The Villainess And Modern Weapons

The Villainess And Modern Weapons
Chapter 37 Undangan


__ADS_3

...****************...


Untuk Lady Sherlina Carolle Von Edinburgh✿.


...✿...


...✿Halo Lady, saya Yurilia Ellie De Evans✿ dari kediaman keluarga Count Evans. Apa anda ingat saya? kita pernah bertemu di pesta tuan muda Zekallion. Lady, anda benar-benar cantik dan anggun seperti yang dirumorkan! saya sangat mengagumi anda!. Anda mirip seperti bunga mawar yang cantik!....


...✿...


...✿Ekhem, seperti yang saya ucapkan✿ waktu itu, saya ingin mengundang anda untuk datang ke rumah kaca saya untuk bergabung dengan pesta teh yang saya adakan. Sebuah kehormatan bagi saya jika anda datang Lady Edinburgh....


...✿...


Dari Kediaman Count Evans✿.


...****************...


Sebuah surat datang tadi siang, dan surat itu berasal dari kediaman keluarga Count Evans.


Dan Sherlin sudah menerima surat itu dari Gloxinia yang mengantarkan nya.


Dia saat ini telah membaca isi dari surat itu, rupanya anak perempuan dari keluarga Count Evans itu sangat antusias mengundang nya.


Buktinya dia menghias surat yang di tulisnya, yahh meskipun hiasannya sedikit kekanak-kanakan.Tapi, menurut Sherlin itu cocok dengan penampilan enerjik dan kepribadian nya yang cerah ceria mungkin?


Oke, ini menurut kesan pertama Sherlin pada Lady Evans.


Keluarga Count Evans merupakan salah satu bangsawan kelas atas yang berperan penting pada kekaisaran. Mereka berperan sebagai peneliti dan pelestari tumbuhan langka, sebagian besar hutan dan tanaman yang berharga di kekaisaran di urus oleh mereka.


Mereka bekerja sebagai peneliti hutan dan tumbuhan di istana.


Dan keluarga Count Evans terkenal dengan pengetahuan alam nya yang luas. Orang-orang di keluarga itu sangat jenius dalam hal mengenai tumbuhan, mereka mempelajari tentang ilmu pengetahuan alam, tumbuhan herbal yang bisa menyembuhkan ataupun menemukan kegunaan dan fungsi dari suatu tanaman.


Bisa di bilang mereka seperti Professor di dunia modern.


Orang-orang dari keluarga Count Evans mempunyai karakteristik yang unik. Mereka mempunyai rambut yang berwarna hijau muda sama seperti daun dan iris mata kecoklatan persis seperti dahan pohon.


Uhuk! seperti jelmaan manusia pohon bukan?


Tapi percayalah! rata-rata mereka semua enak dipandang! itu bisa dipastikan karena Sherlin sudah melihat berbagai foto tokoh-tokoh penting di kekaisaran dalam buku sejarahnya. Dan di bagian keluarga Count Evans, mereka semua memiliki visualisasi yang cukup nyaman di lihat.


Sherlin terkekeh, dia akan membalas suratnya dengan cepat. Ini adalah sebuah kesempatan besar untuk membangun relasi dengan orang dari keluarga penting!.


Sherlin menengok ke arah Lili yang berada di sampingnya dan menyuruhnya untuk membawakan kertas, tinta dan juga pena yang memakai bulu angsa.


Sherlin tersenyum manis "Terimakasih, Lili."


"Ya nona." Lili menganggukkan kepalanya.


Srak srak srak.


Sherlin mulai menulis surat nya, dia sepertinya dalam mood yang sedang baik. Sedari tadi dia tersenyum dan tertawa kecil sendiri.


Pak.


"Selesai!." Sherlin tersenyum semakin lebar, dia melipat surat itu.


"Lili, tolong ambilkan aku bunga. Bunga apa saja tapi bunga itu harus berwarna kuning dan oranye, lalu....jangan terlalu besar. Lebih baik ukurannya kecil tapi jangan terlalu kecil ya?." Sherlin menopang dagunya dan tersenyum kecil.


"Baik nona. Saya akan mengambilkan nya."


Tap tap tap.


a few moments later(~‾▿‾)~


Lili kembali dengan membawa banyak sekumpulan bunga berwarna kuning dan oranye dengan berbagai jenis.


Sherlin menengok dia menjatuhkan rahang nya. "Li-Lili....i-ini terlalu banyak. Kenapa kamu membawa begitu banyak bunga?."


"Eum...karena ada begitu banyak bunga berwarna kuning dan oranye nona. Jadi saya mengambil semuanya. Saya memetik masing-masing satu dari setiap jenis yang saya temukan." Lili memasang muka polos, dia memiringkan kepalanya.


