The Villainess And Modern Weapons

The Villainess And Modern Weapons
Chapter 31 Keluarga kekaisaran Fritina


__ADS_3

Sherlin melirik ke arah segerombolan orang yang baru datang itu. Karakteristik rambut dua orang laki-laki itu berwarna kuning dan memiliki fitur wajah yang tamvan! lalu wanita yang di samping nya memiliki mata hijau pias dan elegan, tidak salah lagi! mereka.... keluarga kekaisaran!.


Pelayan di sebelah pintu memberitahukan kedatangan mereka. "Keluarga kekaisaran Fritina, yang mulia kaisar Ludwig Beethoven Van Fritina, yang mulia permaisuri Yurina Barnes Van Fritina dan pangeran mahkota Jeremy Leon Van Fritina memasuki ruangan!."


Srrr.


Seketika semua orang membungkuk dan memberi salam. "Salam yang mulia kaisar, yang mulia permaisuri dan yang mulia pangeran mahkota."


Kaisar mengangguk, dia mengangkat tangannya menandakan jika mereka boleh bangkit.


Ayah Robert, Duke Of Zekallion menghampiri kaisar.


Dia membuka suara. "Salam yang mulia. Selamat datang di kediaman Zekallion, maafkan ketidaksopanan saya yang tidak menyambut anda terlebih dahulu."


Kaisar menggelengkan kepalanya dan tersenyum tipis. "Tidak apa Duke Zekallion, ini salahku karena datang dengan sangat terlambat seperti ini."


'Heh! si Louis ini hanya di depan publik dia seperti ini padaku! jika di belakang dia...huh!." Batin kaisar kesal.


"Tidak yang mulia ini salah saya dan sebuah kehormatan anda bisa datang di sela-sela kesibukan anda yang mulia." Duke Zekallion merendah tapi jika di perhatikan lebih jelas Duke sedang menahan tawa di wajahnya.


"Haha! bagaimana bisa aku tidak menghadiri acara pesta penyihir utama kekaisaran dan teman ku ini! tidak perlu dipikirkan.." Kaisar menyadari itu dan mengacuhkannya, dia menelusuri aula berniat mencari seseorang.


Dan pencarian kaisar berhenti tepat pada Robert, Sherlin dan kedua orangtuanya.


Dia tersenyum kecil dan perlahan berjalan menghampiri Robert, Sherlin dan keluarganya.


"Tuan muda Zekallion! selamat atas usia enam tahun mu!." Kaisar tersenyum.


Robert menganggukkan kepalanya, "Ya yang mulia, terimakasih."


Kaisar menghela nafas lega.


'Untung saja anak ini tidak mirip dengan ayahnya yang menyebalkan itu!.'


Lalu perhatian kaisar kini berganti pada ayah Sherlin dia tersenyum lebar.


"Hoho, Duke Edinburgh! Rupanya kamu juga datang ke pesta ini ya." Kaisar menepuk-nepuk pundak ayah Sherlin.


"Ya, yang mulia." Balas Duke Edinburgh singkat dan padat.


"Ha ha ha." Kaisar tertawa paksa.


'Haahh~ teman yang satunya ini sangat sulit di ajak bercanda dan berbicara!.'


......................


Kaisar Ludwig Beethoven Van Fritina, seorang kaisar yang terkenal dengan sifat adil dan kebijakannya. Saat kaisar kecil dia memiliki dua orang teman yang selalu menemani nya, mereka adalah pewaris dari dua dukedom yang menjadi penopang utama kekaisaran. Duke Edinburgh, keluarga yang memegang kekuatan militer dan politik terkuat. Keluarga Edinburgh memiliki sejarah paling panjang diantara semua keluarga bangsawan bahkan mendahului kekaisaran, keluarga ini sudah ada sebelum kekaisaran dibangun.


Sedangkan Duke Zekallion, keluarga yang mewarisi darah penyihir yang kental. Penyihir yang paling jenius dulu adalah kakek moyang dari keluarga Zekallion. Mereka memiliki kekuatan sihir yang sangat dahsyat, dengan sangat dihormatinya kekuatan sihir di dunia ini membuat keluarga Zekallion menjadi keluarga yang terkuat setelah Edinburgh.


Mereka bertiga pertama kali bertemu di sebuah perayaan festival tahunan di kekaisaran Fritina dan bertemu kembali di pesta pengangkatan putra mahkota. Mereka selalu bertemu satu sama lain, dan akhirnya memutuskan untuk saling berteman walaupun tidak selancar main perosotan di kolam renang.


