Time Travel Farzana

Time Travel Farzana
Wajah Cantik Davina


__ADS_3

Sebelumnya...


"Siapa dia Nona Davina?" tanya Rathi sembari menunjuk seorang lelaki yang berada di samping wanita yang akan menjadi brand ambassador perusahaannya itu.


"Oh iya, kenalkan dia Arzan kekasihku" sahut Davina.


"Salam kenal Pak Arzan" ucap Rathi dan di angguki oleh pria itu.


*****


"Tunggu sebentar Nona Zana, biar saya buka kan pintu untuk mu" ucap Elvan sembari melepaskan seatbelt kemudian di angguki oleh Farzana.


krek (anggap suara pintu mobil terbuka, benar gak sih🤔 kalau salah harap maklum ay tak punya mobil🤭)


Pintu terbuka Elvan menyodorkan tangan kanannya untuk menyambut Farzana keluar dari dalam mobil.


"Terimakasih" ucap Farzana setelah dirinya keluar dari dalam mobil.


Elvan tersenyum menganggukkan kepalanya.


Mereka berdua berjalan berdampingan masuk kedalam restauran tempat dimana diri asli Keisha dan Elvan sering kesana.


Sepanjang jalan masuk restauran itu, semua memori dulu terulang seperti rol film kenangan kebersamaan Keisha dan Elvan berputar.


Jikalau senyum bahagia tergambar jelas di wajah Farzana berbeda dengan ekspresi dari Elvan. Nampak rasa bersalah dan juga sesal yang muncul dihatinya.


"Kita duduk disana" pinta Farzana.


Elvan kembali membulatkan matanya, tempat duduk yang sering dirinya dan juga Keisha tempati.


"Kau kenapa?" tanya Farzana setelah duduk di bangku yang ditunjuk olehnya tadi.


"Ah tidak apa-apa Nona" sahut Elvan dengan tersenyum.


"Kamu mau pesan apa Nona?" tanya Elvan.


Farzana membolak-balikkan buku menu yang ada di tangannya itu.


"Aku ingin udang asam manis pedas level 10 dan jeruk nipis anget" ucap Farzana sembari menyerahkan buku menu kepada waiters.


Sedangkan Elvan kembali terdiam untuk kesedian kalinya.


"Pak Elvan, halo" panggil Farzana dengan menggoyangkan telapak tangannya di depan wajah lelaki itu.


"Ah i-iya"


"Kamu mau pesan apa?"


"Samakan saja juga minumannya".


"Mohon di tunggu pesanannya ya" setelah mengucapkan itu waiters tersebut pergi.


Di seberang meja tempat Farzana juga Elvan duduk ada seseorang yang memperhatikan mereka sedari awal masuk restauran tadi.


"Liat apa Bos?"


"Dia gadis yang cantik"


*


*


*


*


*


Saat ini Julio sedang memake over Davina.


Dan langkah akhir bedak yang di kasih oleh Misha menjadi pelengkap dari make up Julio hari ini.


"Ulala dono" ucap pria gemulai itu setelah dirinya menyelesaikan merias wajah dari Davina.


Kemudian Davina memandang dirinya di depan cermin dan begitu takjub Davina sangat menyukai riasan dari pria cantik itu.


"Kau sangat luar biasa Julio" puji Davina.

__ADS_1


"Yulia darling bukan Julio" ucap pria gemulai itu tidak terima.


"Ah maafkan Aku Yulia" sahut Davina tersenyum.


Di ruangan lain.


"Gila, Davina cantik weh di dandani Panjul" ucap Alya juga takjub


"Hanya sebentar Al hanya sebentar" sahut Misha dengan senyuman manis tapi mematikan.


Alya yang melihat gadis tomboy itu tersenyum bergidik ngeri kemudian kembali fokus dengan laptopnya.


Davina dan Julio keluar dari dalam ruangan menghampiri Rathi dan Arzan yang sedang menunggu mereka.



"Sayang" panggil Davina.


Arzan dan Rathi memandang takjub dengan riasan wajah baru Davina.


"Wow, kau memang sangat luar biasa Julio..."


"Yulia darling no Julio" potong pria gemulai itu dengan wajah cemberut.


"Ah maaf-maaf Yulia kau memang luar biasa, Aku suka dengan make up mu ini" ucap kembali Rathi.


"Ya, kau semakin terlihat cantik sayang" timpal Arzan.


Melihat keromantisan kedua pasangan itu membuat Julio sangat ingin memisahkan mereka.


"Tahan Yulia tahan..." Julio memberi semangat pada dirinya agar bisa menahan diri tidak langsung menerjang Davina.