Gloxinia yang sedari tadi berada di belakang Sherlin menahan tawanya habis-habisan.


"Fffttt."


Yahh Lili tidak salah. Dia benar. Sherlin meminta bunga berwarna kuning dan oranye lalu Lili juga memberikan nya bunga seperti yang Sherlin minta. Dan yang terpenting, Sherlin mengintruksikan pada Lili jika Sherlin menginginkan bunga APA SAJA yang berwarna kuning dan oranye.

__ADS_1


Fufufu, ini salah Sherlin karena tidak memberikan keterangan yang jelas pada permintaan nya.


Sherlin mengusap wajahnya dan menghela nafas. "Haaahh...baiklah, kamu sudah bekerja keras Lili. Terimakasih, letakkan saja bunga nya di meja."


"Baik nona!."


Sherlin memilah-milah bunga yang di petik oleh Lili, dia mengambil dua buah bunga berukuran kecil dengan warna kuning dan oranye.


Sherlin mulai menghias suratnya, dia kembali memanggil Lili.


"Lili, ambilkan aku pita berwarna kuning dan oranye. Masing-masing satu saja ya." Sherlin menekan kata terakhir, dia tersenyum.


Lili mengangguk, dia kemudian pergi ke dalam mansion untuk mengambil pita yang di inginkan Sherlin.


Beberapa saat kemudian Lili datang dengan membawa dua pita, dia menyerahkan nya pada Sherlin.


Sherlin mengambilnya, dia kembali tersenyum. "Terimakasih!."


Lili mengangguk "Sama-sama, nona!."


Sherlin mengikat pita pertama dengan hati-hati lalu dengan serius mengikatkan pita kedua.


"Akhirnya selesai semua!."


"Oh aku lupa!. Ini belum di stempel!."


Lili tersentak, dia kemudian buru-buru pergi ke dalam mansion.


Drap drap drap.


"Eh? Lili?."


Wushhh.


Dalam sekejap Lili berdiri di depan Sherlin, dia menyerahkan stempel keluarga Edinburgh pada Sherlin.


"Oh!."


Sherlin tertawa canggung. "Ha ha ha, terimakasih Lili... kamu sangat peka."


"Sama-sama nona!."


Pak.


Sherlin menekan membuka penutup stempel itu dan menekan nya ke kertas surat itu.


Stempel berwarna merah dengan ukiran bunga mawar terbentang di surat nya. Sekarang surat ini sudah sangat siap untuk di kirimkan!.


"Lili, tolong antarkan ini ke kediaman Count Evans."


"Tentu nona. Saya akan segera bergegas mengantarkan nya." Lili membungkuk, dia berbalik dan pergi.


Sherlin terkekeh. "Hehehehe Lili, apa dia dalam keadaan kritis?. Sepertinya dia sangat rindu dengan Phael ya."


"Tingkah nya tidak biasanya seperti itu."


"Hmmm, lain kali aku akan mengajaknya pergi ke desa Router."


Sherlin menopang kepalanya dengan tangan kanan, dia tersenyum kecil.


Gloxinia tersenyum penuh arti. Tidak sabar rasanya menunggu nonanya itu dewasa!


Nia sedari tadi memandang Sherlin yang dalam pose itu.


Aaaakkkk, rasanya saat itu juga Gloxinia ingin menerkam, memeluk Sherlin dan mencubit pipinya!!!.


Ngomong-ngomong, apa adiknya itu mengerjakan pekerjaan nya dengan benar?


Adiknya sudah lama tidak memberi kabar. Apakah Gloxinia harus memberikan nya sedikit liburan?


Ahh benar, sedikit liburan harus di lakukan. Dia akan memberitahu nya nanti, Gloxinia menanti seperti apa raut muka adiknya itu saat mendengar bahwa dia akan berlibur?


Apa dia akan memeluk nya? mencium nya? atau memaki nya karena menyerahkan pekerjaan yang rumit itu!?.


Ugh! tidak sabar rasanya!


......................

__ADS_1


Di sisi lain, kediaman Count Evans. Sore harinya.


Seorang pelayan menyerahkan sebuah surat pada seorang gadis berambut hijau muda yang sedang membaca buku. Gadis itu berada di sebuah ruang baca dengan seorang laki-laki yang memiliki warna rambut sama yang memakai kaca mata.


"Nona, surat balasan dari kediaman Duke Edinburgh sudah tiba." Pelayan itu membungkuk.


