Time Travel Farzana

Time Travel Farzana
Om Julio Datang


__ADS_3

Sebelumnya...


"Cari tau perusahaan mana yang mengontrak anak monyet itu" mendengar ucapan dari Misha membuat Alya yang sedang minum menyemburkan airnya kembali.


"Bos, kira-kira napa kasih nama orang" ucap Alya sembari membersihkan mulutnya dengan tissue.


"Buat apa Mis, kamu mau tau perusahaan yang ngontrak Davina?" tanya Farzana.


"Mari kita bermain sekaligus" seringai kembali muncul di wajah gadis tomboi itu.


*****


"Pagi sayang" sapa Arzan


"Emm, pagi juga. Kamu dah rapi mau kemana?" tanya Davina yang baru saja bangun tidur


"Aku mau ke mall sebentar ada yang mau di beli buat persiapan besok berangkat ke kota B. Kamu mau ikut?" ucap Arzan dan hal itu membuat Davina mengernyitkan dahinya.


"Sayang, kamu kok semangat banget ikut Aku?" tanya Davina.


Arzan yang tadinya tersenyum sumringah mendengar perkataan dari Davina merubah ekspresinya menjadi cemberut


"Kamu gak senang Aku ikut kamu kesana? Aku sengaja libur buat nemenin kamu kesana loh. Tapi kalau misal kamu gak senang ya sudah Aku gak jadi ikut selesai" jawab Arzan kemudian berlalu pergi dari kamar Davina.


Melihat sang kekasih merajuk seperti itu Davina bergegas bangun dan menyusul Arzan.


"Sayang" panggil Davina tepat saat Arzan ingin masuk ke kamarnya.


Arzan menoleh ke arah Davina.


"Hem" deheman dari Arzan.


"Aku seneng kok banget malah kalau kamu mau nemenin Aku. Cuman Aku agak sedikit bingung aja kamu gak kayak biasanya gitu loh. Tapi ya sudahlah gak usah di bahas ya. Kalau kamu ada yang perlu di beli ya udah berangkat aja, kalau Aku udah gak ada lagi jadi kegiatan hari ini cuman istirahat buat persiapan besok berangkat ke sana" ucap Davina.


Mendengar perkataan dari kekasihnya itu membuat Arzan kembali tersenyum lebar.


"Ok sayang, kalau begitu kamu istirahat aja, Aku keluar sebentar ya" ucap Arzan dan memberikan kecupan di kening Davina sebelum dirinya pergi.


*


*


*


*


*


Ceklek


Seseorang masuk kedalam villa.


"Eh bro, ada apa?" tanya William yang melihat asisten Alden masuk kedalam villa.


"Ini bro, Bos nyuruh gue kemaren buat cari identitas seseorang" jawab Aidan asisten dari Alden itu.


"Duduk sini" ajak William untuk duduk di sofa ruang tamu itu.


"Ada masalah sampe Al suruh Lo cari identitas seseorang?" tanya William


"Setahu gue sih gak ada, entahlah kalau yang ini" jawab Aidan


Tiba-tiba salah satu pintu kamar di villa itu terbuka dan muncullah

__ADS_1


"Weh bro dah datang, gimana-gimana Lo dah tau siapa cewek gila itu?" tanya Abian dan hal itu membuat Aidan mengernyitkan dahinya.


"Maksudnya gimana?" tanya Aidan


"Wah bro, kemaren kan Alden nyuruh Lo cari identitas cewek kan, nah sekarang Lo kesini buat ngasih tau itu kan" ucap Abian


"Owh, jadi ni cewek masalah sama Lo bi?" tanya William


"Iya, gua mesti tau siapa wanita itu agar dengan mudah naklukin dia kan" jawab Abian


"Gua mau bikin dia klepek-klepek sama gua habis itu bakal gua tinggalin" ucapan pongah dari Abian membuat Aidan beranjak berdiri dan berlalu pergi tanpa sepatah katapun.


"Eh bro mau kemana, data tu cewek belum Lo kasih ke gua" ucap Abian


Sedangkan Aidan yang sudah tiba di depan pintu menoleh sebentar ke arah Abian dan berkata "Kalau niat Lo kayak gitu mending cari tau sendiri gimana dia tanpa bantuan dari gue" setelah itu suara bedebum pintu terdengar saat Aidan menutup pintu itu.


