
Sherlin berkaca-kaca, dia bertekad untuk menolong gadis malang itu dari keterpurukannya.
...----------------...
Beberapa saat kemudian, mereka sampai di rumah kaca yang menjadi tujuan utama mereka di undang. Menikmati pemandangan di rumah kaca yang asri cukup menyenangkan bagi para gadis.
Di rumah kaca ini ada banyak sekali tanaman-tanaman cantik dan langka, mereka di susun dengan rapi dan proporsional.
Para gadis, memuji Sherlin tak henti-henti. Pasalnya, Sherlin saat ini seperti peri bunga yang menawan jika berada di sekitar tanaman tanaman yang indah.
"Putri Edinburgh, sangat menawan~."
"Anda terlihat seperti peri bunga, putri!."
Yurilia tidak membiarkan kesempatan besar ini begitu saja. Dia secara tiba-tiba memanggil pelukis pribadi keluarga nya dan meminta untuk melukis Sherlin dan dirinya.
"Cepat! lukislah pemandangan yang menabjubkan ini sebelum mereka menghilang!!." Yurilia dengan tergesa-gesa memberi perintah pada pelukis itu.
Pelukis itu mengangguk dan segera melukis.
Sherlin hanya tersenyum kikuk. Sebegitu nya kah?.
Sementara itu, Clover hanya diam di belakang sembari memandangi tanaman Semanggi yang berada di bawah nya.
Para gadis menatap gaun nya yang berwarna cukup gelap dan kusam, tidak cocok dengan lingkungan sekitar rumah kaca.
Mereka mulai berbisik-bisik satu sama lain.
Clover hanya diam dan masih setia memandangi Semanggi itu.
Gadis-gadis muda yang berada di sana saling berceloteh mengenai Sherlin. Mereka berniat untuk menyebarkan rumor, dengan judul 'Putri Edinburgh, seorang peri menawan berhati cantik' pada semua orang di kediamannya masing-masing.
Ya! itu pasti akan menjadi rumor terpopuler di kekaisaran! Dengan begitu pasti akan ada begitu banyak rumor mengenai Sherlin.
Nona Gelard ingin menyebarkan rumor lain mengenai Clover. Dia ingin Clover di kenal buruk pada orang-orang di kekaisaran untuk menggagalkan nya menjadi calon kandidat putri mahkota.
Nona Gelard menggigit bibirnya, dia membenci pendatang baru itu.
Setiap ada pendatang baru yang memasuki dunia sosial pergaulan kelas atas dia akan selalu membencinya kecuali orang yang tidak bisa dia lawan. Termasuk pada keluarga Count ke atas. Keluarga nya baru mendapatkan gelar Count belum lama ini, dia dan keluarga nya dulu hanya keluarga pembisnis biasa tanpa gelar. Tapi, berkat kehebatan bisnis ayahnya mereka bisa membeli gelar bangsawan setingkat Count.
Dia sedari kecil sudah bermimpi menjadi bangsawan, dan impiannya terwujud berkat ayahnya. Karena keluarganya pendatang baru, para bangsawan tidak langsung menerima dengan mudah. Jadi, karena takut tersingkirkan nona Gelard mengusik satu persatu pendatang baru yang statusnya berada di bawahnya.
Dia rela menjilat para orang-orang dengan status tinggi demi mendapat keuntungannya.
Nona Gelard memandangi Clover sinis, dia ingin mencari-cari kesalahan Clover.
Sementara itu, Sherlin yang menyadari tingkah laku nona Gelard yang mencurigakan berdehem cukup keras.
"Ekhem! ekhem!."
Sontak para gadis langsung menujukkan perhatian mereka pada Sherlin.
Sherlin tersenyum manis. "Nona Evans, rumah kaca anda sangat asri sekali. Banyak tanaman dan bunga yang tumbuh dengan subur, anda sangat berbakat dalam mengelola rumah kaca ini."
Sembari tersenyum sumringah, Yurilia bersemu kemerahan dan dengan malu membalas pujian Sherlin. "P-putri Edinburgh..anda terlalu memuji saya, terimakasih banyak putri.."
Para gadis tertawa kecil melihat Yurilia yang malu, wajah nya terlihat imut jika malu!.
