
Tak tak tak.
Suara langkah kaki kuda terdengar melewati jalanan, membelah sekerumunan orang.
"Hmm, ibu memangnya kita akan kemana? aku sudah lelah duduk diam terus di kereta kuda ini!. Pinggang ku sakit huhu." Duchess melirik ke arah Sherlin yang sedari tadi terus mengeluhkan pinggang nya sakit.
'Ini sudah kesekian kalinya Sherlin mengeluh. Seperti nya putriku tidak suka menaiki kereta kuda.' Duchess termenung sejenak.
Dia menatap Sherlin dan berbicara halus.
"Putriku, tentu saja kita akan pergi untuk memilih gaun."
"Eh? gaun? gaun apa bu?." Sherlin dengan lesu bertanya.
"Hohoho tentu saja gaun untuk pesta Duke muda Zekallion. Bukanya pesta nya dua hari lagi?." Dengan terkekeh Duchess membalas pertanyaan Sherlin.
"Pesta...si bocah wortel?." Gumam Sherlin pelan.
Sherlin membulatkan matanya terkejut dan mendongakkan kepala.
"Ah iya ya ibu! hahaha aku lupa~ hehe~."
"Haahh~ dasar." Duchess menghela nafas dan menggelengkan kepalanya.
"Tehee~."
"Oh ya! lalu bagaimana dengan punggungku ibu!?." Dengan binar di matanya Sherlin berbicara seolah sedang menunggu sesuatu.
"Hmmm.... bagaimana jika...... kamu tahan saja putriku? toh sebentar lagi kita akan sampai^^." Duchess dengan enteng nya memecahkan ekspetasi Sherlin yang sedang berharap itu.
Krak.
'Ugh!? rasanya sakit sekali huhuhu~ padahal aku sudah berharap...' Batin Sherlin menangis. Sherlin langsung murung seketika, dia berbalik ke arah samping jendela kereta.
Duchess tersenyum diam-diam, dia sedari tadi mengamati tingkah laku Sherlin. Sudah di duga! putrinya itu sedang berharap untuk di manja! Hehe sekali-kali dia mengerjai anaknya tidak apa-apa kan?
"Ibu....tega sekali...." Gumam Sherlin pelan, tapi masih dapat di dengar oleh ibunya.
Duchess terkekeh, dia tersenyum merekah bagai bunga yang baru mekar. Tapi sayangnya keindahan senyuman itu tidak dapat dilihat langsung, sebab kipas yang senantiasa dibawa Duchess menutupi senyuman indah itu.
Kereta kuda yang dinaiki Sherlin dan ibunya perlahan berhenti di sebuah lapangan yang berisi sekumpulan kereta-kereta kuda yang berjajar rapi.
"Nyonya, nona. Kita sudah sampai." Kusir berkata sopan.
"Ya." Duchess menganggukkan kepalanya, begitu juga dengan Sherlin.
Tap.
Duchess turun pertama terlebih dahulu lalu di susul oleh Sherlin.
"Hm? butik? apa ibu akan membeli gaun nya disini?." Sherlin dengan canggung berbicara pada ibunya.
"Yup! tentu saja Sherlin ku sayang. Nah kamu pilih lah gaun apapun untuk pesta nya tuan muda Zekallion ya." Dengan senyuman manis Duchess mengelus kepala Sherlin.
"B-baiklah ibu."
Tap tap tap.
Di setiap langkahnya Duchess mengeluarkan aura elegan dan pastinya berkelas ke sepenjuru toko pakaian yang dikunjunginya ini. Dan jangan lupakan Sherlin yang berjalan dengan loyo. Sherlin yang sekarang berbeda sekali dengan yang biasanya. Dia sekarang tampak berhenti melangkah. Dia menoleh ke arah Sherlin.
"Sherlin. Jangan menurunkan bahu dan kepala mu! Angkatlah!." Dengan tegas Duchess menasihati Sherlin.
"....Baiklah ibu.."
'Ugh! aku benar-benar lesu! pinggangku sangat sakit huhu! ibu sungguh tega padaku~.'
