Time Travel Farzana

Time Travel Farzana
Hoshi Datang


__ADS_3

Sebelumnya...


Ceklek


Terlihat seseorang yang sangat dirindukan oleh pria gemulai itu.


"Bagaimana keadaan mu Yul?" tanya seseorang itu.


Julio tersenyum manis kearah orang yang bertanya itu.


"Aaaa kangen, duduk sini" ucap Julio menepuk pinggiran brangkarnya.


Orang itu mendekat dan duduk tepat di samping Julio.


Seketika pria gemulai itu memeluk.


...🍃🍃🍃...


POV Misha.


Saat ini gadis tomboy itu sedang bersiap untuk pulang bersama Alya juga William.


Ya, sedari siang tadi William setia mendampingi Misha.


"Udah siap pulang?" tanya William yang baru masuk ke dalam kamar Abian.


Baik Misha ataupun Alya mereka menganggukkan kepalanya.


Tak berapa lama setelah Alya sadar William memberikan terapi healing untuk asisten Misha itu agar tidak ada trauma yang ditinggalkan atas kejadian hari ini.


Misha belum mengetahui keadaan dari Abian. Tapi yang dapat di pastikan pria bajingan itu tak kan mencari masalah lagi di kemudian hari padanya ataupun Alya.


Mereka bertiga keluar dari dalam unit.


Semua kejadian hari ini sudah di pastikan oleh anak buah Misha ataupun William agar tidak bocor sampai ke pihak berwajib.


Sampai di halaman parkir apartment, seluruh anak buah dari keduanya sudah menunggu untuk mengawal bos mereka.


"Masuklah" William membukakan pintu mobilnya.


"Aku pakai mobilku saja" pinta Misha.


Sedangkan Alya, masih sempat-sempatnya menggoda keduanya.


"Uhh co cweet bingitz sih. Pangerannya bisa merubah sifat singa betina menjadi manis gini" ucap Alya sembari mengedipkan matanya beberapa kali dan membuat mimik wajahnya menjadi imut.


Misha dan William mengalihkan pandangan mereka ke arah gadis itu.


Seketika ekspresi dari Misha berubah datar. Sedangkan William hanya tersenyum menanggapinya.


"Jadi mobil yang mana ini kita pulang" seketika itu juga Alya mengalihkan pembicaraan.


William pun tiba-tiba tertawa melihat tingkah dari asisten Misha tersebut.


"Mobilku saja" ucap Misha.


"Sayang... Pakai mobilku saja ya, biar mobil kamu anak buah mu saja yang bawa" ucap lembut William.


Dan pada akhirnya Misha pun luluh terhadap pria di depannya itu.


"Ok" sahut Misha.


"Dokter" sapa Alya.


"Ya" sahut William.


"Yang mana yang akan menjadi drivernya?" tanya Alya.


William pun tersenyum "Pilihlah yang mana kamu mau" ucapnya.


Alya memandang kesemua orang dari anak buah dokter William tersebut.


Dan asisten Misha itu menjatuhkan pilihannya pada seseorang yang sangat macho.


"Dia" tunjuk Alya.


Misha juga William mengalihkan pandangan mereka ke arah yang di tunjuk oleh Alya.



...Agam Abraham...


...Tangan kanan dari Liam Neeson...


"Kenapa kau memilih Agam Al?" tanya William.


Alya menoleh ke arah dokter William "Namanya Agam ya? Dia tampan hehe" ucapnya.

__ADS_1


William hanya bisa tersenyum sedangkan Misha merotasi matanya malas melihat kelakuan dari asistennya itu.


"Gam, kamu yang bawa mobil" perintah William dan di angguki lelaki tampan itu.


William membukakan pintu untuk Misha, setelah itu barulah William juga masuk duduk di sebelah gadis tomboy itu.


Alya memberikan kode pada Agam agar pria itu juga membukakan pintu untuk dirinya masuk.


Agam tersenyum manis paham dengan keinginan gadis itu juga membukakan pintu untuk Alya masuk dan duduk di samping kemudi.


Agam memutari mobil dan ikut masuk duduk di kemudi.


Setelah itu mobil pun berjalan menuju kediaman Misha.


*


*


*


*


*


POV Julio.


Ceklek


Pintu terbuka dan menampilkan sosok yang sangat dirindukan oleh Julio.



...Hoshi Akihiko...


...Salah satu karyawan di perusahaan Elvan...


"Bagaimana keadaan mu Yul?" tanya pria Jepang itu sembari berjalan masuk.


"Aaaa kangen, duduk sini" pinta Julio pada Hoshi sembari menepuk sisi brangkar nya.


Hoshi tersenyum dan mendekati pria gemulai itu dan seperti yang di pinta oleh Julio, dirinya pun duduk di atas brangkar.


"Eyke cuman sekong dikit yess" ucap Julio sembari menunjuk matanya yang agak biru keunguan karena bogem Abian.


Hoshi menyentuh wajah pria gemulai itu.


"Siapa yang telah berani berbuat seperti ini padamu?" tanya Hoshi.


