The Villainess And Modern Weapons

The Villainess And Modern Weapons
Chapter 25 Ini berlebihan!


__ADS_3

Chapter 25 Ini berlebihan!


Sherlin berbinar-binar, akhirnya setelah sekian lama!


Sherlin memilih sebuah gaun selutut berwarna hitam dengan dipadukan merah jambu dan berlengan panjang. Gaun itu bercorak bunga mawar berwarna hitam yang dihiasi pita berwarna senada dengan hiasan kelinci ditengahnya.


'Gaun ini sempurna!.' Batin Sherlin kagum.



"Ibu! aku ingin gaun ini!." Sherlin memanggil ibunya.


Sejujurnya dari awal madam Clea sangat terkejut, dia merasa heran. Bukankah bangsawan hanya mencari pakaian yang mewah dan glamor?? kenapa nona dan nyonya yang satu ini sangat unik? berbeda sekali dengan yang lainnya. Biasanya para pengunjung di butiknya ini hany mencari pakaian yang mewah dan meriah. Jadi desain gaun nya yang lain jadi terlupakan.


Madam Clea tidak menyangka jika masih ada orang yang mengerti selera elegan dan berkelas seperti nyonya Duchess dan nona Edinburgh ini. Orang seperti ini sangat langka! jadi dia sebisa mungkin bersikap baik dan menunjukkan karyanya yang paling terbaik dari yang terbaik.


Duchess mengangguk, dia tersenyum manis.


"Madam Clea, apakah ada lagi desain gaun yang mirip dengan gaun yang dipilih putriku itu?."


Madam Clea yang dari tadi termenung sontak tersadar.


"T-tentu saja nyonya. Saya mempunyai banyak sekali gaun yang mirip dengan gaun yang dipilih nona." Madam Clea dengan gugup menjawab Duchess.


Duchess menatap Madam Clea puas. Dia terkekeh lalu kembali berbicara.


"Kalau begitu, kirimkan semuanya pada kediaman Edinburgh. Saya akan membayar berapapun harganya." Duchess mengibaskan kipasnya pelan.


Sherlin dan madam Clea terkejut setengah mati. Mereka menjatuhkan rahang nya.


"Hah!? Apa!?!?." Teriak keduanya.


"I-ibu! Tunggu! bukankah ini berlebihan!?."


Duchess menggelengkan kepalanya, menurut nya ini saja masih kurang dengan kerja keras putrinya itu! putrinya yang berlatih dengan sangat keras layak mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari ini! setiap keringat yang bercucuran! setiap terjatuh ke tanah! ck! dia menyaksikan sendiri bagaimana kerja keras putri kesayangannya itu!


Hmph! dia harus memberitahu suaminya nanti untuk membelikan hadiah yang lebih!.


Sherlin menundukkan kepalanya dan termenung.


'Hufttt~ Ck! percuma saja aku berbicara nanti! toh ujung-ujungnya pasti tidak akan didengar!.' Batik Sherlin pasrah.


Madam Clea masih tak percaya dan tetap berdiam diri.


Baru saja...nyonya Duchess Edinburgh memborong banyak desain karya terbaiknya!.


Tidak dapat dipercaya!.


Seberapa kayanya keluarga Edinburgh ini!?.


Madam Clea tersadar, dia berdehem.


"Ekhem ekhem. B-baik nyonya Duchess! saya akan segera menyiapkan gaun-gaun yang anda pesan dan akan dengan cepat mengirimkan nya ke kediaman Edinburgh!."


Duchess tersenyum puas, dia mengangguk.


Setelah sekian lama berbelanja, tak terasa mereka sudah menghabiskan banyak waktu disini. Duchess dan Sherlin pun beranjak pergi dari butik 'Harmony's dan bertujuan untuk membeli hadiah untuk diberikan pada Robert.


Madam Clea mengantarkan mereka berdua sampai di depan toko.


"Sampai jumpa nyonya Duchess dan nona Edinburgh. Saya sangat berterimakasih dan merasa tersanjung dengan kehadiran anda sekalian ke toko butik saya." Madam Clea membungkuk.


"Ya, sampai jumpa Madam Clea." Balas Duchess dan Sherlin bersamaan.


Tap tap tap.


Duchess dan Sherlin berjalan dengan di ikuti kstaria yang entah datang darimana. Haha, tahu-tahu mereka sudah berada di belakang saja!


Sepanjang jalan di pasar kota, Sherlin mendengar banyak sekali pedagang yang menawarkan dagangannya dengan berbagai cara.