Duchess kemudian tersenyum kecil, dia kembali berjalan. Tepat di depan pintu toko, seorang pelayan membukakan pintu untuk mereka berdua.
Klek.
Kring.
Lonceng yang berada di atas pintu berbunyi.
'Wow! ramai sekali. Eeumm, dilihat dari pakaian mereka kelihatannya mereka semua dari kalangan bangsawan. Yah itu tidak diragukan lagi. Toko ini pun terlihat mewah. Jadi wajar saja jika ada bangsawan yang berbelanja disini.'
Tap tap tap.
Seorang wanita berumur berjalan dengan terburu-buru mendekati Duchess dan Sherlin.
"Oh astaga. Maafkan kelancangan saya nyonya dan nona Edinburgh." Wanita itu membungkuk.
"Ah tenang saja madam Clea. Tidak apa-apa." Duchess Edinburgh tersenyum kecil sambil mengibaskan kipasnya.
Sherlin yang mendengar percakapan antara dua wanita itu seketika terkejut.
__ADS_1
'Ma-madam Clea katanya!? tunggu-tunggu. Ibu membawanya ke toko pakaiannya madam Clea....yang berarti butik harmony's!?!?. Haha! Yang benar saja! Hah...aku ceroboh sekali.' Batin Sherlin.
Butik 'Harmony's, butik yang paling terkenal di kekaisaran Fritina. Desainer dari butik ini adalah madam Clea, dia adalah desainer profesional dan berpengalaman. Gaun rancangan madam Clea ini tidak bisa di beli oleh sembarang orang, hanya mereka yang punya banyak uang yang bisa membelinya. Bahkan para bangsawan sampai kesulitan untuk memesan sebuah gaun dari madam Clea.
Sebelum butik ini begitu terkenal dan sukses, butik ini merupakan butik kecil yang didirikan oleh madam Clea sendiri di pinggiran kota.
Cerita bagaimana butik ini bisa begitu terkenal dimulai dari Countess Volve. Dulunya Countess Volve adalah bunga pergaulan kelas atas, jadi bisa di katakan dia adalah panutan bagi para Lady. Dimulai dari cara tersenyum, etiket, gaya berpakaian semuanya di jadikan panutan.
Saat Countess Volve masih muda, dia di undang oleh permaisuri ke pesta teh nya. Saat itu keadaan keluarga Count Volve sedang kritis, bisnis yang menyangga keuangan keluarga Volve hancur. Dengan kehancuran bisnis itu keuangan di keluarga Count menjadi berantakan.
Para wanita bangsawan mempunyai kebiasaan membeli pakaian baru saat menghadiri suatu pesta. Setiap di undang mereka akan membeli pakaian baru dan baru lagi. Dengan keuangan keluarga Volve yang kritis, Countess tidak mampu membeli pakaian baru. Mayoritas butik yang berada di kota memiliki harga yang mahal, jadi saat itu Countess pergi diam-diam untuk mencari butik yang menawarkan harga yang sesuai.
Dan pilihan Countess jatuh pada butik 'Harmony's ini. Countess jatuh hati pada desain-desain pakaian yang dibuat madam Clea. Dia menanyakan harganya, dan madam Clea memberikan harga yang sangat murah. Biasanya pakaian untuk bangsawan berharga kepingan emas, tapi berbeda dengan madam Clea. Dia memberikan harga dengan mata koin perak saja. Countess yang mendengar itu menjadi sangat terkejut.
"Bagaimana mungkin harga nya cuman segini!?." Countess dengan lantang berbicara demikian. Madam Clea membalas dengan santai, "Tentu nyonya, harga gaun yang anda pesan memang berharga demikian."
Countess berpikir sejenak, lalu kemudian Countess Volve berjanji pada madam Clea bahwa dia akan membuat butik ini terkenal dan sukses. Dan waktu pesta permaisuri pun tiba. Countess memakai gaun rancangan madam Clea dan sontak gaun itu menjadi sorotan utama para lady. Para lady yang tertarik bertanya pada Countess, dimana anda mendapatkan gaun itu? Countess menjawab nya, saya mendapat gaun ini dari butik 'Harmony's itu terletak di pinggir kota.