"Apa? Abian? Abian model itu?" tanya Hoshi.


Julio menganggukkan kepalanya.


"Ada apa? Mengapa kamu berurusan dengannya?" tanya Hoshi bingung.


"Dia mau ngajak Zuardi check in tampan, jelas eyke halau dong eh eyke malah kena tabok" sahut Julio sembari bergelayut manja.


"Sekarang gimana?" tanya Hoshi.


"Tenang aja, singa betina dah beresin dia hihi"Julio cekikikan setelah mengatakan Misha singa betina.


Sedang Hoshi hanya bingung sendiri.


"Tampan, minati" pinta Julio.


"Hah, apa an?" tanya Hoshi bingung dengan kata minati.


Julio menghela nafasnya "itu" tunjuk pria gemulai itu ke arah gelas berisi air putih yang ada di atas nakas.


"Minum?" Hoshi meyakinkan tentang apa itu minati.


Julio menganggukkan kepalanya manja.


Sedangkan pria Jepang itu hanya bisa tersenyum.


Di ambilkan olehnya gelas itu dan di serahkan kepada Julio.


"Tampan, apose yeyy bisa temani eyke di sindang malam indang?" tanya Julio dengan muka memelas.


Hoshi tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Yippyyy emmuachh" sun jauh oleh Julio tapi dirinya tetap memeluk pria Jepang itu.


*


*


*

__ADS_1


*


*


POV Alden.


Arzan melihat ke arah Davina, kekasihnya itu sudah terlelap tidur.


Suami Farzana itu meraih jaketnya dan berlalu pergi.


Arzan menyusuri jalanan di kota B, pikirannya melayang entah kemana.


Sedangkan di rumah sakit.


Ceklek


pintu ruangan Davina terbuka dan menampilkan sosok pria yang dicintai Davina yang sesungguhnya.


Aezar mendekati brangkar dimana Davina berbaring.


Pria itu membelai rambut sang kekasih.


Davina membuka matanya karena belaian tersebut.


"Honey, kenapa kamu ada disini?" tanya Davina kaget.


"Aku merindukanmu baby. Kepalaku hampir pecah dan Aku membutuhkan dirimu saat ini" jawab Aezar.


"Honey tapi ini di rumah sakit, dan Arzan ada disini" ucap Davina.


"Tenanglah baby, selingkuhan mu itu sedang pergi. Kita aman" sahut Aezar.


Tangan lelaki itu sudah mulai menjelajah kemana-mana, Davina ingin menghentikannya tapi sayang dirinya kalah dengan belaian yang di berikan oleh kekasihnya itu.


Di saat mereka sedang mengarungi surga dunia, tiba-tiba...


*


*


*


*


*


POV Misha.


Gadis tomboy itu sudah sampai bersama dengan yang lainnya di kediamannya.


Sepanjang perjalanan, Misha hanya bisa diam karena Alya mengoceh tiada henti sembari menggoda asisten dari William itu.


Saat sudah sampai pun sang asisten masih saja menggoda Agam.


"BISAKAH KAU BERHENTI ALYA LAZUARDI" ucap Misha yang sudah benar-benar jengah melihat kelakuan asistennya itu.


Alya terdiam dan menoleh ke arah Misha kemudian berjalan dan berdiri di belakang Agam.


"Sayang..." ucap lembut dari William sembari mengusap bahu gadis tomboy itu.


"Hahh. Sudah larut malam masuk sana, kau dan anak buah mu pulanglah" ucap Misha.


"Baiklah, kami pulang. Selamat beristirahat sayang dan kamu juga Alya" pamit William pada keduanya.


"Titip salam untuk Zana. Next time Aku ingin bertemu dengannya" sambung William.


Misha menganggukkan kepalanya.


Alya menampilkan mimik wajah sedih saat Agam ingin pamit pergi.


Agam menaruh tangannya di atas kepala asisten Misha itu dan berkata "Istirahatlah, Aku pamit".


Alya hanya bisa mengangguk sedih.


Kemudian William dan Agam masuk kedalam mobil, sedikit demi sedikit mobil yang di tumpangi William berjalan menjauh dari Misha juga Alya.


"Masuk" ucap Misha yang masih melihat Alya memandang ke arah dimana mobil William yang sudah tidak terlihat lagi.


Alya menganggukkan kepalanya kemudian berjalan masuk.


Sedang Misha hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sang asisten.


Continue...


...🍂🍂🍂...


Untuk kakak-kakak semua yang sudah berkenan untuk mampir ke cerita receh ini ay ucapkan terima kasih banyak atas segala dukungan nya mau itu like komen gift mawar atau kopinya juga votenya, ay hanya bisa membalas dengan doa semoga keberkahan dan kebahagiaan selalu mengiringi kehidupan kakak semua aamiin aamiin ya Robbal 'alamin 🤲.

__ADS_1


شكرا جزيلا لكم جزاكم الله كل خير امين.


...Salam hangat dari Aya ❤️...


__ADS_2