
POV Alden.
Pria itu saat ini sedang bersantai di atas balkon rumahnya.
Entahlah mengapa dirinya bisa menyukai seorang wanita yang memiliki status istri orang lain.
"Hah, apa salahnya. Lagian suaminya juga brengsek" gumam pria itu sembari berjalan ke arah kursi.
Setelah duduk dengan segelas minuman di tangannya "Tapi, mengapa suami brengsek Zana sekarang seperti mengikuti kemana istrinya itu. Apa Arzan baru sadar betapa berharganya istri cantiknya itu dibandingkan model itu" tambahnya.
Tok tok tok
"Masuk" ucap Alden.
Ceklek
"Bos" sapa Aidan.
"Kemari Dan" suruh Alden.
"Ada kabar apa?" tanyanya lagi.
"Ada beberapa kabar penting untuk mu" sahut Aidan.
"Sebutkan" suruh Alden.
"Ok, pertama Arzan suami dari Farzana sekarang selalu mengawasi istrinya itu. Entah karena sudah cinta atau apa gua gak ngerti" jelas Aidan.
"Terserah saja. Mau dia sudah cinta pada istrinya yang pasti gua sudah putuskan bahwa gua akan berjuang merebut dan akan membahagiakan Zana" tekad bulat dari seorang Alden.
Aidan hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Terus kabar selanjutnya" suruh Alden.
"Kekasih Arzan yang bernama Davina itu memiliki seorang kekasih yang bernama Aezar Affandra..."
"Wait, Aezar dari perusahaan AFF corp itu?" tanya Alden.
"Yap. CEO AFF corp itu adalah kekasih asli dari Davina dan dia adalah rival dari Adelard corp sendiri. Secara garis besarnya Davina ini membantu untuk menghancurkan perusahaan dari suami Farzana tersebut" jelas Aidan.
"Sejak kapan itu semua terjadi?" tanya Alden.
"Aezar mempunyai dendam tersendiri kepada Tuan Aarav Bos, ayah dari Arzan. Sudah berulang kali Aezar mencoba untuk melumpuhkan perusahaan dari suami Farzana tersebut, tapi sayang Adelard corp terlalu kuat untuk bisa di kalahkan" jelas Aidan.
"Kagak ada minum atau cemilan Bos buat gua nih" tanya Aidan.
"Ambil aja sendiri jangan manja" sahut Alden dengan wajah datarnya.
"Capek Bos" ucap Aidan.
Alden meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Bi, bawakan minuman dan makanan buat Aidan di kamar saya" suruh Alden pada sang asisten rumah tangganya.
Bip
"Nah gini nih punya Bos pengertian" ucap Aiden sembari terkekeh.
"Lanjut" suruh Alden.
"Bahkan mereka sekarang mulai bergerak karena fokus Arzan pecah. Tapi satu hal yang tidak di ketahui oleh mereka" ucap Aidan.
"Apa?" tanya Alden karena sang asisten diam.
"Tunggu bibi datang lah Bos, sumpah aus banget gua cerita" sahut Aidan sembari menyandarkan punggungnya.
Alden hanya bisa menghela nafasnya.
*
*
*
*
__ADS_1
*
POV Farzana.
Ceklek
Gadis itu baru saja keluar dari kamarnya.
"Kalian baru pulang?" tanyanya saat melihat Misha juga Alya baru masuk kedalam rumah.
"Yoi" sahut Alya.
"Hem" hanya gumaman yang terdengar dari gadis tomboy itu.
"Aku nyiapin makan malam kita dulu ya" ucap Alya.
"Eitss, kamu sama Misha bebersih aja sono biar Aku yang siapin okeh" ucap Farzana yang menghalangi jalan Alya.
Sedangkan Alya menoleh ke arah bosnya itu.
Misha menganggukkan kepalanya, kemudian Alya pun menyerahkan kantong plastik yang berisi makanan itu.
Misha juga Alya masuk kedalam kamar mereka masing-masing sedang Farzana berjalan ke arah dapur untuk menyiapkan makanan.
*
*
*
*
*
POV Arzan.
Pria itu saat ini berada di dalam mobil menyusuri jalanan kota B.
Pikirannya yang tak menentu membuat pria itu hanya berputar-putar mengelilingi jalanan.
Suara ponsel dari Arzan berbunyi.
Pria itu memandang layar ponselnya dan tertera nama sang asisten.
"Ya Ar" saat Arzan mengangkat panggilan tersebut.
"Lu balik sekarang ke rumah sakit" suruh Ardi.
"Aku lagi di jalan Ar" sahutnya.
"Lu di jalanan juga kagak ada tujuan. Pulang sekarang ke rumah sakit ada kejutan buat elu" sahut Ardi yang sangat gemas terhadap bosnya itu.
"Kejutan apa?" tanya Arzan dengan nada malas.
