The Villainess And Modern Weapons

The Villainess And Modern Weapons
Chapter 28 Pesta Robert 2


__ADS_3

Selang beberapa saat. Sherlin tidak kunjung muncul, Robert semakin kesal. Dia menghentakkan kakinya dan berlari ke arah taman belakang meninggalkan para tamu yang datang.


Drap drap drap.


Hosh hosh hosh.


"Kenapa dia tidak datang!?. Apa dia berbohong!?." Ujar Robert sambil menendang batang pohon di sekitarnya.


Dengan kesal Robert menghentak-hentakkan kakinya dan berakhir duduk di tepi danau.


'Dasar pembohongg!!.' Teriak Robert dalam hati.




Tuk tak tuk tak.



Sebuah kereta kuda memasuki pekarangan kediaman Duke Zekallion.



Tap.



Duke Edinburgh turun terlebih dahulu, dia memapah Duchess kemudian Sherlin.



Sherlin sibuk melihat-lihat persekitaran kediaman Duke Zekallion, sangat nyaman berada di sini. Pasalnya Kediaman Zekallion ini di tumbuhi banyak sekali pohon yang tersusun rapi, jadi udara nya sangat sejuk. Tumbuhan yang tumbuh dengan terawat, mansion yang luas, dan juga air mancur yang cantik menjadikan kediaman Zekallion terasa sangat enak dipandang.



![](contribute/fiction/1645746/markdown/6889903/1621318694454.jpg)



'Woahh!.'



'Suasana disini sangat asri!, mansion si bocah wortel ternyata seperti ini ya. jika dilihat dari depan terlihat megah!. Tadi malam aku hanya melihat halaman belakangnya saja, jadi aku tidak menyangka jika mansion Zekallion itu seperti ini.' Batin Sherlin kagum.



"Sherlin, ayo kita masuk." Ajak Duchess.



"Ya ibu."



Duke berjalan beriringan dengan Duchess yang mengaitkan tangannya pada Duke, sedangkan Sherlin mengikuti dari belakang.



Tap tap tap.



Kriett.


Pelayan membuka pintu.



"Duke Edinburgh, Duchess Edinburgh dan nona muda Edinburgh memasuki ruangan!." Teriak salah satu pelayan yang berada di pinggir pintu.



Sherlin terpesona dengan keindahan ruangan pesta ini. Sangat indah dan mewah.



Beberapa detik kemudian Sherlin tersadar jika para tamu melihat ke arah mereka bertiga. Banyak sekali pasang mata yang mengamati pergerakan Sherlin dan kedua orangtuanya, seolah-seolah mereka menunggu suatu kejadian.



Jika ada saja satu kesalahan kecil maka dalam waktu singkat pasti ada rumor yang menyebar. Dan dalangnya tentu saja mereka semua yang sedang melihat ke arah Sherlin dan kedua orangtuanya.



Sherlin langsung menjadi sangat gugup, tangannya sedari tadi berkeringat dingin. Hanya saja raut muka foker face nya menutupi itu.



'Oh astaga! ini lebih sulit dari waktu di pasar dulu! jika di pasar kita seolah-olah di tonton banyak orang tapi di sini kita seperti di intai oleh cctv!.'



Tap tap.



"Oh my! ku kira kalian tidak akan datang!." Ujar Duchess Zekallion.



"Haha.. di perjalanan ada sedikit hambatan, jadi kami agak terlambat. " Sahut Duchess Edinburgh terkekeh kecil.



Duke dan Duchess menghampiri Sherlin dan kedua orangtuanya.



"Senang bertemu dengan mu Roenharts." Ujar Duke Zekallion sambil berjabat tangan dengan Duke Edinburgh.



"Ya, aku juga." Sahut Duke Edinburgh.



Sherlin kini menyapa Duke dan Duchess Zekallion terlebih dahulu, dia membungkuk dan mengangkat ujung rok gaun nya.



"Senang bertemu dengan bibi dan paman." Sherlin tersenyum manis.

__ADS_1



"Kyaa! Sherlin! kamu bertambah cantik dari waktu terakhir kita bertemu." Duchess Zekallion dengan gemas mencubit pipi kiri Sherlin.



"Ah! gaun mu cantik sekali Sherlin!."



"Ahahaha... Terimakasih bibi."



"Yo! lama tak jumpa Sherlin." Duke Zekallion melambaikan tangannya.



"Ya paman, lama tak jumpa." Sherlin tersenyum manis.



Duke Zekallion mengajak ayah Sherlin pergi untuk membahas tentang pekerjaan istana, mereka berkumpul di antara para pemimpin keluarga bangsawan lainnya. Duchess Zekallion juga mengajak ibu Sherlin pergi untuk minum teh dengan para nyonya lainnya. Dan....tentu saja Sherlin di tinggal sendiri di tengah tengah aula pesta.



"I-ibu!."



"Oh Sherlin! kamu berkenalan lah dengan para lady dan bermainlah dengan mereka."



"Eh? ibu! tunggu in–."



Krik krik krik.



'Bagaimana bisa aku ditinggal sendirian begini!?. Teganya kalian~.'



Sherlin menengok ke sekeliling arah.


'Ugh! Penelope, dimana dia!?.'



Belum satu menit Sherlin ditinggal sendirian, dia sudah dikerumuni oleh para lady. Banyak sekali yang memperkenalkan mereka sendiri dan mengajak Sherlin untuk minum teh bersama, mengundang datang ke kediaman mereka, atau pun pergi jalan-jalan dan yang lainnya.