Awalnya mereka hanya saling memanfaatkan pertemanan ini untuk politik dan opini publik saja tapi lama kelamaan pertemanan ini menjadi tulus, meskipun jika bertemu mereka selalu bertingkah aneh, tidak jelas dan...konyol.


Pangeran Ludwig kecil adalah orang yang pertama kali mengajak berteman pada Roenharts, saat itu Roenharts yang terkenal dengan sifat pendiam dan berbicara seadanya itu menolak secara langsung dan singkat.


"Hei, kamu Roenharts dari kediaman Edinburgh bukan? kulihat kamu selalu mengunjungi istana bersama dengan Duke Edinburgh, kebetulan aku juga tinggal di istana! apa kamu ingin berteman dengan ku? kita bisa bertemu setiap kamu ke istana." Pangeran Ludwig tersenyum ramah.


"Tidak." Sahut Roenharts datar.

__ADS_1


"Ohh, ka-kalau begitu kita bisa menjadi kenalan dulu.."


"Tidak."


"Ha ha ha. B-baiklah kalau begitu, s-sampai bertemu lagi.."


"......"


Dan seperti itulah detik-detik kaisar mengajukan pertemanan pertama kali pada Duke Edinburgh dan pastinya ditolak mentah-mentah. Tapi, seiring waktu berjalan Roenharts perlahan-lahan menerima Ludwig menjadi teman nya. Yahh walaupun kadang-kadang Roenharts sering mengacuhkan Ludwig.


Lalu kisahnya berlanjut lagi dengan Duke Zekallion yang sedang berlatih sihir di sebuah hutan bertemu dengan Kaisar yang sedang berburu. Mereka bertemu di sebuah danau, Louis atau Duke Zekallion sedang melatih mantra sihirnya dengan menggerakkan sebagian air danau ke atas. Kaisar yang akan membasuh tangan nya pergi ke danau dan mereka bertemu dengan sangat konyol! Louis belum sempurna menguasai mantra tersebut dan akhirnya air danau yang digerakkan ke atas seketika jatuh dan membasahi seluruh pakaian kaisar.


Wushhh!


"Aak!. Ini! siapa yang melakukan ini!?." Pangeran Ludwig menggeram marah.


Louis tertawa terbahak-bahak melihat pangeran Ludwig yang basah kuyup itu. Kaisar marah dan menerjang Duke Zekallion, saat akan diterjang Louis menghindar dan pangeran Ludwig pun jatuh ke danau.


Sungguh memalukan!


Pangeran Ludwig yang sangat marah mengadukan kejadian ini pada ayahnya sang kaisar. Lalu Louis dan ayah nya (Duke Zekallion) di panggil ke istana, Louis yang mempunyai sifat bebas, aktif dan selalu optimis tidak begitu mempersoalkan hal ini begitu pula dengan ayahnya. Mereka siap menerima hukuman dengan hati lapang.


Ayah pangeran Ludwig sebenarnya tidak begitu serius dalam memberikan hukuman pada Louis. Dia hanya menyuruh Louis menjadi teman untuk Ludwig.


"Tuan muda Zekallion, aku tidak akan membahas hal ini lagi. Tapi, bisakah kamu menjadi teman untuk Ludwig? aku akan sangat senang jika kamu bisa menjadi teman Ludwig."


"Tentu yang mulia, dengan senang hati.."


"Haha bagus bagus! Tolong jaga putraku yang nakal dan kekanakan ini."


"A-ayah! bagaimana bisa dia–.


"Ffft..." Diam-diam Louis menahan tawa nya dia melirik ke arah Ludwig dengan tatapan mengejek.


'Si menyebalkan itu!.'


Dan seperti itulah....awal dari pertemanan antara kaisar dengan Duke Zekallion. Duke Zekallion sangat sering sekali mengerjai kaisar, dan tentunya kaisar tidak begitu menganggap nya serius dan tidak memberikan hukuman pada nya.


......................


"Ho! Duchess Edinburgh! senang bertemu dengan anda." Kaisar tersenyum.


Duchess membalas kaisar dengan senyuman juga. "Ya, yang mulia...saya juga senang bertemu dengan anda."


Kaisar tertawa renyah, perhatian nya kini tertuju pada Sherlin yang sedang menundukkan kepalanya.