"Mari nyonya! mari nona muda! buah segar nya! ini baru dipetik dari kebun!."


"Minyak wangi! minyak wangi! wanginya bisa bertahan selama satu bulan!."


"Ayo ayo! manisannya manisannya! manisan yang bisa membuat muka menjadi manis! beli satu, lalu makan maka muka akan menjadi bertambah manis!."


Sherlin yang mendengar itu menahan tawanya habis-habisan.


"Fffttt!."


Dia melirik ke arah ibunya. Hee? ibunya hanya tenang-tenang saja? sedari tadi ibunya itu hanya diam.


'Hm? apa yang sedang dipikirkan ibu ya?.' Pikir Sherlin.


Sherlin tidak tahu bahwa sekarang ini ibunya itu sedang memikirkan apa yang harus dia beli untuk hadiah Duke muda Zekallion? dan.... bagaimana dia mengatakan pada ayahnya tentang putrinya yang menang melawan guru nya sendiri? dan... bagaimana dia memberitahukan kepada ayah, adik dan suaminya untuk memberi kejutan pada Sherlin?


Aha! dia akan mengirimkan surat malam ini!


Yahh... seperti itulah pikiran Duchess sekarang. Absurd sekali bukan?.


"Hm?."


Perhatian Sherlin tertuju pada pedagang aksesori yang berada di pinggir jalan. Dia melihat manset kancing yang berwarna hijau sama seperti iris mata nya si bocah wortel.


"Ibu! aku sudah memilih akan membeli apa. Aku akan pergi membelinya sekarang."


"Ya, tentu putri ku. Ibu akan melihat mu dari sini."


Tap tap tap.


Sherlin melangkah mendekati pedagang itu.


"Halo paman! aku ingin membeli sesuatu." Ujar Sherlin ramah.


"Oh? tentu gadis kecil. Apa yang mau kamu beli?." Sahut penjual itu tak kalah ramah.


Sherlin menunjuk ke arah manset kancing hijau itu.


"Ini! aku ingin membeli ini."



"Hm, wah! kamu punya penglihatan yang bagus gadis kecil. Manset kancing ini terbuat dari emas putih yang berharga dan batu zamrud yang langka!." Ucap penjual itu kagum.


"Hehe."


Sherlin menyengir.


"Baiklah aku akan membungkus nya untukmu."


"Oh paman! bisakah kamu membungkusnya dengan kotak berwarna oranye dengan pita berwarna hijau? tenang saja aku akan membayar lebih. Ah ya! dan juga dengan kartu ucapan selamat ulang tahun dengan gambar wortel ya?."


"Hoho tentu saja."


Beberapa saat kemudian~


Tada~


Kotak hadiah yang sangat mirip dengan wortel telah jadi!.


"Woahh!! ini bagus! kamu hebat paman. Nah ini." Ujar Sherlin sambil memberikan sekantung koin emas pada penjual itu.


Penjual itu terlihat sangat kaget.


"G-gadis kecil, ini terlalu banyak. Kamu hanya perlu membayar satu koin emas."


"Tidak apa-apa paman. Anggap saja itu adalah tip untuk mu."


"Kalau begitu terima kasih gadis kecil! berkunjung lah lagi kesini! aku akan membuatkan mu aksesoris yang cantik." Ucap penjual itu tersenyum lebar.


"Tentu paman!." Sahut Sherlin sambil tersenyum manis.


"Dah~."


"Dah~, sampai jumpa gadis kecil."


Tap tap tap, Sherlin berlari dengan riang. Sepertinya moodnya kembali naik karena paman penjual yang ramah itu.


"Ibu! aku sudah membeli hadiah untuk diberikan pada Robert!."


"Benarkah? kamu membeli apa putri ku?."


"Aku membeli sepasang manset kancing."


"Haha bagus putri ku. Nah mari kita pulang."


"Eh? Ibu sudah membeli hadiah?."


"Tentu. Ibu membeli sebuah batu sihir."


Sherlin ber'oh'ria lalu menganggukan kepala nya.


"Baiklah ibu. Mari kita pulang."


......................


Sesampainya di kediaman Duke Edinburgh~


Brukkk.


"Ahk! capeknya!."


Saat ini Sherlin sedang berbaring di kasur besarnya.



Sherlin menengok ke arah kanan dan kiri, hah~ syukurlah Felix tidak ada disini. Jika tidak dia akan kelelahan setengah mati mendengar ocehan Felix.


