku tidak bisa membayangkan bagaimana sibuknya si sekretaris Gloxinia... malangnya~.' Batin ku tertawa renyah.



"......"


Sedangkan Felix hanya diam, dia menatap datar pada Gloxinia.



Wiik.


Felix membalikkan badannya lalu pergi menjauh.



'Heh dasar Felix!! datang tak diundang, pergi juga tak bilang-bilang.' Batin ku kesal.



"????." Gloxinia menunjukkan ekspresi bingungnya dengan jelas. Gloxinia heran kenapa Felix tiba-tiba saja pergi? Lalu, sepertinya Gloxinia juga menyadari bahwa Felix itu orangnya ***sedikit*** menyebalkan.



Hari mulai petang, aku dan Gloxinia kembali ke dalam mansion untuk membersihkan diri dan bersiap-siap untuk makan malam bersama keluargaku.



Tap tap tap. Suara langkah kaki yang bertempo cepat terdengar dari arah lorong di belakang ku.



Aku menengok ke arah suara langkah kaki itu.



"Nona!!!."



Ahh ternyata itu adalah Lili yang yang sedang berlari.



"Lili? Kamu dari mana saja? aku tidak melihat mu sejak tadi siang." Aku bertanya dengan heran pasalnya memang benar tadi siang aku tidak melihat batang hidung Lili sedikit pun.



"E-etto, anu nona...t-tadi saya p-pergi sebentar." Lili tergagap-gagap menanggapi pertanyaan ku.



'Hm? dilihat dari respon Lili yang menjawab dengan gugup dan menundukkan kepalanya, kedua tangannya yang meremas rok nya, lalu...pipinya yang merona...hahhh~


Jangan bilang padaku bahwa Lili sedang.....jatuh cinta!?!?.' Batin ku tak percaya.



"Tak bisa dipercaya...." Aku bergumam pelan, dan menatap Lili heran.



"M-maaf nona? a-apa ada yang salah?." Lili menatapku khawatir.



"Eh tidak." Jawabku cepat sambil menggelengkan kepala.



'Lili yang baik hati dan tidak sombong jatuh cinta!? Tadinya aku menyangka bahwa Lili yang kelihatan seperti gadis yang tenang dan bijaksana tidak akan jatuh cinta dengan mudah. Huh, aku sangat penasaran. Siapa yang bisa membuat Lili jatuh hati sampai salah tingkah seperti ini!?.'



Aku melirik ke arah Gloxinia, dia hanya tersenyum tipis dengan tatapan yang sepertinya memiliki maksud tersembunyi.



"Lili....apa kamu baru saja berkencan?." Tanya ku penuh selidik.



'Aku yakin dia pasti baru pulang dari sebuah kencan dengan kekasihnya.'

__ADS_1



Lili tampak kaget mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut ku. Wajah Lili langsung memerah malu, dia menundukkan kepalanya dan mengait-ngaitkan jarinya.



"Umm, t-tidak tidak. Nona saya tidak berkencan." Sahut Lili gugup.



"Hmm??? benarkah?."



"Y-ya nona."



"Benar?."



"Ya nona, b-benar." Ujar Lili mengangguk cepat.



"......." Aku tidak membalas perkataan Lili lagi, aku hanya menatapnya dengan tatapan penuh arti.



Beberapa menit berlalu, aku masih menatap Lili, dapat dilihat Lili berkeringat dingin. Dia melirik ke arah kanan dan kiri bergantian. Seperti nya itu untuk mengurangi rasa gugupnya.



"Heh, haha, hahahahaha." Aku tertawa renyah melihat reaksi Lili yang lucu. Pasalnya Lili tidak bisa menyembunyikan ekspresi nya yang sedang gugup itu. Sangat terlihat Lili sedang berbohong.



"N-nona anda baik-baik saja?." Lili bertanya dengan nada khawatir.



'A-apa yang terjadi pada nona?.' Batin Lili bingung.



"Hee~ Lili, kamu pembohong yang buruk ya~." Ucap ku dengan seringai.



"Dengan sekali lihat pun, aku bisa tahu kamu itu berbohong."



"N-nona, maafkan saya. Saya hanya malu untuk mengungkapkan nya...." Ujar Lili membungkuk.



"Ya...tak apa. Aku mengerti." Balasku sambil tersenyum manis.



'Hmmm, cinta memang sangat berpengaruh besar terhadap seseorang ya. Lili yang tadinya selalu tenang dan bijak bila dihadapkan dengan sesuatu yang berkaitan dengan orang yang dicintainya langsung berubah drastis. Ngomong-ngomong apa didunia ini aku akan merasakan jatuh cinta:^?.'



'Eits, tidak-tidak. Ini terlalu dini. Aku bisa memikirkan itu nanti setelah rencana ku berjalan dengan lancar.'