"Ya Tuhan.... Ini berhubungan dengan Nyonya Farzana Tuan Arzan yang Agung" Sumpah demi apapun saat ini Ardi sangat ingin melemparkan batu ke kepala bosnya itu.
Ckittt
Arzan mendadak mengrem mobilnya saat mendengar kata Farzana.
"Benarkah berhubungan dengan Zana? Tapi mengapa di rumah sakit?" tanya Arzan.
"Susah ngejelasinnya, meding Lu liat sendiri ke rumah sakit sebelum Lu terlambat" ucap Ardi.
"Ok, Aku pulang sekarang" sahut Arzan.
Bip
Pria itu mematikan sambungan telepon.
Arzan memutar balik mobilnya menuju ke rumah sakit.
Sepanjang perjalanan dirinya hanya tersenyum membayangkan kejutan apa yang di maksud sang asisten yang berhubungan dengan istrinya itu.
Tiba di halaman rumah sakit, Arzan berlari menuju ruangan Davina.
__ADS_1
Sampai di depan pintu ruangan kekasihnya itu, Arzan terdiam.
Pria itu menajamkan pendengarannya saat dirinya mendengar samar-samar suara des*han dari dalam ruangan Davina.
Yakin suara tersebut milik kekasihnya itu.
BRAKK
Arzan menendang pintu ruangan tersebut. Terlihatlah dua orang yang sudah tidak mengenakan sehelai benangpun berada di atas sofa.
Baik Davina ataupun Aezar sama-sama terkejut.
Davina mendorong Aezar dan dirinya menarik selimut tipis yang ada di samping sofa untuk menutup tubuh polosnya.
"Sayang, i-ini.." gagap Davina.
Sedangkan Aezar frustasi karena dirinya sudah hampir sampai tapi gagal karena kedatangan tamu yang tidak di harapkan.
"Aku gak nyangka Vin, jadi seperti ini kelakuan mu di belakangku" ucap Arzan sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
"S-sayang i-ini semua..."
"STOP DAVINA CLARISSA. MULAI SAAT INI DETIK INI JUGA HUBUNGAN KITA BERAKHIR" teriak Arzan.
Davina membelalakkan matanya terkejut mendengar ucapan dari Arzan.
"N-nggak, sayang ini tu gak seperti..."
"KU BILANG BERHENTI BERBICARA DAVINA. TIDAK ADA YANG PERLU KAMU JELASKAN LAGI PADAKU. SEMUA SUDAH SANGAT JELAS BAGIKU" setelah itu Arzan pergi dari sana meninggalkan kedua insan itu.
Davina ingin mengejar tapi dirinya di tahan oleh Aezar.
"Kita lanjutkan yang tertunda" ucap Aezar.
"Honey, kamu masih memikirkan hal itu urusan Arzan gimana?" sahut Davina.
"Kamu gak tau betapa dahsyatnya sakit kepalaku. Nanti kita pikirkan saat ini yang penting adalah kita" ucap Aezar yang memang sudah sangat frustasi.
"Tapi..." Aezar tidak memberikan kesempatan untuk Davina berbicara lagi karena Aezar sudah membungkam mulut kekasihnya itu.
Sedangkan di tempat lain.
"Ah maafkan gua Bos, mungkin ini memang saatnya elu tau kebusukan bibir dower itu" gumam Ardi.
Ya, Ardi memang berada jauh di kota A, tapi pria satu ini memiliki banyak pasang mata yang tersebar di mana-mana.
Meskipun dirinya sibuk dengan urusan kantor tapi itu tidak akan mengurangi tingkat kewaspadaannya terhadap Arzan ataupun musuh-musuh dari bosnya itu termasuk Davina.
Arzan keluar dari rumah sakit dan masuk ke dalam mobilnya.
Brakk
Pria itu memukul stir mobilnya berulang kali.
"Mengapa kamu melakukan hal ini padaku Vin. Apa salahku? Sejak kapan kamu berselingkuh? Apa karena ini kamu awalnya menolak Aku ikut bersamamu ke sini?" ucap Arzan.
"AKHHHHHH" teriak pria itu malang.
...๐๐๐...
Tamat
๐๐๐
Muehehe๐คญ canda kak.
Si bibir dower dah ketahuan nih cingkuh ama orang ๐คญ eh ๐ tapi pan cingkuhan Davina ntu si Arzan yak๐คฃ kagak tau die๐โโ๏ธ
Wokeh lanjut bab selanjutnya aja yak kakak semua ๐.
Continue...
Untuk kakak-kakak semua yang sudah berkenan untuk mampir ke cerita receh ini ay ucapkan terima kasih banyak atas segala dukungannya.
Mau itu like komen gift mawar sekebon atau kopi satu jerigennya atawa vote ay ucapkan ุฌุฒุงูู ุงููู ุฎูุฑูุง ุฃุฎู ุขู ูููุง.
__ADS_1
...Salam hangat dari Aya โค๏ธ...