Tok tok.


"Nona, ini saya Lili dan Nia, apa kami berdua boleh masuk?."


Sherlin melirik ke arah pintu kemudian mempersilahkan mereka masuk. "Ya, tentu."


Ceklek.


Pintu dibuka memperlihatkan Lili dan Nia yang berjalan masuk.


"Nona, ini saatnya untuk mandi." Lili membungkukkan badannya bersama dengan Nia.


"Baiklah." Sahut Sherlin.


Tap.


Sherlin turun dari kasur nya dengan pelan.




Bak mandi. Tempat paling nyaman menurut Sherlin, kedua setelah kasur. Ya! bak mandinya ini memang yang terbaik! sangat-sangat nyaman.



Ah! tapi kasur tetap menempati tempat pertama sebagai tempat paling nyaman untuk dijadikan tempat istirahat.

__ADS_1



Lili dan Nia memijat lengan dan punggung Sherlin dengan minyak wangi yang terbuat dari bahan herbal yang berkualitas.



Aroma yang tercium terasa menyegarkan dan membuat pikiran seketika tenang.



Memang Lili dan Nia itu yang paling terbaik soal memijat.



"Oh! Lili disitu! nah! ya di situ yang nyaman!."



"Hehe apakah di sebelah sini nona?."



"Ya~ ya~ di sana~."



'Wow! kenikmatan yang luar biasa!.'



S


K


I


P.



Setelah mandi, Sherlin berpakaian dengan dibantu oleh Lili dan Nia.



Di ruang makan~



"Sherlin, bagaimana apakah kamu sudah menemukan hadiah yang cocok untuk Robert?." Tanya Duke lembut.



"Tentu ayah. Aku sudah membeli sebuah manset kancing." Jawab Sherlin semangat.



Duke tertawa renyah dia tersenyum lebar.


Duchess melirik ke arah Duke, tatapan nya terasa aneh.



Duke kembali melirik ke arah Duchess lalu mengangguk.



"Ekhem, Sherlin. Ayah punya sesuatu untuk dibicarakan dengan mu. Jadi, setelah makan malam ini datanglah ke ruangan ayah ya?." Tanya Duke sambil menatap Sherlin hangat.



"Ahh tentu ayah." Jawab Sherlin.



Makan malam berlalu dengan tenang. Dan tiba waktunya setelah makan malam, Sherlin pergi ke ruangan ayah nya.



Tok tok.


"Ayah, ini aku." Ujar Sherlin.



"Masuklah putriku." Jawab Duke.



Kriet.



"Eh? ada ibu juga?."



Duchess sekarang sedang menikmati teh dengan Duke.



"Duduklah." Sahut Duchess.



Sherlin mengangguk, dia berjalan ke arah sofa tempat Duchess dan Duke berada.




"Sherlin, ayah akan memberikan sesuatu padamu."



"Apa itu ayah?."



Duke memberikan sebuah surat pada Sherlin.



"Ini apa ayah??."



"Bukalah."



Srek srek.


Sherlin membuka surat itu dengan perlahan.



'I-ini!!!.'



'Surat kepemilikan taman 'floeberose'!?.'



Sherlin membulatkan matanya dia mendongak.


"Ayah apa maksudnya ini??."



"Itu pemberian dari kakek mu Sherlin." Ujar Duke tenang.



"A-apa??."



Sherlin membaca surat lain dari kakeknya itu.



...----------------...



untuk cucuku kesayanganku, Sherlin :



...Cucuku tersayang kudengar kamu menang melawan gurumu kan?...


...nah, sebagai hadiah kemenangan mu itu, kakek akan memberikan mu taman floeberose padamu. Taman itu adalah tempat hamparan bunga mawar, cocok sekali dengan mu bukan?...


...Kakek harap kamu menyukai nya....


...Oh ya, cucuku kamu jangan sampai sakit lagi! hadiah ini tidak berlebihan sama sekali kok(◠‿・)—☆...



Tanda cinta dari kakek mu, muachh.



...----------------...



Sherlin bergidik ngeri saat membaca kalimat terakhir.


'Tsk, memang benar kakekku itu sudah gila.' Batin Sherlin kesal.



Beberapa saat kemudian Duke kembali menyodorkan sebuah kotak kecil dengan dilengkapi surat juga.



"Apa lagi ini ayah??."



"Kamu buka sendiri saja."


__ADS_1


Sherlin mendengus.


"Huh!."



Srek srek.