Sherlin terkekeh sembari menggenggam tangan Yurilia. "Fufufu, tidak usah sungkan. Lagi pula anda memang sangat berbakat."
Wajah Yurilia sepenuhnya memerah, dia sangat bahagia sekarang ini. Bayangkan, idola mu memegang tangan mu sembari terkekeh manis seperti itu? bukankah perasaan mu akan seketika berbunga-bunga??.
Nah, seperti itulah apa yang Yurilia rasakan sekarang.
Sherlin melepas genggaman nya dan berjalan menghampiri Clover.
Yurilia masih mematung di tempatnya. Dia menghirup kedua tangan nya, tercium bau khas Sherlin.
'Sangat manis, seperti stroberi!.' Yurilia berbicara dalam hatinya.
Tap tap tap.
Sherlin berdiri tepat di hadapan Clover, jarak mereka cukup dekat.
"Yang mulia putri?." Senyum Sherlin tidak luntur-luntur dari wajah nya. Dia sengaja ingin terlihat ramah dan bersahabat pada semua orang agar nantinya, rumor yang tentu nya bagus akan tersebar.
Clover terperanjat, dia yang sedari tadi bengong mendongakkan kepalanya.
Sherlin mengerinyit kan alisnya melihat tinggi antara badannya dan badan Clover. Lihatlah, setahunya usia putri Fortnum itu 2 tahun lebih tua darinya. Tapi, kenapa tinggi mereka hampir sama? bahkan Sherlin lebih tinggi 1 inci dari nya. Apakah dia kekurangan gizi? ataukah dia memang pendek dari lahir?.
Clover dengan pelan menjawab. "Y-ya putri Edinburgh?."
"Ah tidak perlu memanggil ku seperti itu, nona saja sudah cukup. Atau pun kamu bisa langsung memanggil nama depan ku." Ujar Sherlin dengan nada lembut.
"!?!?."
Para gadis sontak terkejut, memanggil nama depan secara langsung!? apalagi orang nya berstatus sangat tinggi seperti Edinburgh?!.
Mereka ingin berteriak tidak terima saat itu juga!. Tapi, tentu saja. Mereka harus menjaga imejnya.
Yurilia menatap Sherlin tak percaya. Dia... sebenarnya juga ingin bersikap tidak formal pada Sherlin. Tapi, bagaimana pun juga mereka berdua tidak dekat. Haahh dia ingin sekali akrab dengan Sherlin, seperti lady Conscy dari kediaman Marquess Conscy.
__ADS_1
Hah!!
Tunggu. Nona Conscy....dia tidak datang!.
Yurilia hendak membuka mulutnya tapi, Sherlin menarik perhatiannya saat ini. Jadi, dia menutup mulutnya dan berbincang dengan Sherlin yang sedang memandangi sebuah tanaman unik.
Para gadis berkumpul di dekat Sherlin dan Yurilia, mereka membentuk setengah lingkaran.
"Nona Evans, apakah ini tanaman Roweri's?!." Sherlin membulatkan matanya.
Yurilia menganggukkan kepalanya dan tersenyum bangga. "Tentu saja putri. Ini adalah tanaman Roweri's yang saya tanam tiga tahun lalu."
Sontak para gadis ricuh.
"Astaga! tanaman Roweri's yang sangat ajaib itu?!."
"Wahh tanaman itu sangat sangat langka, harga tunasnya bahkan lebih dari satu juta koin emas!."
"Ya, anda benar. Apalagi itu sudah sebesar ini."
Clover hanya terbengong-bengong, dia tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh para gadis disekitarnya. Tanaman Roweri's?? apa itu? dia tidak tahu.
Seolah mengerti dan menyadari keadaan Clover sekarang, Sherlin menjelaskan tanaman Roweri's dengan embel-embel memuji Yurilia.
"Oh my! tanaman Roweri's ini sudah berusia tiga tahun? jika begitu, bukankah bunga yang dihasilkan akan lebih banyak??. Nona Evans! anda sangat brilian! betapa hebatnya anda merawat tanaman penghasil berbagai jenis bunga dari mana (aliran sihir) ini. Mengingat jika tanaman langka ini sangat sulit sekali di rawat." Sherlin menutupi setengah wajahnya dengan kipas.