"Ini...putri mu Duke?." Tanya kaisar.


Duke dengan malas menjawab. "Sesuai dengan yang anda lihat tentunya yang mulia."


Jleb!


Kaisar tertohok, seketika raut mukanya terlihat jelek. 'Tsk! dia memang dari dulu selalu seperti ini!.'


Beralih pada Sherlin yang saat ini sedang berada dalam pose berpikir, dia terkejut ketika melihat sisi lain ayahnya yang seperti ini.


'Ayah! aku tidak menyangka jika kamu seperti ini!!.'


Kaisar mencoba merubah raut mukanya kembali normal. Dia tersenyum manis pada Sherlin. "Nona kecil! kamu begitu manis dan lucu! beda sekali dengan ayah mu yang seperti tembok itu!."

__ADS_1


Respon Duke Edinburgh hanya diam dengan tenang sambil menatap kaisar dingin.


Sherlin yang mendapati kaisar bertingkah konyol didepannya mencoba tetap tenang dan anggun. "Terimakasih yang mulia kaisar."


Permaisuri dan pangeran mahkota yang sedari tadi berada di belakang kini berjalan mendekati kaisar yang sedang mengobrol dengan Sherlin dan yang lainnya.


Tap tap tap.


Permaisuri berjalan dengan senyuman nya yang elegan sedangkan pangeran mahkota berjalan dengan tegap sambil menunjukan muka dingin.


Yahh~


Memang kebanyakan protagonis pria itu bersifat dingin~


Tapi kenapa para pembaca tepatnya pembaca wanita lebih menyukai tokoh yang dingin daripada tokoh yang hangat dan lembut?



Tentunya ini pasti karena sifat alami wanita yang suka dengan pria yang menantang dan juga kebanyakan tokoh pria yang dingin itu mempunyai visualisasi yang bagus!.



Jadi tidak heran kenapa para pembaca wanita menyukai protagonis pria yang dingin dan tamvann!!!.



Duke Edinburgh, Duchess Edinburgh, Sherlin dan Robert memberi salam pada permaisuri dan pangeran mahkota. Mereka membungkukkan sedikit badannya.


"Salam yang mulia permaisuri dan yang mulia pangeran mahkota." Ujar mereka bersamaan.


Permaisuri dan pangeran mahkota mengangguk, "Ya."


Permaisuri kini membuka suaranya. "Tuan muda Zekallion, selamat atas usia mu yang sudah mencapai enam tahun."


"Ya yang mulia permaisuri, terimakasih."


Permaisuri tersenyum, kini dia memberi salam pada kedua orangtua Sherlin.


"Hoho, tuan Duke dan nyonya Duke senang bertemu dengan kalian."


"Ya yang mulia permaisuri, senang bertemu dengan anda juga."


"Nyonya Duchess, apakah ini putri mu? dia sangat cantik mirip sekali dengan anda."


"Haha, anda benar permaisuri. Ini putri ku satu-satunya, Sherlin."


Permaisuri sedikit membungkukkan badannya di depan Sherlin. Dia tersenyum manis. "Jadi anda adalah nona Edinburgh? saya sudah mendengar tentang anda, anda memang sangat cantik, imut dan anggun. Cocok sekali menjadi pendamping putra saya hohoho!."


Ayah dan ibu Sherlin beserta Robert dan Sherlin sendiri sangat terkejut. Berbeda dengan kaisar dan pangeran mahkota mereka berdua terlihat tenang. Yang satunya terlihat senang dan satunya lagi terlihat...yahh tidak terlihat ekspresi apapun di wajahnya.


'Apaa!? dia ingin mengambil putriku dariku!?!?. Tidak bisa di biarkan! aku akan melakukan kudeta sekarang demi menyelamatkan putriku!.' Batin Duke Edinburgh.


'Hah!? Yurina ingin menjodohkan putri tersayang ku dengan putranya yang berakhlak minus itu!?!? tidak bisaa!! masa depan putriku akan muram!.' Batin Duchess Edinburgh.


'Apaa!? Permaisuri ingin Sherlin menjadi pendamping pangeran kuning itu!? tidak! tidak boleh!! aku tidak bisa membiarkan nya! bagaimana mungkin aku membiarkan si tomat bersama si pangeran kuning itu!?!? aku tidak rela!.' Batin Robert jengkel.


*Jika ada typo tolong kasih tahu author di kolom komentar ya...


To be continued~

__ADS_1


__ADS_2