"Hmm?."



"Ini....sebuah liontin?."



'Astaga, apalagi ini!?.' Batin Sherlin syok.



Duchess nampak terkejut, dia berbicara dengan nada riang.


"Oh my! tidak ku sangka Radelk akan memberikan berlian Aquamarine pada Sherlin."



Sherlin memiringkan kepalanya, dia bertanya pada ibunya itu. Memangnya apa itu? sampai-sampai ibunya nampak kaget.



Duchess menjelaskan bahwa berlian Aquamarine adalah berlian paling langka yang pernah ada. Sangat sulit untuk mendapatkan nya. Berlian ini mengandung banyak sekali mana/sihir, dan bentuknya juga sangat indah.



Dan.... tentu saja harganya pasti selangit.



Seketika rahang Sherlin terjatuh.


Ugh! apa semua orang di keluarga ini memang seperti ini!?.



Hahhh~ Meresahkan sekali.



Kemudian karena penasaran, Sherlin membuka surat yang berasal dari pamannya itu.



...----------------...



Untuk keponakan ku, Sherlina Carolle Von Edinburgh :



...Ekhem, Sherlin ini paman Radelk. Apa kamu masih ingat?...


...Kuharap kamu masih mengingatku, yahh walau terdengar mustahil. Bagaimana mungkin kamu masih mengingat ku? terakhir kali kita bertemu pun sudah 2 tahun berlalu....


...Hm, mari kesampingkan hal itu. Sherlin paman memberi mu berlian Aquamarine. Aku mendengar para perempuan sangat menyukai benda yang berkilau dan cantik jadi aku mengirimkan mu ini. Kuharap kamu menyukainya....



Dari paman mu, Radelk Zeiss La Rubyn.



...----------------...



Eee??


Sepertinya paman itu orang yang kaku. Yahh Tulisannya mewakilkan kepribadian nya.



Sherlin kembali menghela nafas, entah sudah berapa kali.....



Kini Sherlin menatap kedua orangtuanya, mereka nampak seperti menunggu sesuatu.



Sherlin kemudian berdehem.


"Ekhem, ekhem. Jadi, hanya ini ayah, ibu?." Tanya Sherlin.



Mereka menggelengkan kepalanya.


"Tidak, masih ada satu lagi...." Sahut Duke.



Srak srak.


Pak.



Duke meletakkan sebuah kotak berukuran kecil di meja.



"Ini adalah??."



"Uhuk! kamu buka sendiri saja." Jawab Duke memalingkan wajahnya.



'Cih, dasar!.'



Srakk.


Klak.



Terlihat jam saku emas bercorak indah berada di kotak tersebut.



![](contribute/fiction/1645746/markdown/6889903/1620573105986.jpg)



Sherlin membuka tutup jam saku tersebut dan terpampang lukisan mereka bertiga.



'Ini.....'



Sekarang ini hati Sherlin mendadak di penuhi dengan perasaan hangat. Dia terharu, akhirnya mereka berdua tercerahkan!.



Akhirnya! akhirnya mereka tidak memberikan nya sesuatu yang berlebihan lagi!.



Sangat senang sekali.



Sherlin pun berterimakasih pada kedua orangtuanya dan memeluk mereka berdua.


"Terimakasih ayah, ibu. Ini sangat indah, aku sangat sangat menyukainya. Aku akan menjaga jam saku ini dengan baik." Sherlin terisak.



Duke dan Duchess tersenyum hangat.


"Tentu putri ku." Balas keduanya.



Mereka bertiga berpelukan dalam waktu yang lumayan lama.



Tapi, semua ketenangan itu berakhir seketika karena perkataan Duke dan Duchess yang tiba-tiba.



"Putriku, jam saku itu indah bukan? ayah sengaja membuat bahan dasarnya dengan emas paling murni."



"Heum, ibu juga meminta para pengrajin untuk menambah berlian paling langka sebagai hiasannya."



Krak.


Seketika Sherlin terdiam.



Dia tersenyum lebar. Tapi yang pasti senyuman itu bukan tanda kebahagiaan tapi kepasrahan.



'Sudah diduga! mereka berdua tidak mungkin berubah!!!!!!!.' Teriak Sherlin dalam hati.



Meskipun keluarga Edinburgh kaya bukankah ini semua terlalu berlebihan!?.



...Jika ada typo atau kesalahan pengetikan yang lainnya tolong kasih tahu author di kolom komentar ya...

__ADS_1


...TBC....


__ADS_2