Awalnya permaisuri beserta para lady merespon negatif. Pasalnya butik madam Clea itu berada di pinggir kota yang kotor dan kumuh jadi mereka menilai bahwa Countess Volve itu jorok dan aneh. Countess Volve menjelaskan pada mereka, "tidak semuanya yang kelihatan murah itu jelek dan kotor."
Tidak mudah membujuk para Lady. Countess membutuhkan banyak waktu.
Dan setelah sekian lama, para lady mencoba untuk melihat butik 'Harmony's dan membeli beberapa pakaian dari sana.
Lalu dengan perlahan-lahan, butik 'Harmony's pun menjadi terkenal dan menjadi pembicaraan hangat di kekaisaran Fritina. Usaha Countess ternyata tidak sia-sia, dan Countess menepati janjinya pada madam Clea.
Madam Clea sangat terharu, dia bisa menjadi sesukses ini berkat kunjungan tidak sengaja Countess Volve.
"Selamat datang di butik 'Harmony's nyonya Duchess Edinburgh dan nona muda Edinburgh." Madam Clea berbasa-basi.
"Apa ada yang ingin nyonya dan nona beli disini?."
"Hohoho, tentu. saya datang kesini untuk memesan satu set gaun untuk saya dan putri saya." Duchess membalas dengan senyuman, kemudian dia melirik ke arah Sherlin.
Sherlin menyadari lirikan ibunya. Dia tersenyum canggung.
"Halo madam Clea. Saya datang kesini untuk memilih sebuah gaun."
"Oh astaga. Maaf jika saya lancang, apakah ini gaun untuk Duke muda Zekallion yang akan mengadakan pesta itu?." Tanya madam Clea.
Duchess dan Sherlin menganggukkan kepalanya.
"Ya, anda benar madam Clea." Sahut Duchess.
Madam Clea menutup mulutnya dengan tangan kanannya, dia kembali menormalkan kembali ekspresi nya.
Duchess Edinburgh dan Sherlin mengangguk.
"Mari nyonya, nona."
Madam Clea mengajak Duchess Edinburgh dan Sherlin ke sebuah ruangan.
Tak tak tak.
Kriett.
Pintu dibuka oleh madam Clea, dia mempersilakan Duchess Edinburgh dan Sherlin masuk terlebih dahulu.
Sring*.✧
Sring*.✧
Sring*.✧
Tempat yang berkilau, bersih, dan mewah!.
Aksesoris, pakaian, gaun, sepatu, semuanya tersusun rapi di sini. Hiasan dan furniture yang elegan dan berkelas menambah keindahan ruangan ini.
"Hm, sepertinya kamu meningkatkan kembali ruangan ini madam Clea." Duchess tersenyum tipis.
"Oho, tentu nyonya. Saya memprioritaskan ruangan ini dari segala ruangan yang ada di butik saya. Karena bagi saya ruangan inilah yang terpenting dari butik 'Harmony's." Ujar madam Clea dengan wajah cerah.
'Ruangan penyimpanan'
Ruangan yang berisi berbagai hasil karya Madam Clea, sekaligus tempatnya bekerja membuat ide-ide brilian dan kreatif.
Madam Clea tidak mengizinkan siapapun termasuk bangsawan kelas atas maupun keluarga kekaisaran masuk ke sini kecuali dengan izin langsung darinya.
"Nah, kalau begitu saya akan mulai dengan permintaan Duchess terlebih dahulu."
Madam Clea berjalan menuju sebuah patung boneka yang di pasangkan sebuah gaun.
"Duchess, ini adalah gaun terbaru yang baru selesai. Saya memakai kain terbaik dari selatan. Gaun ini memiliki perpaduan warna ungu dan putih, saya juga memasang renda yang bertabur mutiara." Madam Clea dengan semangat menjelaskan.
"Hmm, itu bagus. Tapi sekarang ini saya ingin gaun yang terlihat lebih simpel tapi tetap nyaman." Duchess memegang dagunya.