Sherlin sendiri sangat pusing dan bingung mendengar banyak sekali orang yang berbicara dalam waktu bersamaan di dekatnya. Memang ini bagus untuk membangun relasi tapi ini terlalu ramai dan membingungkan!!.



"Hallo Lady Edinburgh, saya Yurilia Ellie De Evans dari kediaman keluarga Count Evans. Lady jika anda sempat maukah anda berkunjung ke rumah kaca saya, suatu kehormatan jika anda–.




"Woah! Nona Edinburgh, anda sangat cantik! saya tidak sabar untuk menantikan debutante pertama anda! Jika anda berkenan tolong undanglah saya!. Saya–.



"Salam nona Edinburgh, saya putri bungsu keluarga Earl–.



"Nona Edinburgh, saya–.



"Nona Edinburgh–.



"Nona–.



"Nona Edinburgh, gaun anda sangat cantik! Dimana anda mendapatkan nya?."



"Oh ya, aahhh ahahaa!."



"Yaa se-senang bertemu dengan anda."



"Ooh ahaha."



Sherlin sangat bingung mau menjawab ucapan dan pertanyaan yang mana dulu! ini semua sangat memusingkan!!!.



"Oh! ga-gaun ini dari butik 'Harmony's nona..." Ujar Sherlin dengan canggung sambil tersenyum paksa.



"Wow!! bukankah berarti ini gaun rancangan madam Clea?? oh astaga! saya sejak lama ingin memesan salah satu gaun rancangan nya." Ucap salah satu nona di belakang Sherlin. Dia memiliki rambut berwarna cokelat sebahu dan mata hijau tosca.



Sherlin yang tiba-tiba mendengar suara di belakang nya itu langsung menoleh ke belakang.



"Oh my, nona Corte! anda belum mendapatkan satu gaun pun dari madam Clea!?. Saya mempunyai banyak sekali gaun rancangan madam Clea, jika anda mau anda bisa mencobanya di rumah saya." Sahut gadis berambut ungu tua keriting dengan senyuman tipis, lebih tepatnya mengejek.



'Jika hanya didengar biasa, nona Gerald nampak seperti seseorang yang baik hati yang menawarkan baju nya untuk nona Corte tapi jika di telaah lagi ucapan seperti ini jelas ditujukan untuk mencemooh nona Corte.'

__ADS_1



'Lebih jelas nya ucapan ini mempunyai arti seperti ini. "Astaga nona Corte! anda tidak mampu membeli gaun madam Clea ya? kalau saya punya banyak sekali gaun nya haha. Jika anda tidak mampu membeli nya anda bisa mengambil gaun bekas saya di rumah."'



'Ya! kira-kira seperti itu artinya!.' Batin Sherlin.



"Ahaha! sungguh sebuah kehormatan bagi saya nona Gelard. Tapi maaf saya tidak bisa datang, karena saya pikir itu terlalu menyusahkan anda dan saya tidak enak hati." Gadis berambut cokelat itu tersenyum lebar.



Seketika nona Gerald terdiam terlihat tangannya meremas gaunnya erat. Sepertinya dia kesal karena mendapat balasan yang kuat!



Balasan yang tepat nona Corte!


Hanya luarnya saja tampak nona Corte merendahkan dirinya sendiri. Tapi artian sebenarnya dia mencemooh lawan bicaranya "Oh suatu kehormatan! tapi saya tidak bisa menerima nya karena terlalu menyusahkan untuk saya menerima barang ***Bekas***."



Dengan gugup tapi lantang nona Gerald menjawab.


"Astaga! ooh b-baiklah...kalau begitu kalau anda memiliki waktu luang anda bisa datang pada saya kapan saja!."



"Tentu nona!."



Zzrrrtt zrtt .


Mereka berdua terus berhadapan dan saling melayangkan tatapan tajam seakan terdapat percikan listrik diantara mereka.



Sherlin hanya diam sambil tersenyum canggung, dia sedari tadi hanya mengamati perang adu mulut antara nona Corte dengan nona Gerald.



Sepertinya rumor mengenai hubungan buruk antara keluarga Corte dengan keluarga Gerald memang benar. Buktinya anak gadis mereka sekarang sedang beradu mulut dengan sengit.



Drap drap drap.



"Nona Edinburgh!!!."



Teriak seseorang dari arah belakang. Dia berjalan dengan cepat ke arah Sherlin.



Sherlin menengok ke belakang.


'Eh? Pene?.'



Grep.


Penelope menggenggam erat kedua tangan Sherlin dan kemudian membuka mulutnya. "Maaf nona-nona, saya dan nona Edinburgh mempunyai urusan penting!."



Tanpa menunggu jawaban dari mereka Penelope langsung membawa Sherlin pergi dari kerumunan.



Mereka berhenti di sebuah taman. Penelope akhirnya melepaskan genggaman tangannya dan memeluk Sherlin.



Grep!


"Sherlinn!!!." Teriak Penelope manja.



"Eh? Pe-pene ada apa??." Sahut Sherlin.



"Huhu! aku khawatir kamu akan di apa-apa kan oleh para pengganggu itu!."



"Huh! andai saja aku datang lebih awal."



"Eh? kamu baru datang??."



Penelope menganggukkan kepalanya.


"Ya Sherlin, aku baru saja tiba disini dengan kedua orangtuaku dan kakak ku yang jelek itu."



"Ah! pantas saja aku tidak melihat mu sedari tadi."



"Hmm."



Tap tap tap.



Dari arah belakang bocah laki-laki memanggil Sherlin dengan lantang.


"Sherlin! akhirnya aku menemukan mu."

__ADS_1


__ADS_2