"E busyet, nape tu anak. Kesambet kali yak" ucap Abian sembari ngelus dadanya karena kaget.


"Usaha sendiri bro" ucap William sembari menepuk pundak Abian beberapa kali setelah itu William beranjak berdiri dan berlalu pergi.


"Lah ini kalian kenapa jadi kayak gini" tanya Abian bingung.


*


*


*


*


*


Sore tiba...


Suara ketukan terdengar di villa yang di sewa oleh Misha tersebut.


"Siapa ya?" tanya Farzana dirinya saat ini sedang menyapu melepaskan sapu tersebut dan berjalan ke arah pintu.


Ceklek


Farzana membukakan pintu dan terpampang lah salah satu makhluk Tuhan yang cantik nan tampan


"Om Julio" sapa Farzana


Julio yang fokus ke hp nya pun menoleh saat mendengar seseorang menyapa nama aslinya.


"Yulia say Y U L I A, hadah capek deh" jawab Julio


"Terserah Om, yang pasti Aku tetap panggil Om Julio titik" ucap Farzana


Mendengar perkataan dari gadis yang pernah di permaknya itu, Julio hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Mana Misha?" tanya Julio.


"Ada, yuk masuk Om" ucap Farzana.


Sedangkan Julio hanya bisa pasrah mendengar panggilan dari wanita didepannya ini.


"Yuk duduk sini, mau minum apa Om biar Aku bikinin" ucap Farzana.


"Apa aja nek yang penting seger" jawab Julio.


Setelah pergi Farzana ke dapur Misha pun keluar dan mendekati Julio.

__ADS_1


"Kapan Lo datang" tanya Misha


"Baru nek, oh iya ngapose yey suruh eyke dateng ke sindang?" ucap Julio.


"Intinya Lo bakal ada misi bantuin gue tapi sebelum itu persiapin diri Lo buat nge make over Alya" ucap Misha


"What tu di what, yey suruh eyke permak zuardi. Buat apa nek?" ucap Julio.


"Nanti gue jelasin sekarang lagi nunggu Alya nge bobol sistem informasi" ucap Misha


"Gusti.... kelakuan yey suka bingit kayak gitcu" ucap Julio.


"Gak usah berisik"


"Ini Om minum sama ada kue kering juga" ucap Farzana.


"Hem" Julio sudah tidak ada tenaga meladeni Farzana karena dia terlalu lelah dari perjalanan yang cukup menguras tenaga.


Ceklek


Pintu kamar Alya terbuka.


"Nih informasi yang kamu perlukan tadi" ucap Alya yang duduk di samping Misha.


Gadis tomboi itu mengambil laptop tersebut dan melihat sebentar kemudian seringai kembali muncul di wajah gadis itu


"JACKPOT" teriak Misha senang


"Kamu kenapa Mis?" tanya Farzana


"Kagak usah ditanya, dia kagak bakal jawab" ucap Alya yang berdiri kemudian duduk di depan tv


"Gini, kita mulai rencananya. Besok anak monyet bakal datang ke sini bareng si kadal nah tugas elu Jul.." ucapan Misha kembali terpotong oleh pria cantik itu


"Yulia darling ampyun Gusti...." ucap Julio tak terima di panggil Jul


"BERISIK"


Seketika pria gemulai itu terdiam.


Sedangkan Farzana malah tertawa gelak


"Hahaha kenapa wajah Om Jul jadi pucat gitu" tanya Farzana di sela-sela tawanya


Alya pun hanya diam, karena dia tahu bahwa bos tomboi nya ini tak suka di potong perkataannya saat dia berbicara serius


Sedangkan wajah Misha sudah datar seperti jalan tol.


Hening sesaat tanpa ada suara, Farzana yang bingung kembali berkata "kok diem-dieman cerita selanjutnya gimana nih?".


"Saat gue ngomong jangan di potong PAHAMKAN" ucapan dari Misha membuat semua orang disana menganggukkan kepala mereka.


"Jadi gini..."


Continue...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejaknya zheyeng 🙈


Terimakasih banyak untuk kakak-kakak semua atas dukungannya untuk cerita receh ay ini


...I lope yu ❤️...


Salam hangat dari Aya ❤️

__ADS_1


__ADS_2