"Eum... ngomong-ngomong siapa kekasih mu itu Lili? apakah dia bekerja di sini?." Tanya ku penasaran.




"Ho... ternyata begitu."



Lili menganggukkan kepalanya.



...----------------...



Blup blup blup.



"Hmm~ Hm~ hmmm~." Aku bersenandung kecil sambil memainkan air hangat di bak mandi besar ku. Lili dan Gloxinia memijat pundak dan salah satu tangan ku dengan lembut sambil di olesi oleh sebuah minyak wangi.



'Ughhh, sebenarnya aku sangat penasaran dengan kisah cinta Lili. Apa aku harus menanyakannya secara langsung padanya!? Tapi apakah tidak apa-apa menanyakan kisah cinta orang lain dengan terbuka seperti ini?.' Batin ku bingung sekaligus kesal.



"......"



"Nona apa anda ingin dipijat di bagian kaki?." Tanya Gloxinia sambil tersenyum.



"Tidak perlu Nia." Jawabku dengan senyuman juga.



***Note \= Sherlin memanggil Gloxinia menjadi Nia jika bersama dengan orang lain kecuali Felix***.



Aku melirik ke arah Lili. Aha pandangan kami bertemu.



Blushh. Lili memerah malu dan menundukkan kepalanya.



"????."



Skip.



Setelah mandi, aku langsung bersiap-siap untuk makan malam bersama kedua orangtuaku.



Tap tap tap.


Krieettt.

__ADS_1



Pintu ruang makan dibuka oleh salah satu pelayan.



Aku berjalan memasuki ruang makan dengan anggun dan memberi salam kepada orang tua ku.



"Selamat malam ayah ibu." Ujar ku sambil membungkuk dan mengangkat ujung rok ku.



"Ya selamat malam juga putriku." Balas ayah dan ibu bersamaan.



Setelah ayah dan ibu menjawab salam ku, aku langsung duduk di kursi.



Tring Tang Tring.


Di ruang makan hanya terdengar suara dentingan alat makan saja.



Setelah makan malam, seperti biasa kami berbincang-bincang dengan hangat di meja makan sambil ditemani oleh makanan penutup.



"Sherlin, ini sudah larut malam. Kembalilah ke kamar mu." Ujar Ayah tersenyum.



"Ya ayah mu benar. Ini sudah larut malam. Pergilah tidur sayang." Sahut ibu dengan lembut.



"Em, baik ayah ibu. Selamat malam." Balas ku tersenyum manis.



Ayah dan ibu hanya menganggukkan kepalanya.



Aku pun langsung kembali ke kamar untuk pergi tidu– bukan, lebih tepatnya tiduran dahulu baru tidur beneran.



Klek. Pintu kamar ku dibuka.



"Nona, apa anda ingin berganti pakaian sekarang?." Tanya Lili sopan.



"Eum, tentu."



Aku melihat kanan dan kiri. Tidak ada Gloxinia maupun Felix di sini. Kemana mereka berdua pergi?


Apa aku tanyakan saja pada Lili? tapi, pasti Lili tidak tahu. Kalau ada apa-apa Gloxinia dan Felix akan memberitahu ku terlebih dahulu. Hmm sudahlah aku panggil sendiri saja.



Lili membantu ku mengganti pakaian tidur ku.


Setelah selesai memakai pakaian tidur, aku langsung meminta Lili untuk beristirahat.



"Lili, ini sudah cukup. Sekarang beristirahat lah."



"Ya nona, semoga anda mimpi indah."



"Ya kamu juga Lili."



Lili kemudian pergi dari kamar ku.



Brukk. Aku menghempaskan tubuhku pada kasur ku yang empuk.



Aku menatap langit-langit kamar ku dan mencoba memanggil Gloxinia dalam hati.



'Gloxinia.'



'Eh? nona? ada apa?.'



'Kamu ada dimana Gloxinia?.'



'Ahh hehe maafkan saya nona, tidak memberitahu anda terlebih dahulu. Saya sekarang berada di kerajaan Peri. Tadi sekretaris saya memanggil saya untuk mengerjakan pekerjaan yang hanya bisa dikerjakan oleh saya saja. Tapi tenang saja nona, ini tidak akan lama. Kemungkinan saya akan kembali besok pagi.'



'Oh ternyata begitu, baru sehari sudah ada masalah ya?. Tapi tak apa. Kerjakanlah dengan baik Gloxinia^^.'



'Kyaa\>//< tentu nona.'



'Baiklah kalau begitu, sampai jumpa Gloxinia.'



'Ya nona sampai jumpa.'



Setelah mendapat kabar dari Gloxinia, aku langsung bernafas lega. Eh tapi, aku belum menghubungi Felix. Dimana dia sekarang ini?



Hi 👋


Jika ada typo tolong kasih tahu author di kolom komentar ya~^^

__ADS_1


__ADS_2