"Oh!? benarkah!?!? kupikir nona Edinburgh akan membalasnya dalam waktu yang cukup lama tapi apa ini!? bukankah aku baru mengirimkan surat nya tadi siang!."


"Oh astaga! seperti yang ku harapkan! nona Edinburgh memang sangat menabjubkan!. Sudah ku bilang berulang kali! dia seperti bunga mawar!."


"Dan lihatlah suratnya! ini sangat cantik! nona Edinburgh pasti bersusah payah membuat tampilan surat yang seperti ini. Kolaborasi warna nya juga sangat pas, ugh! aku semakin mengagumi nona Edinburgh!!."


Gadis itu tidak lain adalah orang yang mengirimkan surat pada Sherlin, anak perempuan satu-satunya di keluarga Count Evans. Yurilia Ellie De Evans, dia melompat-lompat kegirangan. Laki-laki yang berada di dalam ruangan yang sama dengan nya itu hanya menghela nafas.


"Adik, jaga sikap mu. Ini ruang baca." Laki-laki itu membetulkan kaca matanya.


Yurilia tersentak, dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Oh ya hahaha..m-maaf kakak."


"Aku akan pergi ke kamar!."


"Dah!."


Gadis berambut hijau itu berlari dengan cepat menuju ke kamarnya.


Brakkk.


Yurilia membuka pintu kamarnya keras. Dia duduk di kursi meja belajarnya dan membuka surat Sherlin.


...****************...


꧁❀Untuk Lady Evans❀꧂


...꧁❁Halo Lady, terimakasih atas undangan yang anda berikan. Saya sangat menghargai surat yang anda hias, itu cukup cantik. Dan sebagai balasan, saya pasti akan datang❁꧂...


꧁❀Dari kediaman Duke Edinburgh❀꧂


...****************...


Surat itu di tulis dengan tinta hitam, huruf-huruf yang ditulis begitu indah dan lentik. Bunga-bunga kecil yang di tempelkan dengan hati-hati menghiasi setiap sisi suratnya.


Yurilia menutup mulutnya kaget dengan tangan kanan.


"I-ini!!."


"Heuk..huu..huu..huu!!." Yurilia terisak, dia mengusap air yang menetes di ujung matanya.


Brakk.


"Adik! ada apa!? kenapa kamu menangis??." Laki-laki tadi, dia membanting pintu dengan keras. Laki-laki itu langsung mendekati Yurilia dan dengan cemas menatapnya khawatir.


"Ka-kakak! huu huu huu." Yurilia memeluk kakaknya dramatis.


"Heuk, huu huu i-ini...a-aku tidak menyangka..jika n-nona Edinburgh melakukan ini..huu huu huu." Dengan terisak Yurilia menjelaskan.


"Kenapa? apakah nona Edinburgh itu melakukan sesuatu yang membuat mu sedih?. Atau dia menolak undangan yang diberikan mu?." Laki-laki itu mengelus-elus kepala Yurilia.


Yurilia dengan cepat menggelengkan kepalanya. "T-tidak! bukan seperti itu....huu huu."


"Lalu...apa adik? apa penyebab kamu menangis dengan tersedu-sedu begini?."


Yurilia melepaskan pelukannya dan mengangkat tinggi-tinggi surat Sherlin.


"Kakak! lihatlah! ini adalah harta berharga ku sekarang!."


"Ini adalah surat yang dihias sendiri oleh nona Edinburgh!. Ini...maha karya!. Paling langka!. Hanya ada satu!."


"Heuk! huu huu huu...aku m-masih tidak menyangka jika nona Edinburgh membalas surat ku...b-bahkan dia menghiasinya dengan begitu cantik!."


"D-dan...yang paling terpenting... d-dia..dia..."


"Akan hadir!! heuk! huu huu huu!." Yurilia menyeka air matanya yang tidak berhenti mengalir.


Dia sekarang sangat terharu dan bahagia.


Laki-laki itu tersenyum lembut, haaahhh...adiknya itu...sudah lama sekali mengidolakan nona dari keluarga Duke itu. Sejak kecil dia selalu menanyakan hal-hal mengenai nona Edinburgh. Bahkan, dia hampir mengetahui semua rumor mengenai nona Edinburgh. Dia selalu ingin bertemu dengannya, tapi anehnya adiknya itu selalu menolak untuk langsung bertemu. Dia sepertinya malu.


Dan setelah sekian lama, adiknya itu akan bertemu dengan orang yang sangat di kaguminya di pesta teh yang di adakannya.

__ADS_1


Dia berharap jika adiknya dan nona Edinburgh bisa menjalin hubungan yang baik.


TBC.


__ADS_2