Clover yang mendengar itu kembali di buat terkejut. Dari kata-katanya... apakah Sherlin saat ini sedang membantunya secara diam-diam??.
Clover tersenyum kecil, dia baru pertama kali menerima perlakuan seperti ini sejak ibunya meninggal.
Sembari terus tersenyum, Clover memandangi Sherlin dan tatapan mereka bertemu.
Tatapan mata Clover seolah-seolah mengucapakan terimakasih pada Sherlin. Dan Sherlin membalas nya dengan anggukkan.
Sementara itu Yurilia semakin dibuat berbunga-bunga. Dia tersenyum lebar. "Ah putri, anda terlalu berlebihan memuji saya. Tapi, terimakasih banyak untuk pujian anda. Saya sangat tersanjung."
Sherlin terkekeh. "Fufufu, anda pantas menerima pujian itu nona Evans."
Sherlin jujur. Dia sangat kagum pada Yurilia yang notabene nya masih kecil tapi dapat merawat tanaman yang sangat sulit sekali di urus. Dia tidak berbohong oke? dia pernah membaca sebuah buku tentang tanaman Roweri's, dan cara merawatnya sangat sulit.
Kamu harus selalu menjaga suhu tempat tanaman itu setiap saat, karena tanaman itu tidak tahan pada suhu dingin termasuk udara pada malam hari.
Dan pada setiap tiga jam sekali, kamu harus memberi nutrisi pada tanaman itu. Dan tentu saja, bukan menggunakan air atau pun pupuk. Tapi, menggunakan mana.
Juga yang terpenting. Tanaman Roweri's tidak tumbuh pada tanah biasa. Mereka biasanya tumbuh subur di tanah yang mengandung banyak sekali batu sihir.
Jadi, bayangkan. Berapa banyak uang dan waktu yang harus di serahkan pada tanaman langka itu?!.
Jika Felix mendengar nya pasti dia akan segera batuk darah dan menendang Sherlin kuat-kuat. Kalian tahu bukan? setiap harinya Sherlin sebagian besar menghabiskan waktu dengan bersantai.
Oke oke, alasan yang cukup sederhana nya satu. Dia malas.
Dan mengenai seberapa sulitnya mengurus tanaman Roweri's, semua itu akan terbayar dengan hasil akhirnya.
Pasalnya, tanaman Roweri's jika sudah berusia lebih dari satu tahun maka dia akan lebih banyak menghasilkan berbagai jenis bunga.
Jika tangkai nya di aliri sedikit mana, bunga akan tumbuh. Dan bunga yang tumbuh bisa di tumbuhkan sesuka hati, entah itu bunga emas, bunga mutiara, ataupun bunga berlian. Yang penting sesuka hati. Tergantung seberapa luasnya pengetahuan mu tentang berbagai jenis bunga.
Dengan satu tanaman itu bukankah seseorang akan mudah menjadi kaya raya?!. Kamu dapat menumbuhkan bunga super langka dan dapat menjualnya. Itu cukup mengesankan. Tapi, bunga itu harus di sertakan dengan izin dari istana kekaisaran.
Karena jika tanaman itu jatuh ke orang yang salah, maka dapat menjadikan masalah yang cukup serius.
Uhuk Uhuk, kembali ke Sherlin.
"Putri Edinburgh, apa anda ingin mencoba nya?." Ujar Yurilia ramah.
Sherlin menatap Yurilia. "Bolehkah nona?."
"Tentu!."
Tangan Sherlin terulur hendak menyentuh daun tanaman Roweri's itu. Dia memejamkan mata nya dan mengalirkan sedikit mananya.
Srrr.
Sriinggg.
Cahaya mulai terlihat, sekumpulan bunga bercahaya muncul di setiap tangkai tanaman itu.
Yurilia dan para gadis menatap cahaya itu.
Wushhh.
Cahaya yang menyilaukan itu menghilang dengan perlahan, bunga-bunga yang berwarna bening mengkilap terbentuk.
"!!!."
Semua orang membelalakkan matanya, sebagian besar dari mereka bingung. Tercetak pertanyaan besar di kepala mereka.
"Bunga jenis apa itu?!."