__ADS_1
Madam Clea menepuk tangannya.
Puk.
"Kalau begitu nyonya Duchess, saya mohon tunggu sebentar. Saya akan mencari gaun yang sesuai dengan keinginan anda."
Duchess mengangguk, dia melirik ke arah Sherlin.
Sherlin sedari tadi berjalan mengelilingi rak-rak dan patung-patung yang di pasangkan gaun, dia sangat terpesona dengan desain yang di buat madam Clea.
Pasalnya desain-desain gaun ini sangat menarik dan unik, tapi menurut Sherlin... gaun-gaun ini terlihat tidak nyaman dan berat.
"Sherlin? apa kamu sudah memilih gaun yang cocok?." Duchess bertanya dengan nada halus.
Sherlin menengok, dia menggelengkan kepalanya.
"Hah~ memang gaun-gaun ini semuanya bagus. Tapi itu tidak cocok dengan ku." Gumam Sherlin menghela nafas.
Duchess yang melihat gelengan kepala Sherlin tersenyum tipis.
"Hmm, bagaimana kalau begini. Sherlin, kamu ingat bukan? ibu pernah menjanjikan hadiah padamu jika kamu menang melawan tuan Zelary?."
Sherlin menganggukkan kepalanya.
"Tentu ibu, aku ingat."
Duchess tersenyum, lebih tepatnya smirik.
Sherlin seketika merinding.
'Hiiihhh... firasat ku tidak enak.'
Tak tak.
Madam Clea datang membawa sekumpulan gaun.
"Maafkan saya nyonya, nona. Membuat anda sekalian menunggu." Madam Clea membungkuk. Lalu dia memasangkan gaun-gaun itu di patung-patung yang berada di sana.
"Tak apa madam." Sahut Duchess.
Setelah selesai memasangkan gaun-gaun itu, madam Clea kembali bertanya.
"Bagaimana dengan yang ini nyonya Duchess?. Gaun ini dibuat dengan menggunakan bahan yang berkualitas dan dihiasi dengan sulaman benang emas. Gaun ini ringan jadi nyaman dipakai."
"Ini bagus, saya menyukainya. Saya akan mengambil gaun ini."
"Baik nyonya, saya akan menyiapkan nya."
Madam Clea berbalik menghadap ke arah Sherlin, di bertanya dengan ramah.
"Nona Edinburgh, apakah anda ingin mengajukan karakteristik gaun yang anda inginkan? saya akan berusaha memenuhi ekspektasi yang anda inginkan."
"Eummm...tidak ada."
Madam Clea ber'oh'ria.
Dia mengajukan usulan pada Sherlin.
"Kalau begitu bagaimana dengan gaun ini nona? sekarang gaun ini sedang trend, banyak sekali nona-nona yang memesan gaun ini."
Sherlin menggelengkan kepalanya, gaun itu tidak cocok untuknya yang mengutamakan kenyamanan dan kesederhanaan. Menurut Sherlin, gaun itu terlalu banyak renda dan hiasan jadi gaun ini berlebihan oke?. Kalau dia memakainya bukankah dia akan menjadi badut? Oke-oke, ini hanya pendapat pribadi Sherlin ya.
Madam Clea kembali menunjukan gaun-gaun yang lain pada Sherlin.
"Bagaimana dengan yang ini nona?."
"Tidak, itu tidak cocok dengan rambut merah ku."
"Hmm, kalau yang ini??."
"Tidak, itu terlalu cerah."
"Nah yang ini???."
"Eum! tidak, aku tidak suka modelnya."
Beberapa jam kemudian~
"Hosh hosh."
Madam Clea terlihat sangat letih. Sedangkan Sherlin dia berbanding terbalik dengan madam Clea, sekarang ini dia sedang melihat gaun yang berada di pojokan.
Sherlin mendekati gaun itu.
Tap tap tap.
__ADS_1
Sherlin menyentuh ujung gaun itu. Matanya berbinar, dia akhirnya menemukan gaun yang cocok!.