Time Travel Farzana

Time Travel Farzana
Tabrakan Yang Disengaja


__ADS_3

Sebelumnya...


Ceklek


Abian masuk kedalam ruangan dimana Julio menunggu.


"Halo" sapa Abian


Julio menoleh dan membulatkan matanya "Aaaaaaaa you tampan" teriak histeria untuk orang yang kesekian yang di temui oleh pria gemulai itu.


Sedangkan Abian hanya tersenyum bagi dirinya hal seperti ini biasa mau perempuan atau laki-laki setengah masak seperti didepannya histeria apabila bertemu dengan dirinya.


"Duduk disindang tampan" perintah Julio menunjuk sebuah kursi.


Abian menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju kursi tersebut.


Saat Julio sedang fokus memoles wajah Abian dari arah luar ruangan terdengar sebuah teriakan.


"Aaaaaaaaaaaa"


*****


Ceklek


Farzana keluar dari dalam toilet.


Bruk


"Ah, maafkan saya" ucap seseorang itu pada Farzana.


Farzana yang tertunduk kemudian mendongakkan kepalanya dan berkata "Em, tidak apa-apa Tuan, maaf saya juga tidak melihat jalan" sembari tersenyum.


"Alden" lelaki itu memperkenalkan diri sembari menyodorkan tangannya.


"Farzana" sahutnya dengan menyambut tangan lelaki di depannya itu.


"Saya permisi lebih dulu Tuan Alden" pamit Farzana.


"Ya, senang berkenalan dengan mu Nona Farzana" ucap Alden.


Farzana hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis kemudian melenggang pergi.


"Wuhooo" teriak Alden senang.


*


*


*


*


*


"Aaaaaaaaaa"


Terdengar suara teriakan dari luar ruangan tempat Julio dan Abian berada.


Mereka bergegas keluar dan menemukan Davina mondar mandir sembari berteriak.


"Yeyy kenapose nekk" tanya Julio mendekati Davina.


Tepat saat Davina mengangkat wajahnya sekarang giliran pria gemulai itu yang berteriak.


"Auuuuuuuuuwwwwww, setan eh anak mo..." Julio dengan cepat menutup mulutnya.

__ADS_1


Sedangkan Abian yang melihat hal yang terjadi dengan wajah model pasangannya itu terdiam.


"Mukaku kenapa, panas juga gatal aaaaaaaaaaaa" Davina berteriak histeris.


Sedangkan Arzan yang baru saja datang langsung memeluk kekasihnya itu.


"Apa yang terjadi sayang? Tadi sebelum Aku pergi semua baik-baik saja" tanya Arzan.


"Aaa, Aku gak tau sayang. Tiba-tiba aja muncul rasa panas menyengat dan juga gatal-gatal hiks hiks sakit" adu Davina dalam pelukan Arzan.


Arzan menoleh ke arah Julio "Mengapa wajah kekasihku menjadi seperti ini?" tanya suami dari Farzana tersebut.


Julio membulatkan matanya "Mane eyke tau nekk, maybe kekasih yeyy indang alergong sama bedak indang deng" sahutnya.


Dari arah lain Rathi datang dengan seorang dokter.


"Dokter tolong periksa dia" pinta Rathi menunjuk Davina.


Dokter dengan name tag dr.Kirana itu menganggukkan kepalanya kemudian mendekati Davina.


"Tenang sebentar ya Nyonya biar saya periksa dulu" ucap dr. Kirana.


Davina menganggukkan kepalanya dengan sesekali masih terdengar ringisan dari bibirnya.


Dokter Kirana pun mencoba memeriksa kondisi dari wajah Davina dan dokter tersebut mengernyitkan dahinya.


"Untuk sementara saya akan memberikan salep untuk meredakan perih yang Anda rasakan" ucap dr. Kirana.


"Apa yang terjadi dok?" tanya Arzan.


"Untuk lebih spesifiknya lebih baik Nyonya di bawa ke rumah sakit saja Tuan" sahut dr. Kirana.


Arzan hanya bisa menganggukkan kepalanya.


"Saya permisi dulu" pamit dokter Kirana dan diiringi oleh Rathi untuk mengantarkan kepergian dokter tersebut.


Davina semakin menangis mendengar ucapan dari Rathi tersebut impian terbesarnya adalah menjadi brand ambassador perusahaan ini . Salah satu perusahaan ternama di kota B dan semua harus pupus.


Sedangkan Arzan hanya bisa menghela nafasnya " Kita ke dokter sekarang sayang, Aku tak ingin hal ini semakin memperburuk keadaan mu nantinya" ucapnya.