Sherlin tersenyum puas, matanya melirik ke belakang. Matanya mendapati tatapan tatapan meminta penjelasan.
__ADS_1
Sembari tersenyum canggung, Sherlin membuka suaranya. "Ahh, apakah kalian bingung?."
Mereka mengangguk bersamaan terkecuali Yurilia.
Sherlin dalam hatinya terkejut. 'Wow, kompak sekali.'
"Ekhem, nona Evans. Anda tahu jenis bunga apa ini?."
"Tentu putri. Ini adalah bunga penyembuh, Healing."
"Nah, kalau begitu. Bolehkah anda membantu para nona nona yang lain?."
Yurilia menggaruk tengkuknya. "Eum, maaf putri. Saya hanya tahu nama dan bentuknya saja haha."
Sherlin ber'oh'ria dan mengangguk. "Baiklah, saya akan menjelaskannya."
Sembari memetik satu bunga berwarna bening itu Sherlin lalu mengambil kaki Felix dan mencakar tangannya sendiri dengan kuku tajam milik Felix.
Sret.
Luka cakaran di tangannya cukup dalam, darahnya menetes ke tanah.
"Astaga, putri!." Yurilia berteriak dia memegang tangan Sherlin yang terluka.
Para gadis yang lain syok melihat tangan Sherlin yang meneteskan satu persatu tetesan darah ke lantai.
"Putri Edinburgh! tangan anda!."
"Putri, s-saya akan memanggil pelayan untuk me–.
Ssttt.
Sherlin menempelkan jari telunjuknya di tepat tengah-tengah bibirnya.
"Tenang lah."
Sherlin tersenyum kecil pada Yurilia. Dia melepas genggaman tangan Yurilia pelan.
"Lihatlah ini.." Sherlin mengambil salah satu kelopak bunga itu dan menempelkan nya pada luka bekas cakaran nya.
Sring.
Cahaya kecil muncul tepat pada luka cakaran Sherlin.
Wushh.
Perlahan kelopak bunga itu menghilang di ikuti dengan luka cakaran yang cukup dalam itu.
Tidak ada bekas sedikitpun di tangan putih Sherlin, itu sangat mulus.
Wahhh!!
Para gadis termasuk Yurilia dan Clover membelalakkan matanya, mereka terkagum-kagum.
"Wow! hebat sekali!."
"Bunga nya dapat menyembuhkan luka dalam waktu singkat!."
"Saya baru pertama kali melihatnya!." Mata Yurilia berbinar-binar. Meskipun dia sudah membaca tentang berbagai jenis bunga termasuk bunga Healing. Tapi, dia hanya tahu nama dan gambarnya saja. Dia sudah tahu dari namanya jika bunga itu untuk penyembuhan. Tapi, dia tidak mengira akan sebegitu menabjubkan nya!.
"Jadi, dari namanya saja kita tahu jika bunga ini adalah bunga penyembuh. Di dalam kelopaknya yang berwana bening terdapat sebuah mana ajaib yang bisa menyembuhkan luka luar atau luka fisik."
"Bunga ini tidak diketahui oleh banyak orang, karena bunga nya sangat langka. Buku mengenai bunga ini juga sangat sedikit penjelasan nya. Jadi, sebagian besar belum banyak yang tahu."
Wow!
Prok! prok! prok!
Para gadis bertepuk tangan, mereka tersenyum.
"Putri Edinburgh sangat berwawasan tinggi!."
"Anda sangat cerdas putri."
"Wow, hebat sekali!."
Dengan demikian, pesta teh nona Evans berakhir.
Mereka pulang ke kediamannya masing-masing, termasuk dengan Sherlin.
Dia sekarang ini sudah berada di depan gerbang mansion Evans.
Tatapannya datar.
Kereta kuda yang memiliki lambang Edinburgh itu terpampang jelas di depannya dengan kusir, sir Nocton dan.....si bocah menyebalkan.
Sherlin mengerinyit. "Apa yang kamu lakukan wortel?."
Bocah laki-laki berambut oranye itu tersenyum tipis. "Tentu saja aku di sini untuk menjemput mu tomat!."
Sherlin mengangkat salah satu alisnya. "Hah?!."
__ADS_1
TBC