"Thanks honey dan ibu Rathi atas pujiannya dan untuk mu sis Yulia, Aku sangat puas" ucap Davina bahagia.


Julio hanya menganggukkan kepalanya sedangkan di ruangan lain Misha juga Alya menunggu apa yang akan selanjutnya terjadi.


*


*


*


*


*


Mereka mengobrol sembari bercanda dan semua itu tidak luput dari pandangan seseorang di seberang tempat yang mereka duduki.


"Dan, cari tahu siapa perempuan cantik itu" perintah Alden dan mengarahkan pandangannya pada diri Farzana.


Aidan menoleh dan mengambil gambar Farzana. Dirinya menghidupkan layar tab yang ada di tangannya, mengotak-atik sebentar dan cling semua biodata dari Farzana muncul.


Aidan menyerahkan tab tersebut kepada bosnya itu.


Alden melihat dengan seksama isi dari informasi yang ingin diketahui oleh dirinya.


"Arsyila Romeesa Farzana, nama yang cantik secantik orangnya" ucap Alden kemudian kembali fokus membaca biodata dari wanita cantik itu.


"Dan" panggil Alden.


"Ya Bos" sahut Aidan.


"Benarkah dia istri dari CEO Abercio?" tanya Alden sembari mengangkat sebelah alisnya.


"Dari data tersebut iya" sahut Aidan.


"Tapi yang diketahui oleh publik pria itu belum menikah dan dia memiliki kekasih model itu kan yang akan menjadi pasangan dari Abian" ucap Alden heran.


"Pernikahannya dirahasiakan karena di jodohkan dan juga Arzan tidak mencintai istrinya itu dan hanya dijadikan pajangan selama mereka menikah" sahut Aidan.


"Kalau seperti itu, biarkan Aku yang akan membahagiakan gadis cantik itu" ucap Alden mantap.


"Hah" Aiden kaget mendengar perkataan dari bosnya itu.


"Terserah mu saja Bos" ucap Aidan malas menimpali perkataan dari bosnya itu.


*

__ADS_1


*


*


*


*


Julio kembali masuk kedalam ruangan menunggu satu orang lagi untuk di make up oleh dirinya.


"Maaf menunggu lama Bos" ucap Abian yang baru saja tiba.


"Ah tidak juga, kebetulan pasangan Anda baru saja selesai di make up" sahut Rathi kemudian menunjuk ke arah Davina.


Mata Abian membulat memandang wanita cantik dan juga seksi itu. "Ternyata aslinya lebih cantik dibandingkan di foto" ucapnya.


Rathi hanya tersenyum menanggapi perkataan dari model prianya itu. Siapa yang tidak kenal dengan Abian Aditama seorang model papan kayu eh papan atas juga terkenal dengan sifat playboy nya.


"Sekarang giliran mu yang di make up masuklah kesana" tunjuk Rathi ke sebuah ruangan.


Abian mengangguk dan melenggang pergi masuk ke dalam ruangan tersebut.


Ceklek


*


*


*


*


*


"Pak Elvan, Aku izin ke toilet sebentar" ucap Farzana.


"Mau Aku temani?" tanya Elvan.


"Ah tidak, Aku sendiri aja" sahut Farzana sembari berdiri.


Farzana melenggang pergi dan di ikuti oleh Alden.


"Kau mau kemana Bos?" tanya Aidan yang melihat Alden berdiri dari kursinya.


"Mengikuti masa depanku" sahut Alden kemudian melenggang pergi mengikuti Farzana.


"Oh God, Bos gua udah mulai oleng" ucap Aidan.


*


*


*


*


*


Ceklek


Abian masuk kedalam ruangan dimana Julio menunggu.


"Halo" sapa Abian


Julio menoleh dan membulatkan matanya "Aaaaaaaa you tampan" teriak histeria untuk orang yang kesekian yang di temui oleh pria gemulai itu.


Sedangkan Abian hanya tersenyum bagi dirinya hal seperti ini biasa mau perempuan atau laki-laki setengah masak seperti didepannya histeria apabila bertemu dengan dirinya.


"Duduk disindang tampan" perintah Julio menunjuk sebuah kursi.


Abian menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju kursi tersebut.


Saat Julio sedang fokus memoles wajah Abian dari arah luar ruangan terdengar sebuah teriakan.


"Aaaaaaaaaaaa"


...🍂🍂🍂...

__ADS_1


Continue...


Untuk kakak-kakak semua yang sudah berkenan mampir ke cerita receh ini ay ucapkan terima kasih banyak atas segala dukungannya.


__ADS_2