Davina menganggukkan kepalanya dengan masih di iringi tangisan juga ringisan karena rasa perih yang dirasakan wajahnya.


Davina pasrah di bawa pergi Arzan menuju rumah sakit yang ada di kota B itu.


Di ruangan lain...


Misha tersenyum bahagia melihat apa yang terjadi dengan Davina.


"Bos" panggil Alya.


"Hem" Misha hanya berdehem.


"Kamu kasih gituan apa gak bahaya nantinya buat Panjul. Maksudnya kalau dokter dapat memprediksi bahwa wajah si Davina karena suatu kandungan yang ada dalam bedak itu dan ternyata bedak mereka tak ada kandungan itu gimana?" tanya Alya


Sedangkan Misha mengangkat sebelah alisnya "Panjang banget kalimat Lo Al" ucapnya.


"Ishh Aku serius ini. Aku hanya gak mau Panjul kenapa-napa" ucap Alya.


"Lo tenang aja, itu racun gak bakal bisa di deteksi meskipun dokter dari Jerman sekalipun. Mereka bakal bilang pada akhirnya anak monyet alergi udah gitu aja. Dan hal itu akan bertahan selama seminggu nah harusnya dia bilang makasih ke gue karena dia ada waktu buat bed rest hahaha" sahut Misha bahagia.


"Sekarang ikut gue ke luar saatnya Lo tunjukkan bintang Lo" ucap Misha lagi sembari berdiri dan berjalan menuju pintu.


"Terserah" hanya satu kata yang bisa Alya ucapkan.


Ceklek

__ADS_1


"Ada apa Rat?" tanya Misha saat dirinya keluar dari dalam ruangan Rathi tadi.


"Aduh, gini Mis. Model yang bakal jadi brand ambassador Aku kecelakaan wajah dia jadi ruam-ruam merah gitu setelah dia di make up. Aku gak tau kenapa tapi untuk produk Aku semuanya aman entah mengapa jadi berefek seperti itu pada model itu" cerita Rathi pada gadis tomboy.


"Maybe dia alergi sesuatu Rat, udah lah gak usah dipikirin" sahut Misha tenang.


""Masalahnya sekarang siapa yang bakal gantiin model itu" tanya Rathi.


"Mau coba Alya gak?" tanya Misha.


"Hah, asisten kamu maksudnya?" tanya Rathi kaget.


"Iya, coba aja dulu kalau bagus lanjutin" ucap Misha.


"Boleh" sahut Rathi.


"Jul" panggil Misha.


"Iya nekk" sahut Julio mendekati gadis tomboy itu.


"Panggil Alya sekalian dandani dia" perintah Misha.


"Ok nekk" sahut Julio berlalu pergi menuju ruangan Rathi tadi.


Ceklek


Pintu terbuka tepat pria gemulai itu ingin mengetuknya.


"Nape?" tanya Alya.


"Yeyy di panggil Misha noh" ucap Julio.


Alya melenggang pergi tanpa menyahut lagi.


"Iya Bos, ada apa?" tanya Alya.


Misha menoleh ke arah Alya dan yang lain seperti Rathi dan juga Abian ikut memandang ke arah suara.


"Hah" kaget Abian setelah melihat seseorang yang di carinya beberapa waktu lalu.


Sedangkan Alya hanya biasa saja menanggapi keterkejutan dari lelaki di depannya ini.


"Hahaha Lo suruh gua pasangan sama dia, cewek yang gak ada manis-manisnya gini cantik juga gak" ucap sarkas dari Abian.


Alya tetap diam sedangkan Julio mulai geram mendengar perkataan dari lelaki di depannya ini.


Julio ingin maju kemudian terhenti saat telapak tangan Misha terangkat.


Gadis tomboy itu mendekat ke arah model itu dan berdiri tepat disampingnya.


"Gue cuman mau bilang, jaga perkataan Lo dan jangan pernah berfikir ingin menyentuh dia barang sedikit saja. Kamu faham" ucap Misha sembari menepuk nepuk lembut bahu dari Abian.


"Jul, bawa Alya dan dandani sekarang" perintah Misha.


"Ok nekk cuss" ajak Julio.


pria gemulai itu melenggang pergi dan diikuti oleh Alya dari belakang.


Sedangkan Abian hanya diam tanpa menanggapi perkataan dari gadis tomboy itu.


...🍂🍂🍂...


Continue...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejaknya ya zheyeng like komen tambah favorit juga rate bintang lima.

__ADS_1


Terimakasih banyak untuk kakak semua yang sudah berkenan mampir ke cerita receh ini ay ucapkan terima kasih banyak.


...Salam hangat dari Aya ❤️...


__ADS_2